PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
183. Terbukanya mata ketiga


__ADS_3

Saat itu Pangeran Guna Wijaya sontak dibuat terkejut, dengan serangan Pangeran Kasim Wijaya kepada Begawan Sakti Ludoyo?


Tak menyangka Pangeran Kasim Wijaya sehebat itu.


Padahal Begawan Sakti Ludoyo pengguna jurus kala murka, tapi Pangeran Kasim Wijaya dapat dengan mudah menyerangnya hingga seperti itu.


Tak hanya itu saat? Pangeran Kasim Wijaya segera menghampiri Begawan Sakti Ludoyo yang telah terhempas ketanah.


Tapi pergerakkannya tak bisa terlihat oleh Pangeran Guna Wijaya, padahal Pangeran Kasim Wijaya lewat didepannya?


Benar benar kecepatan yang sangat super sekali, sehingga kesatria sehebat Pangeran Guna Wijaya, tak sanggup untuk melihat kecepatan itu.


Saat itu sebelum Begawan Ludoyo bangun, sehabis tubuhnya terhujam ketanah? Pangeran Kasim Wijaya sudah menyerangnya kembali, sampai sampai Begawan tersebut tak berkutik.


Karena serangan Pangeran Kasim Wijaya tak bisa terdeteksi oleh mata.


"Sungguh hebat Dinda Kasim Wijaya, sanggup dengan mudah membuat Begawan itu tak berkutik sama sekali", kata Pangeran Guna Wijaya dalam hatinya.


Tubuh kebal Begawan Ludoyo tak sanggup menerima gempuran bertubi-tubi, dari serangan Pangeran Kasim Wijaya.


"Bisa bisa aku mati dihajarnya?", Begawan Ludoyo berkata dalam hatinya.


Kemudian Begawan Ludoyo membuka segel Cakra iblis dalam jurus kala murkanya, untuk melawan Pangeran Kasim Wijaya yang memiliki kekuatan super saat ini.


Kemudian Pangeran Guna Wijaya yang melihatnya segera membuka mata ketiga yang ada di keningnya?


Mata ketiga itu menyala merah dikening Pangeran Guna Wijaya.


Ternyata dulu saat Pangeran Guna Wijaya berada di kahyangan? Mahadewa atau Dewa Siwa pernah menitipkan mata ketiganya pada Pangeran Guna Wijaya, untuk dipergunakan melawan Begawan Ludoyo suatu saat.


Mata ketiga itu boleh digunakan saat kondisi Pangeran Guna Wijaya terdesak.


Lalu Begawan Ludoyo yang telah membuka segel iblis, tiba tiba dia sanggup membalikkan keadaan saat ini?


"Mampus kau Kasim Wijaya!", Begawan Ludoyo menghantam Pangeran Kasim Wijaya, menggunakan kekuatan supernya, hingga Pangeran Kasim Wijaya terpental keatas setinggi tingginya.

__ADS_1


Lalu Begawan Ludoyo menyusul ke atas, dengan kecepatan yang melebihi kecepatan kilat, Begawan Ludoyo tiba tiba posisinya berada diatas Pangeran Kasim Wijaya, dan tepat dibelakangnya?


Saat itu sebelum Pangeran Kasim Wijaya sempat menoleh kebelakang, untuk memastikan siapa yang berada dibelakangnya saat itu?


Tiba-tiba Pangeran Kasim Wijaya, sudah terkena serangan lagi oleh seseorang yang berada dibelakangnya tersebut, yaitu Begawan Sakti Ludoyo.


Pangeran Kasim Wijaya terkena pukulan telak di bagian punggungnya, sehingga membuat dirinya menghujam kebawah dengan sangat cepat dari atas ketinggian yang sangat tinggi sekali.


Dengan serangan tersebut, membuat Pangeran Kasim Wijaya merasakan sakit yang amat sangat menyiksa dirinya? Sampai dia berteriak sekencang-kencangnya.


"Aaaaaaaa...!", teriak Pangeran Kasim Wijaya.


Saat Pangeran Kasim Wijaya hampir jatuh menghujam ketanah? Pangeran Guna Wijaya dengan sangat cepat sekali menangkapnya.


Padahal Pangeran Kasim Wijaya sudah tertangkap oleh Pangeran Guna Wijaya, tapi dampak dari hempasan dan tekanan dari tubuh Pangeran Kasim Wijaya yang akan terjatuh ketanah? menimbulkan cekungan yang besar di permukaan tanah tersebut yang pada saat itu tengah terinjak oleh Pangeran Guna Wijaya.


"sepertinya tulang punggungmu banyak yang patah Dimas Kasim Wijaya? lebih baik kau istirahat saja, biar pertarungan ini, aku yang menyelesaikannya", dengan penuh keyakinan Pangeran Guna Wijaya berkata.


"terimakasih kanda Pangeran telah menyelamatkanku?", Pangeran Kasim Wijaya menjawab.


