SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Binatang legenda


__ADS_3

pertempuran tak seimbang akhirnya terjadi hingga memakan waktu yang cukup lama karena jumlah pembunuh bayaran lebih banyak dari perkiraan mereka berempat.


kemampuannya juga tidak bisa di anggap remeh, sepertinya duan Ming kali ini tidak main-main dalam ingin menghabisi Aqila, pikir semua orang


sedangkan Aqila sendiri sedikit merasa kasihan pada pria itu karena telah berani mengusik ketenangan hidupnya padahal ia tidak pernah mengusik ketenangan hidup pria tersebut


semua Ini berawal dari kematian bangsawan Wu apakah mereka begitu berharga hingga dia rela memusuhinya.


suasana padang rumput yang semulanya terlihat indah kini jadi kacau balau dengan banyaknya mayat yang berjatuhan.


para pembunuh bayaran yang awalnya percaya diri bisa membunuh ke empatnya, kini mulai diliputi rasa takut saat menyaksikan sendiri kebrutalan mereka dalam menghabisi lawan.


setelah hampir satu jam pertarungan akhirnya selesai dengan kemenangan di pihak Aqila.


"ini melelahkan, kenapa mereka begitu bodoh selalu saja mencari masalah dengan nona"


lila mengumpat kasar sambil menendang beberapa mayat yang menghalangi jalannya saat gadis itu ingin menuju tempat Aqila berdiri.


begitu pun dengan Bai Lu dan Lin Shan keduanya melakukan hal yang sama seperti yang Lila lakukan saat ini.


"anda baik-baik saja nona"


Lin Shan langsung bertanya setelah dirinya sampai dengan ekspresi khawatir.


"hm"


"syukurlah jika begitu"


setelah memastikan keadaan Aqila baik-baik saja Lin Shan akhirnya bisa bernafas dengan lega.


"nona, apa kita perlu memberi raja bodoh itu pelajaran"


kali ini lila yang mengajukan pertanyaan setelah dirinya berusaha berdamai dengan rasa cemburu yang sedang dirasakannya.


"tentu saja Kenapa kau bertanya lagi, mereka sudah berani mengusik ketenangan kita apa kita harus diam saja, bukan begitu nona"


Bai lu menjawab dengan pandangan licik gadis cantik Jelmaan Ular itu tidak suka jika ada orang yang berani mengganggu ketenangan tuannya.


"hm"


jawab Aqila membenarkan ucapan bai Lu barusan.


"apa kita akan menyerang istana"


Lila bertanya sambil tersenyum cerah itu terlihat jelas di raut wajah gadis cantik tersebut dia tidak sabar ingin menghabisi orang-orang yang telah berani mengusik ketenangan hidup mereka.


"tentu, tapi bukan kita"


ucap Aqila dingin sambil menatap lurus ke depan, sedangkan Lila di buat bingung dengan pernyataan ambigu tersebut.


"lalu siapa, dan bagaimana cara kita memberi mereka pelajaran"


Lila bertanya dengan antusias sambil menunggu jawaban seperti apa yang akan Aqila berikan padanya.


"hei long keluarlah"

__ADS_1


begitu Aqila selesai berucap seekor naga hitam berukuran besar muncul begitu saja, kedatangan naga itu membuat yang lain terkejut bukan main.


"salam nona besar Aqila"


hei long menundukkan kepala memberi hormat pada gadis itu.


"hm"


Aqila mengangguk sebagai jawaban kemudian mengelus kepala naga itu, hei long terlihat sangat senang saat mendapat perlakuan demikian sebab Aqila tidak pernah melupakan kebiasaannya.


sedangkan yang lain hanya menatap cengo adegan manis tersebut


"dia"


bola mata Bai lu hampir keluar saat menyadari asal usul binatang buas di depannya.


"ada apa"


Lin Shan yang menyadari perubahan ekspresi gadis di sampingnya langsung bertanya.


"naga itu bukan naga sembarang dia bintang legenda yang berasal dari dunia atas"


tanpa sadar Bai lu membocorkan rahasia yang seharusnya tidak dia katakan tentang keberadaan dunia atas.


