
Akhirnya Pangeran Gunawijaya berkata sesuatu pada Kedasih yang duduk disampingnya?
"Kedasih saya ingin tahu tentang perasaanmu, apakah kamu?", tiba-tiba terjadi gempa bumi kencang disaat Pangeran Gunawijaya mau berkata sesuatu pada Kedasih sigadis manis itu.
Lalu Pangeran Gunawijaya beserta Kedasih segera bergegas keluar dari kamar tersebut untuk menyelamatkan diri, sesampainya diluar padepokan, Pangeran Gunawijaya berkata pada gurunya yaitu Maha Resi Brata?
"Ada apa gerangan, sampai terjadi gempa seperti ini Guru?", Kata Pangeran Gunawijaya.
"Saya merasa ini adalah awal dari musibah besar yang akan terjadi ditanah jawa Pangeran", jawab Maha Resi Brata.
Kemudian Kedasih yang sedang panik dan ketakutan dengan adanya gempa tersebut, dia memegang erat tangan Pangeran Gunawijaya sambil bertanya?
"Kira-kira seperti apakah musibah besar yang akan terjadi ditanah jawa suatu saat nanti Pangeran, jika awalnya saja sudah seperti ini?", Kata Kedasih pada Pangeran Gunawijaya.
"Sudahlah kau jangan berfikiran yang aneh-aneh dulu Kedasih, selama aku masih hidup, aku akan berusaha mencegah agar bencana itu tidak sampai terjadi ditanah jawa ini", Kata Pangeran Gunawijaya.
Lalu Jatmiko yang dari kejauhan melihat tingkah laku Kedasih yang memegang erat tangan Pangeran Gunawijaya, kemudian Jatmiko mendekat kepada Pangeran Jatiwijaya beserta senopati Balawarman dan senopati Balamarwan yang berada tidak jauh darinya, kemudian Jatmiko berbisik kepada Pangeran Jatiwijaya beserta kedua senopati tersebut?
"Lihatlah, tingkah laku Kedasih disana bersama Pangeran Gunawijaya", kata Jatmiko.
Lalu Pangeran Jatiwijaya menjawab?
"Iya ya mereka berdua seperti sepasang kekasih saja".
Kemudian senopati Balamarwan menyahut sambil tertawa?
"Ya pantaslah, wong Pangeran Gunawijaya itu orangnya sangat tampan, malah lebih tampan dari kita semua hahaha".
Disisi lain senopati Balawarman hanya terbengong melihat dan mendengar obrolan mereka bertiga. Kemudian keesokkan harinya Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya bergegas melanjutkan perjalanannya mengemban tugas dari Nyi Roro Kidul.
__ADS_1
"Hamba mohon pamit Guru, hamba akan meneruskan perjalanan untuk melaksanakan tugas dari Kanjeng Ratu Roro Kidul untuk menyatukan kekuatan aliran putih ditanah jawa ini", kata Pangeran Gunawijaya yang sedang berpamitan pada gurunya yaitu Maha Resi Brata.
Kemudian Maha Resi Brata menjawab?
"Baiklah Pangeran, semoga kau berhasil dalam perjalananmu mengemban tugas dari Kanjeng Ratu Roro Kidul dan restuku selalu menyertaimu muridku Pangeran Gunawijaya".
