PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
25. Kemunculan sesosok misterius


__ADS_3

Lalu Patih Linduaji menghempaskan ajian segoro geninya yang menyala-nyala dikedua telapak tangannya, Bodas terpaksa mencoba menahan serangan itu dengan kekuatannya, karena untuk kaburpun itu percuma, sebab dia sudah terkepung oleh ribuan prajurit gabungan antara prajurit giriseta dan himalaya. Akhirnya Bodas terkena juga serangan aji segoro geni dari Patih Linduaji, meski dia sudah menahannya sekuat tenaga, akhirnya terpentalah Bodas yang terkena serangan aji segoro geni tepat didadanya. Bodas kesakitan, dia muntah darah sambil memegangi dadanya yang terkena serangan tersebut, dan dia berkata bahwa baru pertama kali dia terkena serangan sedahsyat itu, dia juga merasakan bahwa luka dalamnya sangat serius akibat terkena serangan tersebut. Kemudian Raja Dasabirawa yang kesulitan melawan Saka, Beliau terus beradu kesaktian melawannya, ajian bayu bajra milik Raja Dasabirawa tak bisa mengalahkan kesaktian keris maha sura milik Saka sipendekar mata dewa. Akhirnya untuk membuat Raja Dasabirawa hilang konsentrasi, kemudian Saka yang menyerang menggunakan keris maha sura dia juga menyerang Raja Dasabirawa dengan kekuatan mata dewanya.


Lalu Raja Dasabirawa yang merasakan hempasan kekuatan mata dewa Saka, Beliau tak bisa menahan diri dari hempasan kekuatan mata dewa tersebut. Beliau terseret mundur oleh kekuatan mata dewa Saka, meski Raja Dasabirawa sudah menggunakan ilmu watu aji untuk menahan serangan dari kekuatan mata dewa tersebut, tapi Beliau Raja Dasabirawa tidak bisa sepenuhnya untuk mengalirkan tenaga dalamnya kepada dua ajian sekaligus yaitu ilmu watu aji untuk menahan serangan mata dewa dan ajian bayu bajra untuk melawan kesaktian keris maha sura.


"Siaaal!, Dia rupanya cerdik juga, untuk memecah konsentrasiku, bajingan itu menggunakan kekuatan mata dewanya untuk menyerangku", Kata Raja Dasabirawa yang hampir kuwalahan melawan dan menahan serangan Saka.


Lalu disisi lain Pangeran Gunawijaya yang sudah berada dikawasan himalaya, ia akan melewati desa dawung tempat dimana Raja Dasabirawa dan Patih Linduaji sedang bertarung melawan para pendekar aliran hitam. Kemudian selang beberapa lama Raja Dasabirawa yang beradu kekuatan dengan Saka, Beliau sudah semakin lemah karena ia terlalu banyak menggunakan tenaga dalamnya. Lalu Saka yang menyerang menggunakan keris maha sura dia tak nampak keletihan akan pertarungan tersebut, sebab dia hanya menggunakan tenaga dalamnya hanya untuk mengeluarkan kekuatan mata dewanya saja.


Lalu Raja Dasabirawa yang sudah berada pada batas kekuatannya, karena Beliau diserang habis habisan oleh Saka. Raja Dasabirawa sudah pasrah akan keadaannya tersebut, dan akhirnya Beliau terpental terkena kekuatan semburan api dari keris maha sura dan Raja Dasabirawa akhirnya terkalahkan juga oleh Saka.


"Hahaha!, Cuma segitu kemampuanmu Raja Dasabirawa!", Kata Saka dengan kesombongannya.


Akhirnya disaat Raja Dasabirawa terjatuh karena terpental oleh kekuatan keris maha sura milik saka, tiba-tiba dengan cepat Saka berlari menuju kearah Raja Dasabirawa guna untuk menghabisinya dengan keris maha suranya. Dengan melompat Saka akan menusuk Raja Dasabirawa menggunakan keris maha sura?


