PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
56. Ancaman semakin dekat


__ADS_3

Saat itu Pangeran Gunawijaya mengeluarkan tombak pasopati yang telah menyatu dalam tubuhnya, tombok tersebut menyala keemas emasan, lalu dilemparkanlah tombaknya itu kearah sekumpulan para burung-burung siluman yang telah mengikutinya. Melesatlah tombak pasopati dengan kencang kearah burung-burung tersebut, dan ambyar lah burung-burung siluman itu yang sedang mengintai Pangeran Gunawijaya dari atas pepohonan.


Tapi untunglah burung-burung tersebut masih selamat dari lesatan tombak pasopati tersebut karena Pangeran Gunawijaya sengaja tidak membunuhnya tapi hanya membubarkan burung-burung itu dari atas pohon agar Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya mengetahui burung-burung apakah yang selama ini mengintai mereka.


Seketika itu burung-burung siluman tersebut langsung menampakkan diri pada Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya yaitu Pangeran Jatiwijaya, Jatmiko, Kedasih, Sanjaya, Mandala, senopati Balawarman dan senopati Balamarwan beserta kelima pendekar sakti jelmaan dari kelima batu permata yang telah keluar dari pedang mustika biru, kelima pendekar sakti tersebut yaitu Mulyo, Seto, Kuncoro, Arum dan Anjani.


Kedua belas pengawal Pangeran Gunawijaya tersebut sangat heran melihat burung-burung yang telah mengintai nya, sebab ternyata burung-burung tersebut adalah sekumpulan burung-burung siluman berkepala manusia.


Sekumpulan burung-burung siluman tersebut menukik turun dan akan menyerang Pangeran Gunawijaya, tapi burung-burung itu tidak sadar bahwa tombak pasopati yang tadinya melesat kearah mereka, sekarang tombak tersebut masih melayang dibelang mereka yaitu sekumpulan para burung-burung siluman. Dengan kemampuan Pangeran Gunawijaya yang bisa mengendalikan tombak pasopati melalui pikiran nya, lalu tombak tersebut melesat kencang kearah pemiliknya dan mengenai salah satu dari burung-burung siluman itu yang sedang menukik turun untuk menyerang Pangeran Gunawijaya.


Tombak pasopati melesat kencang dan mengenai burung tersebut hingga tembus dari punggung kedada, kemudian Pangeran Gunawijaya menangkap tombaknya tersebut yang kembali padanya. Lalu jatuhlah burung siluman itu ketanah, dan ternyata yang telah terkena lesatan tombak pasopati itu adalah ketua dari para burung-burung siluman tersebut.


Ukuran dari burung-burung siluman itu sebesar anak kecil berumur lima tahun, dan sekumpulan burung-burung tersebut menyerang Pangeran Gunawijaya bertubi-tubi menggunakan semburan api nya. Mereka semua para burung-burung siluman nampak marah karena melihat ketuanya mati dibunuh oleh Pangeran Gunawijaya menggunakan tombak pasopati nya.

__ADS_1


Kedua belas pengawal Pangeran Gunawijaya yang melihatnya, berusaha membantu Pangeran Gunawijaya dari serangan burung-burung siluman tersebut.


"Kanda Pangeran Gunawijaya, biarkan kami saja melawan burung-burung ini", kata Pangeran Jatiwijaya.


"Ya Pangeran, bagi kami adalah hal yang mudah untuk melawan mereka semua", Jatmiko yang sangat antusias melawan burung-burung siluman tersebut.


Dengan hebatnya para pengawal Pangeran Gunawijaya berhasil mengalahkan semua burung-burung siluman itu menggunakan senjata masing-masing. Meski burung-burung tersebut telah tewas ditangan kedua belas pengawal Pangeran Gunawijaya, tapi sebagian yang lainnya masih hidup sedang memberi kabar kepada Raja iblis Kalazar tentang dimana keberadaan Pangeran Gunawijaya berada.


Setelah merasa aman, Pangeran Gunawijaya beserta para pengawalnya melanjutkan istirahat untuk melepas lelah, sebab keesokan harinya mereka akan menghadap kepada Prabu Jayawaskita penguasa kerajaan banyuasri.


Lalu Prabu Jayawaskita bertanya pada Pangeran Gunawijaya tentang bagaimana misinya mempersatukan para pendekar aliran putih selama ini, banyak kendala ataukah tidak. Lantas Pangeran Gunawijaya menjawab bahwa banyak sekali kendala dalam misinya tersebut, tapi ia tidak akan pernah putus asa dalam mengemban tugas atau misi tersebut. Dan Pangeran Gunawijaya juga menceritakan tentang siapa sesosok misterius yang sebenarnya dan ia juga menceritakan siapa sebenarnya dalang dibalik perkara ini sBeliau.


