PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
129. Kehebatan ajian macan trengginas


__ADS_3

Kemudian saat Harun sudah mendapatkan restu dari gurunya, yaitu ki Maung.


Harun sudah tak segan lagi menggunakan ajian pamungkasnya tersebut.


Dengan ajian itu, Harun yang menjadi manusia harimau, dia akan mendapatkan kekuatan yang begitu besar.


Tapi ajian itu hanya bisa digunakan sekali dalam satu purnama, sebab ajian tersebut memiliki efek samping yang sangat merugikan walau hanya untuk sementara waktu.


Efek samping dari ajian itu ialah, saat Harun menggunakan ajian itu, dia selanjutnya tidak akan bisa berubah wujud menjadi manusia harimau lagi selama satu purnama.


Jadi ajian itu hanya bisa digunakan satu kali dalam satu purnama, dan efek sampingnya juga akan hilang dalam waktu satu purnama pula.


Ajian yang akan digunakan oleh Harun tersebut, adalah aji macan trengginas.


Kesempatan Harun hanya kali ini saja, dia harus bisa mengalahkan gancet ireng dengan ajian itu.


Jika tidak, maka tamatlah riwayat Harun.


Saat itu dengan semua cakra yang dia punya, Harun mengeluarkan ajian macan trengginas nya.


Dia berteriak dengan kencang saat mengeluarkan ajian itu.


Tubuhnya mengeluarkan sinar merah, yang terbentuk dari cakranya.


Gancet ireng yang melihat kejadian tersebut, dia tidak membiarkannya hal itu terjadi, karena dia tahu, bahwa Harun sedang mengeluarkan ajian pamungkasnya.


Dengan cepat gancet ireng akan menggagalkan Harun, yang sedang mengeluarkan ajian macan trengginas.


Dengan sekuat tenaga, gancet ireng mencoba menyerang Harun, tapi apa daya, ternyata sinar merah yang terpancar pada tubuh Harun, melindunginya dari serangan gancet ireng.


Seketika itu gancet ireng terpental hingga tersungkur ketanah.


Sinar cakra yang berwarna merah, benar-benar melindungi Harun, saat dia sedang proses mengeluarkan ajian pamungkasnya tersebut.


Gancet ireng tidak menyerah begitu saja, dia masih juga menyerang Harun berkali-kali, tapi hasilnya tetap sama, yaitu gagal.


Sebab sinar dari cakra tersebut, benar-benar sangat kuat melindungi Harun.


Kemudian selang beberapa lama, akhirnya Harun siap bertempur dengan gancet ireng.


Saat itu Harun benar-benar sudah mengeluarkan ajian macan trengginas nya, dia sudah sangat percaya diri bisa menghancurkan lawannya, yaitu gancet ireng.


Tatapan Harun samakin tajam, badannya yang tadinya sebagai manusia harimau biasa saja, kini terpancar sebuah sinar atau aura kemerahan, yang terbentuk dari cakranya.

__ADS_1


Kini Harun segera menyerang gancet ireng, dengan ajian tersebut, gancet ireng sampai tidak bisa melihat kecepatan serangan Harun.


Satu kali, dua kali dan tiga kali, Harun berhasil mendaratkan serangan serangan mematikan pada gancet ireng.


Gancet ireng dibuat tidak berdaya saat itu, dia hampir tidak bisa membalas setiap serangan dari Harun.


Harun juga berhasil memberikan luka sayatan menggunakan cakarnya, pada tubuh gancet ireng.


Sehingga tanpa di sadari, darah segar menetes dari tubuh gancet ireng yang terkena luka sayatan tersebut.


Tapi anehnya, luka itu tak kunjung cepat pulih, padahal sebelumnya setiap gancet ireng terluka, pasti lukanya itu akan segera pulih dalam waktu singkat.


Ternyata saat ini beda dengan sebelumnya, sebab Harun kini menyerang dan melukai gancet ireng menggunakan ajian macan trengginas.


Jadi dampak dari ajian itulah, penyebab luka gancet ireng tidak bisa pulih dengan waktu singkat, seperti sebelumnya.


Lalu kali ini gancet ireng benar-benar merasakan kesakitan pada tubuhnya.


Dia mau berteriak kesakitan tapi tidak bisa, karena gancet ireng tidak memiliki kepala.


Pada akhirnya gancet ireng benar-benar ngamuk, dia mengerahkan semua cakranya untuk melawan Harun.


Aura hitam seketika itu terpancar pada tubuh gancet ireng.


Jual beli serangan sangat sengit sekali waktu itu, mereka berdua saling serang dan saling pukul satu sama lain.


Tapi ternyata hal itu tidak butuh waktu lama, tiba-tiba gancet ireng kelihatan kelelahan, padahal dia masih baru saja bertarung habis-habisan dengan lawannya tersebut, tapi anehnya, tenaganya justru tambah melemah dengan waktu yang singkat.


