
Kemudian Pertarungan para Ksatria Ksatria tersebut melawan raja iblis kalazar benar-benar sangat luar biasa.
Ki Maung saat ini benar-benar berada di atas angin, karena dia bisa mendesak kalazar dengan kemampuan dan kekuatannya.
Para Kesatria benar-benar kagum melihat Ki Maung menghajar kalazar habis-habisan.
Tapi salah satu Putra ki maung yaitu sinopati sandiaga, dia berteriak menyuruh ayahnya tersebut untuk menghentikan serangannya terhadap kalazar.
"Ayah hentikan seranganmu jangan kau teruskan lagi pertarungan tersebut, mundurlah Ayah, cepat!", Senopati sandiaga menyuruh ayahnya yaitu ki maung agar mundur dari pertarungan tersebut melawan raja iblis kalazar.
"Kanda sandiaga kenapa kau suruh Ayah kita untuk mundur melawan kalazar, padahal Ayah kita benar-benar menguasai pertarungan tersebut", kata Senopati Barda adik dari Senopati sandiaga.
"Dinda Barda, Ayah kita sedang menggunakan Ajian Macan trengginas saat ini, bukan tidak mungkin Ayah kita akan mengalami nasib yang sama seperti kalazar, sebab kalazar bisa meniru kemampuan lawan-lawannya, dan ayah kita mungkin saja dia tidak menyadari akan hal itu", Senopati sandiaga mencoba menjelaskan kepada adiknya tersebut.
Kemudian Senopati sandiaga juga Menjelaskan hal tersebut kepada para Ksatria Ksatria yang berada di sana, akan Ajian Macan trengginas yang telah dikeluarkan atau digunakan oleh ayahnya tersebut yaitu Ki maung.
Sekarang situasinya semakin buruk, karena raja iblis kalazar sudah menguasai Ajian Macan trengginas, lebih tepatnya sudah meniru kajian tersebut.
Lalu dengan kekuatan Aji Brata, Mahapatih Damar Wijaya mencoba menghentikan Ki maung yang sedang bertarung melawan kalazar.
Kehebatan Aji Brata Sanggup mengendalikan kelima elemen yang ada di alam ini, seperti angin air api tanah dan petir.
Kemudian setiap Ki Maung akan menyerang raja iblis kalazar, selalu ada tembok tebal yang menghalanginya.
Ternyata tembok tebal itu adalah upaya Mahapatih Damar Wijaya, yang mengendalikan elemen tanah untuk membuat tembok tersebut, agar selalu menghalangi pertarungan ki maung melawan kalazar.
Tujuan Mahapatih Damar Wijaya untuk menyelamatkan ki maung agar tidak kemakan ajiannya sendiri, yaitu Ajian Macan trengginas yang ditiru oleh kalazar.
Lalu Senopati bala Warman menggunakan telepatinya untuk berkomunikasi dengan Ki maung.
"Hentikan Ki Maung, jangan kau teruskan pertarunganmu melawan kalazar, harap kau ketahui, bahwa kalazar saat ini telah meniru ajianmu, macan trengginas, Jika kau terus menyerangnya, maka kau akan bernasib sama dengan dirinya", Senopati bala Warman memperingati Ki Maung melalui telepati atau kontak batin.
Sontak ki maung segera menghentikan pertarungannya tersebut melawan raja iblis kalazar, karena dia benar-benar lupa akan kekuatan kalazar yang bisa meniru setiap kemampuan lawannya.
Dan ternyata benar, Ki Maung saat ini merasakan sangat kelelahan sekali, Cakra atau tenaga dalamnya serasa terkuras habis.
Dia tidak menyangka bakal terjadi seperti ini, seharusnya dia tidak mengeluarkan Ajian Macan trengginas untuk melawan raja iblis kalazar.
Sekarang ini para Ksatria dibuat repot oleh ajian macan trengginas yang berhasil ditiru oleh kalazar.
Sebab jika para Ksatria itu nekat menyerang kalazar, nasibnya akan sama seperti Ki Maung yang telah kehilangan banyak Cakra atau tenaga dalamnya, akibat pengaruh dari ajian macan trengginas yang ditiru kalazar.
__ADS_1
Padahal saat ini kondisi kalazar juga dalam keadaan yang sama seperti ki Maung, tapi para kesatria-kesatria tersebut tidak berani menyerang kalazar.
Kemudian Ki maung berkata, bahwa kalazar hanya dapat diserang dengan kemampuan jarak jauh.
Maka dari itu Mahapatih Damar Wijaya tidak segan-segan menggunakan aji Brata untuk menyerang kalazar.
Sebab aji Brata bisa mengendalikan lima elemen alam sekaligus.
Dengan hebatnya Mahapatih Damar Wijaya mengendalikan api besar untuk membakar raja iblis kalazar.
Dan saat itu kalazar tidak bisa kemana-mana, dia hanya pasrah menunggu kematiannya.
Lalu api besar itu segera melahap kalazar hingga hangus terbakar.
Tapi para Ksatria tersebut tidak yakin bahwa kalazar begitu mudah untuk dikalahkan.
Mereka semua tetap waspada dengan keadaan tersebut.
