PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
64. Pesan dari Pangeran Jatiwijaya


__ADS_3

Pak Ujang banyak terkena pukulan jarak jauh oleh kesatria tersebut yang menggunakan jurus tapak macan nya, tapi pak Ujang masih bisa bertahan dalam setiap serangan tersebut.


Akhirnya pak Ujang akan menggunakan ajian kolo bendu nya untuk bisa bertukar tubuh pada kesatria itu, karena pak Ujang merasa kekuatan tapak macan kesatria tersebut lebih efektif untuk bertarung secara jarak jauh, karena akan membuat lawannya tak berkutik sama sekali.


Tapi kesatria itu sudah menyadari bahwa untuk melawan pengguna aji kolo bendu, ia tak akan menatap mata sang pemiliknya, karena sebenarnya ia sendiri juga memiliki ajian tersebut yaitu aji kolo bendu.


Maka dari itu kesatria tersebut tahu banyak tentang aji kolo bendu dan juga tahu akan kelemahannya yaitu jika sang pemilik sudah menggunakan ajian tersebut, maka dari itu harus ada yang bisa menyerangnya terus menerus agar ajian itu bisa cepat pudar karena kehabisan cakra, sebab sebenarnya ajian itu sangat bergantung pada cakra sang pemilik, jika sang pemilik ajian tersebut kelelahan karena kehabisan cakra, maka pudarlah ajian itu dan sang pemiliknya akan kembali kedalam tubuh aslinya.


Saat ini memang pak Ujang sudah tak bisa berbuat apa-apa untuk bisa melawan kesatria itu, karena kesatria itu selalu menyerangnya dari jarak jauh menggunakan pukulan energi dari jurus tapak macan nya. Pak Ujang sudah nampak kelelahan karena terus menerus menghindar dan selalu terkena pukulan tapak macan dari kesatria tersebut.


"Hebat sekali kesatria itu, siapa dia sebenarnya, dari tadi dia bertarung tanpa menatap mata lawannya", ki Maung yang penasaran dengan kesatria tersebut dan dia berkata dalam hatinya.


Harun dan Untung juga sangat penasaran dengan kesatria itu, mereka berdua merasa bahwa kehebatan kesatria tersebut melebihi kehebatan mereka berdua.


Akhirnya disaat pak Ujang sudah sangat kelelahan, tiba-tiba pandangan pak Ujang dan ki Maung mendadak menjadi gelap, dan saat pandangan mereka berdua kembali lagi terang, mereka masing-masing yaitu pak Ujang dan ki Maung tiba-tiba sudah kembali kedalam tubuh masing-masing yaitu tubuh mereka yang asli.


Ki Maung yang telah kembali kedalam tubuh aslinya, dia mengalami cidera yang lumayan karena sewaktu tubuhnya diambil alih oleh pak Ujang, tubuh ki Maung menjadi sasaran serangan kesatria hebat tersebut.


Sedangkan pak Ujang yang kembali kedalam tubuhnya yang asli, dia masih bisa berdiri, karena tubuh pak Ujang tersebut sedikit masih kuat.


Melihat situasi yang tidak memungkinkan, pak Ujang pun akhirnya melarikan diri beserta para anak buahnya.


Kemudian ki Maung berterimakasih pada kesatria itu karena sudah menolongnya, dan ki Maung bertanya kenapa kesatria tersebut tiba-tiba menolongnya, apakah sebenarnya dia sudah tahu tentang cerita pak Ujang.

__ADS_1


Laku kesatria tersebut menjawab bahwa sebenarnya dia memang sudah mengetahui cerita tentang pak Ujang, maka dari itu dia segera menolong ki Maung dari serangan pak Ujang dan para anak buahnya.


Kesatria itu sebenarnya sudah tiga hari berada didesa sentong, dia didesa tersebut bersama para kawan-kawan nya yang sekarang masih berada di penginapan.


Kebetulan tadi kesatria itu bangun pagi dan keluar jalan jalan didesa tersebut untuk menikmati udara pagi yang sejuk. Ternyata dia dari kejauhan melihat ada keributan, lalu dia segera melihat dan memastikan ada keributan apa sebenarnya yang telah terjadi.


Ternyata keributan itu adalah pertarungan ki Maung melawan pak Ujang, dan dia melihat ki Maung sangat terdesak karena terkena aji kolo bendu dari pak Ujang.


Dan kesatria itu segera menolong ki Maung karena melihat kedua murid ki Maung tidak melakukan perlawanan yang serius saat melawan pak Ujang yang telah berpindah ketubuh ki Maung, padahal aji kolo bendu pengaruhnya bisa dipatahkan hanya dengan cara membuat sang pemiliknya kehabisan cakra, maka dari itu jalan satu-satunya sang pemilik ajian tersebut harus diserang habis-habisan untuk memudarkan efek pengaruh dari ajian tersebut yaitu aji kolo bendu.


