PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
15. Pertarungan


__ADS_3

Kemudian Pangeran Gunawijaya yang berada dipenginapan bertanya pada Pangeran Jatiwijaya tentang apa ia tadi benar-benar mengikuti Kedasih? Dan Pangeran Jatiwijaya akhirnya menjelaskan semua tantang hal kenapa ia mengikuti Kedasih. Disaat Pangeran Gunawijaya sedang bercakap tentang Kedasih didalam kamar penginapannya tiba-tiba ada anak panah yang melesat kencang dan menancap di jendela kamar penginapan Pangeran Gunawijaya. Lalu Jatmiko yang juga berada disana segera melihat keluar jendela karena akan memastika siapa yang mengirim anak panah itu, tapi Jatmiko tidak melihat siapapun diluar jendela. Kemudian Jatmiko mencabut anak panah itu dan ternyata ada seutas lontar yang terikat dibagian anak panah itu yang bertuliskan tentang Kedasih yang sedang diculik oleh seseorang yang tidak dikenal. Jika ingin Kedasih selamat, seseorang itu menyuruh Pangeran Gunawijaya untuk menemuinya diperbatasan wilayah giritunggal, itulah isi pesan yang tertulis diseutas lontar tersebut. Lalu Pangeran Gunawijaya segera bergegas untuk menemui seseorang yang telah menculik Kedasih diperbatasan wilayah giritunggal.


"Maaf Pangeran Gunawijaya, biar hamba saja yang kesana", kata senopati Balawarman.


"Tidak senopati, karena isi pesan itu hanya ditujukan kepadaku saja, jika bukan diriku yang kesana, aku khawatir akan nasib Kedasih", jawab Pangeran Gunawijaya.


"Berarti seseorang itu sudah mengetahui identitas kita sebenarnya Kanda Pangeran", kata Pangeran Jatiwijaya kepada saudara sepupunya yaitu Pangeran Gunawijaya.


Akhirnya Pangeran Gunawijaya bergegas pergi dengan ditemani oleh senopati Balawarman, sedangkan Jatmiko dan senopati Balamarwan tetap dipenginapan untuk menjaga Pangeran Jatiwijaya yang kondisinya masih lemah karena terkena senjata sumpit beracun dari seseorang yang telah menculik Kedasih. Lalu disisi lain Raja Jakabirawa yang sedang berlari sekuat tenaga yang akan menyerang ketua para musuh tersebut dengan ajian rengkah gunungnya, disaat Beliau hampir mendekatinya dan hampir memukulkan ajian rengkah gunung secara langsung kepada ketua para musuh tersebut, tiba-tiba dari balik pepohonan yang berada dihutan itu melesatlah lima buah anak panah yang mengarah tepat dipunggung Raja Jakabirawa, lalu menancaplah kelima anak panah itu tepat kepunggung Raja Jakabirawa.


Akhirnya Raja Jakabirawa jatuh tersungkur akibat terkena panah tersebut. Lalu para prajuritnya yang melihat kejadian itu tak bisa berbuat apa-apa karena mereka dihalangi oleh sekelompok para musuh aliran hitam, mereka hanya bisa berteriak?


"Gusti Prabu!!!", teriak para prajurit Raja Jakabirawa, mereka semua panik dan tak bisa berbuat apa apa.


Kemudian ketua para musuh itu menghampiri Raja Jakabirawa yang sudah tak berdaya akibat terkena lima anak panah dipunggungnya, lalu ketua para musuh itu mengambil keris pusaka maha sura milik Raja Jakabirawa. Setelah itu ketua para musuh yang mengetahui Raja Jakabirawa masih hidup, kemudian ketua para musuh itu segera menusukan keris pusaka maha sura kepada Raja Jakabirawa sampai ia mati. Setelah itu ketua para musuh menghabisi semua prajurit Raja Jakabirawa yang masih tersisa.


