
Kemudian setelah begawan Winara berhasil mengalahkan saudara seperguruannya, yaitu ki Kusumo, lalu begawan Winara segera bergegas membantu Mahapatih Damarwijaya beserta para kesatria yang lainnya, untuk melawan Raja iblis Kalazar.
Dalam pertempuran tersebut, banyak sekali jatuh korban dikedua kubu, yaitu kubu aliansi antar kerajaan dan juga kubu Kalazar.
Tapi kalau dilihat dengan seksama, ternyata kubu Kalazar lah yang nampak banyak jatuh korban, daripada kubu aliansi antar kerajaan.
Dan didalam pertempuran tersebut, padepokan langit yang guru besarnya adalah maha resi Brata, maupun padepokan lawangsewu yang guru besarnya adalah mendiang Sanjaya, dari kedua padepokan itu, ternyata banyak jatuh korban para murid muridnya.
Dan juga para anak buah Mandala, mereka banyak yang gugur juga, termasuk anak buahnya yang paling Setia, yaitu Paijo dan Dudung, mereka berdua gugur dalam peperangan tersebut.
Tapi saat itu para punggawa punggawa unggulan Raja iblis Kalazar, banyak yang tewas dibunuh oleh para kesatria kesatria hebat aliansi kerajaan.
Dan saat ini bisa dibilang, Raja iblis Kalazar hampir tidak punya punggawa unggulan lagi.
Tapi meski begitu, Raja iblis Kalazar tidak bisa diremehkan, dia sudah membuat ke empat lawannya kerepotan, saat bertarung melawannya.
Ke empat lawan Raja iblis Kalazar yaitu, Mahapatih Damarwijaya, Pangeran Gunturwijaya, Pangeran Kasimwijaya dan juga Bodas atau senopati Trenggono.
"Apa hanya segitu kekuatan kalian berempat, ayo mana kesatria suryaloka yang sanggup mengalahkanku", kesombongan Raja iblis Kalazar.
"Hei iblis, secepatnya kami pasti akan segera menutup mulutmu yang sombong itu", Mahapatih Damarwijaya yang sangat kesal pada Kalazar.
"Hahaha... Jangan kan cuma kalian ke empat tikus kecil, sekelas dewa pun tidak sanggup untuk mengalahkanku", kata Kalazar.
Akhirnya pertarungan hebat ke empat kesatria itu melawan Raja iblis Kalazar, berjalan dengan sangat sengit sekali.
Raja iblis Kalazar yang sudah terbiasa dalam wujud manusianya, dia benar-benar kuat sekali.
Padahal wujud asli Kalazar adalah raksasa berkepala dua.
Namun setelah melakukan pertapaan, kini Kalazar benar-benar berubah menjadi manusia yang gagah perkasa, namun memiliki taring yang tajam seperti vampir, dan matanya seperti mata ular.
Dan didalam wujud manusianya, Kalazar memiliki kekuatan yang lebih hebat daripada wujud raksasanya.
Maka dari itu, ke empat kesatria tersebut dibuat kewalahan oleh Kalazar.
Usut punya usut, ternyata Raja iblis Kalazar telah diberi ilmu oleh ayahnya, yaitu begawan sakti Ludoyo.
__ADS_1
Ilmu tersebut memiliki kekuatan luar biasa, karena kemampuan ilmu itu bisa meniru segala jenis ilmu yang dilihatnya.
Singkat cerita dilain sisi, di kerajaan suryaloka, para tim penyelamat atau tim medis, benar-benar sangat kewalahan, karena para kesatria maupun para prajurit dari aliansi kerajaan, mereka banyak yang terluka dan membutuhkan pertolongan.
Dan disitu Putri Kumalawijaya, Putri Senjabirawa dan juga sigadis manis Kedasih, mereka bertiga sangat sibuk membantu mengobati para korban korban tersebut.
"Bagaimana tuan putri, semakin banyak saja para kesatria dan para prajurit yang terluka, rasanya kita sangat kekurangan tenaga dibagian medis", kata Kedasih kepada Putri Kumalawijaya, yang kebetulan Putri Kumalawijaya menjadi ketua dibagian tim tersebut.
"Prajurit... Segera panggil para dayang dayang kerajaan, untuk membantu menangani masalah ini", perintah Putri Kumalawijaya.
"Sendiko tuan putri", lalu segera bergegaslah para prajurit itu, melaksanakan perintah dari tuannya tersebut.
Kemudian dilain sisi, Pangeran Gunturwijaya mengeluarkan jurus pukulan halilintar untuk melawan Kalazar.
Tidak tanggung tanggung, Pangeran Gunturwijaya langsung mengeluarkan jurus pukulan halilintar tingkat delapan.
Kekuatan dan kecepatan Pangeran Gunturwijaya, kini benar-benar diluar batas kewajaran, karena dia sudah mengeluarkan jurus tersebut.
