SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Goa Dan Kolam Teratai Biru


__ADS_3

setelah selesai memastikan Aqila dan yang lain kembali melanjutkan perjalanan sebelum malam tiba.


dan butuh waktu tiga jam agar mereka bisa keluar dari hutan rimbun itu.


perjalanan terasa membosankan karena tidak ada hal menarik apa pun di dalam hutan.


tiga jam berlalu begitu saja kini mereka tiba di batas tebing Utara.


beberapa batuan besar menjulang tinggi membentuk setengah lingkaran, juga ada tanaman merambat yang tumbuh liar di sanah.


tanah terlihat tandus dengan angin berhembus sedikit kencang ke arah timur.


ketiganya fokus melihat ke sekeliling namun masih dengan sikap waspada.


Aqila mulai turun dari atas kuda di ikuti oleh Lila dan Lin Shan, mereka berdua mengikat kuda-kuda itu agar tidak hilang.


setelahnya mereka bertiga mulai mencari keberadaan bunga anggrek hitam dengan cara berpencar untuk menghemat waktu karena hari sudah menjelang sore udara juga semakin dingin.


ketiganya terus menelisik ke setiap sudut terkecil tempat itu tapi tidak kunjung menemukannya juga, itu hampir memakan waktu dua jam lamanya.


"nona apa benar bunganya tumbuh di tempat ini tapi disini tidak ada apa pun selain rumput liar dan tanaman merambat"


Lila akhirnya membuka suara setelah merasa lelah mencari, Aqila hanya mendengarkan tanpa berniat menjawab


"cari saja sebentar lagi"


ucap Lin Shan, meskipun pemuda itu juga merasa lelah dia tidak ingin patah semangat karena melihat kegigihan Aqila.


waktu hampir mencapai tiga jam namun hasilnya masih sama, hari juga mulai gelap karena merasa lelah Aqila bersandar di salah satu dinding bebatuan.


seolah keberuntungan sedang berpihak padanya tanpa sengaja tangan kirinya menyentuh benda aneh yang tertutup tanaman merambat.


jika dilihat dari depan tidak ada apa pun karena tanaman merambat itu terlihat cukup rimbun.


Aqila membalik arah untuk menyingkirkan penghalang yang menutupi benda tadi yang baru saja dia pegang.


setelah penghalang berhasil di singkirkan terdapat sebuah ukiran aneh, saat Aqila menyentuhnya sebuah goa muncul di samping gadis itu.


ketiganya saling menatap kemudian Aqila lebih dulu masuk ke dalam untuk memastikan keadaan goa.


mereka menyusuri goa secara perlahan di sanah tidak benar-benar gelap sebab ada beberapa lubang kecil sebagai fentilasi masukkan cahaya matahari.


mereka terus berjalan sambil mengamati keadaan goa itu terjadi hampir dua puluh menit.


gao itu berbentuk memanjang seolah tak berujung beberapa tanaman aneh tubuh di dinding goa.

__ADS_1


semakin dalam mereka masuk semakin minim juga pencahayaan, Aqila mengambil obor bambu kecil dari dari dalam dimensi untuk membantu menerangi perjalanan mereka.


"nona sepertinya goa ini tak berujung apa sebaiknya kita kembali saja"


ucap Lila yang merasa bulu kuduknya berdiri sebab saat ini mereka sudah memasuki bagian dalam goa.


bau anyir mulai tercium beberapa tulang berserakan dimana-mana keadaan begitu sunyi dengan pencahayaan yang sedikit remang.


"penakut"


Lin Shan mencibir perkataan Lila barusan meski dengan nada rendah tapi tetap saja masih bisa di dengar oleh gadis itu.


"sialan kau, aku bukannya penakut"


Lila tidak terima di katai penakut padahal itu memang kenyataannya hanya saja dia malu untuk mengakuinya.


"lalu"


Lin Shan menaikan sebilah alisnya bertanya dengan sinis sekaligus mengejek.


"aku hanya"


Lila menjadi gugup saat di tatap demikian oleh lin Shan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, karena semakin hari penampilan pemuda itu semakin mempesona, Lila tidak bisa untuk tidak tertarik pada ketampanannya.