Tak lama kemudian rombongan bala bantuan dari suryaloka datang, tapi disaat bala bantuan datang semua para musuh yang menyerang rombongan Raja jakabirawa sudah tidak ada ditempat tersebut. Kemudian Raja Dasabirawa yang melihat saudaranya telah meninggal, ia marah besar?


"Kanda Jakabirawaaa!", teriak Raja Dasabirawa sambil memangku dan memeluk saudaranya tersebut.


"Aku bersumpah atas nama leluhurku, aku Raja Dasabirawa akan memenggal kepala siapapun orangnya yang telah berani membunuh Kanda Jakabirawa, entah itu laki-laki ataupun wanita, dia harus mati ditanganku", Sumpah Raja Dasabirawa yang menggemparkan.

__ADS_1


Kemudian Pangeran Gunturwijaya mendekat ke Raja Dasabirawa dan meminta maaf atas keterlambatannya menolong Raja Jakabirawa dan lalu Raja Dasabirawa menerima maafnya dan Beliau mamakhluminya. Kemudian Pangeran Gunturwijaya berkata?


"Sebenarnya tidak mudah untuk membunuh Raja Jakabirawa yang mempunyai kesaktian tinggi jika bertarung satu lawan satu, melihat dari kelima.anak panah yang menancap dipunggung Raja Jakabirawa pasti ada pihak lain yang sengaja menyerang Beliau dari belakang guna melumpuhkan Raja Jakabirawa".


"Saya juga merasa Begitu Pangeran Gunturwijaya, apa lagi keris pusaka maha sura juga tidak ada disini, kemungkinan besar keris itu sudah dicuri oleh yang membunuh Kanda Jakabirawa?", Kata Raja Dasabirawa.


Lalu senopati Kumara melihat ada salah satu prajurit Raja Jakabirawa yang masih hidup meski dia sudah banyak luka sabetan padang ditubuhnya, kemudian dia ditanya akan kejadian ini oleh Raja Dasabirawa. Dengan nafas terengah-engah prajurit itu menjawab bahwa yang melakukan hal itu adalah sekelompok musuh dari pendekar aliran hitam dan yang telah membunuh Raja Jakabirawa adalah ketua dari para musuh itu yang memiliki kekuatan mata dewa. Setelah memberi tahu tentang kejadian tersebut, lalu prajurit itu meninggal dunia karena kehabisan darah akibat banyaknya luka sabetan pedang ditubuhnya.


Kemudian disisi lain Pangeran Gunawijaya dan senopati Balawarman sudah sampai ditempat tujuan diperbatasan wilayah giritunggal, sesampainya Pangeran Gunawijaya dan senopati Balawarman disana, mereka berdua melihat Kedasih yang diikat disebuah pohon besar dengan penjagaan yang sangat ketat dari para anak buah seseorang yang menculik kedasih. Kemudian Kedasih berteriak?


"Pangeran Gunawijaya tolong selamatkan hamba!", kata Kedasih sigadis manis.


Tidak disangka Paijo dan Dudung ternyata bagian dari anak buah sipenculik tersebut.


Disisi lain meskipun pertemuan antar Raja-Raja dikerajaan suryaloka mendapat halangan dengan tidak hadirnya Raja Jakabirawa, tapi pertemuan itu tetap dijalankan karena pertemuan itu membahas tentang keselamatan tanah jawa dari kehancuran yang akan terjadi, dan dari hasil pertemuan itu, akhirnya para Raja-Raja sepakat membentuk persatuan atau aliansi antar kerajaan.


Kemudian dilain sisi, Pangeran Gunawijaya yang sedang menemui sipenculik tersebut, ia sedang bercakap dengan sigadis manis kedasih Yang sedang diculik?


"Tenanglah kedasih, aku akan menolongmu", Kata Pangeran Gunawijaya.


"Oh!, Ini ternyata yang namanya Pangeran Gunawijaya yang terkenal akan kehebatannya itu?", kata sipenculik dengan berjalan mendekati Pangeran Gunawijaya.

