PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
164. Mematahkan kedua ajian hebat


__ADS_3

Saat itu Mahapatih Damar Wijaya Hanya bisa bertahan di dalam kubah cangkang kristal, yang ia ciptakan dari ketiga elemen tersebut, yaitu tanah air api.


Di dalam kubah itu, Mahapatih Damar Wijaya sedang terluka bahu kanannya, yang terkena serangan element pasir emas, yang dipadukan dengan elemen angin.


Darah mengalir dari bahu kanannya, Jika ia memaksa untuk keluar dan kembali bertarung menghadapi kedua Maharaja tersebut, yang jelas ia merasa tak akan mungkin bisa menang dalam pertarungan itu, dengan keadaan yang terluka.


Kedua Maharaja tersebut, ya itu Maharaja Sabda Wijaya dan Maharaja Arya Wijaya, bukanlah seorang ksatria biasa, sebab kesaktian mereka berdua, dulunya sampai melegenda di tanah Jawa.


Banyak ksatria hebat yang tumbang oleh kedua Maharaja tersebut, dalam urusan Adu kesaktian dan kehebatan.


"Aku harus bagaimana, dengan keadaanku yang terluka seperti ini, tapi jika aku berdiam diri terus, itu pun tak ada gunanya, sebab pertahanan yang terkuat yang kubuat ini, lama-lama pasti akan hancur oleh serangan kedua Maharaja tersebut", kata Mahapatih Damar Wijaya dari dalam hatinya.


Kemudian dari luar, kedua Maharaja tersebut menyiapkan Serangan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.


Mahapatih Damar Wijaya merasakan Cakra yang begitu besar yang dikeluarkan oleh kedua Maharaja tersebut, beliau yakin bahwa serangan kali ini adalah serangan Pamungkas dari kedua Maharaja tersebut, untuk menghancurkan pertahanan kubah cangkang kristal milik Mahapatih Damar Wijaya.


Saat itu Mahapatih Damar Wijaya merasakan kepanikan dalam dirinya, sebab kedua Maha raja tersebut, meski Mereka berdua adalah keluarganya, tapi mereka sudah kehilangan kesadaran, Karena Mereka berdua adalah mayat hidup yang dibangkitkan oleh Begawan Ludoyo.


Maka dari itu kedua Maharaja tersebut, pasti mereka akan sungguh-sungguh melenyapkannya.


Kini serangan elemen pasir emas yang dipadukan dengan elemen angin, serangan kali sangat membahayakan untuk keselamatan Mahapatih Damar Wijaya.


Kemudian kedua Maharaja tersebut segera menyerang Mahapatih Damar Wijaya, yang berada didalam kubah cangkang kristal.


Serangan tersebut bergejolak dan bergemuruh, suaranya hingga terdengar oleh Mahapatih Damar Wijaya.


Dalam situasi seperti ini, Mahapatih Damar Wijaya Hanya bisa pasrah akan takdirnya.


Akhirnya menggelegarlah serangan tersebut mengenai sasarannya.


"Ayah bangunlah, bangunlah ayah, bangun bangunlah", Pangeran Jati Wijaya menolong ayahnya yaitu Mahapatih Damar Wijaya, dan ia berusaha membangunkan ayahnya tersebut dari pingsannya.


Singkat cerita saat Mahapatih Damar Wijaya sudah sadar dari pingsannya, kemudian Pangeran Jati Wijaya menceritakan tentang kejadian tersebut.


Ternyata pada saat Serangan kombinasi elemen pasir emas dan elemen angin, hampir mengenai kubah cangkang kristal milik Mahapatih Damar Wijaya, dengan cepat kedua Senopati bala Warman dan bala Marwan, melapisi kubah cangkang kristal tersebut dengan perisai Segoro Kidul milik kedua Senopati itu.


Sehingga membuat kubah cangkang kristal milik Mahapatih Damar Wijaya, menjadi tambah kuat.

__ADS_1


Tapi meskipun begitu, hentakan dari serangan kombinasi elemen pasir emas dan elemen angin, membuat Mahapatih Damar Wijaya jatuh pingsan, karena merasakan dahsyatnya hentakan tersebut.


Lalu saat Mahapatih Damar Wijaya siuman atau sadar dari pingsannya, Mandala yang juga berada di situ, dia segera mengobati luka Mahapatih tersebut.


Saat itu keempat Ksatria tersebut, yaitu Pangeran Jati Wijaya, kedua Senopati bala Warman beserta bala Marwan, dan juga Mandala, Untung saja mereka tidak terlambat dan tepat waktu untuk bisa menolong Mahapatih Damar Wijaya, dari situasi yang sangat membahayakan itu.


Kemudian saat ini kedua Senopati tersebut, mencoba menghadapi kedua Maharaja itu, di saat Mahapatih Damar Wijaya sedang disembuhkan lukanya oleh Mandala.


Lalu kedua Senopati itu sudah bersiap menggunakan ajian Birawa Sakti.


Aji Birawa Sakti tersebut memiliki kemampuan khusus, sekuat 100 gajah, lebih kebal dari tameng wojo dan juga memiliki kecepatan super.


