PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
62. Kemarahan pak Ujang


__ADS_3

Lalu pak Ujang marah besar kepada para anak buahnya karena gagal membawa Murni untuk ditiduri malam ini, maka dari itu pak Ujang meminta dicarikan gadis lain untuk pengganti Murni malam ini juga, dan akhirnya para anak buahnya tersebut segera mencari pengganti Murni untuk diserahkan pada pak Ujang.


Para anak buah pak Ujang merajalela didesa tersebut, mereka mengobrak-abrik desa sentong dan menyeret paksa para gadis-gadis didesa itu untuk dijadikan pemuas nafsu pak Ujang malam ini, akhirnya para anak buah pak Ujang berhasil membawa tujuh gadis dari desa tersebut sebagai pengganti Murni.


"Ingat kalian semua para warga desa sentong, jika sudah waktunya anak gadis kalian menjadi giliran pemuas nafsu pak Ujang, jangan sampai kalian tidak menyerahkan anak gadis kalian, sebab jika tidak menyerahkan maka sebagai penggantinya gadis-gadis yang lain akan menjadi korban pengganti seperti ini, camkan itu!", kata ketua para anak buah pak Ujang si kepala desa.


Sesampainya dirumah pak Ujang, ketujuh gadis-gadis itu digilir satu per satu oleh pak Ujang sampai pagi. Itu tanda hukuman bagi para warga jika membangkang, otomatis gadis-gadis yang lain akan jadi korban. Dan tidak hanya itu saja, pak Ujang juga akan menghabisi seluruh keluarga yang tidak menyerahkan anak gadisnya tersebut.


Keesokan harinya pak Subur sekeluarga akan pergi dari desa sentong karena menghindari amarah pak Ujang, sebab dia tidak menyerahkan anak gadisnya tersebut yang bernama Murni.


Tapi tujuan pak Subur dicegah oleh ki Maung yang kebetulan masih berada dirumahnya. Ki Maung berkata bahwa percuma saja pak Subur lari meninggalkan desa ini karena pak Ujang sudah mengepung desa ini dengan menyebar semua anak buahnya, sebab pak Subur sekeluarga sudah jadi target dia hari ini.


Ki Maung mengetahui kabar tersebut dari kedua pengawalnya yaitu Harun dan Untung, kebetulan mereka berdua mendengar dari desas-desus para warga saat mereka berdua hendak pergi keluar untuk menghirup udara pagi.


Dari kabar tersebut pak Subur semakin ketakutan dan pasrah akan nasib dirinya dan juga keluarganya. Istri pak Subur beserta kedua anaknya nampak panik, menangis dan ketakutan.


Melihat peristiwa tersebut membuat hati Ki Maung tersayat karena merasa begitu iba kepada keluarga tersebut. Maka dari itu untuk membalas Budi atas kebaikan pak Subur pada dirinya dan juga pada kedua pengawalnya, ki Maung beserta kedua pengawalnya tersebut akan melindungi keluarga pak Subur sampai titik darah penghabisan.


Mengetahui tujuan ki Maung tersebut, pak Subur sekeluarga sangat senang dan berterimakasih atas kebaikan ki Maung dan juga kedua pengawalnya yang siap melindungi mereka dari niat jahat pak Ujang si kepala desa biadab.

__ADS_1


Pagi itu pak Ujang yang tinggi besar, hitam dan berkumis tebal, bersiap untuk segera menghabisi pak Subur sekeluarga. Dengan menaiki kereta kudanya, pak Ujang menuju rumah pak Subur dengan para anak buahnya.


Pak Ujang juga penasaran akan seseorang yang telah menggagalkan usaha para anak buahnya sewaktu akan menjemput Murni si gadis manis anak pak Subur.


Saat itu ki Maung bertanya pada pak Subur kenapa masalah seperti ini tidak dilaporkan langsung kepada penguasa giriseta, padahal masalah tersebut sudah berjalan sangat lama sekali.


