
Pertarungan Pangeran Kasimwijaya melawan senopati Sumantri kian memanas.
Pangeran Kasimwijaya menyadari bahwa dirinya saat ini sedang dalam bahaya karena senopati Sumantri telah mengeluarkan kesaktian yang sangat hebat yaitu aji segoro geni.
Saat itu situasi tak menentu bagi Pangeran Kasimwijaya, sebab tidak jauh di belakang dia ada banyak pasukan Patih Waranggaseta yang sedang berperang melawan prajurit giritunggal.
Kemudian senopati Sumantri menghempaskan aji segoro geni kepada Pangeran Kasimwijaya.
Dengan situasi seperti itu Pangeran Kasimwijaya tidak bisa menghindar dari ajian tersebut, sebab jika dia menghindarinya otomasi aji segoro geni akan tepat mengenai para pasukan Patih Waranggaseta yang sedang perang melawan prajurit giritunggal.
Akhirnya dengan jurus kalabaya, Pangeran Kasimwijaya terpaksa harus menerima dan menahan aji segoro geni yang senopati Sumantri hempaskan padanya.
Tidak perlu waktu lama, aji segoro geni dengan ganas tiba-tiba menyambar Pangeran Kasimwijaya tepat sasaran.
Suasana di medan pertempuran semakin mencekam, angin bergemuruh kencang didalam hutan tersebut akibat dampak dari kedahsyatan aji segoro geni dari senopati Sumantri, tapi angin tersebut membawa hawa panas yang seakan-akan hawa panas tersebut bisa membakar kulit semua orang yang berada disana.
Tapi saat aji segoro geni itu menghempas dengan kencang kepada Pangeran Kasimwijaya, dia Pangeran Kasimwijaya menahannya dengan sekuat tenaga menggunakan jurus kalabaya.
Dengan jurus kalabaya yang dia miliki, Pangeran Kasimwijaya memanipulasi dirinya agar kebal terhadap api.
Sedangkan senopati Sumantri terus menyerang dengan bertubi-tubi menggunakan aji segoro geni yang dia miliki kepada Pangeran Kasimwijaya.
Tapi serangan tersebut tak membuat Pangeran Kasimwijaya menyerah begitu saja, Pangeran Kasimwijaya dengan sekuat tenaga mencoba terus menahannya.
Jika Pangeran Kasimwijaya sampai terpental, bisa bisa serangan aji segoro geni itu mengenai para pasukan Patih Waranggaseta yang sedang berada dibelakangnya.
Maka dari itu Pangeran Kasimwijaya berusaha untuk menahan serangan aji segoro geni milik senopati Sumantri.
Ternyata situasi tersebut telah diperhatikan oleh Patih Waranggaseta, maka dari itu, Patih Waranggaseta menginstruksikan kepada para pasukannya supaya menggiring para prajurit giritunggal yang sedang bertarung dengan mereka agar pindah dan menjauh dari tempat tersebut, karena Patih Waranggaseta ingin memberikan tempat yang leluasa bagi Pangeran Kasimwijaya untuk bertarung melawan senopati Sumantri.
"Baguslah dengan begini aku bisa lebih mudah untuk bertarung", Pangeran Kasimwijaya yang berkata dalam hatinya sambil tersenyum menahan aji segoro geni yang dihempaskan oleh senopati Sumantri kepada dirinya.
__ADS_1
Kemudian dengan sekejap mata, Pangeran Kasimwijaya tiba-tiba lenyap dari hadapan senopati Sumantri.
Seketika itu, aji segoro geni yang dihempaskan pada Pangeran Kasimwijaya meledak kencang bak sebuah boom yang sangat dahsyat.
"Hahaha... mampus kau anak muda, itulah akibatnya jika seseorang berani melawanku", senopati Sumantri yang ketawa riang, dia mengira lawannya yaitu Pangeran Kasimwijaya telah hancur lebur dibuatnya dengan serangan dari aji segoro geni yang dia miliki.
Saat senopati Sumantri akan merayakan kemenangannya itu, tiba-tiba saat dia berbalik badan kebelakang, Pangeran Kasimwijaya sudah berdiri tegak tepat dibelakangnya waktu itu.
Alangkah terkejutnya senopati Sumantri saat itu, dia tak menyangka bahwa lawannya tersebut bisa lolos dari serangannya menggunakan ajian terhebat milik dia yaitu aji segoro geni.
"Apa aku tak salah lihat", sambil mengusap-usap matanya, senopati Sumantri berkata demikian saat melihat lawannya yaitu Pangeran Kasimwijaya masih hidup.
"Kau tak salah lihat senopati, inilah aku lawanmu yang tadi", kata Pangeran Kasimwijaya.
Akhirnya dengan sangat cepat, Pangeran Kasimwijaya menyerang senopati Sumantri sampai dia terpental jauh akibat terkena sebuah pukulan super yang dilayangkan oleh Pangeran Kasimwijaya pada dirinya yaitu senopati Sumantri.