Kemudian setelah ki Maung mengetahui semua jawaban dari kesatria itu, dia merasa lega karena didesa ini selain dia ternyata masih ada seseorang yang berani melawan kejahatan pak Ujang.


Maka dari itu ki Maung mengajak kesatria itu untuk bersama sama menghancurkan pak Ujang, supaya warga desa sentong biar terbebas dari belenggu kejahatannya terutama para gadis-gadis didesa tersebut.


"Lantas siapakah nama ki sanak sebenarnya dan dari mana berasal?", ki Maung bertanya pada kesatria itu.


"Saya Jatmiko, saya dari suryaloka", ternyata kesatria tersebut adalah pendekar sabit dari timur yaitu Jatmiko, salah satu pengawal Pangeran Gunawijaya.


Setelah ki Maung mengetahui identitas kesatria tersebut, maka bergabunglah mereka semua dalam tugas menghancurkan kejahatan pak Ujang didesa sentong.


Kemudian di penginapan didesa tersebut Kedasih yang dari tadi mencari Jatmiko tak kunjung ketemu.


Dan tiba-tiba Jamiko datang bersama ki Maung beserta kedua muridnya yaitu Harun dan juga Untung.

__ADS_1


Kedasih yang melihatnya bertanya dari mana kang Jatmiko dari tadi, lalu Jatmiko menjawab bahwa dia baru saja menolong warga desa yang akan dihabisi oleh pak Ujang si kepada desa biadab.


Yang dimaksud Jatmiko ialah menolong keluarga pak Subur yang tidak mau menyerahkan putrinya yang bernama Murni pada pak Ujang. Dan sekarang keluarga tersebut sudah aman dirumahnya, karena pak Ujang beserta para anak buahnya sudah melarikan diri akibat kalah bertarung melawan Jatmiko, ki Maung, Harun dan juga Untung.


Lalu hari itu ki Maung dan juga kedua muridnya dipertemukan dengan Pangeran Jatiwijaya, ketua sementara dari para kesatria kesatria hebat pengawal Pangeran Gunawijaya dalam misi menyatukan pendekar aliran putih, sebab saat ini Pangeran Gunawijaya sedang berada di kahyangan, ia sedang berlatih jurus kala pati pemberian Dewa Indra.


Kemudian ki Maung berbincang-bincang dengan Pangeran Jatiwijaya, mereka terlihat akrab dalam obrolan tersebut, dan ki Maung menceritakan tentang tujuan dia yang sebenarnya yaitu mencari kedua anaknya yang telah menghilang beberapa tahun yang lalu, dan ki Maung juga banyak menceritakan banyak hal tentang dirinya pada Pangeran Jatiwijaya.


Setelah Pangeran Jatiwijaya mengetahui akan tujuan ki Maung yang sebenarnya dan semua cerita tentang dirinya, ia teringat bahwa benar di suryaloka memang ada seseorang yang ia ketahui bisa merubah dirinya menjadi manusia harimau.


Orang tersebut tidak lain yaitu kedua senopati dari pasukan khusus prajaloka dan juga dari pasukan khusus garda sura, mereka berdua adalah senopati Sandiaga dan juga senopati Barda.


Alangkah bahagianya ki Maung mendengar jawaban dari Pangeran Jatiwijaya tentang kedua senopati tersebut.


Dan mungkin saja kedua senopati tersebut yaitu senopati Sandiaga dan senopati Barda adalah kedua anak ki Maung yang telah hilang beberapa tahun yang lalu.


Tapi sebelum ki Maung pergi menemui kedua senopati tersebut, dia masih ada tugas yang harus dia selesaikan dulu didesa sentong, yaitu tugas menghancurkan kebiadaban pak Ujang.


Pangeran Jatiwijaya sangat beruntung bisa bertemu ki Maung, karena tujuan mereka sama didesa sentong untuk menghancurkan kejahatan pak Ujang.


Kemudian Pangeran Jatiwijaya bercerita pada ki Maung bahwa selama tiga hari ini dia masih mencari bukti kejahatan pak Ujang. Dan beruntung sekali dengan adanya tragedi hari ini yang menimpa keluarga pak Subur, ini adalah bukti yang kuat untuk bisa menghancurkan kejahatan pak Ujang.


Tapi sebelum itu, Pangeran Jatiwijaya mengutus Sanjaya dan juga Mandala untuk mengirim pesan atas nama dirinya kepada Raja Dasabirawa penguasa kerajaan giriseta, pesan tersebut tentang semua hal kejahatan pak Ujang pada warga desa sentong.

__ADS_1


Sebab kejahatan pak Ujang sudah kelewat batas selama ini, maka dari itu penguasa giriseta yaitu Raja Dasabirawa harus mengetahuinya, karena desa sentong adalah salah satu wilayah kerajaan giriseta.


__ADS_2