
Padahal para Ksatria tersebut yaitu, Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Guntur Wijaya, kedua Senopati bala Warman dan bala Marwan, para Ksatria tersebut tak sanggup mengalahkan kembaran Kalazar, Padahal mereka adalah para Ksatria berilmu tinggi, tapi kenapa nyatanya mereka kewalahan hanya melawan salah satu kembaran raja iblis Kalazar.
Dan sedangkan Pangeran Kasim Wijaya hanya sekali serangan menggunakan pusakanya yaitu pedang langit, dengan mudahnya dia mengalahkan kedua kembaran raja iblis Kalazar.
Kenapa hal itu bisa terjadi, karena, siapapun yang menyadari bahwa yang dihadapi bukanlah sosok kalazar yang asli, maka dia akan dengan mudah mengalahkannya, seperti pangeran Kasim Wijaya yang telah menyadari bahwa kedua sosok tersebut bukanlah sosok raja iblis kalazar yang asli, maka dari itu dengan mudah Dia Sanggup mengalahkannya.
Sebab kesaktian jurus memperbanyak diri milik kalazar, mempunyai kelemahan tersebut.
Dan hal itu telah diketahui oleh pangeran Kasim Wijaya Sejak jauh-jauh hari.
Pangeran Kasim Wijaya mengetahui kelemahan Kalazar tersebut dari mendiang ayahnya yaitu Pangeran Murad Wijaya saat beliau masih hidup.
Sebab mendiang Pangeran Murad Wijaya sudah mengetahui bahwa putranya tersebut suatu saat akan menghadapi raja iblis kalazar.
Maka dari itu mendiang Pangeran Murad Wijaya memberitahu satu kelemahan Raja Iblis kalazar kepada putranya tersebut.
"Kenapa dinda Kasim Wijaya sehebat itu, dia dapat dengan mudah mengalahkan kedua kembaran kalazar, sedangkan Kami berempat saja kewalahan, apa sehebat itukah jurus kala baya yang dia miliki", kata Pangeran Guntur Wijaya dari dalam hatinya.
"Lantas kenapa dia menyerang Guruku resi Malaka, apa yang ada dalam pikirannya", Pangeran Guntur Wijaya bertanya-tanya tentang perihal atau tindakan yang dilakukan oleh pangeran Kasim Wijaya kepada gurunya tersebut.
Lalu resi Malaka sangat ketakutan melihat Pangeran Kasim Wijaya telah menyatukan dirinya, Dia merasa bahwa kekuatannya pasti genap kembali karena sudah tidak memecah dirinya lagi.
"Kenapa guru nampak cemas, nampak ketakutan melihat Dinda Kasim Wijaya, guru adalah ksatria hebat, Jika ada yang melawan guru tanpa sebab, saya yang pertama ada di depan guru", kata Pangeran Guntur Wijaya kepada gurunya tersebut.
"Minggir kau Kanda Pangeran Guntur Wijaya, jika kau tetap melindunginya, kau akan terkena dampak dari pertarungan ini", Pangeran Kasim Wijaya dengan tegas berkata.
"Tidak akan sejengkal pun aku minggir atau mundur, jika kau tetap melawan resi Malaka, maka aku yang akan menghadapimu", kekesalan Pangeran Guntur Wijaya kepada adik sepupunya tersebut.
Kemudian Pangeran Guntur Wijaya sudah bersiap dengan ajian Guntur Saketi nya, setelah berdebat dengan saudara sepupunya tersebut, yaitu Pangeran Kasim Wijaya.
Lalu Pangeran Kasim Wijaya dia juga sudah bersiap untuk menghadapi Pangeran Guntur Wijaya, sebab tidak ada jalan lain untuk membunuh resi Malaka, Jalan satu-satunya harus mengalahkan Pangeran Guntur Wijaya terlebih dulu.
__ADS_1
"hentikan Kasim Wijaya, jika kau tetap memaksa untuk menyerang resi Malaka, maka aku Mahapatih Damar Wijaya dan juga para Ksatria yang ada di sini, akan melawanmu juga", kemarahan Mahapatih Damar Wijaya kepada keponakannya tersebut.
Kemudian Pangeran Kasim Wijaya dengan jurus kala baya, membuat para Ksatria tersebut tak bisa bergerak, tujuannya agar mereka tidak menghalanginya untuk membunuh resi Malaka.
Tapi ternyata usahanya gagal, dengan kesaktian para Ksatria tersebut, mereka bisa pelan-pelan membuka pengaruh dari jurus kala baya.
Akhirnya dengan terpaksa Pangeran Kasim Wijaya Harus Melawan para Ksatria tersebut, tapi anehnya rasi Malaka juga ikut melawan pangeran Kasim Wijaya, beliau sebagai sesepuh atau guru malah tidak melerai kejadian tersebut.
Pertarungan pun berjalan sengit, di situ Pangeran Kasim Wijaya harus menghadapi kelima ksatria sekaligus, yaitu Pangeran Guntur Wijaya, resi Malaka, Mahapatih Damar Wijaya, Senopati bala Warman dan Senopati bala Marwan.