Lalu dilain sisi beberapa hari kemudian disaat Raja Jakabirawa penguasa wilayah giritunggal beserta para prajuritnya akan menghadiri undangan dari suryaloka, tepat ditengah perjalanan didalam hutan mereka dihadanng oleh segerombolan musuh aliran hitam yang ingin membunuh Raja Jakabirawa. Ditempat itu terjadilah pertarungan hebat antara para prajurit Raja Jakabirawa melawan para segerombolan musuh aliran hitam yang menghadangnya. Waktu itu para musuh tersebut sempat kuwalahan menghadapi para prajurit Raja Jakabirawa, mereka terdesak banyak anggota para musuh yang tewas dengan serangan para prajurit Raja Jakabirawa, tapi disaat para kelompok musuh itu semakin banyak yang tewas, tiba-tiba dari atas pohon munculah seorang ketua dari segerombolan para musuh itu, dia melompat dari ketinggian diatas pohon. Kemudian sebagian para prajurit Raja Jakabirawa yang melihat kehadiran orang tersebut segera menyerangnya, ketua para musuh hanya diam dan menatap para prajurit prajurit yang akan menyerangnya, lalu terpentalah para prajurit prajurit itu hingga tewas terbentur pepohonan yang ada dihutan tersebut. Kemudian Raja Jakabirawa yang melihat kejadian itu terkejut akan kekuatan yang dimilik oleh ketua dari para musuh itu. Kemudian Raja Jakabirawa yang sedang berada diatas kereta kuda, ia segera turun untuk menghadapi ketua para musuh itu, karena Raja Jakabirawa merasa bahwa ketua para musuh tersebut bukan orang sembarangan, maka dari itu ia memutuskan untuk menghadapinya.
"Kemarilah senopati Kumara?", Raja Jakabirawa memanggil salah satu senopati terbaiknya.
"Daulat Gusti Prabu, ada yang bisa hamba bantu?", Kata senopati Kumara.
"Cepat segera kau pergi kesuryaloka, dan mintalah bantuan kepada Maha Patih Damarwijaya, sampaikanlah juga kabar bahwa kedatanganku tidak akan tepat waktu, meski jarak suryaloka dari sini hampir dekat, dan sampaikan juga kata maafku kepada Maha Patih Damarwijaya beserta para tamu tamu undangan, pergilah sekarang juga jangan buang-buang waktu senopati Kumara", Perintah Raja Jakabirawa kepada senopatinya.
"Tapi bagaimana dengan Gusti Prabu, sedangkan tugas hamba adalah melindungi Gusti Prabu?", Kata senopati Kumara dengan perasaan cemas.
Kemudian Raja Jakabirawa yang gagah perkasa berkata dengan sangat tegas?
"Sendiko Gusti Prabu!", Jawab senopati Kumara.
Lalu senopati Kumara segera bergegas pergi kesuryaloka untuk menyampaikan pesan Raja Jakabirawa, dia dengan cepat menunggangi kuda dan segera pergi menuju kesuryaloka yang jaraknya hampir dekat dari tempat kejadian dimana Raja Jakabirawa sedang dihadang oleh sekelompok musuh dari aliran hitam yang tujuannya untuk menghabisi Raja Jakabirawa.
Kemudian disisi lain para Raja Raja yang telah diundang oleh Maha Patih Damarwijaya mereka semua sudah datang disuryaloka kecuali Raja Jakabirawa yang perjalanannya masih terhambat oleh para sekelompok musuh yang ingin membunuhnya?
"Selamat datang semua para Raja-Raja sekalian yang saya hormati, terimakasih atas kehadiran anda anda semua yang berkenan menghadiri undangan saya sabagai wakil dari mendiang Maha Raja Aryawijaya", Kata Maha Patih Damarwijaya menyambut para tamu undangan.
Salah satu tamu undangan yaitu Raja Dasabirawa penguasa dari wilayah giriseta merasa ada yang kurang dalam pertemuan para Raja Raja tersebut?
"Kenapa hanya Kanda Jakabirawa yang belum hadir diundangan ini, ada apa sebenarnya?", Kata Raja Dasabirawa dari dalam hatinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian salah satu prajurit suryaloka mendekat ke Maha Patih Damarwijaya, lalu dia berbisik katanya ada seorang senopati utusan dari Raja Jakabirawa yang ingin menyampaikan pesan penting kepada dirinya? Kemudian Maha Patih Damarwijaya mempersilahkan senopati utusan dari Raja Jakabirawa itu untuk masuk dan menyampaikan pesan diruang pertemuan tersebut. Dan kemudian datanglah senopati itu segera memberi tahu pesan yang telah Raja Jakabirawa titipkan padanya?