Senopati Sumantri terkapar tak berdaya akibat serangan tersebut, dan lawannya yaitu Pangeran Kasimwijaya segera menghampirinya, lalu tidak banyak tanya, Pangeran Kasimwijaya langsung menghabisinya saat itu juga menggunakan sebongkah tanah yang dia manipulasi menjadi sebuah pedang.
Setelah itu Pangeran Kasimwijaya segera pergi dari tempat tersebut, sebab lawannya yaitu senopati Sumantri sudah dia kalahkan.
Pangeran Kasimwijaya saat itu sangat terkejut dan heran, kenapa senopati Sumantri bisa hidup lagi dari kematian.
Ternyata senopati Sumantri memiliki ilmu lowo ireng, dia tidak akan mati meski dibunuh dengan cara apapun didarat.
Menyadari hal itu, Pangeran Kasimwijaya sempat gugup dibuatnya.
Tapi waktu itu Pangeran Kasimwijaya berusaha untuk tenang meski keadaan saat itu tidak menguntungkan bagi dirinya.
Dalam semasa hidupnya, baru kali ini Pangeran Kasimwijaya mendapatkan lawan yang sangat hebat nan sakti mandraguna, lawan tersebut ialah senopati Sumantri.
"Aku harus bagaimana untuk bisa mengalahkan orang itu secepatnya", Pangeran Kasimwijaya berkata dalam hatinya.
__ADS_1
Setelah itu terjadilah pertarungan antara mereka berdua kembali.
Saat ini senopati Sumantri sangat kesetanan menyerang lawannya yaitu Pangeran Kasimwijaya.
Pangeran Kasimwijaya sempat kewalahan melawannya.
Senopati Sumantri benar-benar berbeda saat ini, setelah dia bangkit dari kematian, seakan-akan kekuatan dia bertambah besar.
Kemudian Pangeran Kasimwijaya memanipulasi tubuhnya agar kebal terhadap setiap serangan dari senopati Sumantri.
Tapi apa daya, jurus jurus senopati Sumantri yang menghujam mengenai Pangeran Kasimwijaya, ternyata dampaknya bisa terasa olehnya meski Pangeran Kasimwijaya telah menggunakan jurus Kalabaya untuk membuat dirinya kebal terhadap serangan.
Pangeran Kasimwijaya kebingungan, kenapa jurus kalabaya yang dia miliki tak berarti saat melawan senopati Sumantri yang telah bangkit kembali dari kematian.
Saat ini senopati Sumantri sedang diatas angin, dia benar-benar bisa membuat Pangeran Kasimwijaya terdesak oleh serangannya.
Bahkan senopati Sumantri bisa terbang, bisa menyerang lewat udara karena dia menggunakan ilmu lowo ireng nya.
Dengan situasi yang seperti itu, membuat Pangeran Kasimwijaya sangat kesulitan untuk bisa melawan senopati Sumantri.
"Menyerah saja kau anak muda, jika kau terus melawan, kau malah akan jadi bahan bulan bulananku", dengan sombongnya senopati Sumantri berkata demikian pada Pangeran Kasimwijaya.
"Walau nyawa sebagai taruhan, aku tidak akan pernah menyerah padamu", Pangeran Kasimwijaya menjawabnya dengan lantang.
Mengetahui kejadian tersebut, Patih Waranggaseta akan membantu Pangeran Kasimwijaya, tapi tindakannya itu dihentikan oleh senopati Kuncoro, karena senopati Kuncoro yakin bahwa Pangeran Kasimwijaya sanggup untuk melawannya sendiri, meski saat ini dia sedang terdesak.
Ternyata benar, saat Pangeran Kasimwijaya terus berjuang melawannya, maka Pangeran Kasimwijaya malah jadi bulan bulanan oleh senopati Sumantri.
Senopati Sumantri makin percaya diri bisa mengalahkan Pangeran Kasimwijaya dengan secepat mungkin, karena dia merasa sudah unggul segalanya dari lawannya tersebut.
Meski Pangeran Kasimwijaya jadi bahan bulan bulanan oleh senopati Sumantri, tapi dia masih bisa menahannya dari setiap serangan serangan yang diluncurkan padanya.
__ADS_1
Padahal jurus jurus yang digunakan oleh senopati Sumantri adalah jurus jurus mematikan, tapi lawannya yaitu Pangeran Kasimwijaya memang sangat kuat untuk bisa menahan setiap serangan dari jurus jurus tersebut.
Senopati Sumantri yang menyadari hal itu sangat geram melihat lawannya tersebut sangat kuat sekali, dia baru benar-benar merasakan bahwa lawannya itu adalah seseorang yang sangat hebat sekali yang pernah dia lawan selama ini.