"Hyaaa!, Mati kau Raja Dasaaa!", Teriak Saka yang akan menghabisi raja Dasabirawa dengan keris maha sura.

__ADS_1


Tiba-tiba?


"ajiku tapak macan, hyaaa!", Jatmiko dengan tiba tiba menyerang Saka dengan ajian nya untuk menyelamatkan Raja Dasabirawa yang akan dihabisi oleh Saka.


Terpentalah Saka hingga jatuh tersungkur karena terkena serangan mendadak dari Jatmiko yang diperintah oleh Pangeran Gunawijaya yang kebetulan melewati tempat tersebut beserta rombongannya, akhirnya nyawa Raja Dasabirawa terselamatkan.


"Raja Dasabirawa, apa kau baik baik saja?", Tanya Pangeran Gunawijaya.


"Oh ternyata kau Pangeran Gunawijaya, terimakasih banyak atas bantuannya, saya tidak tahu nasib saya akan seperti apa jika Pangeran tidak segera menolong saya?", Jawab Raja Dasabirawa yang kesakitan karena terkena serangan keris maha sura.


Akhirnya dengan singkat Raja Dasabirawa menceritakan tentang siapa yang sebenarnya ia lawan itu? Setelah Pangeran Gunawijaya mendengar cerita singkat dari Raja Dasabirawa, akhirnya ia mohon izin turun tangan untuk menghadapi Saka sipembunuh mendiang Raja Jakabirawa. Dengan senang hati Raja Dasabirawa mempersilahkan Pangeran Gunawijaya untuk menghadapi sipembunuh saudaranya tersebut.


Akhirnya Saka harus menghadapi Pangeran Gunawijaya yang kebetulan melintasi tempat tersebut. Dengan kondisi terluka akibat terkena serangan pukulan tapak macan milik Jatmiko, Saka sekarang harus melawan kesatria tertangguh yaitu Pangeran Gunawijaya yang terkenal dengan julukkan Pendekar Kilat Sakti.


"Sial!, dengan kondisi yang seperti ini aku harus menghadapi dia", Kata Saka dari dalam hatinya yang ketakutan karena akan melawan Pangeran Gunawijaya alias pendekar kilat sakti, yang terkenal mempunyai kemampuan gerak cepat bagai kilat.

__ADS_1


Tak ada pilahan lain Saka harus menghadapi Pangeran Gunawijawa dengan sisa tenaga yang dia miliki sekarang ini. Tanpa pikir panjang, Saka segera maju melawan Pangeran Gunawijaya yang kesaktiannya jauh diatasnya.


Akhirnya pertarunganpun terjadi antara Saka melawan Pangeran Gunawijaya, adu bela diripun tak terkelakkan, Pangeran Gunawijaya yang lebih unggul dari segalanya dari Saka, ia dengan mudah bisa mendesak Saka dalam pertarungan tersebut. Saka sangat kuwalahan melawan Pangeran Gunawijaya, dia merasa dirinya pasti akan kalah, sebab itu dia langsung menyerang Pangeran Gunawijaya dengan kekuatan mata dewanya, tapi dengan kekuatan gerak cepat yang Pangeran Gunawijaya miliki, ia dengan mudah bisa menghindar dari serangan mata dewa Saka. Sakapun terkejut melihat kemampuan gerak cepat Pangeran Gunawijaya, karena baru kali ini dia melihatnya, Saka terus menyerangnya dengan kekuatan mata dewanya, tapi itupun percuma karena Pangeran Gunawijaya dapat dengan mudah menghindari serangannya tersebut. Kemudian Saka yang merasa tidak mampu melawan Pangeran Gunawijaya, lalu dia menggunakan keris maha sura untuk menyerangnya, tapi Pangeran Gunawijaya tak tinggal diam, untuk menandingi pusaka sakti keris maha sura, Pangeran Gunawijaya akhirnya mencabut pedang mustika biru yang dibawa dibelakang punggungnya, akhirnya terjadi adu kekuatan kedua pusaka sakti keris maha sura melawan pedang mustika biru.


