PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
71. Kutukan Dewa Wisnu


__ADS_3

Kemudian di kahyangan Pangeran Gunawijaya yang masih berlatih jurus kalapati, ia sangat bersemangat untuk segara bisa menyelesaikan pelatihan tersebut dari Dewa Indra.


Dewa Indra yang melihat kesungguhan Pangeran Gunawijaya dalam berlatih jurus kalapati, Beliau nampak puas, karena harapan para dewata untuk menyelamatkan tanah Jawa hanya pada Pangeran Gunawijaya.


Maka dari itu untuk bisa menandingi kehebatan begawan sakti Ludoyo, Pangeran Gunawijaya harus memiliki jurus kalapati, sebab kesaktian begawan Ludoyo sudah setara kesakitan para dewa.


Bahkan dulu pernah ada kejadian dimana ditanah Jawa, hari pun tak pernah berganti siang selama tujuh hari berturut-turut. Kondisi hari pada waktu itu sangat galap bagaikan malam berkepanjangan, sebab itu semua dikarenakan begawan sakti Ludoyo pernah menundukkan Dewa Surya saat dirinya berhasil menguasai ilmu kalamurka yaitu sebuah ilmu maha dahsyat yang bisa memanipulasi waktu.


Saat itu begawan sakti Ludoyo bertapa selama seratus tahun untuk meminta kesaktian tersebut pada Dewi Durga. Dan akhirnya permintaannya tersebut dikabulkan oleh Dewi Durga karena begawan sakti Ludoyo berhasil dalam bertapanya yang selama itu.


Tapi dengan terkabulnya permintaan begawan Ludoyo, membuat Dewa Wisnu murka, karena permintaan seperti itu seharusnya tidak harus dikabulkan, sebab bisa menjadi malapetaka bagi kehidupan didunia. Maka dari itu Dewa Wisnu mengutuk begawan Ludoyo yang tadinya paripurna, sehingga membuat ada kelemahan pada dirinya.


Awalnya Dewi Durga tidak terima dengan kutukan tersebut, tapi Mahadewa menasehatinya dengan bijak, sebab keputusan Dewa Wisnu mengutuk begawan Ludoyo ada benarnya, karena sebagai seorang manusia begawan Ludoyo tidak boleh untuk memiliki keabadian yang paripurna.


Maka dari itu satu satunya kelemahan begawan Ludoyo adalah Pangeran Gunawijaya. Seorang kesatria yang telah dipersiapkan oleh para Dewa sebagai penghancur kemungkaran seorang begawan sakti Ludoyo.


Kemudian Pangeran Gunawijaya yang merasa bahwa dirinya adalah satu satunya harapan para Dewa, ia sangat antusias untuk bisa secepatnya menguasai jurus kalapati.


"Gunawijaya, teguhkan tekadmu untuk selalu bersemangat berlatih jurus kalapati", kata Dewa Indra, Raja para Dewa.


"Sendiko Yang Mulya Dewa Indra, hamba akan selalu bersemangat dalam berlatih jurus tersebut", jawab Pangeran Gunawijaya.


Kemudian Dewa Indra memperlihatkan keadaan tanah Jawa saat ini pada Pangeran Gunawijaya, terutama memperlihatkan keadaan para pengawalnya yang masih meneruskan mengemban misi mempersatuakan para pendekar aliran putih guna untuk memerangi aliran hitam pada suatu saat.

__ADS_1


Mengetahui hal itu, Pangeran Gunawijaya sangat mengkhawatirkan para pengawalnya tersebut yang sedang berjuang menegakkan kebenaran memerangi kejahatan pak Ujang sikepala desa biadab.


Lalu Dewa Indra menenangkan Pangeran Gunawijaya, dengan menasehatinya bahwa jangan mengkhawatirkan apa lagi meragukan para kesatria kesatria hebat yang sedang berjuang tersebut, karena kejahatan pak Ujang pasti dapat dihancurkan oleh mereka yaitu para kesatria kesatria hebat tersebut.


Setelah mendengarkan nasehat Dewa Indra, kini Pangeran Gunawijaya merasa lega tanpa beban pikiran pada para pengawalnya tersebut, dan akhirnya Pangeran Gunawijaya bisa kembali berlatih jurus kalapati dengan tenang diri.


Lalu beberapa saat kemudian datanglah Dewa Narada menghadap Dewa Indra, Beliau berkata apa hanya dengan jurus kalapati, Pangeran Gunawijaya bisa menandingi begawan Ludoyo yang memiliki jurus kalamurka.


