PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
70. Kemampuan khusus suku Nam


__ADS_3

Kemudian ki Maung dan Kedasih yang sedang bertarung melawan Suwono, mereka berdua sangat hebat.


Berbagai jurus tombak Suwono dapat mereka patahkan dengan menggunakan senjata pedang.


Tapi Suwono terus menyerang dengan segala keahliannya menggunakan senjata tombaknya.


Meski kombinasi ki Maung dan Kedasih sangat hebat, tapi dengan kelincahan dan keahlian Suwono dalam menggunakan senjata tombak, Kedasih pun akhirnya terluka juga terkena serangan tombak Suwono.


Samping perut Kedasih tertancap tombak Suwono, dan mengakibatkan pendarahan karena luka tersebut lumayan dalam.


Ki Maung yang melihatnya segera menyelamatkan Kedasih dari serangan Suwono.


Suwono tak tinggal diam, dia terus menerus menyerang lawannya yaitu ki Maung dan juga Kedasih dengan sangat ganas, sampai sampai ki Maung sangat kesulitan untuk menolong Kedasih yang sedang terluka.


Tapi seketika itu datanglah Harun yang menolong mereka dari serangan Suwono, dan akhirnya ki Muang pun dapat segera menolong Kedasih yang sedang terluka.


Kemudian ki Maung menyuruh Untung untuk segera memanggil bala bantuan, karena posisi mereka sebagai pelindung warga sudah sangat terdesak.


Dengan meniupkan sangka kala, Untung memberi tanda panggilan bantuan pada para pasukan cadangan, seketika itu para pasukan cadangan yang tersisa segera bergegas menuju ke para pasukan pelindung warga untuk segera membantunya.


Harun yang sedang melawan Suwono, dia merasa kesulitan, tapi dia tak tinggal diam, akhirnya Harun mengeluarkan jurus andalannya yaitu pedang angin.


Pedang angin adalah salah satu jurus yang terbentuk dari cakra angin yang meliputi kedua tangan sang pemilik jurus tersebut menjadi sebuah pedang. Jika tangannya di hempaskan pada sasarannya, akan keluar lesatan angin yang bisa memotong apapun.


Suwono dibuat keteteran saat Harun menggunakan jurus pedang anginnya. Dia sangat berhati-hati sekali saat melawan Harun, karena sekali terkena hempasan jurus tersebut, bisa bisa tubuh Suwono akan terbelah menjadi dua bagian.


Saat Harun sedang mengatasi Suwono, ki Maung yang ditolong oleh beberapa warga, segera mengobati luka Kedasih yang berada disamping perutnya.

__ADS_1


Kedasih adalah gadis tangguh, meski dia terluka lumayan parah, dia masih tetap kuat, saat pendarahan disamping perutnya berhasil dihentikan, dia segera bertarung kembali melawan Suwono. Tapi hal itu dicegah oleh ki Maung, karena dengan keadaan yang seperti itu, bisa bisa akan membahayakan keselamatan dirinya.


Akhirnya Kedasih pun mematuhi perkataan ki Maung, dia sekarang berlindung bersama para warga desa sentong, dan sesekali dia bertarung melawan para anak buah Suwono yang akan menyerang para warga.


Beberapa saat kemudian datanglah pasukan cadangan untuk membantu para pasukan ki Maung yang sedang melindungi para warga.


Dengan begitu bertambah hebatlah kekuatan para pasukan ki Maung, dengan kehadiran para pasukan cadangan yang membantunya.


Lama kelamaan pasukan ki Maung berhasil memukul mundur sebagian para anak buah Suwono.


Dan Suwono yang melihat kejadian tersebut sempat memberi perintah pada para anak buahnya agar tidak lari dari pertempuran. Tapi sebagian para anak buah Suwono sudah tidak lagi menuruti perintah Suwono, mereka memilih lari meninggalkan pertempuran demi menyelamatkan hidup masing-masing.


Sedangkan Suwono dan beberapa para anak buahnya masih tetap bertarung melawan kubu ki Maung.


Harun semakin mendesak Suwono dengan jurus pedang anginnya, sedangkan Suwono pun masih belum bisa menemukan cara untuk mengatasi serangan jurus pedang angin Harun.


Anak buah Suwono mencoba untuk membatunya, tapi malah jadi korban kehebatan jurus Harun tersebut.


