
Disaat Kalazar hampir terhisap oleh lumpur tersebut, akhirnya dia mengeluarkan kemampuan khususnya yaitu sebuah kemampuan yang bisa merasuk kedalam tubuh siapapun yang dia sukai.
Tiba-tiba Kalazar yang sedang terdesak menjelma menjadi asap hitam yang tebal, dengan cepat asap itu mengarah pada Prabu Jayawaskita dan merasuk kedalam tubuhnya melalui kedua telinganya, lalu seketika itu Prabu Jayawaskita mengamuk tak terkendalikan.
Itulah kemampuan khusus Raja iblis Kalazar yang bisa mengendalikan seseorang dengan cara merasukinya, tapi kemampuan tersebut hanya bisa digunakan saat Kalazar berada pada wujud manusianya.
Ketiga kesatria hebat tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya, senopati Balawarman dan juga senopati Balamarwan, mereka bertiga sangat kebingungan saat melihat Kalazar berubah menjadi asap hitam dan merasuk kedalam tubuh Prabu Jayawaskita.
Dengan keadaan yang tak sadarkan diri, Prabu Jayawaskita berbalik arah dan akan menyerang Pangeran Gunawijaya.
Senopati Balawarman yang menyadari akan hal itu, dia mencoba menghalangi Prabu Jayawaskita dengan cara bertarung melawannya. Sebab itu semua semata-mata untuk melindungi Pangeran Gunawijaya, karena keselamatan Pangeran Gunawijaya adalah tanggung jawabnya sebagai pengawalnya.
Terjadilah pertarungan antara Prabu Jayawaskita yang tak sadarkan diri melawan senopati Balawarman. Pertarungan tersebut sangat hebatnya, senopati Balawarman mengeluarkan senjata kapak penghancurnya untuk menandingi gada soka senjata penghancur milik Prabu Jayawaskita.
Kemudian kedua senjata penghancur tersebut saling adu kekuatan, saat kedua senjata itu saling berbenturan, medan perangpun bergetar dibuatnya.
Semua orang dimedan perang sangat terpukau melihat kedahsyatan kedua senjata penghancur tersebut saling beradu kekuatan.
Ternyata kekuatan gada soka milik Prabu Jayawaskita lebih unggul dari kapak penghancur milik senopati Balawarman, sehingga membuat senopati Balawarman tak kuasa melawan kehebatan Prabu Jayawaskita.
Kini setelah mengalahkan senopati Balawarman, Prabu Jayawaskita yang tak sadarkan diri sedang mengincar Pangeran Gunawijaya.
__ADS_1
Lalu senopati Balamarwan yang menyadari akan hal itu, dia mencoba maju untuk menghadapi Prabu Jayawaskita, itu semua juga demi melindungi keselamatan Pangeran Gunawijaya.
Tapi apa daya ternyata Pangeran Gunawijaya mencegahnya, ia akan mencoba melawan Prabu Jayawaskita yang tak sadarkan diri, tapi tujuan Pangeran Gunawijaya sebenarnya adalah untuk menyadarkannya dari pengaruh Raja iblis Kalazar yang telah merasukinya.
Seketika itu Pangeran Gunawijaya langsung mengeluarkan tombak pasopati yang telah menyatu dalam dirinya.
Bertarunglah kedua kesatria tangguh yaitu Pangeran Gunawijaya melawan Prabu Jayawaskita yang sedang dalam pengaruh Kalazar. Kedua kesatria itu saling beradu senjata masing-masing, tombak pasopati milik Pangeran Gunawijaya ternyata bisa mengimbangi gada soka milik Prabu Jayawaskita.
Meski gada soka adalah senjata penghancur maha dahsyat, tapi tombak pasopati bisa menahan dampak dari kekuatannya itu.
"Aku harus mencari cara untuk bisa melumpuhkan Prabu Jayawaskita, dan menyadarkannya dari pengaruh Kalazar", Pangeran Gunawijaya berkata dalam hatinya.
Pertarungan Pangeran Gunawijaya semakin sengit melawan Prabu Jayawaskita, akhirnya Pangeran Gunawijaya menggunakan jurus gerak kilatnya untuk bisa membuat Prabu Jayawaskita kebingungan.
Awalnya Prabu Jayawaskita sudah keteteran atau kuwalahan menghadapi Pangeran Gunawijaya yang telah menggunakan jurus gerak kilatnya, tapi apa daya ternyata Kalazar tidak hanya merasuki Prabu Jayawaskita saja, tapi dia juga bisa menyatukan kekuatannya pada diri Prabu Jayawaskita yang telah dia rasuki.
