
Kemudian macan putih itu berhasil melukai tangan Patih Linduaji dengan cakarnya.
Patih Linduaji heran kenapa tubuhnya bisa terluka, padahal Beliau sudah menggunakan ajian singo barong nya.
Ternyata macan putih itu termasuk salah satu kelemahan ajian singo barong.
Maka dari itu, ajian singo barong tak berdaya jika melawan macan putih tersebut.
Posisi Patih Linduaji sekarang makin terdesak oleh macan putih itu.
Macan putih itu berkali-kali menyerang Patih Linduaji, tapi Patih Linduaji hanya bisa menghindar dari setiap serangan tersebut.
Adipati Ganjarsuroto semakin girang melihat situasi yang seperti itu.
Tiba-tiba tanpa disadari oleh adipati Ganjarsuroto, Mandala dengan kemampuan teleportasinya berhasil menyerang adipati tersebut hingga dia tersungkur.
"Kurangajar..... licik sekali kau menyerangku tiba-tiba!", kata adipati Ganjarsuroto yang sangat kesal pada Mandala.
"Segala cara boleh dilakukan dalam sebuah pertempuran demi kemenangan adipati", jawab Mandala sambil ketawa pada adipati Ganjarsuroto.
Lalu bertarunglah mereka berdua antara Mandala melawan adipati Ganjarsuroto.
Adipati Ganjarsuroto sangat kebingungan melawan Mandala, karena Mandala mempunyai jurus teleportasi yaitu sebuah jurus yang bisa berpindah tempat dengan sekejap.
Maka dari itu adipati Ganjarsuroto dibuat kebingungan oleh Mandala dengan menggunakan jurusnya tersebut.
Akhirnya adipati Ganjarsuroto mengeluarkan aji balasewu nya, dia memperbanyak dirinya hingga menjadi seratus orang.
Mandala yang melihatnya merasa ketar ketir, akhirnya dia mengeluarkan jurus belati angin untuk menyerang adipati Ganjarsuroto yang menjadi seratus orang.
Lalu untuk bisa memaksimalkan jurus belati angin, Mandala mengombinasikan dengan jurus teleportasinya.
Meskipun berjumlah seratus orang, adipati Ganjarsuroto masih saja kebingungan untuk melawan Mandala.
Sebab dengan jurus teleportasi, Mandala seakan-akan ada dimana mana.
Hanya dengan beberapa saat saja, Mandala bisa menumbangkan lima kloningan atau kembaran adipati Ganjarsuroto yang muncul karena aji balasewu nya.
Paniklah adipati Ganjarsuroto dibuatnya.
__ADS_1
"Sial, kalau terus terusan seperti ini, bisa bisa aku kalah olehnya", kata adipati Ganjarsuroto dari dalam hatinya.
Kemudian saat para pengawal adipati Ganjarsuroto sudah pada terkalahkan oleh Pangeran Jatiwijaya, senopati Balawarman dan juga Sanjaya.
Akhirnya ketiga kesatria tersebut segera membantu Patih Linduaji dan juga Mandala.
Pangeran Jatiwijaya bertugas membantu Patih Linduaji, sedangkan senopati Balawarman dan Sanjaya membantu Mandala.
Untuk membantu Patih Linduaji, Pangeran Jatiwijaya mengeluarkan cumeti banas pati dan merubahnya menjadi ular merah besar.
Seketika itu ular merah besar menyerang dan melilit macan putih tersebut, hingga macan itu tak bisa menyerang Patih Linduaji.
Lalu dengan cepat, Patih Linduaji segera mengeluarkan ajian segorogeni.
Dari kedua tangannya, Patih Linduaji menembakkan bola bola api dengan beruntun dan sangat cepat.
Dan akhirnya macan putih itu jatuh terbakar dan lenyap begitu saja setelah terkena serangan aji segorogeni milik Patih Linduaji.
Kemudian setelah macan putih itu terkalahkan, kedua kesatria tersebut yaitu Patih Linduaji beserta Pangeran Jatiwijaya segera membantu Mandala yang telah melawan adipati Ganjarsuroto yang telah menjadi seratus orang.
Kini yang melawan adipati Ganjarsuroto ada lima orang kesatria yaitu Mandala, Sanjaya, senopati Balawarman, Patih Linduaji dan Pangeran Jatiwijaya.
Sebab adipati Ganjarsuroto sudah tidak bisa menambah jumlahnya lagi menggunakan aji balasewu nya karena keterbatasan cakra yang dia mililki.
Akhirnya dengan terpaksa adipati Ganjarsuroto harus bertarung melawan kelima kesatria tersebut dengan sisa cakra dan kloningan nya itu.
Kemudian Sanjaya mencoba mencari dimana wujud asli adipati Ganjarsuroto berada.
Sanjaya bisa mendeteksi wujud asli adipati Ganjarsuroto dengan kemampuan mata batinnya.
