PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
131. Kengerian manusia macan kumbang


__ADS_3

Kemudian serangan demi serangan terus menerus diluncurkan oleh ki Maung pada Suwaji.


Apa daya, Suwaji yang hanya bertahan saja sedari tadi, akhirnya dia terkena juga serangan jurus cakar harimau ki Maung.


Sontak Suwaji dibuat sedikit gemetar oleh ki Maung, karena tubuh dia terluka oleh jurus cakar harimau ki Maung, padahal Suwaji sudah menggunakan ajian kekebalan tingkat tinggi, yaitu aji tameng wojo.


Tapi ternyata, jurus cakar harimau milik ki Maung mampu menggores dada Suwaji, yang telah menggunakan ajian kekebalan tersebut.


Sehingga meneteslah darah dari dada Suwaji akibat luka itu.


Saat ini Suwaji benar-benar kesakitan, sebab sedari tadi, dia terus memegang dadanya yang terluka akibat jurus cakar harimau ki Maung.


"Kurangajar Maung, ternyata selama ini dia telah banyak berlatih rupanya", Suwaji yang berkata dalam hatinya.


"Aku tidak boleh kalah darinya, terpaksa aku harus lakukan hal ini, untuk segera mengalahkan Maung", Suwaji akan menggunakan jurus terhebatnya.


Tiba-tiba tubuh Suwaji mengeluarkan hawa panas, matanya memerah, taringnya memanjang dan keluar bulu kehitaman dari sekujur tubuhnya.


Ki Maung hanya tercengang melihatnya, dan dia segera memanfaatkan situasi tersebut, untuk segera menyerang Suwaji.


Serangan ki Maung tidak ada gunanya, karena, hawa panas dari tubuh Suwaji, melindunginya dari serangan ki Maung saat itu.


Seperti ada energi panas yang menghempaskan ki Maung saat akan menyerang Suwaji.


Sampai sampai tangan ki Maung kepanasan, karena tangan itulah yang akan digunakan untuk menyerang lawannya tersebut.


Kemudian tanpa diduga, tiba-tiba Suwaji berubah wujud menjadi manusia macan kumbang.


Ki Maung sangat terkejut melihat perubahan Suwaji, sebab dalam sejarah suku Nam, hanya leluhur suku tersebut, satu satunya yang bisa berubah menjadi manusia macan kumbang.


Kini ki Maung benar-benar dalam bahaya.


Jika menengok dari sejarah suku Nam, tidak ada perubahan manusia harimau apapun, yang bisa menandingi kekuatan perubahan manusia macan kumbang selama ini.


Jadi ki Maung berfikir, meski dirinya berubah wujud menjadi manusia harimau putih, mungkin semua itu akan sia sia saja, sebab ki Maung sadar, bahwa kini dengan perubahan tersebut, Suwaji tak terkalahkan.


"Bagaimana ini, jika aku hanya diam saja, perjuangan ini akan sia sia dan akupun pasti terbunuh, tapi apakah ada cara untuk mengalahkan Suwaji saat ini, ohh Sang Dewa, bantulah aku untuk memperjuangkan kebenaran ini", ki Maung yang sedang dilema akan keadaan yang dia hadapi saat ini.


Kemudian ki Maung berlari sekuat tenaga, tapi Suwaji yang sudah berubah menjadi manusia macan kumbang, dia mengejar ki Maung kemanapun dia lari.

__ADS_1


Ternyata ki Maung lari bukanlah takut, tapi untuk menjauhi medan perang, sebab ki Maung tidak ingin banyak korban, akibat imbas dari pertarungannya melawan Suwaji yang sudah berubah wujud jadi manusia macan kumbang.


Akhirnya ki Maung berhenti ditempat dimana yang dia harapkan, untuk bisa bertarung habis-habisan melawan Suwaji.


Dan Suwaji pun menghampirinya, lalu bertanya, kenapa ki Maung sampai lari melihat perubahan wujudnya.


Kemudian ki Maung menjawab, dia hanya ingin mencari tempat yang strategis untuk bisa bertarung melawannya.


Suwaji pun tertawa, karena dimanapun tempatnya, ki Maung pasti akan mati ditangannya.


Ki Maung menjawab, meskipun dia harus mati ditangannya, tapi setidaknya ki Maung bisa membuat Suwaji terluka parah, agar para kesatria yang lainnya nanti mudah untuk mengalahkannya.


Setelah percakapan itu selesai, ki Maung segera berubah wujud menjadi manusia harimau putih.


Suwaji nampak bernafsu sekali untuk bisa membunuh kepala suku Nam, yaitu ki Maung.


Terjadilah pertarungan antar kedua manusia harimau, yang sama sama berasal dari suku Nam, yaitu ki Maung melawan Suwaji.


Ki Maung saat itu benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bertarung dengan Suwaji.


Dan Suwaji pun tak menyangka, kekuatan ki Maung benar-benar luar biasa saat berubah menjadi manusia harimau putih.


