SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Sampai Di Tempat Tujuan


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan kurang dari enam hari rombongan Aqila tiba di perbatasan kerajaan xingxing di hari ke lima sesuai perkiraan sebelumnya.


Selama di perjalanan mereka kerap kali mendapat hambatan tetapi itu tidak membuat ketiganya menyerah di tengah jalan.


saat ini mereka sedangkan singgah di penginapan sederhana di desa dekat perbatasan karena hari menjelang malam.


Bekal yang mereka bawa juga sudah habis karena bukan hanya mereka bertiga tetapi juga ada beberapa pelayan yang ikut dalam perjalanan, alhasil mereka menikmatinya bersama.


"adik apa kau sudah tidur"


Tidak ada sahutan dari dalam kamar yang Aqila tempati, xiaoli sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi hasilnya masih tetap sama.


Gadis itu ingin mengajak adik sepupunya makan malam terlebih dulu sebelum tidur tetapi sepertinya Aqila sudah sangat kelelahan hingga memutuskan langsung beristirahat.


dirasa Aqila tidak akan ikut makan malam xiaoli memutuskan untuk turun seorang diri menghampiri Shen duyi yang sudah lebih dulu menunggu di meja makan.


"dimana adik Aqila"


Shen duyi mengernyit bingung kala melihat kakak perempuan-nya datang sediri.

__ADS_1


"adik sedang istirahat dia tidak akan ikut makan malam"


mendengar hal itu tanpa ada lagi obrolan mereka mulai menikmati makan malam dengan tenang, setelah selesai mereka langsung kembali ke kamar masing-masing.


Detik, menit, jam berlalu dengan cepat matahari merangkak naik hingga menyinari seluruh lapisan bumi.


Hiruk pikuk kegiatan di desa tersebut menjadi pemandangan pagi ini, sebelum melanjutkan kembali perjalanan Aqila, xiaoli dan Shen duyi berjalan-jalan sebentar melihat keadaan sekeliling.


Setelah sepuluh menit berkeliling mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan dan melanjutkan kembali perjalanan karena sudah tidak punya banyak waktu lagi.


....


kini mereka sudah sampai di tempat tujuan, berniat langsung mencari penginapan untuk mengistirahatkan diri sekaligus tempat singgah selama mengikuti pertandingan.


Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian banyak orang karena bukan hanya penduduk ibu kota Kerajaan xingxing saja yang berada di sanah, tetapi ada banyak pendatang baru yang kemungkinan besar akan mengikuti pertandingan kali ini.


Setelah rombongan mereka memasuki kawasan ibu kota dari arah gerbang terlihat kereta kuda yang tidak kalah mewah berlambangkan kerajaan bulan.


ada dua kereta kerajaan bulan dan sepuluh pelayan dan sepuluh prajurit yang mengiring rombongan tersebut.

__ADS_1


Kedatangan mereka juga menjadi pusat perhatian banyak orang tidak haya sampai di sanah banyak sekali kereta para bangsawan yang juga ikut menjadi pemandangan.


Pertandingan sihir tahun ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya, jadi sudah tidak aneh jika ibu kota Kerajaan xingxing sangat ramai karena letak tempat pertandingan tidak jauh dari pusat ibu kota.


"hahh, lelah sekali"


Xiaoli membaringkan tubuh di atas ranjang sederhana dari penginapan yang mereka sewa, tidak haya ada gadis itu di ruangan tersebut tetapi juga ada Aqila karena mereka akan sekamar.


Sedangkan Shen duyi berada di kamar sebelah, mereka hanya bisa menyewa dua kamar karena hanya dua ruangan tersebut yang tersisa karena yang lain sudah terisi penuh oleh para peserta lain.


Melihat tingkah kakak sepupunya Aqila hanya menggelengkan kepala merasa lucu dengan kepribadian xiaoli.


Baru setelah itu dia membersihkan diri sebelum ikut menyusul ke alam mimpi.


Waktu berlalu begitu saja kini hari sudah nampak sore dengan sinar jingga menghiasi langit.


dua orang gadis terbangun dari tidur lelap-nya mereka saling menatap satu sama lain kemudian menghela nafas panjang.


karena tidur dengan durasi yang cukup lama mereka tertidur di siang hari dan bangun di sore menjelang malam.

__ADS_1


__ADS_2