
Kemudian dalam pertarungan itu kedua Pangeran yaitu Pangeran Gunawijaya dan Pangeran Muradwijaya akan saling menghempaskan kesaktiannya karena pertarungan mereka berdua memang harus ada yang gugur salah satu. Pangeran Gunawijaya dengan kesaktian gelombang buwanasakti ia sudah mengeluarkan kekuatan penuh untuk menyerang Pangeran Muradwijaya, sedangkan Pangeran Muradwijaya begitu sebaliknya dia juga mengeluarkan kekuatan penuh pada ajian lintang sewunya untuk menyerang Pangeran Gunawijaya. Kedua kekuatan itu akan saling beradu dan akan jadi penentu kemenangan salah satu dari mereka berdua.
"Kalian semua menjauhlah dari sini!", teriak Pangeran Gunawijaya kepada para semua kesatria yang masih tersisa.
Begitupun juga Pangeran Muradwijaya, dia juga menyuruh para anak buahnya para pendekar aliran hitam untuk segera menjauh dari tempat tersebut. Gelombang buwana sakti beserta lintang sewu sudah semakin membesar dan sudah pada titik batasnya, setelah para kesatria dan pendekar aliran hitam sudah menjauh dari tempat tersebut.
Lalu whuuussss... dhuuummmm... akhirnya kedua kekuatan besar tersebut saling beradu.
Kedua kesatria hebat tersebut saling beradu kekuatan besar, tanah disekitar berguncang keras karena dampak dari hebatnya dua kesaktian itu, percikan sinar dari kedua kesaktian itu membuat tanah disekitarnya hancur hingga berlubang, sangat berbahaya jika sampai terkena pada seseorang.
Pangeran Gunawijaya dengan sekuat tenaga menahan kesaktian yang ia keluarkan untuk beradu dengan kesaktian Pangeran Muradwijaya, suasana disekitar sangat mencekam, mendung hitampun menutupi daerah sekitar dan bunyi gemuruh petirpun saling bersautan, aliran kilat menyambar-nyabar dan hembusan anginpun sangat kencang.
Masyarakat kurang menjangan semua nampak panik melihat situasi didaerahnya nampak mencekam, guncanganpun mereka rasakan dan semuanya sangat ketakutan berlari berhamburan dari rumah.
Dimedan perang kedua Pangeran tersebut masih sangat hebat beradua kesaktian pamungkas mereka. Mereka sama-sama kuat menahan kekuatan tersebut, tapi jika salah satu dari mereka berdua ada yang lengah sedikit saja, tentu saja itu bakal jadi ancaman serius bagi keduanya sebab yang mereka keluarkan itu bukan sekedar kesaktian biasa tetapi itu adalah kesaktian tingkat tinggi dengan kekuatan penuh yang sangat berbahaya bagi setiap lawannya.
Lalu dengan tenaga tersisa mereka berdua terus berusaha menahan beradunya kekuatan yang mereka keluarkan sampai-sampai tanah pijakkan merekapun ambles kebawah saking dahsyatnya menahan tekanan kaki mereka yang menahan kesaktiaan tersebut.
Para kesaktria yang masih tersisa itupun takjub melihat dahsyatnya kekuatan besar itu beradu, meski semua takjub akan beradunya kedua kekuatan dahsyat tersebut, mereka semua juga nampak panik dan ketakutan dengan situasi yang mereka rasakan dimedan perang.
"Paman, apakah seperti ini kekuatan kanda Gunawijaya sebenarnya, kekuatannya sangat mengerikan!", kata Pangeran Gunturwijaya kepada Maha Patih Damarwijaya.
"Iya ponakanku, inilah kekuatan kandamu Gunawijaya!", jawab Maha Patih Damarwijaya.
Tapi disaat kedua Pangeran tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya dan Pangeran Muradwijaya beradu kekuatan dengan tenaga penuh, disaat posisi mereka berdua masih sama-sama kuat, tiba-tiba salah satu dari kedua Pangeran tersebut sengaja melemahkan kekuatannya dan membiarkan dirinya terkena kekuatan lawannya.
