
Ternyata waktu itu Begawan Sakti Ludoyo telah merencanakan Bagaimana caranya untuk bisa mengeluarkan, Ajian ngelebur Jagad yang dimiliki oleh Mahapatih Damar Wijaya.
Sebab Begawan Sakti Ludoyo sangat mengetahui ajian tersebut.
Di tanah Jawa ini yang memiliki ajian itu hanya dua kesatria, yaitu Prabu silendra wangi dan Mahapatih Damar Wijaya.
Maka dari itu rencana Begawan Sakti Ludoyo, usai mengetahui Prabu silendra wangi telah menggunakan ajiannya tersebut, saat melenyapkan Prabu Jaya Waskita?
Saat itu yang memiliki ajian ngelebur Jagad, hanya tinggal satu orang yaitu Mahapatih Damar Wijaya.
Maka dari itu Begawan Sakti Ludoyo, saat itu harus menggunakan ajian reinkarnasinya, meski kesempatannya Hanya Sekali Saja?
Jika gagal bisa-bisa Begawan Sakti Ludoyo itu sendiri yang akan binasa.
Waktu itu Begawan Sakti Ludoyo sengaja mengeluarkan sesosok makhluk aneh yang mengerikan, yang dia keluarkan dari perutnya.
Ternyata makhluk aneh itu adalah perwujudan dari Begawan Sakti Ludoyo itu sendiri.
Jika Begawan Sakti Ludoyo yang telah mengeluarkan makhluk aneh tersebut telah binasa, maka makhluk aneh itu akan berinkarnasi menjadi Begawan Sakti Ludoyo.
Maka Begawan Sakti Ludoyo akan hidup kembali, melalui tubuh dari makhluk aneh mengerikan tersebut.
Itulah mengapa Begawan Sakti Ludoyo harus melakukan siasat yang seperti ini? karena baginya, ajian ngelebur Jagad yang dimiliki oleh Mahapatih Damar Wijaya, sangat membahayakannya.
Dan saat itu, saat para kesatria tidak menyadari akan siasat dari Begawan Sakti Ludoyo.
Tanpa diduga salah satu dari kesatria tersebut yaitu Begawan winara, beliau sangat mengetahui rencana atau siasat dari Begawan tersebut.
Sebab Begawan winara mengetahui bahwa? Begawan Sakti Ludoyo memiliki ajian reinkarnasi.
Dan saat itu Begawan winara curiga, makhluk aneh yang mengerikan tersebut sebenarnya adalah Begawan Sakti Ludoyo itu sendiri?
Ternyata kecurigaan dari Begawan winara itu benar nyatanya.
Makhluk aneh yang mengerikan itu sejatinya adalah Begawan Sakti Ludoyo.
Dan pada saat itu Begawan sakti Ludoyo yang telah hidup kembali, dia juga menceritakan tentang perihal itu semua kepada para Kesatria.
"Aku bersumpah! Atas pengorbanan ayahku Mahapatih Damar Wijaya, aku pangeran jati wijaya akan segera menghabisimu Begawan!", Kemarahan pangeran jati wijaya kepada Begawan sakti Ludoyo.
"Kau hanya membual! Ketahuilah bahwa dirimu bukanlah tandinganku", jawab Begawan Sakti Ludoyo.
Saat itu Begawan Sakti Ludoyo turun dari udara dan mendekat kepada para Kesatria tersebut?
Lalu dengan beringas pangeran Jati Wijaya menyerang Begawan Ludoyo menggunakan senjata pusakanya, yaitu cemeti Banaspati.
Waktu itu Pangeran Guna Wijaya tidak sempat mencegahnya, karena Pangeran Jati Wijaya sudah terbawa emosi.
Tapi apa boleh buat, para Kesatria yang lainnya segera membantu Pangeran Jati Wijaya, karena bagi mereka tidak mungkin Pangeran Jati Wijaya bisa mengalahkannya sendirian.
