
"MAAF TERLAMBAT UPDATE, KARENA MASIH ADA KESIBUKAN DIHARI RAYA IDUL FITRI 1443 H".
Ternyata wanita yang sedang meminta tolong tersebut adalah Sundari.
Sundari sedang terkena masalah yang sulit.
Dia meminta tolong pada Pangeran Jatiwijaya karena didesa tersebut sudah tidak ada seseorang yang bisa menolongnya.
Saat Pangeran Jatiwijaya akan bertanya pada Sundari, tiba-tiba suami Sundari datang dengan menunggangi seekor kuda, dari gaya berpakaiannya, sepertinya suami Sundari adalah seorang bangsawan.
"Heee... Sundari ayo kita pulang, jangan buat diriku murka dengan atas kelakuanmu ini", Bambang suami Sundari.
Sundari adalah wanita yang sangat cantik sedesa sumberan, tubuhnya sangat semampai, kulitnya kuning langsat.
Sedangkan Bambang adalah lelaki kaya, bertubuh kekar, putra dari seorang adipati yang berkuasa di kadipaten paralayang yaitu salah satu daerah kekuasaan kerajaan himalaya.
"Maaf tuan, kalau boleh tahu sebenarnya ada masalah apa ini, sampai wanita ini ketakutan saat melihat tuan", tanya Pangeran Jatiwijaya dengan sopanan nya kepada Bambang.
"He kau, tidak usah ingin tahu tentang urusan seseorang, andai kau tahu, wanita itu adalah istriku", jawab Bambang dengan sombangnya.
Kemudian setelah Pangeran Jatiwijaya mengetahui bahwa wanita tersebut adalah istri dari Bambang, ia segera mempersilakan Bambang untuk membawanya.
Tapi wanita tersebut yaitu Sundari enggan untuk kembali lagi sama Bambang meski dia adalah suaminya.
Mengetahui Sundari tidak mau kembali lagi padanya yaitu Bambang, akhirnya Bambang menyeret paksa Sundari agar dia ikut pulang dengannya.
Sedangkan Pangeran Jatiwijaya tidak bisa berbuat apa-apa, karena Sundari adalah istri dari Bambang, maka dari itu ia hanya bisa melihat perlakuan kasar Bambang pada istrinya tersebut yaitu Sundari.
Kemudian Sundari yang dipaksa pulang oleh suaminya tersebut, dia berkata akan mengakhiri hidupnya.
Lalu Bambang semakin marah mendengar perkataan Sundari, dia akan segera mengabulkan apa yang akan jadi tujuan istrinya tersebut.
Bambang berkata pada Sundari, "daripada kau mengakhiri hidupmu, mending sekarang juga aku yang akan membunuhmu".
Saat Bambang akan segera menghabisi Sundari, Pangeran Jatiwijaya berkata, "jika kau nekat menghabisi istrimu disini, aku tidak akan segan-segan untuk menghentikan perbuatanmu itu".
Bambang tak menghiraukan perkataan Pangeran Jatiwijaya, dia tetap akan menghabisi istrinya tersebut dengan sebilah pedang.
Kemudian dengan cepat Pangeran Jatiwijaya menggagalkan tindakan Bambang tersebut.
__ADS_1
Lalu terjadilah pertarungan antara Pangeran Jatiwijaya melawan Bambang.
Melihat situasi seperti itu, para anak buah Bambang ikut serta dalam pertarungan tersebut untuk membantu Bambang.
Dengan kehebatan Pangeran Jatiwijaya, sangat mudah baginya untuk mengalahkan mereka tersebut dalam pertarungan itu.
Lalu Bambang merasa terhina oleh kekalahannya tersebut, dia berjanji akan menuntut balas secepatnya pada Pangeran Jatiwijaya.
Kemudian Bambang beserta para anak buahnya segera kabur dari tempat kejadian.
Sundari yang termenung dan menangis, dia segera dihampiri oleh Pangeran Jatiwijaya.
"Apa kau baik-baik saja", kata Pangeran Jatiwijaya pada Sundari.
"Ya saya baik-baik saja, terimakasih tuan telah menolong saya", Sundari dengan isak tangisnya.
Akhirnya setelah itu Pangeran Jatiwijaya mengantarkan Sundari pulang kerumah orang tuanya.
Dan beberapa saat kemudian, Sundari yang diantar oleh Pangeran Jatiwijaya sudah tiba dirumah orang tuanya.
Tapi bukannya malah senang melihat Sundari pulang, kedua orang tua Sundari dengan teganya malah mengusirnya.
Maka dari itu, bagi Pangeran Jatiwijaya tidak ada pilihan lain lagi kecuali membawa Sundari ikut serta dalam perjalanannya tersebut dengan para kesatria kesatria yang lainnya.
"Ampun Pangeran Jatiwijaya, apa tidak beresiko jika membawa serta wanita ini dalam perjalanan kita", kata ki Maung.
