
Ternyata Kedasih tak mau ikut dengan ketiga kesatria tersebut.
Kedasih ingin tinggal di alam siluman gandaruwa untuk selamanya.
Hal itu justru membuat rasa penasaran Pangeran Jatiwijaya beserta para kesatria yang lain.
Maka dari itu Pangeran Jatiwijaya meminta penjelasan pada Kedasih kenapa dia tidak mau dijemput dan malah ingin tinggal di alam tersebut selamanya.
Akhirnya junjungan gandaruwa menceritakan kenapa Kedasih tidak ingin dijemput oleh mereka.
Dulu ada dua orang suami istri pergi kehutan larangan tersebut, mereka berdua sudah tidak punya cara lain selain meminta bantuan pada junjungan gandaruwa yang ada di hutan larangan.
Kedua orang suami istri tersebut meminta bantuan agar mereka bisa mempunyai keturunan atau anak, karena selama sepuluh tahun mereka menikah, mereka tak kunjung punya momongan atau anak.
Maka dari itu mendengar dari kabar para warga kalau di hutan larangan ada Raja gandaruwa yang bisa memberikan seorang anak kepada siapapun asal dengan syarat jika anak tersebut sudah dewasa, dia harus kembali ke alam gandaruwa.
Mengetahui kabar tersebut, kedua orang suami istri itu nekat kehutan larangan demi meminta anak kepada Raja gandaruwa dan tak peduli syaratnya apapun akan mereka lakukan.
Dan ternyata kedua orang suami istri tersebut adalah ki demang Kusuma dan istrinya yaitu buk Sumi, sedangkan anak yang mereka minta kepada junjungan gandaruwa itu adalah putrinya yang bernama Kedasih.
Ini alasannya kenapa Kedasih tak mau dijemput oleh ketiga kesatria itu, karena Kedasih sangat merasa kecewa setelah tahu bahwa dirinya sebenarnya bukan anak kandung dari ki demang Kusuma dan buk Sumi.
Apa lagi sekarang Kedasih tahu bahwa dirinya berasal dari alam gandaruwa yang berada dihutan larangan, maka dari itu dia memutuskan akan tinggal selamanya disana.
"Kedasih, meski kau berasal dari alam gandaruwa, tapi pada dasarnya kau adalah manusia", kata Pangeran Jatiwijaya yang berusaha membujuk Kedasih agar mau dijemput olehnya.
"Benar Kedasih, kau tidak seharusnya tinggal disini, sebab alam ini bukanlah alam manusia, kau tak akan kuat jika terlalu lama berada di alam ini", kata raden Rangga putra angkat Nyi Roro Kidul.
"Percuma saja kalian membujuk Kedasih, karena Kedasih akan tetap tinggal disini untuk selamanya, sebab dia akan jadi pengantinku dan dia sebagai calon Ratu di alam ini", kata junjungan gandaruwa kepada ketiga kesatria tersebut.
__ADS_1
Kemudian ketiga kesatria itu sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi akan keputusan Kedasih yang seperti itu.
Akhirnya junjungan atau Raja gandaruwa itu menyuruh ketiga kesatria tersebut agar cepat keluar dari alam gandaruwa itu, karena jangan sampai junjungan gandaruwa itu hilang kesabaran, sebab bisa bisa ketiga kesatria itu akan di bunuhnya.
Untuk menghindari pertempuran, akhirnya ketiga kesatria tersebut yaitu raden Rangga, Pangeran Jatiwijaya dan senopati Balawarman, mereka bertiga segera pergi dari alam tersebut.
Kemudian junjungan gandaruwa itu segera menyiapkan acara pernikahannya dengan sigadis manis Kedasih.
Acara itu akan dilakukan secara meriah.
Dan saat itu Kedasih pun tak bisa menolaknya untuk menjadi mempelai pengantin junjungan gandaruwa.
Junjungan gandaruwa itu sangat antusias sekali karena dia akan segera menikah dengan seorang gadis manis yaitu Kedasih.
Hatinya pun berbunga-bunga, karena junjungan gandaruwa itu akan mendapatkan istri yang sangat manis sekali.