__ADS_1
Ternyata benar, hanya dengan sekali serangan saja, Pangeran Jati Wijaya dibuat tak berdaya.
Pangeran Guna Wijaya tidak terima melihat saudaranya tersebut bisa dikalahkan dengan sangat mudah.
Segera Pangeran Guna Wijaya mengeluarkan pedang naga api untuk melawannya, yaitu untuk melawan Begawan Sakti Ludoyo yang telah reinkarnasi.
Lalu Begawan tersebut mengambil cemeti Banaspati milik Pangeran Jati Wijaya, untuk digunakan melawan pangeran Guna Wijaya.
Akhirnya pertarungan pun tak terelakkan lagi.
Sungguh di luar dugaan, saat ini Begawan Sakti Ludoyo mampu mengendalikan situasi pertempuran tersebut?
Padahal saat itu Begawan Sakti Ludoyo menghadapi tiga Kesatria sekaligus, yaitu Pangeran Guna Wijaya, Pangeran Kasim Wijaya dan Mandala.
Sedangkan Pangeran Jati Wijaya saat ini sudah tak berdaya, dia mengalami cidera yang sangat serius.
Beberapa tulang rusuk pangeran Jati Wijaya telah patah dan juga kedua lengannya.
Anehnya Pangeran Guna Wijaya merasakan bahwa kini kekuatan dari Begawan Sakti Ludoyo, sangat berbeda dari sebelumnya? "Aku merasa setelah dia berinkarnasi, kini kekuatannya sangat jauh berbeda, bisa dibilang dia lebih kuat dari sebelumnya".
Lalu Pangeran Guna Wijaya menyuruh Mandala untuk menyelamatkan Pangeran Jati Wijaya, yang sedang terluka sangat parah.
Pangeran guna wijaya berkata? "selamatkanlah Pangeran Jati Wijaya, biar pertarungan ini aku beserta Pangeran Kasim Wijaya yang akan mengurusnya".
Saat itu Pangeran Guna Wijaya terus menyerang Begawan Sakti Ludoyo menggunakan pedang naga apinya.
Dan Pangeran Kasim Wijaya bertugas untuk melindungi Mandala, yang akan menyelamatkan atau menolong Pangeran tersebut.
Tapi sebenarnya Begawan Sakti Ludoyo mengetahui rencana dari pangeran Guna Wijaya tersebut? Tapi Begawan Sakti Ludoyo mengabaikannya, karena baginya hal itu sudah tidak penting lagi.
Yang terpenting baginya saat ini segera menghabisi Pangeran Guna Wijaya.
Sebab Begawan Sakti Ludoyo ingin menguji seberapa kuat dirinya yang sekarang, Setelah dia mengalami reinkarnasi?
Saat itu pertarungan mereka berdua antara Pangeran Guna Wijaya melawan Begawan Ludoyo, sangat luar biasa hebatnya.
Pangeran Guna Wijaya mencoba mengkombinasikan serangan pedang naga api dengan jurus gerak kilatnya?
Awalnya hal itu bisa mempersulit Begawan Ludoyo, tapi setelah beberapa saat kemudian? Begawan Ludoyo bisa membaca serangan dari pangeran Guna Wijaya tersebut.
Kemudian saat itu Pangeran Guna Wijaya merasakan kehebatan kekuatan dari Begawan Sakti Ludoyo.
Cemeti Banaspati yang dipergunakan oleh Begawan Sakti Ludoyo, benar-benar menjadi sebuah pusaka atau senjata yang luar biasa hebatnya.
Tak disangka cemeti banaspati bisa menandingi kekuatan dari pedang naga api milik Pangeran Guna Wijaya.
Setiap sabetan dari cemeti itu bisa mengeluarkan sebuah kilat, dan jika kilat itu mengenai sasarannya? Maka sasaran tersebut akan terbakar.
Saat itu Pangeran Guna Wijaya benar-benar berhati-hati untuk menghadapinya.