"Ya ki Maung, memang sangat beresiko membawa wanita ini, tapi sudah tidak ada pilihan lain lagi kecuali membawanya", kata Pangeran Jatiwijaya.
Tapi dengan membawa Sundari, sebenarnya itu adalah sebuah rencana bagi Pangeran Jatiwijaya agar bisa mengetahui kebenaran tentang wanita tersebut yaitu Sundari.
Setelah Sundari ikut serta dalam rombongan Pangeran Jatiwijaya, akhirnya dia memperkenalkan diri bahwa namanya adalah Sundari.
Lalu di dalam perjalanan tersebut, Pangeran Jatiwijaya pelan pelan mencari tahu tentang Sundari lewat sebuah pertanyaan pertanyaan penting pada diri Sundari.
Sundari pun menjawab satu persatu setiap pertanyaan dari Pangeran Jatiwijaya.
Ternyata sangat mengejutkan sekali tiap-tiap jawaban dari Sundari akan masalah tentang dirinya itu.
Sebenarnya Sundari telah dijual oleh orang tuanya sendiri kepada Bambang, sebab hal itu di karenakan bahwa orang tua Sundari memiliki banyak hutang pada Bambang, maka dari itu anaknya yaitu Sundari yang jadi jaminan untuk membayar hutangnya tersebut.
__ADS_1
Lalu Bambang menyatakan bahwa dengan jaminan tersebut semua hutang kedua orang tua Sundari dinyatakan lunas.
Akhirnya Bambang menikahi Sundari yang telah dijadikan jaminan hutang oleh kedua orang tuanya.
Tapi didalam pernikahannya bersama Bambang, hidup Sundari bagai dineraka, padahal dia sebagai bunga desa, tapi nasib sungguh malang.
Sundari dipekerjakan oleh Bambang sebagai wanita penghibur, jika dia membantah, Bambang tak segan-segan menyakitinya.
Belum lagi saat akan melayani Bambang untuk jadi pemuas hasrat nya, Bambang akan menyakiti dulu Sundari, lalu baru melampiaskan hasrat nya tersebut.
Sundari yang hidup dalam tekanan seperti itu, dia sering akan mengakhiri hidupnya, tapi selalu gagal karena Bambang selalu mengetahuinya dan menggagalkannya.
Lalu Pangeran Jatiwijaya berkata kenapa Sundari tidak meminta keadilan kepada pemerintah setempat.
Sundari menjawab percuma saja meminta keadilan pada pemerintah setempat, karena Bambang yaitu suaminya adalah putra dari seorang adipati paralayang.
Jadi tidak ada yang bisa diperbuat oleh pemerintah setempat untuk mengadili Bambang, sebab di kadipaten tersebut, Bambang kebal hukum karena Ayahnya seorang adipati.
Mengetahui semua cerita dari Sundari tentang masalah dirinya, Pangeran Jatiwijaya berjanji pada Sundari akan menolongnya menegakkan keadilan.
Sundari pun sangat senang mendengar perkataan Pangeran Jatiwijaya yang akan membantunya dalam menegakkan keadilan.
Lalu Pangeran Jatiwijaya akan mengajak Sundari pergi keluar dari kadipaten paralayang untuk mencari keadilan.
Sundari pun heran kenapa harus pergi dari kadipaten paralayang, dan sebenarnya mau kemana, apa yang akan direncanakan oleh Pangeran Jatiwijaya.
Sebenarnya Sundari belum tahu tentang identitas Pangeran Jatiwijaya, sebab Pangeran Jatiwijaya hanya memperkenalkan namanya yaitu Jati saja tidak ada marga wijaya dibelakang namanya tersebut.
Kemudian berangkatlah mereka semua pergi keluar dari kadipaten paralayang.
Tapi ditengah tengah perjalanan, mereka para rombongan Pangeran Jatiwijaya dihadang oleh para pasukan adipati Ganjarsuroto yaitu penguasa kadipaten paralayang, atau Ayah dari suami Sundari yaitu raden Bambangsuroto.
Para rombongan Pangeran Jatiwijaya tak bisa berbuat apa-apa, karena mereka telah terkepung oleh banyaknya pasukan paralayang yang mengarahkan panah pada mereka semua.
Tiba-tiba munculah raden Bambangsuroto yaitu suami Sundari didalam kerumunan para pasukan paralayang.
Dia memberi perintah agar menangkap semua rombongan tersebut.
Waktu akan ditangkap, para kesatria kesatria tersebut akan melawan para pasukan paralayang, terkecuali Pangeran Jatiwijaya, ia hanya diam saja.
__ADS_1
Lalu Pangeran Jatiwijaya memerintahkan para kesatria kesatria tersebut untuk tidak melawannya, malah ia menyuruh agar semuanya menyerahkan diri saja pada para pasukan pasukan tersebut.