SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Pengakuan Lin Shan


__ADS_3

setelah berganti pakaian Aqila berjalan mendekat kembali ke arah perapian untuk menghangatkan tubuh.


"ada apa Lin Shan"


tanya aqila yang sejak tadi melihat gelagat Lin shan yang tidak mau diam dan seakan menjaga jarak dengannya


"tidak ada nona"


"Lin shan kau kenapa, apa yang terjadi"


"nona saya"


"jawab aku dengan benar Lin Shan, tatap mata ku jika tidak aku akan pergi"


mendengar ancaman Aqila Lin Shan langsung berbalik dia tidak mungkin membiarkan gadis itu kembali di tengah malam begini apalagi mereka sedang ada di dalam hutan.


meskipun posisi Lin Shan sudah menghadap ke arah Aqila tapi pemuda itu tidak mau menatap matanya.


Aqila terus mendesak Lin Shan untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa dia bertingkah aneh.


Lin Shan yang terus di desak dengan berbagai ancaman akhirnya membuka suara dan memberitahukan yang sebenarnya.


"nona saya sungguh minta maaf karena telah lancang mencium Anda, saya pantas di hukum bunuh saya saja nona saya benar benar menyesal tidak bisa mengendalikan diri, tolong jangan benci saya nona saya tidak bisa hidup jika anda membenci saya"


sambil mengatakan itu semua Lin Shan terduduk lemas tubuhnya bergetar di hadapan Aqila pemuda itu takut menatap mata gadis tersebut.


perasaan menyesal terus Lin Shan rasakan dia tidak bisa tenang jika belum mendapatkan maaf dari gadis yang ada di hadapannya.


tapi Lin shan juga tidak bisa memaksa aqila untuk memaafkannya karena itu adalah kesalahan yang fatal.


sedangkan Aqila yang mendengar sedikit terkejut tapi saat ingatan itu kembali dia merasa bahwa itu bukan sepenuhnya salah Lin Shan, dia juga ikut bersalah pada dirinya sendiri yang terlalu ceroboh dan tidak bersikap waspada padahal Aqila tau betul bahwa beberapa dari mereka membencinya.


Aqila juga tidak tau harus mengatakan apa dia tidak menyangka bahwa ciuman pertamanya malah di berikan pada Lin Shan meskipun ia tidak sadar tetap saja Aqila yang melakukannya.


"Lin Shan tatap mata ku"


Aqila mengulangi kata yang sama dia ingin pemuda itu menatapnya.


setelah menunggu beberapa menit pemuda itu baru menatap ke arah Aqila setelah dia menenangkan hatinya yang kacau.


"kali ini aku maafkan tapi tolong jangan di ulangi lagi apa kau mengerti jika tidak aku akan benar benar membenci mu"


ucap Aqila masih menatap pemuda itu dengan datar


"terimakasih nona saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi jika sampai itu terjadi anda boleh membunuh saya dengan cara apa pun itu"


setelah pembicaraan itu selesai dan hari semakin larut malam mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di sanah sambil menunggu pagi tiba.

__ADS_1


keesokan paginya, mereka terbangun oleh suara kicauan burung ternyata matahari sudah menjujung tinggi di atas langit.


Aqila dan Lin Shan berjalan keluar dari dalam goa, setelah keduanya membersihkan diri dengan air yang ada di dalam kolam.


dilain sisi di kediaman lavender Lila sedang mondar mandir di depan halaman menunggu kedatangan Aqila dan Lin Shan.


karena dari semalam mereka tidak kembali Lila sempat berpikir mereka berdua pulang ke kediaman setelah keluar dari pesta.


namun pemikiran itu salah ketika dia pergi ke kamar Aqila namun tidak menemukannya dia juga pergi ke kamar Lin Shan tapi juga tidak menemukan pemuda itu.


awalnya Lila hendak melapor pada tuan Han namun di urungkan kembali karena takut membuat kegaduhan dan akhirnya semua orang tau bahwa Aqila tidak berada di kediaman saat tengah malam.


jika itu terjadi maka sudah di pastikan bahwa gosip tentang Aqila akan menyebar dengan sangat cepat dan hal ini tidak baik bagi reputasi gadis itu.


setelah menunggu hampir dua jam Lila akhirnya bisa melihat dua orang yang sejak tadi di tunggunya.


"nona akhirnya anda kembali, saya sangat cemas kemana Anda pergi semalam"


begitu Aqila sampai di hadapan gadis itu Lila langsung menanyainya tanpa henti.