Saat itu Raja iblis Kalazar, sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat pada diri Pangeran Gunturwijaya.
Sebab hanya hitungan beberapa detik saja, Pangeran Gunturwijaya berhasil mendekati Kalazar dan berhasil memukulnya, hingga Kalazar tersungkur.
"Serangan ini masih belum seberapa", jawab Pangeran Gunturwijaya.
"Pertama, kau telah menetralkan jurus kabut silumanku, dengan cara memanggil hujan", Raja iblis Kalazar yang berkata dan menujuk pada Pangeran Kasimwijaya.
"Kemudian, kau telah membuatku jatuh tersungkur, dengan jurusmu itu", Kalazar menunjuk kearah Pangeran Gunturwijaya.
"Dan sekarang, akan aku tunjukkan kekuatanku yang sebenarnya, jangan harap kalian bisa ketawa disaat aku sudah serius, akan kubuat hidup kalian mencekam, sampai kalian mati di tanganku", murka Raja iblis Kalazar.
Tiba-tiba Pangeran Gunturwijaya terkena serangan yang sama, seperti serangan dirinya pada Kalazar.
Para kesatria terheran heran melihat kejadian tersebut.
Kenapa Raja iblis Kalazar bisa meniru jurus pukulan halilintar milik Pangeran Gunturwijaya.
Akhirnya pertarungan Pangeran Gunturwijaya dengan Kalazar, tak terelakkan lagi.
__ADS_1
Adu dua kekuatan pukulan halilintar, membuat situasi dimedan perang sangat mencekam, setiap kedua kekuatan itu saling beradu, bergetarlah medan perang tersebut.
Pangeran Gunturwijaya dan juga Kalazar, tubuh mereka berdua bersinar karena ada aliran listrik di badannya, sebab mereka berdua sama-sama menggunakan jurus pukulan halilintar.
Pertarungan mereka berdua tersebut, masih berjalan dengan sengit, karena mereka berdua masih sama sama kuat.
Kemudian dengan cepat Mahapatih Damarwijaya, Pangeran Kasimwijaya dan juga Bodas, membantu Pangeran Gunturwijaya yang sedang bertarung dengan Kalazar.
Tapi ternyata, Kalazar sangat kuat sekali, bukan cuma meniru jurus pukulan halilintar milik Pangeran Gunturwijaya, Kalazar juga meniru kekuatan Mahapatih Damarwijaya dan juga kekuatan Bodas.
Kekuatan atau ilmu Mahapatih Damarwijaya, waktu itu yang beliau keluarkan adalah aji brata, dan aji brata tersebut memiliki kekuatan bisa mengendalikan ke lima eleman alam sekaligus, yaitu angin, air, api, tanah dan petir.
Sedangkan Bodas saat itu, dia menggunakan jurus kekuatan tujuh gajah, untuk melawan Kalazar.
Namun kekuatan kedua kesatria tersebut, berhasil Kalazar tiru dengan sangat hebatnya.
Maka dari itu, Raja iblis Kalazar saat ini telah meniru ketiga kekuatan dari kesatria tersebut, yaitu kekuatan Pangeran Gunturwijaya, kekuatan Mahapatih Damarwijaya dan juga kekuatan Bodas.
Saat ini Kalazar benar-benar sangat kuat sekali, ke empat kesatria yang melawannya, benar-benar dibikin kewalahan.
Namun hanya ilmu milik Pangeran Kasimwijaya saja, yang tidak dapat Kalazar tiru.
"Siaaal... Ilmu apa sebenarnya yang berengsek itu miliki, sampai aku tidak bisa menirunya", kekecewaan Kalazar.
Ternyata Pangeran Kasimwijaya memiliki salah satu ilmu dewa, yaitu ilmu atau ajian kalabaya.
Dan dari ke empat kesatria tersebut, hanya Pangeran Kasimwijaya saja yang dapat membuat Kalazar kesulitan dalam pertempuran itu.
Sebab Pangeran Kasimwijaya, selalu bisa mematahkan setiap serangan Kalazar, dan kemudian Pangeran Kasimwijaya dapat menyerang balik menggunakan ajian kalabaya.
Ajian kalabaya bisa memanipulasi keadaan apapun disekitar.
Jadi pemilik ajian kalabaya, bisa berubah dan mengendalikan apa disekitarnya.
Waktu itu, Pangeran Kasimwijaya berubah menjadi raksasa bertubuh batu, untuk menyerang Kalazar.
Disaat Kalazar dalam masa kesulitan oleh serangan demi serangan dari Pangeran Kasimwijaya, yang berubah menjadi raksasa bertubuh batu.
__ADS_1
Moment itu segera dimanfaatkan oleh ketiga kesatria tersebut, yaitu Mahapatih Damarwijaya, Pangeran Gunturwijaya dan juga Bodas, untuk segera menyerang balik Kalazar, menggunakan kekuatan mereka masing-masing.