PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
172. Hancurnya Maharaja Sabda Wijaya


__ADS_3

Kemudian saat Pangeran Guntur Wijaya telah mendapatkan, pinjaman ajian Pamungkas dari para Ksatria tersebut, kini kekuatan Pangeran Guntur Wijaya meledak-ledak.


Pangeran Guntur Wijaya selama hidupnya, tak pernah merasakan kekuatan yang sedahsyat ini dalam dirinya.


Lalu Pangeran Guntur Wijaya berkata, dengan kekuatan yang seperti itu, siapapun musuhnya akan dia hancurkan.


Tak menunggu waktu yang lama, Pangeran Guntur Wijaya akan segera menghancurkan Maharaja Sabda Wijaya, menggunakan Kekuatan tersebut.


Wuuusss... duubb!!


Pangeran Guntur Wijaya dengan sekejap mata, berhasil memukul Maharaja Sabda Wijaya hingga terpental.


Dengan kekuatan super Dahsyat itu, Pangeran Guntur Wijaya bisa menjatuhkan Maharaja Sabda Wijaya, yang mempunyai kekuatan yang luar biasa.


Bagian tubuh Maharaja Sabda Wijaya, yang terkena pukulan dari pangeran Guntur Wijaya, kini mengalami keretakan.


Padahal sekujur tubuh Maharaja Sabda Wijaya, telah terlapisi oleh elemen pasir emas, sebagai tameng maupun kekuatannya.


Tapi saat terkena serangan atau pukulan dari pangeran Guntur Wijaya, yang telah mempunyai kekuatan super Dahsyat tersebut, akhirnya perisai dari lapisan elemen pasir emas itu mengalami keretakan.


Tapi keretakan itu tidak separah yang kita kira, karena Pangeran Guntur Wijaya masih belum sepenuhnya menggunakan kekuatan super dahsyatnya tersebut.


Pangeran Guntur Wijaya waktu itu masih pemanasan saja.


"ingat keponakanku, Pangeran Guntur Wijaya, Kau hanya butuh memisahkan kepala Maharaja Sabda Wijaya dari badannya saja", Mahapatih Damar Wijaya mencoba memperingatkan keponakannya tersebut.


"Ya, tenanglah Paman Mahapatih, dengan kekuatanku yang sekarang ini, aku secepatnya akan menyelesaikan tugas ini", jawab Pangeran Guntur Wijaya dengan penuh semangat.


Kemudian Maharaja Sabda Wijaya, beliau lebih memperkuat dirinya lagi, dengan menambah kekuatan lapisan dari elemen pasir emas, yang telah melapisi sekujur tubuhnya tersebut sebelumnya.


Singkat cerita terjadilah pertarungan yang sangat luar biasa, antara Pangeran Guntur Wijaya melawan kakeknya yaitu Maharaja Sabda Wijaya, yang telah menjadi mayat hidup.


Tapi dalam pertarungan tersebut terjadi keanehan, waktu pertarungan itu berjalan dengan sangat sengit, Pangeran Guntur Wijaya masih terlihat biasa-biasa saja.


Dia tak nampak kelelahan sama sekali, padahal lawannya tersebut memiliki kemampuan yang dapat menyerap Cakra, jika ada seseorang yang menyentuh bagian tubuhnya saja, maka cakranya akan terserap.


Tapi anehnya selama ini dalam pertarungan itu, Cakra Pangeran Guntur Wijaya tidak terserap oleh kemampuan lawannya tersebut.


Ternyata itu dikarenakan, pangeran Guntur Wijaya kekuatannya telah melebihi batas kemanusiaan, dengan menyatunya keempat ajian Pamungkas Dari keempat Ksatria tersebut, ke dalam dirinya.


Maka muncullah kekuatan super Dahsyat di dalam diri Pangeran Guntur Wijaya, sehingga ajian jala Sewu milik Maharaja Sabda Wijaya atau lawannya tersebut, tak mampu menyerap kekuatan atau Cakra super dahsyat dari sang pangeran Guntur Wijaya.

__ADS_1


Kini Pangeran Guntur Wijaya bebas bertarung melawan dirinya atau lawannya tersebut, tanpa khawatir cakranya akan terserap oleh lawannya itu.


Pertarungan tersebut saling jual beli serangan.


Saling hantam, saling hajar, saling sikat, saling tendang.


Tapi meskipun begitu Pangeran Guntur Wijaya nampak baik-baik saja.


Justru lawannya yaitu Maharaja Sabda Wijaya, dikit demi sedikit, elemen pasir emas yang melapisi sekujur tubuhnya, mulai rontok.


Itu berarti menandakan bahwa, serangan Pangeran Guntur Wijaya berhasil membuat lawannya kewalahan, dan terdesak.


"Aku harus bisa memanfaatkan peluang ini secepatnya, sebab durasi waktu kekuatan yang aku miliki tidak lama", Pangeran Guntur Wijaya berkata.


Ternyata di dalam kekuatan super Dahsyat tersebut, yang dimiliki oleh pangeran Guntur Wijaya, memiliki durasi atau interval waktu yang tidak lama.


Maka dari itu sang pangeran Guntur Wijaya, harus bisa memanfaatkan waktu yang ada tersebut.


Jika dia tidak bisa memanfaatkan waktu itu, otomatis kekuatan super Dahsyat tersebut akan menurun, karena kekuatan itu membutuhkan Cakra yang luar biasa besar untuk bisa digunakan.


Jadi Pangeran Guntur Wijaya harus bisa mengendalikan cakranya, agar kekuatan super dahsyatnya tidak segera menurun.