Tapi meskipun begitu, kedua Senopati itu masih belum mungkin bisa mengalahkan kedua Maharaja tersebut.


Sebab kedua Maharaja tersebut adalah tipe petarung jarak jauh, yang bisa mengendalikan elemen alam.


Dan ternyata benar, jangankan untuk menyerang kedua Maharaja tersebut, untuk mendekat saja kedua Senopati itu sangat susah.


Maharaja Sabda Wijaya, selalu menghentikan langkah Senopati itu menggunakan jurus elemen logam.


Sedangkan Maharaja Arya Wijaya, menghentikan langkah Senopati tersebut hanya dengan jurus elemen air.


"tenang dinda bala Marwan, Aku akan mencoba menggunakan ajian Amukti raksa untuk menyerang mereka berdua", kata Senopati bala Warman.


Ajian Amukti raksa, adalah sebuah ajian yang bisa memanggil petir dari atas langit.


Dan petir tersebut akan dikendalikan oleh pemiliknya dengan Sesuka Hati.


Kemudian bersiaplah Senopati bala Warman untuk menggunakan ajian Amukti raksa.


Singkat cerita tiba-tiba, langit yang tadinya cerah kini berubah tertutup oleh awan mendung, dan angin badai pun datang, suara gemuruh petir pun mulai bersahutan.


Tapi kedua Maharaja tersebut, ya itu Maharaja Sabda Wijaya dan Maharaja karya Wijaya, mereka tidak khawatir sama sekali dengan apa yang mereka akan hadapi, Sebab mereka berdua sejatinya adalah mayat hidup yang dibangkitkan.


Otomatis kedua Maharaja itu tidak memiliki rasa khawatir apalagi takut, karena yang ada dalam pikirannya hanya bertarung dan menghabisi lawan-lawannya.


Saat itu Maharaja Arya Wijaya, menengok ke atas langit, lalu mengangkat tangan kanannya dan mengepalkannya.

__ADS_1


Sontak Senopati bala Warman yang sudah bersiap, akan menyerang kedua Maharaja tersebut menggunakan sambaran petir, tiba-tiba petir itu tak bisa dikendalikan dengan leluasa olehnya.


Ternyata Senopati bala Warman lupa, bahwa Maharaja Arya Wijaya adalah pengendali lima elemen alam, dan salah satunya adalah elemen petir.


"Sial, petirku dihentikan olehnya, aku tidak bisa menguasainya dengan leluasa", kata Senopati bala Warman.


"Baru kali ini, aku melihat ajian Amukti raksa kanda bala Warman, dihentikan oleh lawannya, sungguh hebat sekali Maharaja Arya Wijaya, bisa menahan ajian tersebut", kata Senopati bala Marwan dari dalam hatinya, yang sempat terkejut melihat kejadian itu.


Kemudian untuk memwbantu saudaranya tersebut, Senopati bala Marwan mengeluarkan ajian Bayu bajra.


Ajian Bayu bajra dapat memanggil dan mengendalikan angin topan.


Tapi apa daya, ajian Bayu bajra tersebut masih bisa ditahan oleh Maharaja Arya Wijaya, sang pengendali lima elemen alam, tanah air api angin dan petir.


Ternyata kedua Senopati tersebut tidak memahami kekuatan dari Maharaja Arya Wijaya.


Kedua Senopati itu tidak menyangka bahwa, Maharaja Arya Wijaya adalah sang pengendali kelima elemen alam tersebut.


Maka dari itu, sangatlah mudah bagi Maharaja Arya Wijaya, Untuk menahan kedua ajian milik kedua Senopati tersebut.


Hanya melawan Maharaja Arya Wijaya saja, kedua Senopati itu sangat kesulitan.


Lalu selang beberapa lama, ajian Amukti raksa dan ajian Bayu bajra, dapat dipatahkan begitu saja oleh Maharaja Arya Wijaya.


Sehingga saat itu membuat kedua Senopati tersebut tak berdaya dibuatnya.


"kita harus menyusun rencana untuk bisa memenangkan pertarungan ini", Mahapatih Damar Wijaya yang sudah pulih dari cidera atau lukanya.


"lantas rencana Apa yang harus kita lakukan ayah, kakek Maharaja dan Paman Maharaja sangat kuat sekali ternyata", kata Pangeran Jati Wijaya kepada ayahnya yaitu Mahapatih Damar Wijaya.


"meskipun kedua Maharaja itu adalah kakek dan juga pamanmu, tapi mereka adalah mayat hidup, Ayah yakin mereka berdua sebagai mayat hidup tidak akan bisa mengontrol kekuatannya 100%, pasti ada kelemahan pada dirinya masing-masing", Mahapatih Damar Wijaya berkata.


Kemudian dalam pertarungan tersebut, rencana Mahapatih Damar Wijaya, sangat mengandalkan Mandala.


Mandala yang akan dijadikan kunci utama, dalam memenangkan pertarungan tersebut.


Lantas Apakah rencana itu bakal sesuai dengan kenyataan.

__ADS_1


Kita semua belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


__ADS_2