PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
169. Tak semudah itu di kalahkan


__ADS_3

Ketiga ksatria tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya, Begawan winara dan Senopati bala Warman, saat ini mereka merasa bahwa mereka telah memenangkan pertarungan melawan Maharaja Sabda Wijaya.


Tapi sebenarnya hal itu masih jauh di luar dugaan mereka bertiga.


Ternyata Maharaja Sabda Wijaya masih belum terkalahkan.


Tiba-tiba saat ketiga ksatria tersebut, masih tersenyum lega atas kemenangan itu, Tanpa mereka sadari, ternyata Maharaja Sabda Wijaya bangkit kembali.


Waktu itu yang pertama melihat kebangkitan tersebut adalah Senopati bala Warman.


"Ada apa Senopati, kelihatannya Kau seperti orang ketakutan", Begawan winara bertanya dengan santainya.


Kemudian saat Begawan winara dan Mahapatih Damar Wijaya mengetahui, bahwa Maharaja Sabda Wijaya bangkit kembali, mereka berdua pun sangat tercengang melihatnya.


Waktu itu saat Maha Raja Sabda Wijaya, diserang habis-habisan oleh ketiga Ksatria tersebut, sampai badannya hancur berserakan.


Tapi ternyata kepala Maharaja Sabda Wijaya, masih menempel pada sebagian tubuhnya yang masih utuh, maka dari itu beliau bisa bangkit kembali.


Saat itu dengan kekuatan elemen pasir emas, Maharaja Sabda Wijaya berhasil menyerang Senopati bala Warman dengan sangat cepat, hingga tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.


Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan winara, merasa gemetar melihat kejadian tersebut.


Tapi kedua Ksatria itu, tidak menyerah begitu saja.


Kemudian kedua ksatria tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan winara, segera menyerang Maharaja Sabda Wijaya.


Sebab kedua ksatria tersebut merasa, bahwa Senopati bala warman telah gugur dengan serangan tersebut.


Maka dari itu kedua Ksatria tersebut, langsung Segera menyerang Maharaja Sabda Wijaya.


Tapi meski kedua Ksatria itu, menggunakan aji Gajah Mungkur tingkat ketujuh, tapi mereka berdua sangat kesulitan untuk bisa mendekati Maharaja Sabda Wijaya, yang telah mengeluarkan kekuatan elemen pasir emasnya.


"Sial...!! Kita sangat sulit sekali untuk bisa mendekatinya Begawan, Bagaimana kita bisa menyerangnya kalau situasinya seperti ini terus", Mahapatih Damar Wijaya berkata dengan kondisi kebingungan, dalam pertarungan tersebut.


"kalau begitu kita harus memikirkan cara Gusti Mahapatih, supaya kita bisa mendekatinya dan menyerangnya", jawab Begawan winara, dengan memberikan semangat kepada Mahapatih Damar Wijaya, akan pertarungan itu.


Tapi saat ini Cakra dari kedua ksatria tersebut, sudah banyak terkuras.


Otomatis meski mereka berdua menggunakan ajian gajah mungkurnya, yang jelas Mereka tak punya cukup Cakra, untuk bisa menyerang kembali dengan kekuatan yang sama, seperti waktu itu.


"cukup hentikan dulu Gusti Mahapatih dan Gusti Begawan, biar aku yang akan menghadapinya terlebih dulu, sedangkan kalian, persiapkan diri terlebih dulu, untuk memberikan serangan kejutan seperti tadi", Senopati bala Warman bangkit kembali, karena tidak ada senjata apapun yang bisa membunuhnya, kecuali kekuatan elemen api hitam seperti milik Maharaja Arya Wijaya.

__ADS_1


Melihat Senopati bala warman bangkit kembali, kedua ksatria tersebut yang melihatnya, sampai bertanya-tanya?


Ilmu apakah yang dimiliki Senopati tersebut, sampai dia bisa bangkit kembali, meski badannya telah terbelah menjadi dua bagian.


Kemudian Senopati bala Warman menjelaskan kembali, agar mereka berdua, yaitu Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan Winara, ingat bahwa, Senopati bala Warman sejatinya bukanlah bangsa manusia, melainkan dia adalah bangsa jin, tangan kanan dari Nyi Roro Kidul, penguasa Pantai Laut Selatan Tanah Jawa.


"apa kita sudah siap dengan rencana seperti awal tadi", tanya Senopati bala Warman.


Kemudian kedua Ksatria tersebut yaitu, Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan winara menganggukkan kepalanya, tanda mereka berdua sudah siap.


Saat itu Senopati bala Warman, segera mengeluarkan kekuatan penuh, untuk mengeluarkan kedua kekuatan elemennya, yaitu elemen petir dari ajian Amukti raksa, dan elemen angin dari ajian Bayu bajra.


Senopati bala Warman berhasil menyatukan kedua ajian tersebut, sehingga dirinya mudah untuk bisa mengendalikan kedua kekuatan yang ada dalam kedua ajian tersebut.


Maharaja Sabda Wijaya juga sudah bersiap, akan pertarungan tersebut, yang akan terjadi saat ini.


Semua para raja yang telah dibangkitkan oleh Begawan Sakti Ludoyo, tidak bisa berbicara dan tidak punya kesadaran, mereka mutlak dikuasai oleh Begawan Ludoyo.


