
Maharaja Sabda Wijaya adalah ksatria yang sangat hebat, Buktinya dia sangat susah sekali untuk dikalahkan.
Padahal yang melawannya ada tiga Ksatria sekaligus, yaitu Mahapatih Damar Wijaya, Begawan winara dan Senopati bala Warman.
Ketiga ksatria tersebut sebenarnya bukanlah Ksatria sembarangan, tapi meskipun begitu, mereka bertiga sangat kesusahan untuk bisa mengalahkan Maharaja Sabda Wijaya.
Justru mereka bertiga, sangat keteteran saat melawan Maharaja Sabda Wijaya.
Sebab Maharaja Sabda wijaya adalah Ksatria pengendali elemen logam terkuat, yang pernah ada di tanah Jawa.
"rencana apa lagi yang harus aku lakukan, untuk bisa mengalahkannya", Mahapatih Damar Wijaya berkata.
"Kenapa sehebat Aji Gajah Mungkur tingkat ketujuh, kini tak mempan padanya", kata Begawan Winara.
Kemudian saat ini, Maharaja Sabda Wijaya, akan memberikan serangan balasan kepada ketiga Ksatria tersebut.
Elemen pasir emas sudah disiapkan oleh Maharaja Sabda Wijaya.
Elemen tersebut sudah mengumpulkan dan membentuk pasak-pasak tajam, yang siap untuk menyerang.
Mengetahui hal itu, ketiga ksatria tersebut nampak panik.
Lalu dengan sekejap, pasak-pasak tajam yang terbentuk dari elemen pasir emas, menghujani mereka bertiga.
Tapi Mahapatih Damar Wijaya, dengan cepat membentuk sebuah tembok tanah tebal nan kuat, di depan mereka bertiga untuk pertahanan.
Beliau Mahapatih Damar Wijaya, tak sempat untuk membuat benteng cangkang kristal.
Sebab untuk membuat benteng cangkang kristal membutuhkan banyak Cakra.
Maka dari itu Mahapatih Damar Wijaya hanya sempat membuat tembok tanah, menggunakan kekuatan elemen tanah yang ia miliki, untuk bertahan dari serangan tersebut.
Tapi tak cukup hanya itu saja, Senopati bala Warman melapisi tembok tersebut dengan kekuatan perisai Segoro Kidul.
Sebab jika hanya mengandalkan kekuatan dari tembok tersebut, tentu saja tak mungkin bisa menahan serangan dari pasak-pasak tajam, yang terbentuk dari elemen pasir emas.
Tapi Meskipun begitu, sebagian pasak-pasak tajam tersebut, masih bisa menembus tembok pertahanan Mahapatih Damar Wijaya.
Dengan tertembusnya tembok pertahanan itu, membuat ketiga Ksatria tersebut harus bisa menghindari serangan pasak-pasak tersebut, yang berhasil menembus tembok pertahanan.
Ternyata kekuatan tembok pertahanan yang telah dilapisi oleh kekuatan perisai Segoro Kidul, masih tak mampu membendung serangan pasak-pasak yang terbentuk dari elemen pasir emas.
Tapi untung saja dari serangan tersebut, ketiga Ksatria itu baik-baik saja, dan tak terluka sama sekali.
__ADS_1
Singkat cerita beberapa saat kemudian, saat Serangan pasak-pasak tersebut terhenti, tiba-tiba tembok pertahanan tersebut hancur luluh lantah.
Tak disangka, ternyata yang menghancurkan tembok tersebut adalah Maharaja Sabda Wijaya.
Beliau Maharaja Sabda Wijaya, menghancurkan tembok tersebut, dengan kekuatan pukulan dari kedua tangannya.
Para ketiga Ksatria tersebut yang melihatnya, Alangkah terkejutnya, dengan apa yang telah dilakukan oleh Maharaja Sabda Wijaya.
Padahal untuk menghancurkan tembok pertahanan itu, harus memiliki Cakra dan kekuatan yang sangat besar.
Tapi kenapa anehnya Maharaja Sabda Wijaya, mampu melakukannya, padahal beliau adalah tipe ksatria petarung jarak jauh, pengendali elemen logam.
"Apa inikah kekuatan Ayah yang sebenarnya", kata Mahapatih Damar Wijaya, yang kagum dan terkejut melihat kekuatan ayahnya yaitu Maharaja Sabda Wijaya.
"mengerikan sekali kekuatan Gusti Maharaja Sabda Wijaya", Begawan winara berkata.
Ternyata rahasia kekuatan besar yang telah didapat oleh Maharaja Sabda Wijaya, adalah dari elemen pasir emasnya.
Maharaja Sabda Wijaya sengaja melumuri seluruh anggota badannya dengan elemen pasir emas tersebut, hingga dirinya terlihat mengkilat bak emas berjalan.
Dan dengan hal itu, Maharaja Sabda Wijaya mendapatkan Cakra dan kekuatan yang luar biasa, akibat menyatunya elemen pasir emas kepada dirinya.
Singkat cerita ketiga ksatria tersebut, dihajar habis-habisan oleh Maharaja Sabda Wijaya.