Setelah Prabu Jayawaskita tahu akan cerita itu semua, Beliau memberi dukungan penuh pada perjuangan Pangeran Gunawijaya, dan kapanpun Pangeran Gunawijaya membutuhkan kekuatan dirinya, Beliau Prabu Jayawaskita akan segera membantunya.

__ADS_1


Saat Prabu Jayawaskita sedang asyik ngobrol dengan Pangeran Gunawijaya, tiba-tiba datanglah salah satu prajuritnya dengan membawa pesan bahwa dia telah menemukan mayat binatang yang aneh didalam hutan banyuasri saat para prajurit kerajaan sedang melakukan patroli perbatasan wilayah banyuasri. Kemudian prajurit tersebut menunjukkan temannya itu pada Prabu Jayawaskita, ternyata apa yang dia temukan adalah mayat dari salah satu burung siluman yang sedang mengintai dan menyerang Pangeran Gunawijaya.


Lalu Pangeran Gunawijaya yang mengetahui temuan tersebut segera menjelaskan semua hal yang ia alami saat ini, dan malah dengan adanya bukti temuan itu, Prabu Jayawaskita memberikan perintah pada semua prajuritnya untuk melindungi Pangeran Gunawijaya dari segala ancaman yang akan menghampiri nya.


Pangeran Gunawijaya merasa sangat tidak enak melihat kebaikan Prabu Jayawaskita padanya, maka dari itu ia mengucapkan banyak terimakasih pada Beliau, dan Pangeran Gunawijaya segera berpamitan akan meneruskan perjalanan nya tersebut, sebab Pangeran Gunawijaya tidak mau Prabu Jayawaskita terkena imbas dari masalahnya itu.


Tapi Prabu Jayawaskita mencegah Pangeran Gunawijaya agar tidak pergi dari kerajaan banyuasri, karena Prabu Jayawaskita ingin mengetahui siapakah sebenarnya yang akan mengancam keselamatan putra mahkota suryaloka yaitu Pangeran Gunawijaya. Jika samapai ancaman tersebut datang ke banyuasri, Prabu Jayawaskita bersumpah akan menghancurkan nya dengan tangannya sendiri demi keselamatan Pangeran Gunawijaya.


Hari semakin sore senja diufuk barat sudah terlihat sangat indah. Pangeran Gunawijaya tidak bisa menolak permintaan dari Prabu Jayawaskita agar ia tidak pergi dari banyuasri, sebab Prabu Jayawaskita sebenarnya sangat khawatir akan keselamatan Pangeran Gunawijaya, karena yang Beliau tahu sekarang bahwa Pangeran Gunawijaya telah kehilangan pedang mustika birunya. Maka dari itu Beliau akan melindunginya dari ancaman tersebut selama Pangeran Gunawijaya berada di banyuasri.


Beberapa waktu kemudian Raja iblis Kalazar sudah mengetahui dimana Pangeran Gunawijaya berada, dia telah mendapatkan kabar dari sebagian burung-burung siluman yang telah dia utus. Lalu berangkatlah Raja iblis Kalazar menuju ke banyuasri beserta para pasukannya. Kebetulan jarak kerajaan banyuasri dengan dimana Kalazar berada lumayan jauh, biasanya sekitar tiga hari jika ditempuh dengan perjalanan darat. Tiba-tiba Raja iblis Kalazar berubah wujud menjadi raksasa berkepala dua, badannya yang sangat besar bisa membawa semua pasukannya untuk terbang menuju banyuasri dengan sangat cepat.


Lalu Kedasih yang berada di kerajaan banyuasri seketika itu merasakan hawa jahat yang sangat besar sedang menuju ke kerajaan banyuasri dengan cepat. Hal itu kemudian disampaikan pada Pangeran Gunawijaya beserta Prabu Jayawaskita.

__ADS_1


Kemudian Prabu Jayawaskita memerintahkan semua prajuritnya untuk segera bersiaga menunggu kedatangan para musuh yang akan memburu Pangeran Gunawijaya. Sedangkan Pangeran Gunawijaya beserta kedua belas pengawalnya sudah bersiap untuk menghadapi masalah yang akan terjadi dengan gagah berani.


__ADS_2