Lalu pak Subur menjawab bahwa tidak ada satupun warga yang berani melaporkan pada penguasa giriseta atas masalah ini, karena pak Ujang dengan kesaktiannya telah memberikan tanda kutukan pada semua warga desa sentong tepat dibelakang lehernya.


Jika ada warga desa sentong yang berani melaporkan tentang masalah ini pada penguasa giriseta, maka tanda kutukan itu dengan sendirinya akan menyebar ke seluruh leher dan akan mencekiknya sampai tewas.


Maka dari itu mereka selama ini hanya diam saja melihat anak anak gadisnya diperlakukan seperti binatang oleh pak Ujang.


"Ya saya mengerti perasaanmu Harun, tapi kita jangan gegabah karena kita belum tahu sekuat apa pak Ujang si kepala desa biadab itu", jawab ki Maung pada muridnya atau juga pengawalnya tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian datanglah pak Ujang beserta para anak buahnya, dia segera masuk kerumah pak Subur beserta anak buahnya tanpa permisi.


Ternyata yang pak Ujang lihat didalam rumah tersebut bukan pak Subur sekeluarga, melainkan ketiga pendekar hebat yaitu ki Maung dan juga kedua muridnya yaitu Harun dan juga Untung.


Sedangkan pak Subur sekeluarga telah bersembunyi diruangan bawah tanah atau bunker nya, itu semua saran dari ki Maung, dari pada lari mending bersembunyi di bunker karena selama ini pak Ujang beserta para anak buahnya tidak mengetahui bahwa pak Subur mempunyai tempat persembunyian didalam rumahnya yaitu sebuah bunker.

__ADS_1


Kemudian mengetahui bahwa pak Subur sekeluarga tidak ada didalam rumahnya, pak Ujang memerintahkan para anak buahnya untuk menggeledah semua tempat yang berada dirumah tersebut.


Lalu dengan basa-basi ki Maung bertanya pada pak Ujang?


"Ada gerangan apa ki sanak datang kesini dan menyuruh para anak buah untuk menggeledah rumah ini", ki Maung berkata.


"Tidak usah kau berpura-pura ki sanak, tujuan saya kesini sudah jelas yaitu untuk menghabisi keluarga pak Subur beserta kau juga kisanak!", jawab pak Ujang.


Kemudian mendengar perkataan pak Ujang seperti itu, ki Maung tak tinggal diam, bertarunglah mereka berdua antara ki Maung melawan pak Ujang.


Sedangkan kedua murid ki Maung yaitu Harun dan Untung mereka melawan para anak buah pak Ujang.


Ki Maung yang berilmu tinggi bisa dengan mudah mendesak pak Ujang menggunakan kemampuan bela dirinya. Sedangkan pak Ujang tak tinggal diam begitu saja, dia berusaha melawan kehebatan ki Maung dengan kemampuan jurus jurus bela dirinya juga.


Sedangkan Harun dan Untung mereka berdua bisa mendesak para anak buah pak Ujang dengan mudah, padahal jumlah para anak buah pak Ujang begitu banyak, tapi melawan kedua murid ki Maung tersebut, para anak buah pak Ujang sangat kuwalahan.


Pagi itu dirumah pak Subur sangat menegangkan, karena terjadi pertarungan sengit antara ki Maung dan kedua muridnya melawan pak Ujang beserta para anak buahnya.


Para warga sekitar yang mengetahui hal tersebut sangat panik, mereka semua pada menjauh dari tempat kejadian karena takut terkena dampak dari pertarungan tersebut.

__ADS_1


Pak Ujang yang keteteran akan serangan ki Maung, dia mencoba mengambil pedang yang berada tidak jauh darinya, kemudian pak Ujang berusaha menyerang ki Maung dengan senjata pedang tersebut, ternyata pak Ujang sangat piawai dalam menggunakan pedang, jurus jurus hebat dalam menggunakan pedang dia keluarkan untuk menyerang ki Maung.


__ADS_2