Tapi untuk menahan cakranya tersebut hal itu juga tidak mungkin, karena dalam pertarungan tersebut Pangeran Guntur Wijaya, mau tidak mau harus menggunakan cakranya yang luar biasa itu.


"Tidak Begawan winara, justru Pangeran Guntur Wijaya sedang memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, dan akan mengakhiri pertarungan tersebut secepatnya", ujar Mahapatih Damar Wijaya.


Ternyata apa yang dikatakan oleh Mahapatih Damar Wijaya, itu benar.


Saat ini Pangeran Guntur Wijaya sedang Mencari peluang yang tepat, agar bisa memberi serangan mematikan kepada lawannya tersebut.


Pangeran Guntur Wijaya tidak ingin banyak menyerang lawannya, karena itu percuma, sebab akan banyak menguras Cakra yang sia-sia.


Karena yang diharapkan oleh Pangeran Guntur Wijaya adalah, di dalam setiap serangannya, harus menjadi serangan mematikan untuk lawannya tersebut.


Dan singkat cerita ternyata benar, Pangeran Guntur Wijaya tiba-tiba menyerang lawannya itu, sehingga membuat lawannya tersebut kewalahan.


Sehingga membuat elemen pasir emas yang melapisi, setengah tubuh dari lawannya tersebut hancur berantakan, dan tak bisa dipulihkan kembali oleh lawannya tersebut yaitu Maharaja Sabda Wijaya.


Ternyata sebenarnya kekuatan Pangeran Guntur Wijaya, jauh melebihi kekuatan daripada lawannya tersebut.


Tapi sayang seribu sayang, Pangeran Guntur Wijaya hanya punya waktu sebentar, untuk bisa menggunakan kekuatan super dahsyatnya itu.

__ADS_1


Lalu untuk bisa memisahkan atau memenggal kepala dari lawannya tersebut, Pangeran Guntur Wijaya harus bisa menghancurkan seluruh elemen pasir emas yang melapisi tubuh dari lawannya tersebut.


Akhirnya Pangeran Guntur Wijaya menyerang lawannya tersebut tanpa berpikir panjang, karena dia meyakini bahwa kekuatannya melebihi kekuatan lawannya itu.


Kemudian satu dua sampai tiga Kali Pangeran Guntur Wijaya menyerangnya, akhirnya elemen pasir emas yang melapisi tubuh dari lawannya tersebut, sekarang benar-benar hancur semua, dan tak bisa pulihkan kembali menjadi pelindung dan kekuatan bagi lawannya tersebut.


Melihat dirinya sudah tidak terlapisi oleh elemen pasir emasnya, akhirnya Maharaja Sabda Wijaya menyerang lawannya tersebut, yaitu Pangeran Guntur Wijaya menggunakan serangan jarak jauh.


Maharaja Sabda Wijaya tetap mengandalkan kemampuannya untuk menyerang Pangeran Guntur Wijaya.


Kemampuannya tersebut ialah mengendalikan elemen logam.


Saat itu Maharaja Sabda Wijaya akan menggunakan elemen pasir emas untuk menyerang Pangeran Guntur Wijaya.


Memang elemen pasir emas sudah tidak melapisi sekujur tubuh dari Maharaja Sabda Wijaya, Tapi beliau sebagai pengendali elemen logam masih bisa mengendalikan elemen pasir tersebut, meski elemen itu sudah tidak bisa digunakan untuk melapisi sekujur tubuhnya.


Tapi meskipun Maharaja Sabda Wijaya menyerang habis-habisan menggunakan kekuatan elemen pasir emasnya, Pangeran Guntur Wijaya yang diserangnya tidak bergeming sama sekali.


Karena kekuatan Pangeran Guntur Wijaya saat ini jauh di atasnya.


Kemudian dengan ketenangan yang luar biasa, Pangeran Guntur Wijaya pelan-pelan mendekati Maharaja Sabda Wijaya.


Melihat hal tersebut Maharaja Sabda Wijaya terus menyerangnya dengan secara brutal, menggunakan kekuatan elemen pasir emasnya.


Tapi meskipun berkali-kali diserang olehnya, Pangeran Guntur Wijaya tetap tak bergeming sama sekali.


Malahan Pangeran Guntur Wijaya semakin dekat kepada dirinya.


Singkat cerita saat Pangeran Guntur Wijaya sudah sampai di depan lawannya tersebut, dia tanpa berpikir panjang, langsung Segera mencengkram leher dari lawannya itu menggunakan satu tangan.


Dan lawannya tersebut tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa memegangi tangan dari pangeran Guntur Wijaya yang telah mencengkram lehernya.


Lalu Tak lama kemudian dengan mengeluarkan kekuatan super Dahsyat, Pangeran Guntur Wijaya berhasil mencabut dan memisahkan kepala lawannya tersebut dari badannya.


Sehingga membuat Pangeran Guntur Wijaya berhasil memenangkan pertarungan tersebut dengan cepat.


Saat kepala dari lawannya tersebut yaitu Maharaja Sabda Wijaya, telah terpisah dari badannya, akhirnya rambut dari Begawan Sakti Ludoyo, yang telah digunakan untuk membangkitkannya, kini tiba-tiba keluar dari dalam kepala tersebut.


Dengan begitu akhirnya Maharaja Sabda Wijaya telah dikalahkan oleh pangeran Guntur Wijaya.


Dan Maharaja Sabda Wijaya tak bisa bangkit kembali, karena kepalanya telah terpisah dari badannya, akhirnya membuat rambut dari Begawan Sakti Ludoyo keluar dari dalam kepalanya tersebut.

__ADS_1


Sehingga kemenangan dalam pertarungan itu benar-benar dimenangkan oleh pangeran Guntur Wijaya.


__ADS_2