"dunia atas apa itu"


ucap Lin Shan yang tertarik mendengar penjelasan Bai Lu barusan.


"huh"


"asal kau tau saja, selain dunia yang kita tempati saat ini ada dunia lain yang keberadaannya tersembunyi dari banyak orang"


dengan terpaksa Bai lu mulai menjelaskan satu persatu yang dia ketahui


"kau bercanda"


Lin shan memutar bola mata malas menganggap perkataan Bai lu hanya omong kosong belaka.


"tidak"


merasa kesal dengan jawaban yang Lin Shan berikan Bai lu mulai menatap tajam pemuda tersebut.


"baiklah sekarang jelaskan semua yang kau ketahui tentang dunia atas"


melihat perubahan ekspresi Bai Lu akhirnya mau tidak mau Lin Shan harus percaya dengan semua yang gadis itu katakan nantinya.


"bagaimana jika aku tidak mau"


karena terlanjur kesal Bai lu tidak berminat lagi menceritakan-nya.


"maka saya akan memaksa"


"coba saja jika kau mampu"


"baik"

__ADS_1


"hentikan, apa yang kalian berdua lakukan jangan bilang ingin bertarung"


Lila mengganti posisi menghadap ke arah keduanya sambil menatap tajam.


sedangkan Bai lu dan Lin Shan malah membuang muka ke arah berlawanan tidak berniat menjawab sama sekali.


"hais, merepotkan"


Lila mendengus kesal saat pertanyaan-nya tidak di hiraukan sama sekali oleh ke duanya


"Bai lu katakan saja yang sebenarnya tidak perlu lagi di sembunyikan kau sudah membocorkannya juga"


Lila yang sejak awal mendengar percakapan antara Lin Shan dan Bai Lu juga ikut merasa penasaran tentang apa yang ada dunia atas.


"dunia atas berbeda dari dunia yang kita tempati saat ini, di sanah semua orang memiliki kekuatan sihir yang sudah ada sejak mereka di lahirkan"


"bagaimana jika tidak memiliki kekuatan sihir"


"maka kau harus siap mendapat hinaan serta siksaan dari mereka yang lebih hebat, Karena di sanah yang kuatlah yang berkuasa"


terang Bai lu secara gamblang, sedangkan Aqila dan hei long masih sibuk berbincang entah membicarakan hal apa.


Lila dan Lin Shan mengangguk mengerti dengan semua yang di jelaskan oleh gadis itu.


saat ketiganya masih sibuk berbincang tanpa mengucapkan pamit Aqila terbang menjauh bersama hei long menuju istana canghai.


pemandangan tersebut di saksikan oleh banyak pasang mata saat keduanya melintasi wilayah mereka.


beberapa orang mulai beranggapan akan terjadi sesuatu nanti dan itu benar adanya


karena sebentar lagi Aqila akan kembali menaklukkan sebuah kerajaan dan memberi hukuman pada mereka yang telah berani mengusik ketenangan hidupnya.


jika di katakan kejam maka itu benar adanya karena Aqila bukanlah gadis baik yang akan selalu memaklumi setiap kesalahan yang mereka lakukan terhadap dirinya.


Aqila adalah tipe orang yang tidak akan bertindak kejam jika mereka tidak memulai lebih dulu, sebab bagi gadis itu ketenangan adalah segalanya.


setelah menempuh perjalanan yang cukup singkat Aqila dan hei long akhirnya tiba di halaman depan istana.


kedatangan mereka berdua yang secara mendadak membuat gempar seluruh penghuni tempat tersebut.


apalagi perwujudan hei long yang kini berhasil menarik perhatian semua orang.


"nona apa anda ingin turun"


"tidak"


"baiklah"


percakapan berhenti sampai di situ, sedangkan di bawah sanah banyak orang merasa penasaran dengan sosok yang berada di atas tubuh naga tersebut.


...hey ketemu lagi sama author ada yang kangen gak nih hehehehe 😂🤭...


...maaf yah author jarang up karena lagi banyak kesibukan mohon di maklumi 🙏semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya 🤭🤭...


...see you next time orang baik👋🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2