Hingga pada akhirnya kekuatan itu menyambar kencang kearah salah satu Pangeran tersebut dan membuat dirinya jatuh terpental tak berdaya sehingga nyawanyapun akan segera lenyap sebab kondisi tubuhnya hangus terbakar oleh sambaran kekuatan lawannya tersebut.
__ADS_1
Semua kesatria yang tersisa dan para pendekar aliran hitam, mereka semua melihat kejadian yang tidak disangka kenapa salah satu diantara kedua Pangeran itu malah sengaja menyerah dan mengorbankan dirinya dalam pertarungan adu kesaktian tersebut, apa maksud dan tujuannya itu.
Semua orang yang melihat hal itu bertanya-tanya kenapa hal seperti itu harus ia lakukan padahal ia lawan yang sangat hebat bagi lawannya, tapi kenapa ia dengan mudah menyerah begitu saja malah mengorbankan dirinya.
Akhirnya rintik hujanpun turun membasahi medan perang dimana tadi pertarungan kedua Pangeran tersebut telah usai, suasana yang tadinya mencekam sekarang berubah dingin karena hujanpun turun.
Walaupun begitu dengan kejadian tersebut masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi semua orang yang melihatnya tentang menyerahnya salah satu dari kedua Pangeran yang sedang beradu kesakitan tersebut sampai ia berkorban nyawa.
Lalu dukapun menyelimuti medan perang tersebut dengan pengorbanan salah satu diantara dua Pangeran yang saling beradu kesaktian. Semua nampak bingung, padahal yang berkorban nyawa itu adalah seorang kesatria yang hebat, tetapi kenapa ia malah memilih jalan itu tanpa mementingkan keselamatannya.
Ternyata yang menyerah dalam pertarungan adu kesaktian tersebut adalah Pangeran Muradwijaya atau sesosok misterius.
Dia memang sengaja untuk mengorbankan dirinya demi suatu tujuan atau rencana yang dia buat selama ini.
Pangeran Gunawijaya nampak murung meski ia telah menang dalam pertarungan itu tetapi sebagai seorang kesatria bila lawannya menyerah tanpa alasan dan sengaja malah mengorbankan dirinya, ia merasa tak punya harga diri didalam kemenangnnya tersebut.
Kemudian Pangeran Gunawijaya menghampiri lawannya yang sedang sekarat dan ia memangku kepalanya dan bertanya ada apa sebenarnya sampai kemenangan itu diberikan dengan mudah padanya.
Lalu Pangeran Muradwijaya menjawab dengan nada tersengal-sengal dan menceritakan semua kejadian yang telah dia alami selama ini.
"Ponakanku Pangeran Gunawijaya, kemengan ini sejatinya memang layak untukmu, sebenarnya dari awal paman bisa saja menghancurkan suryaloka dengan kekuatan jagad kumala, tapi semua itu tidak mungkin paman lakukan karena sebenarnya paman sangat menyayangi kalian semua yaitu keluarga Wijaya", Pangeran Muradwijaya dengan perasaan sedih yang berkepanjangan.
Ternyata selama ini Pangeran Muradwijaya telah bersembunyi dalam bayang bayang kegelapan hanya untuk melindungi semua keluarga Wijaya. Pangeran Muradwijaya sengaja turut serta dalam peperangan ini hanya karena ingin melihat sejauh apa kekuatan garis keturunan keluarga Wijaya.
Ternyata benar saja, Pangeran Gunawijaya telah tumbuh menjadi seorang kesatria tangguh tanpa tanding. Sebab hanya Pangeran Gunawijaya lah yang sanggup memikul beban sebagai kesatria penyelamat tanah Jawa dari kehancuran yang akan terjadi.
"Ketahuilah keponakanku, selama ini paman adalah boneka suruhan dari begawan sakti yang bernama begawan Ludoyo, paman tidak bisa menolak karena terikat balas budi padanya", kata Pangeran Muradwijaya kepada Pangeran Gunawijaya.
__ADS_1
Dulu disaat Pangeran Muradwijaya melakukan kesalahan dan terusir dari kerajaan suryaloka bersama ibunya yang bernama ibunda Putri Santika, hidup mereka berdua sangat sengsara, dan pada akhirnya mereka berdua dirawat oleh begawan Ludoyo.