Sedangkan lawannya yaitu Harun, dia nampak baik baik saja, dan tidak kelihatan lelah sama sekali.


Gancet ireng semakin murka, dia merasa dipermainkan sama lawannya, yaitu Harun.


Kemudian dengan keadaan seperti itu, Harun memanfaatkannya dengan baik, dia mencoba menguras tenaga gancet ireng lewat pertarungan yang begitu sengit.


Sekarang setiap serangan gancet ireng yang mendarat di tubuh Harun, Harun sudah tidak merasakan efek yang fatal.


Karena tubuh Harun kali ini menjadi kuat karena ajian macan trengginas, yang dia gunakan.


Sedangkan serangan Harun yang mendarat pada tubuh gancet ireng, membuat gancet ireng semakin lemah, karena ternyata serangan Harun yang mendarat pada lawannya itu, bisa menyerap cakra lawannya.


Maka dari itu, Harun saat ini sangat leluasa sekali menyerang gancet ireng.


Sampai pada akhirnya, Harun berhasil mencabut satu lengan dari lawannya tersebut.

__ADS_1


Hingga lawannya itu kesakitan dibuatnya.


Tapi selang beberapa saat, tiba-tiba lengan gancet ireng yang telah dicabut oleh Harun, kini tumbuh lagi dengan seketika.


Sontok Harun yang melihat kejadian itu sangat terkejut sekali.


Dan bukan hanya lengan gancet ireng yang tumbuh kembali, tapi juga kepala gancet ireng, kini juga muncul kembali.


"Hahaha... Keparat kau Harun, kau tidak mungkin dapat mengalahkan begitu saja", ocehan gancet ireng yang telah memunculkan lagi kepalanya, yang telah dia cabut sendiri kala itu.


Pertarunganpun terus berlangsung, Harun saat itu benar-benar membuat gancet ireng yang sombong itu kewalahan, oleh setiap serangan serangan yang dia luncurkan padanya.


Ternyata ocehan gancet ireng tersebut, hanya sekedar bualan belaka, karena nyatanya, meski gancet ireng telah memunculkan lengan dan kepalanya lagi, dia masih saja tetap dihajar oleh Harun.


Gancet ireng sudah kehilangan kendali, karena semakin dia terkena serangan Harun, semakin lemah tenaganya, sebab tanpa disadari, ternyata serangan Harun bisa menyerap cakra lawannya tersebut.


Lalu dengan keadaan seperti itu, gancet ireng mulai kehilangan kestabilan tubuhnya.


Dia semakin panik akan keadaannya tersebut, gancet ireng mulai merasa ketakutan pada lawannya, yaitu Harun.


Harun dengan gagahnya menghampiri gancet ireng, untuk melanjutkan pertarungan tersebut.


Tapi, gancet ireng saat itu lari, dia berusaha menghindari Harun.


Harun dengan tenang mencoba mengejarnya, hingga pada akhirnya, Harun dapat menjangkau gancet ireng yang sedang lari pada saat itu.


Gancet ireng mencoba memberikan perlawanan pada Harun, tapi hal itu sia sia saja, karena kekuatan yang dia miliki, tidak bisa mengimbangi kekuatan Harun saat ini.


Harun dengan hebatnya menghajar habis habisan gancet ireng, sampai dia tidak berdaya.


Kemudian Harun mencabut lengan gancet ireng kembali, kini dari keempat lengan gancet ireng, dua diantaranya dicabut oleh Harun waktu itu.


Tapi gancet ireng hanya ketawa saja, karena meski berapa kalipun lengannya dicabut, lengan itu pasti akan muncul lagi.


Lalu saat gancet ireng akan memunculkan kembali kedua lengannya itu, tiba-tiba Harun menyergapnya, saat gancet ireng terjatuh, kemudian Harun segera mencongkel mata ketiga gancet ireng yang berada didadanya tersebut.


Saat mata itu tercongkel dari dadanya, gancet ireng kini sudah tidak berdaya lagi, karena mata ketiga itu bukan hanya sekedar dicongkel oleh Harun, tapi mata itu juga dihancurkannya.


Kini semua kesaktian dan kekuatan gancet ireng telah sirna, karena mata ketiganya sudah hancur, sebab mata itu ialah sumber dari semua kehebatan gancet ireng.


Dan akhirnya, Harun segera menghabisi gancet ireng dengan pukulan macan trengginas.


Dengan pukulan tersebut, Harun berhasil menghancurkan dada gancet ireng hingga jebol.

__ADS_1


Dan akhirnya gancet ireng pun mati oleh kehebatan Harun, sang manusia harimau, pemilik ajian macan trengginas.


__ADS_2