
Kemudian senopati Arga yang panik karena dia dikejar oleh kedua senopati hebat, yaitu senopati Kuncoro dan senopati Patmo, akhirnya dengan ilmu sihirnya, senopati Arga merubah dirinya menjadi sebuah patung agar dia sulit untuk diketemukan oleh kedua senopati tersebut.
Tapi senopati Kuncoro tidak sebodoh itu untuk mudah ditipu oleh senopati Arga.
Maka dari itu senopati Kuncoro telah memanggil ketiga anjing silumannya tersebut, untuk mencari senopati Arga yang sedang bersembunyi didalam istana giritunggal.
Lalu ketiga anjing itu menyebar untuk mempermudah pencariannya.
Tapi ketiga anjing itu masing-masing mendapat perlawanan dari para prajurit giritunggal yang menghadangnya.
Akan tetapi para prajurit tersebut sangat kesulitan untuk bisa menghabisi ketiga anjing itu, sebab ketiga anjing itu bukanlah anjing anjing biasa, melainkan para anjing siluman.
Para prajurit prajurit giritunggal menyerang ketiga anjing siluman itu dengan sangat brutal, tapi malah banyak jatuh korban di pihak para prajurit prajurit tersebut.
Sedangkan ketiga anjing anjing itu masing-masing berhasil lolos dari kepungan para prajurit prajurit itu.
Dan ketiga anjing tersebut segera meneruskan pencariannya, yaitu mencari senopati Arga.
Lalu beberapa saat kemudian, salah satu dari ketiga anjing siluman itu, dia merasakan bahwa ada hawa manusia didalam ruangan kosong tersebut, yang berada di istana giritunggal.
Anjing itu berjalan pelan pelan untuk memastikan tiap sudut dari ruangan kosong tersebut.
Mata dari anjing itu merah menyala, giginya yang sangat tajam, siap mencabik-cabik mangsanya yang sedang dia cari.
Kemudian kedua anjing yang lainnya, menghampiri salah satu anjing yang telah merasakan hawa manusia di ruangan kosong tersebut.
Tapi saat ketiga anjing siluman itu berkumpul dalam ruangan itu, ketiga anjing anjing itu masih kesulitan untuk menemukan targetnya.
Padahal ketiga anjing anjing itu sudah merasakan hawa targetnya yang mereka cari, tapi kenapa ketiga anjing anjing itu masih sulit untuk menemukannya.
Ternyata senopati Arga sungguh hebat sekali penyamarannya menjadi sebuah patung, dia benar-benar sempurna merubah dirinya menjadi sebuah patung, bahkan ketiga anjing siluman itu tidak bisa mengetahui dimana dirinya berada.
Ketiga anjing siluman itu hanya bisa merasakan hawanya saja, tapi tidak bisa menemukan sosoknya, yaitu sosok senopati Arga.
Padahal ketiga anjing anjing itu sliweran didekat patung senopati Arga, tapi anjing anjing itu tidak menyadari bahwa patung itu adalah target yang mereka cari.
"Tuanku, saya mohon datanglah kesini, kami sudah menemukan dimana tempat target itu berada, tapi kami dibuat bingung olehnya, sebab kami merasa dia ada tempat ini, tapi kami tidak bisa menemukannya", kata salah satu dari ketiga anjing siluman itu pada senopati Kuncoro, mereka berbicara melalui telepati.
__ADS_1
Lalu setelah senopati Kuncoro mendengar informasi itu, dia beserta senopati Patmo segera menuju ketempat tersebut.
Beberapa saat kemudian, saat kedua senopati itu tiba ditempat tersebut, mereka berdua juga tidak menemukan target yang mereka cari, yaitu senopati Arga.
"Apa kau yakin Kuba, ini adalah tempat dimana target itu berada", tanya senopati Kuncoro pada salah satu dari ketiga anjing siluman itu yang bernama Kuba.
"Ya tuanku, hamba yakin bahwa disinilah tempat target itu berada", jawab Kuba pada tuannya, yaitu senopati Kuncoro.
Lalu sedari tadi senopati Patmo memperhatikan sebuah patung yang berada dipojok ruangan itu.
Senopati Kuncoro heran, kenapa dari tadi senopati Patmo hanya memperhatikan sebuah patung, kenapa dia tidak ikut mencari target tersebut.
Kemudian senopati Patmo mengambil sebuah tombak yang berada diruangan itu.
"Untuk apa senopati, kau mengambil tombak itu", senopati Kuncoro bertanya pada senopati Patmo.
Kemudian tanpa menjawab pertanyaan dari senopati Kuncoro, senopati Patmo segera melemparkan tombak itu dengan sangat kencang kearah patung tersebut.