Kemudian bergegaslah para anak buah Suwono, masing-masing segera mengambil busur dan memanahkannya kepada Harun.


Lesatan anak panah tersebut bagai hujan deras yang menghujam Harun dengan kencang, tapi dengan jurus pedang anginnya, Harun bisa menghancurkan setiap lesatan panah tersebut.


Tapi dengan begitu ada celah bagi Suwono untuk kembali menyerang Harun menggunakan senjata tombaknya.


Kemudian Harun pun terluka terkena sayatan tombak Suwono, sebab dia kehilangan konsentrasinya karena direpotkan oleh hujan panah yang melesat padanya.


"Sungguh licik kau Suwono, menyuruh anak buahmu untuk memanahku agar kau bisa menyerangku saat diriku lengah", Harun yang sangat kesal sekali pada Suwono.

__ADS_1


"Hahaha.... Dalam perang hal seperti ini sangat diwajibkan!", jawab Suwono.


Saat itu Harun yang masih kerepotan dengan panah panah yang dilesatkan padanya, tiba-tiba dengan adanya kesempatan itu, Suwono melemparkan tombaknya dengan kencang tepat mengarah pada Harun.


Harun yang tak sempat melihatnya akan jadi sasaran empuk bagi tombak Suwono yang dilemparkannya dengan kencang.


Seketika itu tertancaplah tombak Suwono tepat mengenai sasarannya, tapi sayangnya sasaran tersebut bukanlah Harun yang terkena tombak itu, melainkan Untung yang terkena sasaran tombak tersebut.


Saat itu Untung berlari untuk menyelamatkan Harun, tapi malah dirinya yang jadi korban.


Harun yang menyaksikan hal itu sangat terkejut dan tak menyangka bahwa Untung malah jadi korban demi untuk menyelamatkannya.


"Untuuuuung....!!", teriak Harun yang menyaksikan saudara seperguruannya tewas didapan matanya karena demi menyelamatkan nyawanya.


Seketika itu amarah Harun meluap luap, tiba-tiba matanya berubah, giginya keluar taring dan kukunya menjadi cakar yang amat tajam. Harun telah berubah wujud menjadi manusia harimau, karena terpicu oleh amarahnya yang sangat serius.


Itulah kemampuan khusus yang dimiliki suku Nam, jika tersulut emosi yang begitu mendalam, dirinya akan berubah menjadi manusia harimau. Tapi hal itu tak semua warga suku Nam bisa berubah menjadi manusia harimau, hanya kalangan tertentulah yang bisa, dan itupun butuh proses pelatihan yang sangat mendalam agar bisa mengaktifkan kemampuan khusus tersebut.


Tapi bisa saja kemampuan khusus suku Nam itu aktif dengan sendirinya tanpa mereka sadari jika mereka terpicu emosionalnya yang begitu mendalam, seperti hal nya Harun yang tiba-tiba berubah wujud menjadi manusia harimau karena melihat Untung tewas didepan matanya demi melindunginya.


Ki Maung yang terkejut melihat itu semua berkata dalam hatinya, bahwa tak disangka Harun sampai juga ke tahap kemampuan khususnya.


Dan ki Maung segera berlari untuk melihat keadaan Untung yang telah tewas oleh senjata tombak Suwono. Dia segera membawanya ketempat aman agar tidak mengganggu pertarungan Harun dengan Suwono.


Ki Maung yang sangat sedih karena kematian salah satu muridnya yaitu Untung, dia juga merasa lega karena selama ini hal yang dia tunggu tunggu akhirnya datang juga, ki Maung ingin melihat muridnya bisa berubah menjadi manusia harimau, dan ternyata Harun bisa membuktikan hal itu pada gurunya, meski tanpa dia sadari.


"Harun muridku, habisi segera orang yang telah membunuh Untung, balaskan dendamnya segera mungkin!", kata ki Maung pada Harun.

__ADS_1


Dengan perubahan wujud Harun menjadi manusia harimau, ki Maung tak khawatir sama sekali, karena ki Maung yakin bahwa saat ini Suwono bukan tandingan Harun lagi. Sangat mudah bagi Harun untuk segera menghabisinya dengan perubahan wujud tersebut.


Suwono nampak panik melihat Harun telah berubah menjadi manusia harimau, dia segera mengambil senjata untuk menyerang Harun dengan wujudnya yang saat ini.


__ADS_2