Dengan kesaktian yang dia miliki yaitu jurus kalabaya, kelima Ksatria tersebut tidak ada yang sanggup mengalahkan Pangeran Kasim Wijaya.
Melihat keadaan tersebut Pangeran Guntur Wijaya semakin geram kepada saudara sepupunya tersebut yaitu Pangeran Kasim Wijaya.
Dia akhirnya mengerahkan semua kekuatan dari ajian Guntur saketinya, dengan begitu akhirnya Pangeran Guntur Wijaya bisa menandingi Pangeran Kasim Wijaya.
Lalu beberapa saat kemudian serangan demi serangan dari pangeran Guntur Wijaya akhirnya berhasil mengenai Pangeran Kasim Wijaya.
Dan sepertinya Pangeran Kasim Wijaya mengalami luka dalam akibat Serangan tersebut.
Hal itu wajar saja karena sebenarnya Pangeran Kasim Wijaya juga belum pulih 100%, akibat lukanya dari serangan raja iblis kalazar sewaktu pertama kali dia merasuki Bodas.
Apalagi sekarang ditambah oleh serangan dari pangeran Guntur Wijaya, hal itu malah membuat luka Pangeran Kasim Wijaya bertambah parah.
Tapi untung saja Pangeran Kasim Wijaya memiliki jurus kalabaya, jadi serangan sefatal apapun dia sanggup menahannya.
"jika aku tak memiliki jurus kalabaya, mungkin aku bisa mati oleh serangan ini", Pangeran Kasim Wijaya berkata.
Saat itu Mahapatih Damar Wijaya juga tak tinggal diam, dengan cepat dia akan segera menyerang Pangeran Kasim Wijaya.
Sebab menurut para Ksatria tersebut, Pangeran Kasim Wijaya telah berkhianat, dan bersekongkol dengan raja iblis kalazar untuk membunuh resi Malaka yang akan menyegel jiwa kalazar menggunakan pusaka Kendi saktinya.
__ADS_1
Saat itu Mahapatih Damar Wijaya akan menyerang Pangeran kasih Wijaya menggunakan aji Brata, beliau mengendalikan tanah untuk menggilas Pangeran Kasim Wijaya.
Tapi saat Serangan tersebut hampir mengenai Pangeran Kasim Wijaya, tiba-tiba serangan tersebut dipatahkan oleh Senopati bala Warman.
Ternyata kedua Senopati tersebut bala Warman dan bala Marwan, tiba-tiba berpihak kepada Pangeran Kasim Wijaya.
Sontak hal tersebut membuat Mahapatih Damar Wijaya dan Pangeran Guntur Wijaya sangat kebingungan, dan mereka berdua bertanya-tanya Ada apa sebenarnya yang terjadi.
"lancang kau Senopati, Kenapa kau berpihak dan melindungi pengkhianat tersebut", amarah Mahapatih Damar Wijaya kepada kedua Senopati tersebut.
"mohon ampun Mahapatih, kami bukan berpihak kepada ketidakbenaran, justru kami berjalan pada kebenaran itu", kata Senopati bala Warman.
Ternyata terjawab sudah Kenapa Pangeran Kasim Wijaya menyerang resi Malaka? Ternyata resi Malaka adalah raja iblis kalazar.
Raja iblis kalazar sengaja merubah wujudnya menjadi resi Malaka untuk menghindari pertarungan melawan para Ksatria tersebut.
Sebab kalazar merasa bahwa dirinya tak akan bisa menang melawan para Ksatria tersebut, karena dalam kubu para Ksatria tersebut ada pangeran Kasim Wijaya yang memiliki jurus kalabaya.
Maka dari itu Kalazar memanfaatkan situasi tersebut untuk menghindari pertarungan dengan para Ksatria tersebut.
Sedangkan kedua Senopati tersebut, yaitu bala Warman dan bala Marwan, menyadari akan hal tersebut Di saat mereka berdua melihat tatapan dan senyuman resi Malaka kepada pangeran Kasim Wijaya sangat mencurigakan.
Tatapan dan senyuman resi Malaka bukan seperti tatapan dan senyuman seorang guru, melainkan seperti tatapan dan senyuman iblis.
Maka dari itu kedua Senopati tersebut sangat meyakini bahwa beliau bukanlah resi Malaka yang sebenarnya.
Tapi Meskipun begitu Mahapatih Damar Wijaya dan Pangeran Guntur Wijaya masih belum mengetahui siapa resi Malaka yang sebenarnya.
Hal itu memang masih disembunyikan oleh pangeran Kasim Wijaya dan juga oleh kedua Senopati tersebut.
Tujuannya agar raja iblis kalazar yang menyamar sebagai resi Malaka tidak kabur dari medan perang, karena dia masih merasa punya pelindung yang siap mati demi dirinya, pelindung tersebut adalah Mahapatih Damar Wijaya dan Pangeran Guntur Wijaya.
__ADS_1