Ternyata benar kalazar hidup kembali tapi dengan raga orang lain.
Kalazar melepas jiwanya dan mengambil raga salah satu prajurit di sekitarnya, agar dia bisa hidup kembali.
Dan seketika itu tubuh prajurit yang diambil alih oleh raja iblis kalazar, waktu itu benar-benar berubah total menjadi wujud kalazar.
"Bagaimanapun caranya kalian semua tidak akan sanggup untuk mengalahkanku", kata raja iblis kalazar yang telah bangkit kembali dari kematiannya.
Kemudian dengan sangat cepat, kalazar menyerang ki Maung yang sudah tidak berdaya karena kehabisan Cakra.
Kalazar menyerang Ki maung menggunakan aji Brata yang dia tiru dari Mahapatih Damar Wijaya.
Ki maung kini telah berubah menjadi manusia kembali karena dia kehabisan Cakra.
Dengan serangan sehebat dan secepat itu dari kalazar, Ki Maung langsung tepar tak berdaya.
Saat itu Kalazar membentuk panah api dengan Aji Brata yang dia tiru, kemudian panah tersebut melesat dan menancap tepat di dada ki Maung.
Kedua Putra Ki maung tak sempat menolong ayahnya tersebut, karena serangan kalazar sangat cepat sekali.
"ayaaaahhh", Senopati sandiaga berlari menghampiri ayahnya tersebut.
Kemudian disusul dengan Senopati Barda, yang ikut serta menghampiri Ki maung, yaitu ayahnya.
__ADS_1
Saat itu Mahapatih Damar Wijaya bertarung dengan Kalazar menggunakan aji Brata.
Mereka berdua sama-sama menggunakan aji Brata, yaitu Mahapatih Damar Wijaya dan juga raja iblis kalazar.
Adu kekuatan elemen alam pun tak terelakkan lagi.
Mahapatih Damar Wijaya dan juga raja iblis kalazar sama-sama hebat dalam mengendalikan elemen alam tersebut.
Kemudian Senopati bala Warman segera menolong adiknya yang roboh oleh serangan kalazar waktu itu.
Dengan memberikan air Sakti dari sebuah botol kecil yang dibawa, Senopati bala Warman berhasil memulihkan adiknya yaitu Senopati bala Marwan, yang waktu itu sedang terluka akibat serangan kalazar.
Dan Senopati balawarman juga memberikan air Sakti tersebut kepada Ki Maung yang sedang tepar atau sekarat.
Tapi air Sakti itu ternyata tidak bisa menyelamatkan Ki maung yang terluka akibat terkena serangan kekuatan dari Aji Brata.
Dan akhirnya Ki maung pun tewas.
Kedua putranya yaitu Senopati sandiaga dan Senopati Barda, sangat sedih sekali karena kehilangan ayahnya yaitu Ki maung.
"Maafkan aku Senopati sandiaga dan Senopati Barda, air saktiku ternyata tidak bisa menyelamatkan ayahmu, luka yang dialami oleh ayahmu sangat parah sekali, karena jantungnya sudah terbakar akibat serangan panah api tersebut", kata Senopati bala Warman.
"tidak apa-apa Senopati balawarman, ini semua sudah takdir, aku sebagai putranya sangat bangga terhadap ayah, Sebab Ayah gugur sebagai pahlawan kebenaran", jawab Senopati sandiaga.
"Kanda sandiaga, kita jangan sia-siakan pengorbanan ayah, kita harus bisa membunuh kalazar secepatnya dengan cara apapun", kata Senopati Barda adik dari Senopati sandiaga.
Lalu Senopati bala Warman menyuruh kedua Putra ki maung tersebut, untuk membawa jenazah ayahnya ke tempat yang aman, karena tempat tersebut adalah Medan peperangan, jadi untuk menghormati ki Maung yang sudah meninggal karena pengorbanannya, maka jenazahnya harus ditempatkan di tempat yang aman.
Kemudian Bergegaslah kedua Putra ki maung tersebut untuk membawa jenazah ayahnya ke tempat yang aman.
Setelah itu beberapa lama kemudian, Pangeran Guntur Wijaya beserta Begawan winara, sudah siap dengan kekuatan atau ajian yang mereka punya atau yang mereka keluarkan.
Pertarungan para Ksatria melawan raja iblis kalazar yang sebenarnya akan segera terjadi.
Kedua Kesatria hebat nan tangguh sudah siap dengan kekuatan yang mereka keluarkan.
Pangeran Guntur Wijaya mengeluarkan ajian Guntur Saketi, dan Begawan winara mengeluarkan ajian Jaya Rendra.
Ajian Guntur Saketi kekuatannya sepuluh kali lipat lebih kuat daripada jurus pukulan halilintar tingkat delapan.
Sedangkan ajian Jaya Rendra pemiliknya bisa berubah wujud seperti lawannya, dan juga memiliki kemampuan lawannya tersebut.
__ADS_1
Tapi jurus Jaya Rendra memiliki kelemahan yaitu pada cakranya yang cepat sekali melemah, maka dari itu Begawan winara harus menghabisi kalazar dalam waktu yang sangat cepat.