Kemudian Pangeran Guna Wijaya menyuruh Mandala untuk mengamankan Pangeran Kasim Wijaya.


Saat ini Pangeran Guna Wijaya benar benar telah memiliki kekuatan Mahadewa atau Dewa Siwa? Dia telah membuka mata ketiga dikenangnya dan juga membawa senjata trisula dewa.


Semua itu hakikatnya adalah milik Mahadewa, yaitu mata ketiga dan trisula dewa.


Melihat hal tersebut membuat Begawan Sakti Ludoyo sangat Geram? Dia merasa bahwa tidak ada satupun para dewa yang mendukungnya.


Maka dari itu untuk menghadapi Pangeran Guna Wijaya yang telah mendapatkan kekuatan Mahadewa, maka Begawan Sakti Ludoyo segera membuka segel iblis yang ada pada jurus kala murkanya hingga tahap tertinggi.


Jika tidak dia lakukan, maka dipastikan Begawan Ludoyo tidak akan mampu menandingi kekuatan Pangeran Guna Wijaya.


Saat Begawan Ludoyo membuka segel iblis ketingkat maksimal? Alam semesta pun berguncang.


Kemudian suasana di keraton Segoro kidul nampak panik, sebab Nyi Roro kidul merasakan bahwa apa ini akhir dari segalanya?

__ADS_1


Sedangkan di kahyangan, para dewa juga sudah pasrah dengan apapun yang terjadi? Mereka Hanya bisa mempercayakan kepada Pangeran Guna Wijaya untuk membasmi kemungkaran tersebut, yang mengancam nasib alam semesta ini.


Dan di istana suryaloka, Ratu Kencana wangi beserta keluarga istana sangat cemas dan khawatir atas situasi yang sedang terjadi.


Tak terasa air matapun menetes dari mata Ratu Kencana wangi? Itu menunjukkan betapa khawatirnya beliau saat ini.


Lalu pertempuran terakhir akan segera terjadi?


Begawan Sakti Ludoyo sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya, sedangkan Pangeran Guna Wijaya juga sudah membuka mata ketiganya.


Khawatir dengan dampak pertarungan yang bakal terjadi, Pangeran Guna Wijaya memancing Begawan Sakti Ludoyo menjauh dari Medan perang.


Karena dimedan perang masih ada para prajurit, punggawa dan kesatria yang masih hidup, meski hanya tinggal beberapa saja, dan itupun sudah banyak yang terluka.


"Ternyata kau memancingku untuk menjauh dari Medan perang, baiklah kalau begitu, akan kuikuti kemanapun kau berada!", Begawan Sakti Ludoyo yang menyadari tujuan Pangeran Guna Wijaya.


"Akhirnya kau mengikutiku juga Begawan", kata Pangeran Guna Wijaya.


Pangeran Guna Wijaya dan Begawan Sakti Ludoyo sama sama terbang untuk menuju ketempat pertempuran.


Saat berlatih di kahyangan, Pangeran Guna Wijaya di beri ilmu meringankan tubuh oleh Dewa Indra, dan pada akhirnya dia pun bisa terbang.


Singkat cerita saat mereka berdua yaitu, Pangeran Guna Wijaya dan Begawan Sakti Ludoyo tiba ditempat pertempuran yang sudah dipilih oleh Pangeran Guna Wijaya, akhirnya tak menunggu lama lagi, kedua kesatria tersebut segera bertarung dengan semua kekuatan yang mereka miliki.


Pangeran Guna Wijaya yang membawa pusaka trisula dewa, bisa mendesak Begawan Ludoyo.


Sedangkan Begawan Ludoyo tak tinggal diam begitu saja? Dengan kesaktiannya, Begawan Ludoyo berhasil mengambil pusaka andalan milik Pangeran Guna Wijaya, yaitu pedang mustika biru.


Padahal pedang mustika biru bersemayam dalam tubuh Pangeran Guna Wijaya, tapi dengan kesaktian Begawan Ludoyo saat ini, pedang tersebut dapat diambilnya, meskipun agak sedikit susah?


Begawan Ludoyo menariknya bak magnet menggunakan kedua tangannya, hingga pedang tersebut dapat keluar dari tubuh Pangeran Guna Wijaya, dan berhasil didapatkannya.


Saat proses pengambilan pedang mustika biru, Pangeran Guna Wijaya merasakan sakit yang begitu menyiksa dirinya.


Sampai Cakra dalam tubuh Pangeran Guna Wijaya ikut terkuras.

__ADS_1


"hahaha.... akhirnya pedang mustika biru sekarang jadi milikku", Begawan Sakti Ludoyo kegirangan.


Kemudian tak cukup hanya pedang saja? Begawan Ludoyo akan mengambil tombak pasopati dan cula naga hitam yang masih bersemayam dalam tubuh Pangeran Guna Wijaya?


__ADS_2