"Wahhh... selamat tuanku, sebentar lagi kau akan mendapatkan istri idaman yang saaangat manis", kata salah satu prajurit dari Raja gandaruwa itu.
Lalu saat Raja gandaruwa itu sedang menyiapkan acara pernikahannya dengan Kedasih, ketiga kesatria tersebut berhasil keluar dari alam gandaruwa itu dengan tangan hampa.
Mereka bertiga gagal menjemput Kedasih, dan hal tersebut mereka ceritakan kepada rekan rekannya yaitu para kesatria kesatria yang sedari tadi menunggu mereka bertiga dan berharap agar tujuan mereka bertiga berhasil menjemput Kedasih yang berada di alam gandaruwa yang berada di hutan larangan tersebut.
Lalu tidak ada pilihan lain selain meneruskan perjalanan tanpa adanya Kedasih.
Meskipun dengan berat hati, tapi kenyataannya sudah begini.
"Ampun Pangeran, bagaimana nanti kalau Pangeran Gunawijaya tahu akan hal ini", kata Jatmiko kepada Pangeran Jatiwijaya.
"Saya sendiri juga tidak tahu harus bagaimana lagi, karena Kedasih sangat susah sekali untuk dibujuk agar meninggalkan alam gandaruwa itu", jawab Pangeran Jatiwijaya.
__ADS_1
Kemudian raden Rangga dan senopati Tejo berpamitan kepada para kesatria kesatria tersebut, mereka berdua meminta maaf karena misi yang meraka jalankan telah gagal.
Lalu Pangeran Jatiwijaya juga tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada raden Rangga dan senopati Tejo atas bantuannya meski misi kali ini gagal.
Meski misi tersebut gagal, tapi tanpa bantuan raden Rangga, tidak mungkin Pangeran Jatiwijaya bisa menemui Kedasih di alam gandaruwa, karena yang bisa membuka portal dimensi ke alam gandaruwa hanyalah raden Rangga saja.
Akhirnya raden Rangga dan senopati Tejo pergi dan kembali ke segoro kidul.
Sedangkan Pangeran Jatiwijaya beserta rekan-rekannya segera meneruskan perjalanan menuju ke suryaloka dengan mengendari kereta kudanya tersebut.
Kemudian saat raden Rangga dan senopati Tejo tiba di segoro kidul, dan mereka menceritakan tentang kegagalan misinya itu pada Nyi Roro Kidul.
Lalu Nyi Roro Kidul pun terkejut kenapa misi yang mudah seperti itu, kedua kesatria itu tak bisa menyelesaikannya.
"Kalian berdua membuat diriku malu pada keluarga wijaya atas kegagalan misi bantuan yang telah saya kirim", Nyi Roro Kidul marah kepada kedua kesatria tersebut yaitu raden Rangga dan senopati Tejo.
"Kenapa kalian sebagai para kesatria bisa begitu saja percaya dengan omongan dari Raja gandaruwa itu", kata Nyi Roro Kidul.
"Ampun Kanjeng Ratu, lalu sekarang apa yang bisa kami perbuat untuk kegagalan misi tersebut", kata raden Rangga pada junjungannya yaitu Nyi Roro Kidul.
Lalu Nyi Roro Kidul menyuruh raden Rangga dan senopati Tejo untuk menemui ki demang Kusuma dan buk Sumi selaku orang tua dari sigadis manis Kedasih.
Sebab yang bisa dipercaya hanyalah penjelasan dari orang tua Kedasih bukan penjelasan dari junjungan gandaruwa itu.
Maka dari itu raden Rangga dan senopati Teko segera bergegas menemui kedua orang tua Kedasih.
Dengan kemampuan khusus sebagai bangsa jin, raden Rangga dan senopati Tejo bisa dengan cepat menuju ke tempat tinggal orang tua Kedasih.
Beberapa waktu kemudian datanglah kedua kesatria tersebut ditempat tinggal orang tua Kedasih.
__ADS_1
Kedua orang tua Kedasih sangat terkejut karena kedatangan tamu Agung dari segoro kidul.
Ki demang Kusuma dan buk Sumi menjamu kedua kesatria tersebut dengan sangat baik, raden Rangga dan senopati Tejo sangat berterimakasih atas jamuannya tersebut.