Tiba-tiba Prabu Jayawaskita yang terasuki Kalazar bisa menepis semua serangan demi serangan gerak kilat yang di lakukan oleh Pangeran Gunawijaya padanya, karena kekuatan Kalazar yang berada pada diri Prabu Jayawaskita bisa merasakan detak jantung lawannya meski lawannya tersebut bergerak dengan secepat mungkin.
Akhirnya jurus gerak kilat Pangeran Gunawijaya dengan mudahnya dapat dipatahkan oleh Prabu Jayawaskita yang masih terpengaruh Raja iblis Kalazar.
Pangeran Gunawijaya sangat terkejut melihat serangan jurus gerak kilatnya dapat dipatahkan oleh Prabu Jayawaskita. Lalu ia teringat saat dulu ia melawan Kalazar saat perang suryaloka, Kalazar punya kemampuan yang dapat merasakan detak jantung lawannya, maka dari itu Pangeran Gunawijaya menghentikan serangannya tersebut, sebab jika diteruskan akan percuma.
__ADS_1
Jalan satu-satunya untuk melawannya harus menggunakan jurus jurus bela diri saja, lalu bertarunglah mereka berdua yaitu Pangeran Gunawijaya melawan Prabu Jayawaskita menggunakan keahlian bela dirinya masing-masing.
Dengan membawa senjata masing-masing, Prabu Jayawaskita begitu beringas menyerang Pangeran Gunawijaya, sedang Pangeran Gunawijaya tak sepenuhnya melawannya karena Pangeran Gunawijaya menyadari bahwa Prabu Jayawaskita tak sadarkan diri alias kerasukan Kalazar.
Dan posisi saat ini sangat beda dengan waktu dulu saat perang suryaloka, dulu Pangeran Gunawijaya hanya melawan Kalazar saja tanpa dia merasuk kedalam tubuh siapapun, tapi sekarang berbeda, Kalazar telah merasuki tubuh kesatria tangguh yaitu Prabu Jayawaskita dan Kalazar bisa dengan leluasa mengombinasikan kemampuan keduanya yaitu kemampuan Prabu Jayawaskita dengan kemampuan dirinya, otomatis kekuatannya bertambah berlipat-lipat ganda.
Sedangkan Pangeran Gunawijaya kini ia tidak lagi memiliki pedang mustika biru, pedang sakti yang bisa memberikan kekuatan maha dahsyat yaitu gelombang buwana sakti. Dan ia pun sekarang tidak bisa melawan Kalazar dengan kekuatan penuhnya yang ada sekarang ini, sebab sejatinya yang ia lawan adalah Prabu Jayawaskita yang telah terasuki oleh Raja iblis Kalazar.
Akhirnya dalam pertarungan itu Pangeran Gunawijaya hanya bisa bertahan dan mencari jalan bagaimana supaya Kalazar bisa keluar dari dalam tubuh Prabu Jayawaskita.
Disaat Pangeran Gunawijaya terlalu sibuk memikirkan cara bagaimana Kalazar bisa keluar dari tubuh Prabu Jayawaskita, tiba-tiba ia terkena banyak serangan dari lawannya yaitu Prabu Jayawaskita, sebab Pangeran Gunawijaya sempat kehilangan konsentrasi saat bertarung melawannya.
Lalu Pangeran Jatiwijaya yang melihat keadaan saudaranya yaitu Pangeran Gunawijaya yang terdesak didalam pertarungannya, ia berusaha membantunya dengan mengeluarkan cumeti banas patinya yang menjelma menjadi seekor ular besar untuk membatu Pangeran Gunawijaya.
Dengan cepat ular tersebut melilit tubuh Prabu Jayawaskita sehingga dia tidak bisa bergerak lagi karena lilitan ular besar itu sangat kuat.
Mengetahui situasi seperti itu, Pangeran Gunawijaya langsung memanfaatkan nya untuk menyadarkan Prabu Jayawaskita dari pengaruh Raja iblis Kalazar.
Pangeran Gunawijaya berkonsentrasi memusatkan pikirannya untuk bisa menembus alam bawah sadar Prabu Jayawaskita yang terpengaruh Kalazar.
Ternyata sangat sulit Pangeran Gunawijaya untuk bisa masuk kedalam alam bawah sadar Prabu Jayawaskita, karena Kalazar telah membentenginya dengan hawa jahat yang laur biasa, tapi Pangeran Gunawijaya tidak menyerah dengan begitu saja, ia tetap berusaha untuk bisa menerobos masuk kedalam alam bawah sadarnya dengan cara apapun.
__ADS_1