"Salam hormat hamba Maha Patih Damarwijaya, hamba senopati Kumara ingin menyampaikan pesan dari Gusti Prabu Jakabirawa?".
"Saya terima salam hormatmu senopati Kumara, silahkan ada pesan apa gerangan dari Raja Jakabirawa", Kata Maha Patih Damarwijaya.
"Ampun Maha patih, sebenarnya kedatangan hamba kesini untuk minta bantuan karena Gusti Prabu Jakabirawa sekarang sedang dalam bahaya", jawab senopati Kumara.
"Kenapa bisa begini, bahaya apa sebenarnya yang sedang dialami oleh Raja Jakabirawa?", Tanya Maha Patih Damarwijaya dengan sangat penasaran dan cemas.
Akhirnya senopati Kumara menceritakan tentang semua kejadian yang dialami oleh Raja Jakabirawa kepada Maha Patih Damarwijaya. Dan senopati Kumara juga menyampaikan pesan yang telah dititipkan kepadanya oleh Raja Jakabirawa. Kemudian Maha Patih Damarwijaya segera mengirim bala bantuan dengan mengutus Pangeran Gunturwijaya beserta para pasukan suryaloka untuk menolong Raja Jakabirawa dari kepungan para musuh pendekar aliran hitam. Dan tak ketinggalan juga Raja Dasabirawa juga ikut serta dalam pasukan bantuan tersebut karena biar bagaimanapun Raja Jakabirawa adalah kakak dari Raja Dasabirawa, meski mereka berdua saling berseteru tapi tidak bisa dipungkiri ikatan batin antara kedua saudara itu masih tetap ada.
Kemudian disisi lain, siang itu Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya tiba didaerah giritunggal wilayah Raja Jakabirawa. Mereka semua berhenti disebuah warung makan, lalu disaat Pangeran Gunawijaya dan para pengawalnya sedang makan, mereka semua mendengar pembicaraan seseorang yang membicarakan tentang Rajanya yaitu Raja Jakabirawa yang telah diundang oleh penguasa suryaloka.
"Oya Jo, kabarnya sekarang ini Gusti Prabu Jakabirawa sedang pergi kesuryaloka ya?", Kata Dudung seseorang yang bercakap dengan temannya yang bernama Paijo diwarung makan itu.
"Iya Dung, dengar-dengar sih Gusti Prabu Jakabirawa menghadiri rapat penting disuryaloka", Jawab Paijo pada dudung.
"Kira-kira rapat apa ya Jo?", Dudung penasaran.
"Alaaah Kita ini kan orang bawah, gak usah mikir dalam-dalam tentang urusan orang orang atas Dung, sudahlah kita makan saja sekarang, gak usah banyak bacot!", Kata Paijo.
Kemudian Pangeran Jatiwijaya berkata?
"Kanda Pangeran, sepertinya perkumpulan para Raja Raja tanah jawa sudah digelar lagi, semoga ini jadi awal yang baik buat perjuangan kita nantinya untuk menyelamatkan tanah jawa dari kehancuran".
Mendengar perkataan Pangeran Jatiwijaya, Pangeran Gunawijaya hanya tersenyum menanggapinya dan berkata?
"Semoga perkumpulan itu berjalan dengan lancar".
__ADS_1
Lalu seseorang yang bercakap tadi Paijo dan Dudung sudah selesai makannya, kemudian dia pergi nyelonong begitu saja dari warung makan itu tanpa membayar makanannya. Wajarlah soalnya Paijo dan Dudung itu kan preman pasar terkenalnya, jadi pak tua pemilik warung makan itu tidak berani meminta uang makannya pada mereka berdua. Kemudian Kedasih yang melihat kelakuan Paijo dan Dudung tidak terima dengan kelakuan mereka tersebut yang seenaknya saja keluar tanpa membayar uang makannya terlebih dahulu. Akhirnya Kedasih tanpa meneruskan makannya segera keluar untuk mengejar kedua preman pasar itu.