Memang benar jurus kalapati itu adalah jurus sakti mandraguna yang bisa memanipulasi keadaan sekitar, tapi jurus kalamurka adalah jurus maha dahsyat yang bisa memanipulasi waktu. Jadi kenyataannya kedua jurus tersebut sangat berbeda jauh, jurus kalamurka lebih unggul dari jurus kalapati.


Kemudian Dewa Indra menjawab pertanyaan Dewa Narada dengan sangat meyakinkan, bahwa walaupun jurus kalamurka lebih hebat dari jurus kalapati, tapi harus diingat, ada satu hal yang harus dipikirkan yaitu Pangeran Gunawijaya sudah ditakdirkan untuk menjadi satu satunya kelemahan bagi begawan Ludoyo.


Dan setelah itu Dewa Indra segera menyuruh Dewa Narada untuk pergi kegunung bromo dan mengambil pedang mustika biru milik Pangeran Gunawijaya yang telah dihancurkan oleh begawan Ludoyo dengan melemparkannya ke dalam kawah gunung tersebut.


"Maaf Yang Mulya Dewa Indra, tapi apakah pedang itu masih ada, karena sepengetahuan hamba, begawan Ludoyo telah meleburnya ke dalam kawah gunung tersebut", Dewa Narada menjawab.


"Ingat Dewa Narada, ada hal yang tidak pernah kau ketahui tentang kehebatan pedang itu", Dewa Indra berkata.


Ternyata rahasia tentang salah satu kehebatan pedang mustika biru hanya Dewa Indra lah yang mengetahui.


Pedang mustika biru memang hancur lebur kedalam kawah gunung bromo, tapi esensinya tidak akan pernah bisa hancur begitu saja, maka dari itu Dewa Indra hanya menyuruh Dewa Narada untuk mengambilkan kawah gunung bromo secukupnya saja, karena esensi pedang mustika biru sudah menyatu kedalam kawah tersebut.


Tujuan dari Dewa Indra adalah akan membentuk pedang mustika biru kembali dari bahan kawah gunung bromo.

__ADS_1


Dewa Indra akan menciptakan pedang mustika biru yang lebih dahsyat dari sebelumnya.


Kemudian bergegas lah Dewa Narada pergi menuju ke gunung bromo.


Dan beberapa saat kemudian setelah Dewa Narada sampai di gunung tersebut, Beliau segera mengambil kawah dari gunung itu secukupnya, tapi ternyata usahanya selalu gagal, kawah tersebut tidak bisa diambil olehnya begitu saja.


Kemudian disaat Dewa Narada mengalami kesulitan untuk mengambil kawah tersebut, tiba-tiba muncul lah naga api dari dalam kawah gunung bromo.


Ternyata naga api itu adalah penunggu gunung bromo, dan naga itu berkata bahwa hanya Nyi Roro Kidul saja yang bisa mengambil kawah tersebut, sebab kawah tersebut sudah berbaur menjadi satu dengan pedang mustika biru, jadi satu satunya yang bisa mengambil kawah gunung bromo hanyalah sang pembuat pedang saja, karena pengaruh dari esensi pedang tersebut.


"Terimakasih naga api atas petunjukmu itu", ucap Dewa Narada, Dewa penasehat kahyangan.


Lalu Dewa Narada segera menuju ke segoro kidul untuk menemui Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul.


Kemudian sesampainya di segoro kidul, Dewa Narada segera menghadap Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul.


Kedatangan Dewa Narada disambut istimewa oleh Kanjeng Ratu, karena tumben tumbennya sekelas Dewa Narada mau berkunjung ke keraton segoro kidul.


"Sangat terhormat sekali saya sebagai Ratu segoro kidul, kedatangan tamu Agung yaitu Dewa Narada", kata Nyi Roro Kidul.


"Justru saya harus minta maaf pada Kanjeng Ratu, karena saya datang dengan tiba-tiba tanpa memberikan kabar dulu, hehehe... " jawab Dewa Narada yang perangai nya sangat jenaka.


Lalu Dewa Narada menceritakan semua perjalanannya sampai Beliau bisa datang ke segoro kidul.

__ADS_1


Setelah Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul mengetahui akan cerita tersebut, kemudian Beliau segera mengajak Dewa Narada menuju ke gunung bromo untuk mengambil kawah dari gunung tersebut, sebab hanya dari kawah gunung itu, pedang mustika biru bisa diwujudkan kembali oleh Dewa Indra.


__ADS_2