Tapi Suwaji tak mau kalah dengan lawannya tersebut.


Pertarungan itu sangat mengguncang sekali, tapi untung saja, ki Maung telah menggiring Suwaji menjauh dari medan perang.


Jadi ki Maung bisa leluasa bertarung dengan Suwaji, tanpa memikirkan imbas dari pertarungan itu, sebab jika pertarungan itu dilakukan ditempat dimana banyak orang, otomatis bakal banyak korban akibat terkena imbas dari pertarungan tersebut.


Baku hantam antara mereka berdua, yaitu ki Maung melawan Suwaji, benar-benar sangat mengerikan.


Karena mereka berdua telah berubah wujud menjadi manusia harimau.


Saat itu ki Maung kelihatan sangat mendominasi pertarungan, tapi nyatanya hal itu kebalik.


Justru ki Maung sangat kewalahan menyerang Suwaji, sebab serangannya tak sedikitpun membuat Suwaji terluka.


Sedangkan Suwaji hanya diam saja, bukannya Suwaji takut untuk melawan, tapi Suwaji masih ingin melihat sejauh apa kekuatan ki Maung dengan perubahan wujudnya, menjadi manusia harimau putih.


Lalu, kini waktunya sudah tiba, Suwaji segera membalas serangan ki Maung tersebut.

__ADS_1


Saat Suwaji membalas serangannya, ki Maung seperti tak sanggup menahan setiap gempuran dari serangan Suwaji.


Malam itu situasinya semakin mencekam, sebab pertarungan kedua manusia harimau itu tak kunjung usai.


Karena antara ki Maung dengan Suwaji, masih sama sama kuat.


Kemudian dalam pertarungan itu, ki Maung terkena serangan lawannya, lengannya tergores oleh cakar Suwaji yang telah berubah wujud menjadi manusia macan kumbang.


Padahal sebenarnya, senjata tajam jenis apapun tidak bisa melukai ki Maung yang telah menjadi manusia harimau putih.


Tapi dengan cakar Suwaji yang telah menjadi manusia macan kumbang, sekuat kuatnya tubuh ki Maung yang telah berubah wujud tersebut, akhirnya tergores juga oleh cakar Suwaji.


Lalu meski ki Maung sudah terkena serangan tersebut, dia masih bisa meneruskan pertarungannya itu, melawan Suwaji.


Anehnya luka goresan cakar tersebut, tidak bisa kembali pulih dengan singkat, padahal sebenarnya ki Maung telah berubah menjadi manusia harimau putih, yang memiliki kemampuan pemulihan yang sangat luar biasa.


Tapi ternyata lain ceritanya, yang melukainya adalah cakar dari manusia macan kumbang, Suwaji, jadi kemampuan pemulihan khusus yang di miliki ki Maung yang telah berubah wujud tersebut, tidak berfungsi sama sekali, dan akhirnya ki Maung tetap terluka oleh cakaran tersebut.


Kemudian untuk bisa mengimbangi Suwaji, ki Maung akhirnya mengeluarkan ajian macan trengginas, yang sama persis dengan milik Harun, sebab Harun adalah murid dari ki Maung.


Otomatis sebagai gurunya, ki Maung pasti memiliki ajian tersebut, karena ajian itu memang ciptaan ki Maung sendiri, dan diajarkan pada muridnya, yaitu Harun.


Kemampuan ajian macan trengginas, yaitu bisa melipat gandakan kekuatan, dan bisa menyerap cakra lawannya, jika lawannya itu menyerangnya.


Jika cakra lawannya tersebut terserap, maka lawannya itu akan lemas tanpa dia sadari.


Itulah kehebatan ajian macan trengginas milik ki Maung.


Tapi kali ini lawan ki Maung, bukanlah lawan yang biasa biasa saja, melainkan manusia macan kumbang, Suwaji.


Dia, yaitu Suwaji, termasuk adalah salah satu manusia harimau legendaris, dia bisa berubah wujud ke tahap manusia macan kumbang.


Dan didalam hirarki perubahan wujud manusia harimau, yang ada dalam suku Nam, paling atas adalah perubahan wujud menjadi manusia macan kumbang.


Setelah itu, dibawahnya adalah perubahan wujud manusia harimau putih, dan kemudian paling bawah sendiri adalah perubahan wujud manusia harimau loreng.


Jadi ada tiga perubahan wujud manusia harimau, yang bisa dilakukan oleh para suku Nam, yang terpilih atau yang berpotensi saja, sebab tidak semua para suku Nam bisa berubah wujud menjadi manusia harimau.


Dan satu satunya pada masa sekarang ini, yang bisa berubah sampai ke tahap manusia macan kumbang, hanyalah Suwaji seorang.

__ADS_1


Maka dari itu, Suwaji adalah ancaman bagi para kesatria dimedan perang tersebut.


Jika tidak secepatnya Suwaji dikalahkan, maka, Suwaji dan Raja iblis Kalazar akan menjadi sebuah mesin pembunuh dimedan perang suryaloka.


__ADS_2