Kedua benda pusaka itu saling beradu kekuatan, keris maha sura milik Saka dan pedang mustika biru milik Pangeran Gunawijaya. Tapi meskipun Saka sudah menggunakan keris maha suranya, dia masih tak sanggup mengalahkan Pangeran Gunawijaya yang bertarung menggunakan pusakanya yaitu pedang mustika biru. Sebenarnya keris maha sura juga bukan tandingan dari pedang mustika biru, jadi meskipun Saka sudah menggunakan keris maha sura untuk melawan Pangeran Gunawijaya, Saka tetap tidak bisa mengalahkannya. Akhirnya kedua pusaka sakti itu saling beradu kekuatan, keris maha sura yang digunakan Saka menyemburkan api dan dari pedang mustika biru juga mengeluarkan semburan api karena pedang mustika biru adalah menyatunya kelima kekuatan alam, yaitu api, air, tanah, udara dan petir. Sebab kelima elemen atau kekuatan alam itu adalah sebagian dari kekuatan pedang mustika biru milik Pangeran Gunawijaya pemberian dari Nyi Roro Kidul. Lalu adu semburan api dari kedua pusaka tersebut berlangsung sangat sengit.


Tapi dari pihak Saka yang menyerang dengan keris maha sura, dia terdesak mundur oleh serangan pedang mustika biru dari pihak Pangeran Gunawijaya. Jangankan mengalahkannya, untuk mengimbangi kesaktian pedang mustika biru saja keris maha sura tidak mampu. Akhirnya dari semburan api pedang mustika biru, tiba-tiba keluarlah kekuatan gelombang buwana sakti.


"Gelombang buwana sakti", teriak Pangeran Gunawijaya yang akhirnya mengeluarkan kekuatan maha dahsyat dari pusakanya tersebut.


Gelombang buwana sakti muncul ditengah-tengah semburan api dari pedang mustika biru, dan keris maha sura tidak bisa menahan kekuatannya. Dan Sakapun tidak bisa berbuat apa-apa lagi akan serangan gelombang buwana sakti tersebut. Disaat gelombang buwana sakti hampir mengalahkan kekuatan semburan api dari keris maha sura, tiba-tiba Sesosok Misterius yang akan menghancurkan jawa dwipa datang menyelamatkan Saka menggunakan kesaktiannya yaitu ajian Lintang Sewu untuk mematahkan serangan gelombang buwana sakti milik Pangeran Gunawijaya yang akan mengalahkan Saka. Pangeran Gunawijaya terkejut dengan kedatangan sesosok misterius itu yang pernah ia lihat waktu dulu semasa perang suryaloka terjadi. Masih sama seperti dulu, sesosok misterius itu datang dengan tubuhnya tertutup kabut hitam sehingga siapapun tak dapat mengenali jati dirinya, termasuk juga Pangeran Gunawijaya sendiri, ia tak bisa mengenali jati diri sesosok misterius tersebut.


"Sungguh sesuatu yang tak terduga kita bisa bertemu lagi Pangeran Gunawijaya", Kata sesosok misterius.


"He kau, sesosok misterius, tunjukkan wujudmu yang sebenarnya, jangan kau selalu sembunyi dalam kabut hitammu itu, tunjukkan dirimu jika benar-benar kau kesatria!", Jawab Pangeran Gunawijaya.

__ADS_1


"Baiklah!, Akan ku turuti permintaanmu Pangeran", kata sesosok misterius pada Pangeran Gunawijaya.


Akhirnya sesosok misterius itu akan membuka jati dirinya, sesuai dengan permintaan Pangeran Gunawijaya, dia akan menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.


__ADS_2