__ADS_1
Kemudian Pangeran Kasim Wijaya yang melihat Kakak sepupunya, yaitu Pangeran Guna Wijaya sedang terdesak? Dia segera membantunya.
"kepastian diri kalian baik-baik saja di sini? Aku harus segera membantu Kanda Pangeran Guna Wijaya", kata Pangeran Kasim Wijaya kepada Mandala dan kepada Pangeran Jati Wijaya.
"baik Kanda Kasim Wijaya, segeralah bantu Kanda Pangeran Guna Wijaya", jawab Pangeran Jati Wijaya.
Kemudian Pangeran Kasim Wijaya menggunakan kekuatan dari ajian, jagad Kumala dan lintang Sewu untuk memperkuat dirinya.
Dengan kekuatan dari kedua ajian tersebut, kini Pangeran Kasim Wijaya mendapatkan kekuatan dahsyat dari dalam dirinya?
Lalu saat Pangeran Kasim Wijaya akan hendak pergi membantu Pangeran Guna Wijaya? Tiba-tiba Pangeran Guntur Wijaya yang sudah tidak berdaya memanggilnya?
Ternyata Pangeran Guntur Wijaya memberikan ajian Guntur saketinya, kepada Pangeran Kasim Wijaya.
Dan ternyata bukan hanya Pangeran Guntur Wijaya yang memberikan ajiannya tersebut? Begawan winara juga memberikan ajian pamungkasnya, yaitu ajian Gajah Mungkur, kepada Pangeran Kasim Wijaya.
"kupercayakan ajian ini kepadamu Pangeran Kasim Wijaya", Begawan winara berkata dengan penuh pengharapan atas kemenangan peperangan tersebut.
"aku berjanji, kepercayaan kalian berdua yang telah menyerahkan ajian Pamungkas kalian kepadaku ini, tidak akan kusia-siakan!", Pangeran Kasim Wijaya menjawab dengan penuh rasa hormat kepada Pangeran Guntur Wijaya dan Begawan winara.
Tiba-tiba Senopati bala Warman berkata? "Apa kau sudah melupakanku Pangeran Kasim Wijaya? Kedua ajian tersebut masih belum maksimal jika ajianku ini masih belum kau miliki".
Kemudian Senopati bala warman juga memberikan ajian pamungkasnya kepada Pangeran Kasim Wijaya.
Ajian Pamungkas milik Senopati bala Warman, adalah ajian Birawa Sakti.
Kini lengkap sudah, ketiga ajian penghancur tingkat tinggi, telah menyatu ke dalam tubuh Pangeran Kasim Wijaya.
Ajian tersebut ialah? Ajian Guntur Saketi, ajian Gajah Mungkur dan ajian Birawa Sakti.
Dengan menyatunya ketiga ajian tersebut, kini tubuh Pangeran Kasim Wijaya sekuat Bajra.
Bajra adalah senjata dewa terkuat milik Dewa Indra.
Tiba-tiba otot Pangeran Kasim Wijaya seketika itu berubah menjadi lebih kekar.
Dan sekujur badannya saat itu dikelilingi oleh percikan kilat.
Pupil matanya yang tadinya hitam berubah menjadi merah.
Menyadari akan hal tersebut, seketika itu Begawan Sakti Ludoyo menoleh kepada Pangeran Kasim Wijaya, dan menghentikan pertarungannya melawan pangeran Guna Wijaya.
Pangeran Guna Wijaya pun juga menolak kepada Pangeran Kasim Wijaya?
Pangeran Kasim Wijaya menatap tajam ke arah Begawan Ludoyo.
Dan kemudian buuummm...? Dengan sekejap Begawan Ludoyo terpental keatas dan terbanting ke tanah, hingga menimbulkan lubang yang besar pada tanah tersebut.
Kejadian tersebut ternyata adalah serangan dari pangeran Kasim Wijaya kepada Begawan Sakti Ludoyo?
__ADS_1