Setelah Sanjaya berhasil menemukan wujud asli adipati Ganjarsuroto, dia segera memberi tahu Pangeran Jatiwijaya.
Kemudian Pangeran Jatiwijaya segera mengatur strategi untuk bisa menangkap adipati Ganjarsuroto yang asli.
Lalu beberapa saat kemudian, Mandala tiba-tiba menghilang dan muncul kembali tepat didepan wujud adipati Ganjarsuroto yang asli.
Adipati Ganjarsuroto pun terkejut dan panik, dia merasa dirinya yang asli sudah diketahui.
Maka dari itu, adipati Ganjarsuroto yang asli segera lari meninggalkan pertempuran tersebut.
__ADS_1
Dan Mandala pun cuma tersenyum melihat adipati Ganjarsuroto yang asli kabur dari pertempuran.
Lalu Sanjaya mengeluarkan jurus kilat sayuto, dan Pangeran Jatiwijaya mengeluarkan cumeti banas pati, mereka berdua memporak-porandakan para kloningan adipati Ganjarsuroto dengan sekejap.
Jurus kilat sayuto milik Sanjaya menyerupai sebuah cambuk kilat yang berada pada kedua tangannya.
Kemudian adipati Ganjarsuroto yang asli, dia mencoba lari dari istana paralayang karena mumpung ada kesempatan.
Saat adipati Ganjarsuroto yang asli lari, tanpa disengaja dia melihat seekor kuda, dan terbesit dipikirannya untuk segera menunggangi kuda itu dan lari sejauh jauhnya dari istana tersebut.
Saat adipati Ganjarsuroto akan menunggangi kuda itu, tiba-tiba tanpa diduga tepat dibelakangnya muncul senopati Balawarman, dan dia menghalangi adipati Ganjarsuroto yang akan melarikan diri.
"Kurangajar.... sejak kapan kau berada dibelakangku!", kata adipati Ganjarsuroto yang sempat terkejut dengan kehadiran senopati Balawarman.
"Sejak kau lari dari pertempuran, aku sudah ada dibelakangmu adipati", jawab senopati Balawarman.
Jadi sebenarnya saat waktu Mandala muncul tiba-tiba didepan adipati Ganjarsuroto menggunakan jurusan teleportasi, dia sedang mengantarkan senopati Balawarman yang sedang dalam mode atau keadaan tak terlihat, sebab sesungguhnya senopati Balawarman bukanlah manusia, dia adalah bangsa jin yang menyerupai manusia, dan dia adalah salah satu punggawa Nyi Roro Kidul.
Maka dari itu, Pangeran Jatiwijaya merencanakan strategi seperti itu guna untuk mengawasi dan mengikuti adipati Ganjarsuroto yang asli agar dia tidak bisa lolos dari kelima kesatria tersebut yang akan menangkapnya.
Dan yang ditugaskan mengawasi dan mengikuti adipati Ganjarsuroto yang asli saat dia kabur adalah senopati Balawarman, sebab senopati Balawarman bisa menyembunyikan wujud nyatanya dengan merubah dirinya menjadi wujud ghoib yang tak terlihat oleh mata.
Lalu terjadilah pertarungan antara senopati Balawarman melawan adipati Ganjarsuroto yang melarikan dari istana paralayang.
Saat ini adipati Ganjarsuroto sudah bukan tandingan senopati Balawarman, karena adipati Ganjarsuroto sudah tidak memiliki cukup cakra untuk bisa memperbanyak dirinya menggunakan aji balasewu nya.
Dan keris pusaka adipati Ganjarsuroto sudah tidak ada kesaktiannya lagi, sebab macan putih penunggu keris tersebut sudah musnah oleh Patih Linduaji.
Kini adipati Ganjarsuroto hanya bisa melawan senopati Balawarman menggunakan kemampuan bela dirinya saja.
Tapi dengan kemampuan bela diri yang biasa biasa saja, tidak mungkin adipati Ganjarsuroto bisa menandingi kemampuan bela diri senopati Balawarman yang sangat mumpuni soal ilmu bela diri.
Akhirnya tak perlu berlama lama, senopati Balawarman berhasil mengalahkan adipati Ganjarsuroto hanya dengan menggunakan beberapa jurus bela diri saja.
Beberapa saat kemudian datanglah ke empat kesatria tersebut yaitu Patih Linduaji, Pangeran Jatiwijaya, Sanjaya dan juga Mandala.
Mereka berempat sudah berhasil mengalahkan para kloningan wujud dari adipati Ganjarsuroto yang telah menggunakan ajian balasewu.
Lalu setalah para kloningan tersebut kalah, ke empat kesatria tersebut segera menyusul senopati Balawarman yang sedang menangkap adipati Ganjarsuroto yang akan melarikan diri dari istana paralayang.
__ADS_1