Tapi ternyata didalam kebaikan begawan Ludoyo menyimpan suatu ambisi yang tak terbayangkan yaitu untuk menguasai tanah Jawa didalam genggaman nya.
Pada mulanya Pangeran Muradwijaya dilatih dan diberi kesaktian tanpa tanding yaitu sebuah jurus terlarang, jurus kala pati. Tapi ternyata dibalik itu semua begawan Ludoyo berniat menjadikan Pangeran Muradwijaya sebagai alat perangnya.
Waktu itu Pangeran Muradwijaya sempat menolak nya, tapi begawan Ludoyo mengancam akan menghabisi semua keluarga Wijaya jika keinginan nya tidak dipatuhi.
Kemudian Pangeran Muradwijaya tidak bisa berbuat apa apa lagi selain mematuhi perintahnya. Tetapi dibalik itu semua Pangeran Muradwijaya punya rencana tersendiri karena Pangeran Muradwijaya yakin bahwa ambisi begawan Ludoyo suatu saat pasti akan ada seorang kesatria hebat yang akan menggagalkan nya.
Lalu untuk menguatkan keyakinan tersebut Pangeran Muradwijaya bertapa untuk memohon petunjuk siapa sebenarnya seorang kesatria hebat yang bisa menggagalkan ambisi begawan Ludoyo suatu saat nanti.
Lalu Dewata memberikan petunjuk bahwa hanya trah atau garis keturunan keluarga Wijaya lah yang bisa menggagalkan ambisi begawan Ludoyo tersebut. Dan yang akan menggagalkan ambisi begawan Ludoyo, ia adalah Pangeran Gunawijaya, karena ialah yang sanggup melawan pengguna jurus kala pati, sebab hanya pemilik mantra kala cakra yang bisa mengalahkan pemilik jurus kala pati yaitu Pangeran Muradwijaya.
"Paman yakin bahwa kaulah pemilik mantra kala cakra itu ponakan ku, maka dari itu paman berpesan hancurkanlah ambisi begawan Ludoyo, jangan sampai manusia jahat itu menguasai tanah Jawa ini, sebab salah satu paku bumi tanah Jawa yang paman cabut ada padanya", Pangeran Muradwijaya berkata pada Pangeran Gunawijaya.
"Dan kau Pangeran Gunturwijaya, paman merasa bangga bisa membuka jurus pukulan halilintarmu sampai tingkat yang tertinggi, dengan terpancingnya amarahmu yang meluap luap saat paman berbuat kasar pada Maha Patih Damarwijaya, dan akhirnya kau berhasil membuka ajian guntur saketi", Pangeran Muradwijaya yang mengungkapkan perasaan bangganya pada ponakan nya tersebut yaitu Pangeran Gunturwijaya.
Sebanarnya Maha patih Damarwijaya sudah mengetahui sejak dulu tindakan Pangeran Muradwijaya yang melindungi keluarga Wijaya, tapi ia tidak memberi tahu pada siapapun, sebab ia tidak ingin rencana Pangeran Muradwijaya gagal dan diketahui oleh begawan Ludoyo.
Maka dari itu ia hanya mengikuti jalannya rencana Pangeran Muradwijaya saja, dan sebenarnya Pangeran Muradwijaya juga mempunyai dua orang mata mata yaitu Soma dan Wiryo, mereka berdua adalah tangan kanan begawan Winara.
Mereka berdua lah yaitu Soma dan Wiryo yang bertugas untuk selalu memantau keadaan keluarga Wijaya selama ini.
"Akhirnya kedua keponakan paman sudah tumbuh menjadi kesatria hebat yang bisa diandalkan sebagi pilar tanah jawa, maka dari itu gunakanlah kekuatan kalian untuk melindungi tanah Jawa dari malapetaka, sekarang paman sudah terbebas dari belenggu begawan Ludoyo, dan sekarang saya titipkan tanah Jawa ini pada kalian semua para kesatria, lindungilah tanah Jawa ini dengan segenap jiwa ragamu", pesan dari seorang kesatria yang selama ini berada dalam bayang bayang kegelapan yaitu Pangeran Muradwijaya.
Setelah itu Pangeran Muradwijaya meninggal dunia dengan raut wajah tersenyum penuh kebebasan dan kebahagiaan.
__ADS_1