"ada sedikit masalah"


"tapi anda baik baik saja-kan nona, anda tidak terluka-kan"


ucap Lila dengan khawatir sambil membolak balikan tubuh Aqila memastikan tidak ada luka di sanah.


"aku baik baik saja Lila"


setelah memastikan keadaan nona-nya Lila langsung membawa gadis itu masuk ke dalam sedangkan Lin Shan hanya mengekor di belakang.


siang harinya, di waktu luang Aqila meminta Lin Shan untuk menemuinya di gazebo taman paviliun lavender.


"Lin Shan selidiki semuanya"


ucap Aqila setelah pemuda itu berada di hadapannya


gadis itu sedang duduk santai sambil menikmati pemandangan taman yang indah dengan banyaknya bunga yang sudah bermekaran.


"baik nona"


setelah mengatakan itu Lin Shan langsung pergi dari sanah meninggalkan Aqila sendiri di taman.


"kau yang memulainya maka jangan salahkan aku jika bersikap kejam"


guma Aqila dengan suara lirih sambil terus menetap ke arah depan.


dia tau betul siapa orang yang telah menjebak nya hanya perlu sedikit bukti untuk memberikan orang itu pelajaran.

__ADS_1


Aqila bukanlah gadis baik yang akan duduk diam saat ketenangan hidupnya mulai di usik oleh orang lain, dia akan membalas orang tersebut lebih dari apa yang dia perbuat.


setelah mengatakan itu Aqila kembali masuk ke dalam paviliunnya, dia ingin beristirahat sambil menunggu kabar yang Lin Shan bawa.


tak terasa hari sudah berganti malam tapi Lin shan tidak juga menampakan batang hidungnya padahal Aqila sudah menunggu lama.


bruk


suara seseorang masuk lewat jendela kamar gadis itu, saat Aqila mendekat dia melihat sosok Lin Shan berpakaian serba hitam dengan wajah yang penuh keringat.


"duduklah"


begitu tau orang tersebut adalah Lin Shan Aqila langsung menyuruh pemuda itu untuk duduk mengatur nafasnya yang terlihat tersenggal senggal.


"terimakasih nona"


Lin Shan duduk di salah satu kursi yang biasa dia duduki saat berkumpul di kamar Aqila.


"ada apa, minum ini dulu"


ucap aqila ingin tau apa yang telah terjadi saat mencari bukti yang dia perintahkan sambil menyerahkan secangkir teh hangat.


begitu selesai meminum teh dan mengatur nafas Lin Shan langsung menceritakan segalanya pada Aqila tanpa ada yang di tutupi sedikitpun.


flashback,,,


setelah mendapat perintah dari Aqila Lin Shan langsung mencari petunjuk hal pertama yang dia lakukan adalah menemui pelayan yang menyajikan teh pada Aqila malam itu.


itu artinya Lin Shan harus menyusup ke dalam istana meskipun sedikit beresiko tapi pemuda itu tidak perduli yang ada dalam pikirannya adalah mencari pelaku dan menghabisi orang tersebut dengan tangannya sendiri.


dia sudah sangat marah saat teringat kembali kejadian tadi malam yang membuatnya merasa sungkan bila dekat dengan Aqila.


sebelum masuk ke dalam istana Lin Shan mengganti pakaiannya terlebih dulu agar tidak ketahuan.


setelahnya pemuda itu langsung beraksi dengan memanjat tembok besar istana tersebut, dengan kemampuan yang Lin Shan milik itu bukanlah hal yang sulit.


bruk


Lin Shan mendarat dengan selamat di salah satu paviliun istana yang entah milik siapa, kemudian pemuda itu langsung melangkah pergi mencari tempat tinggal para pelayan.


setelah berjalan cukup jauh akhirnya dia berhasil menemukan tempat tersebut tanpa di ketahui oleh siapa pun.


cara menyelinap Lin Shan benar benar patut di acungi jempol karena selama satu jam ini tidak ada satu prajurit-pun yang berhasil menemukan keberadaannya tidak sia sia aqila mengajari pemuda itu ilmu yang dulu pernah dia pelajari.


Hay ketemu lagi sama author maaf yh author up suka telah hehehhe karena author sibuk kerja jadi harus pinter bagi waktu😂😂


semoga kalian tidak bosan menunggu dan terimakasih buat yang selalu standby di karya author.

__ADS_1


doain author yah semoga karya author bisa lulus kontak karena tanpa kalian author bukanlah apa apa.


terimakasih atas waktunya selamat membaca 🙏🥰🥰


__ADS_2