Lalu seketika itu, patung tersebut berubah menjadi senopati Arga, dan kemudian segera menghindari tombak yang dilemparkan pada dirinya.
Terjadilah pertarungan hebat saat itu.
Senopati Arga diserang oleh kedua senopati tersebut dengan bertubi-tubi, senopati Arga juga memberikan perlawanan yang terakhir pada mereka, sebab tenaga senopati Arga sudah melemah, karena senopati Arga telah banyak kehabisan cakra untuk menggunakan ilmu sihirnya.
Lalu bukan hanya kedua senopati tersebut yang menyerang senopati Arga, tapi ketiga anjing siluman itu juga ikut menyerangnya.
Akhirnya dalam pertarungan itu, senopati Arga terkena gigitan oleh salah satu dari ketiga anjing siluman itu, senopati Arga terkena gigitan pas di kaki kirinya, sampai dia terjatuh, karena gigitan dari anjing tersebut mengandung racun yang bisa melumpuhkan syaraf.
Kemudian dalam waktu singkat, senopati Arga mengalami kelumpuhan semua organ tubuhnya, dia tidak bisa bergerak apa lagi bicara, diapun tidak bisa.
Lalu mengetahui itu semua, senopati Kuncoro akan segera membunuhnya.
Tapi tiba-tiba hal itu dicegah oleh senopati Patmo, sebab Patih Waranggaseta sudah berjanji kepada ki Loso untuk tidak membunuh muridnya yaitu senopati Arga.
"Lalu apa yang harus kita perbuat untuk orang ini senopati", kata senopati Kuncoro pada senopati Patmo.
"Kita ikat saja dia, nanti setelah perang ini berakhir, baru kita urus dia", senopati Patmo berkata.
__ADS_1
Kemudian senopati Arga disembunyikan ditempat dimana tidak orang yang tahu, dan ketiga anjing siluman itu menjaganya sampai perang ini berakhir.
Lalu Pangeran Kasimwijaya bersama Patih Waranggaseta, mereka berdua banyak menghancurkan para prajurit giritunggal.
Akhirnya kubu giritunggal terdesak oleh kubu Patih Waranggaseta, sebab semakin lama kekuatan kubu giritunggal semakin melemah.
Dan akhirnya para kubu Patih Waranggaseta berhasil mengalahkan kubu giritunggal dan menguasai istana tersebut sepenuhnya.
Dengan begini, Patih Waranggaseta bersama Pangeran Kasimwijaya tinggal menangkap Raja Sutabirawa yang telah disembunyikan oleh para punggawa punggawanya.
"Prajurit, cepat geledah istana ini, dan segera temukan Raja Sutabirawa secepatnya", perintah dari Patih Waranggaseta.
Kemudian para pasukan atau prajurit Patih Waranggaseta segera bergegas mencari Raja Sutabirawa.
Mereka para prajurit prajurit itu menggeledah setiap ruangan yang berada di istana tersebut.
Ternyata tak butuh waktu lama, akhirnya Raja Sutabirawa sudah ditemukan didalam kamar ibunya yaitu ibu Ratu Setyawati.
Raja Sutabirawa dijaga ketat oleh punggawa punggawa pilihan.
Akhirnya Patih Waranggaseta, Pangeran Kasimwijaya, senopati Kuncoro dan senopati Patmo, mereka berempat menghadapi kesepuluh punggawa punggawa tersebut.
Jika hanya prajurit biasa, mereka tak akan sanggup untuk melawan kesepuluh punggawa itu.
Maka dari itu, keempat kesatria tersebut, turun tangan untuk melawannya.
Patih Waranggaseta dan Pangeran Kasimwijaya, mereka berdua masing-masing melawan tiga punggawa sekaligus.
Sedangkan senopati Kuncoro dan senopati Patmo, mereka berdua masing-masing melawan dua punggawa tersebut.
Pertarungan mereka semua sangat sengit, meskipun mereka bertarung didalam istana, tapi mereka semua bertarung dengan sangat lepas.
Patih Waranggaseta, meskipun beliau menghadapi tiga punggawa sekaligus, tapi ketiga punggawa itu dulunya adalah penggawanya juga, saat Patih Waranggaseta masih memiliki kedudukan sebagai patih di kerajaan giritunggal.
Jadi sedikit banyak, Patih Waranggaseta mengetahui gaya bertarung mereka semua.
Lalu, meskipun Patih Waranggaseta diserang oleh ketiga punggawa sekaligus, tapi Patih Waranggaseta dapat dengan mudah memberikan perlawanan pada mereka bertiga.
__ADS_1