Maharaja Sabda Wijaya bertarung dengan jarak dekat, melawan ketiga Ksatria itu.
"Tak kusangka ayah begitu kuat ternyata, dan dia juga bisa bertarung dengan jarak dekat", Mahapatih Damar Wijaya sangat terheran-heran dengan kemampuan ayahnya tersebut, ya itu Maharaja Sabda Wijaya.
"Gusti Mahapatih, ajian Gajah Mungkur kita tak berdaya di hadapan Maharaja Sabda Wijaya saat ini, Lantas apa yang harus kita lakukan", tanya Begawan winara kepada Mahapatih Damar Wijaya.
"tak ada pilihan lagi Selain Kita harus terus melawannya", jawab Mahapatih Damar Wijaya.
"tapi Gusti Mahapatih, kalau terus-menerus keadaannya seperti ini, bisa-bisa kita mati konyol, karena tak sanggup menandingi kekuatan Maharaja Sabda Wijaya", rasa panik yang dirasakan oleh Begawan winara.
Kemudian pertarungan pun terus berlanjut.
Maharaja Sabda Wijaya benar-benar menguasai keadaan pertarungan tersebut.
Ketiga Ksatria tersebut semakin tak berdaya di hadapannya.
Kemudian saat itu Begawan winara yang sangat terdesak sekali, oleh serangan bertubi-tubi dari Maharaja Sabda Wijaya.
Lalu dari serangan bertubi-tubi tersebut, membuat Begawan winara jatuh tersungkur.
__ADS_1
Kemudian dengan cepat Maharaja Sabda Wijaya, menciptakan bola raksasa yang terbentuk dari elemen logam besi, yang sangat padat dan keras.
Dan seketika itu bola raksasa tersebut, akan dibuat untuk menghantam Begawan winara sampai hancur.
Lalu Begawan winara yang sudah tak berdaya, dia seakan Pasrah akan nasibnya tersebut.
Kemudian bola besi raksasa itu Menghujam dan menghantam Begawan winara, dengan begitu kencangnya.
Lalu saat itu juga terjadi ledakan begitu besar di medan perang tersebut.
Ternyata yang meledak dan hancur berkeping-keping bukanlah Begawan winara, melainkan bola besi raksasa itu yang meledak dan hancur.
Padahal bola besi raksasa itu sangat kuat sekali, bola besi tersebut bisa hancur jika ada kekuatan yang sangat besar menghantamnya.
"Terima kasih pangeran, Jika kau tak datang untuk menyelamatkanku, mungkin diriku sudah hancur terhantam oleh bola besi itu", ucap Begawan winara kepada salah satu pangeran surya loka yang telah menolongnya, dari situasi yang sangat mengerikan tersebut.
Ternyata Pangeran Surya Loka yang menolong Begawan winara, adalah Pangeran Guntur Wijaya.
Saat itu Pangeran Guntur Wijaya menghancurkan bola besi raksasa tersebut, hanya dengan sekali pukulan.
Kekuatan besar yang dimiliki Pangeran Guntur Wijaya, sampai dia bisa menghancurkan bola besi raksasa itu hanya dengan sekali pukul, adalah dari Aji Guntur Saketi miliknya.
Kini dengan kehadiran Pangeran Guntur Wijaya, membuat ketiga ksatria tersebut kembali bersemangat.
"keponakanku Guntur Wijaya, Untung saja kau cepat datang, kami di sini saat ini sangat membutuhkan bantuanmu", kata Mahapatih Damar Wijaya.
"baik Paman Mahapatih, Mari secepatnya kita selesaikan pertarungan ini, Sudah saatnya kakek Maharaja Sabda Wijaya harus hancur di tangan kita", ucap Pangeran Guntur Wijaya dengan gagahnya.
Kemudian untuk menghadapi Maharaja Sabda Wijaya, kini empat Ksatria sekaligus yang akan melawannya.
Keempat ksatria tersebut adalah, Mahapatih Damar Wijaya, Pangeran Guntur Wijaya, Begawan winara dan Senopati bala Warman.
Lalu bertarunglah keempat ksatria tersebut melawan Maharaja Sabda Wijaya.
Dengan hadirnya Pangeran Guntur Wijaya, situasinya kini menjadi imbang.
Jual beli pukulan dan serangan terjadi dengan sangat sengit sekali, dalam pertarungan tersebut.
Di atas kertas sebenarnya Maharaja Sabda wijaya lebih kuat daripada keempat ksatria tersebut, jika bertarung satu lawan satu.
Tapi nyatanya Maharaja Sabda Wijaya, dikeroyok oleh ke 4 Ksatria tersebut sekaligus, maka dari itu situasinya jadi seimbang saat ini.
Untuk melawan Maharaja Sabda Wijaya saja, harus membutuhkan kekuatan dari 4 ksatria sekaligus.
__ADS_1
Benar saja, ternyata, generasi para Maharaja dari Surya Loka, ternyata sangat kuat kuat nan hebat.
Dan pantas saja Surya Loka menjelma menjadi kerajaan terbesar dan terkuat seantero Tanah Jawa.