__ADS_1


"Tenang saja Pangeran, kedasih pasti akan aku bebaskan tapi setelah aku menjajal kehebatanmu dulu Pangeran", Kata sipenculik itu yang bernama Mandala, dia seorang pendekar yang hebat, berbadan tegak dan kekar, bersifat keras.


"He kau Mandala!, jika untuk melawanmu saja tidak perlu Pangeran Gunawijaya sampai turun tangan, cukup aku saja senopati Balawarman yang akan melawanmu", kata senopati Balawarman dengan penuh percaya diri.


Disaat senopati Balawarman akan segera maju untuk menghadapi Mandala, tiba-tiba Pangeran Gunawijaya mencegahnya?


"Tunggu senopati Balawarman, yang ingin dijajal kehebatannya yaitu aku, jadi aku sebagai seorang kesatria harus berani menghadapinya", kata Pangeran Gunwijaya


"Sendiko Pangeran!", Jawab senopati Balawarman kepada Pangeran Gunawijaya.


Kemudian disisi lain jasad Raja Jakabirawa yang telah meninggal akibat serangan ketua para musuh tersebut, hari itu juga langsung dibawa menuju kerajaan giritunggal dengan kawalan dari pihak suryaloka. Lalu Pangeran Gunawijaya yang sedang bertarung melawan penculik Kedasih yang bernama mandala berlangsung dengan sengit. Mereka berdua saling beradu kemampuan bela diri, tapi Mandala kuwalaan oleh jurus-jurus serangan Pangeran Gunawijaya yang terkenal sebagai jawara bela diri setanah jawa. Jangan kan mengalahkan Pangeran Gunawijaya dari segi bela dirinya, mengimbanginya saja Mandala tidak bisa. Lalu Mandala menggunakan jurus teleportasinya yang bisa menghilang dan muncul kembali disetiap sisi yang dia kehendaki untuk mengelabuhi dan menyerang Pangeran Gunawijaya dangan tiba-tiba. Pangeran Gunawijaya kebingungan oleh serangan jurus teleportasi Mandala, ia mengalami banyak serangan dari setiap sisi. Akhirnya Pangeran Gunawijaya menenangkan diri dan berkonsentrasi menggunakan mata batinnya untuk melihat gerak langkah Mandala yang telah menggunakan jurus teleportasinya. Kemudian Pangeran Gunawijaya sambil memejamkan mata ia bisa mematahkan setiap serangan Mandala dengan tangan kosong, karena Pangeran Gunawijaya bisa merasakan kehadiran Mandala setiap dia akan menyerang dengan menggunakan jurus teleportasinya. Akhirnya Mandala berusaha menyerang Pangeran Gunawijaya dengan menggunakan senjata belati kembar miliknya yang dikombinasikan dengan jurus teleportasinya. Tapi apa daya, belati kembar itu tidak bisa mengenai tubuh Pangeran Gunawijaya sama sekali karena Pangeran Gunawijaya memiliki ilmu Lembu Sekilan, senjata apapun tak akan bisa melukainya dalam jarak sejengkal tangan.


Kemudian Mandala yang melihatnya terkejut?


"Inikah kemampuan ilmu lembu sekilan yang terkenal itu, dan aku merasa selama dalam pertarungan ini Pangeran Gunawijaya belum mengeluarkan kekuatan penuhnya", Kata Mandala dari dalam hatinya.


"Ayo ketua, cepat kalahkan Pangeran Gunawijaya, habisi dia, hanya ketualah seorang pendekar hebat ditanah jawa ini!", kata Paijo yang berdiri disamping Kedasih yang terikat dipohon.


"Iya ketua, cepat kalahkan dia", kata Dudung sigemuk bertompel.


Paijo dan Dudung mereka berdua adalah sipengecut yang amat tolol.

__ADS_1


__ADS_2