Maka dari itu para Ksatria tidak ragu menyerang mereka habis-habisan.


Tapi mereka para raja-raja yang telah dibangkitkan tersebut, bukanlah musuh sembarangan, mereka juga tergolong sebagai ksatria tangguh nan hebat.


Lalu Maharaja Sabda Wijaya, dengan kekuatannya mengeluarkan besi besi tajam dari dasar tanah, Sebab Dia adalah pengendali logam.


Tapi Senopati bala Warman berhasil menghalaunya dengan kekuatan elemennya.


Melihat hal itu Maharaja Sabda Wijaya, semakin brutal menyerangnya menggunakan lebih banyak besi-besi tajam, yang dia keluarkan dari dalam tanah.


Tapi Senopati bala Warman, tidak menyerah begitu saja, dengan sekuat tenaga, dia mencoba menghalau terus serangan itu dari Maharaja Sabda Wijaya.


Dan demi keselamatan kedua Ksatria tersebut, ya itu Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan winara, Senopati bala warman melindungi mereka berdua, dengan kekuatan perisai Segoro Kidul.


Serangan brutal besi-besi tajam dari Maharaja Sabda Wijaya, satupun tak bisa menembus perisai Segoro Kidul.


Besi besi tajam itu terpental dan jatuh berserakan, di depan ketiga Ksatria tersebut.


Kemudian Maharaja Sabda Wijaya, mengeluarkan elemen pasir emas, yang dia bentuk menyerupai pasak-pasak yang tajam, untuk menyerang ketiga Ksatria itu.


Lalu Senopati bala warman, mencoba mempertebal perisai Segoro Kidul tersebut, sebab dia tahu bahwa, serangan Maharaja Sabda Wijaya yang saat ini, bukanlah serangan elemen pasir emas biasa.


"aku tidak bisa tinggal diam begitu saja, jika aku tidak turun tangan, bisa-bisa kita bertiga mati bersama", kata Mahapatih Damar Wijaya.

__ADS_1


Tiba-tiba dengan sangat cepat, serangan pasak-pasak emas itu menghujani ketiga ksatria tersebut.


Serangan pasak-pasak emas tersebut seperti tak bisa terbendung.


Senopati bala warman, yang mencoba menahan serangan itu, menggunakan kedua gabungan kekuatan elemennya, yaitu elemen petir dan angin, saat ini dia merasa tidak mampu untuk menahannya lagi.


Mahapatih Damar Wijaya yang mengetahui hal itu, segera menarik dan menyelamatkan Senopati bala Warman, menggunakan kekuatan elemen tanahnya.


Senopati bala warman, oleh Mahapatih Damar Wijaya, dibawa masuk ke dalam perisai cangkang kristalnya.


Perisai cangkang kristal adalah pertahanan terkuat milik Mahapatih Damar Wijaya.


Perisai kristal tersebut terbentuk dari gabungan tiga elemen sekaligus, yaitu elemen tanah air dan api.


"untuk sementara waktu kita semua aman di dalam sini, tapi aku tidak menjamin bahwa perisai cangkang kristal ini bakal kuat, jika terus-menerus diserang secara brutal, oleh Maharaja Sabda Wijaya menggunakan kekuatannya tersebut", Mahapatih Damar Wijaya berkata kepada, Begawan winara dan Senopati bala Warman.


"Gusti Mahapatih, hamba punya rencana untuk bisa menyerang balik Maharaja Sabda Wijaya", Begawan winara berkata.


Singkat cerita, Kemudian tanpa diduga, tiba-tiba Maharaja Sabda Wijaya terkena serangan mutlak, dari ketiga ksatria tersebut.


Dengan serangan itu Maharaja Sabda Wijaya terpental.


Senopati bala Warman, menyerang menggunakan kekuatan gabungan kedua elemennya tersebut.


Kemudian saat Maharaja Sabda Wijaya, kehilangan kendali atas serangan tersebut, tiba-tiba Mahapatih Damar Wijaya dan Begawan winara, menyerangnya menggunakan ajian Gajah Mungkur tingkat tujuh.


Dan ternyata ketiga ksatria tersebut, lewat bawah tanah untuk bisa menyerang Maharaja Sabda Wijaya.


Itulah rencana dari Begawan winara, yang kemudian Mahapatih Damar Wijaya, membuka jalan bawah tanah menggunakan kemampuan pengendali elemen tanah.


Tapi anehnya saat ini, Maharaja Sabda Wijaya tidak mengalami luka sedikitpun, oleh serangan kombinasi tersebut, dari ketiga Ksatria itu.


Maharaja Sabda Wijaya hanya terpental saja oleh serangan itu.


Lalu ketiga ksatria itu sangat terkejut dibuatnya.


Dan ternyata Maharaja Sabda Wijaya, telah membentengi dirinya dengan elemen pasir emas.


Elemen pasir emas itu masuk ke dalam setiap pori-pori Maharaja Sabda Wijaya, sehingga menjadi perisai yang sangat kuat baginya.


Sungguh ketiga Ksatria itu sangat kesulitan sekali melawan Maharaja Sabda Wijaya.

__ADS_1


Berbagai cara telah mereka lakukan, tapi Maharaja Sabda Wijaya tetap tidak bisa dihancurkan.


__ADS_2