"berisik"


detik berikutnya Lila dan Lin Shan langsung terdiam mereka tidak berani lagi membuat ulah jika gadis itu sudah dalam mode serius.


setelah situasi kembali tenang Aqila melanjutkan langkahnya begitu pun dengan dua manusia lainnya.


waktu terus berputar dan ketiga orang itu masih menyusuri goa tersebut dengan perasaan campur aduk antara penasaran dan lelah.


"nona sepertinya ada sesuatu di depan"


ucap Lin Shan, pemuda itu samar-samar melihat Kilauan cahaya dari ujung Goa yang gelap.


Aqila mengalihkan pandangan ke arah yang di tunjukkan oleh Lin Shan, setelahnya mereka langsung bergegas menuju sumber cahaya tersebut.


cahaya terlihat lebih terang dari sebelumnya mereka menghentikan langkah saat ada dua jalur di depan sanah.


masing-masing jalur memancarkan cahaya yang berbeda, di sisi kanan mengeluarkan cahaya berwarna biru sedang sisi lainnya berwarna hijau.


Aqila terdiam untuk beberapa waktu perasaannya mengatakan bunga anggrek hitam berada di salah satu jalur tersebut.


"nona kita akan pergi ke arah mana"

__ADS_1


Lila membuka suara lagi setelah sedari tadi diam dan mengekor di belakang gadis itu.


bukannya menjawab Aqila malah memejamkan mata, Lila kembali diam melihat itu semua gadis itu juga tau bahwa Aqila tidak tidur melainkan sedang berkonsentrasi.


"kanan"


Aqila menjawab mengikuti kata hatinya setelah dia membuka mata.


Lila dan Lin Shan mengangguk mengerti kemudian mengikuti langkah gadis itu yang sudah lebih dulu berjalan ke depan.


setelah tiga puluh menit berjalan Aqila melihat sebuah kolam teratai dengan mata air yang jernih.


Kilau cahaya biru berasal dari kelopak bunga teratai biru yang pada zaman itu keberadaannya hampir tidak pernah di temukan.


Aqila terus mendekat menuju kolam tersebut sedangkan Lila dan Lin Shan berdiri tidak jauh di belakang gadis itu.


Aqila meneliti kolam itu dengan mata tajam sampai pandangannya jatuh ke sekuntum bunga yang terlihat berbeda dari yang lain.


bunga itu berada di bagian tengah bentuknya kuncup dengan seribu kelopak dan memiliki warna hitam pekat.


"ketemu"


guma Aqila pelan, setelah melewati berbagai macam rintangan akhirnya mereka menemukan bunga anggrek hitam seribu kelopak itu.


Lila dan Lin Shan tersenyum senang yang kala itu juga melihat keberadaan bunga yang selama ini mereka cari ada di hadapan mata.


Aqila kembali mendekat menuju sisi kolam untuk memastikan penglihatannya benar atau tidak tenang bunga tersebut.


setelah tiba di sisi kolam dia di buat takjub oleh tanaman itu pasalnya seperti yang kita ketahui Bunga Anggrek tumbuh di atas tanah, tapi ini malah sebaliknya dan lebih aneh lagi bunga itu tumbuh di antara sekumpulan bunga teratai yang jenisnya berbeda dari dirinya sendiri.


ketika fokus mengamati Aqila melihat sosok ular hitam berukuran kecil memiliki tiga kepala sedang melilit tenang di tangkai bunga itu.


meskipun demikian niatnya untuk mengambil bunga tersebut akan tetap di lakukan, Aqila mencoba berpikir bagaimana cara mengambilnya


kolam itu terlihat begitu lebar dan dalam dia juga tidak memiliki kekuatan untuk melayang di udara.


saat sedang sibuk berpikir dari dalam dimensi Aqila merasakan sebuah benda mencoba menerobos keluar.


dia langsung memusatkan pikirannya untuk mengeluarkan benda tersebut.


sebuah pedang hitam yang tak asing lagi di mata keluar memancarkan cahaya terang untuk beberapa detik.


setelahnya pedang itu membawa Aqila melayang di udara pemandangan aneh itu sisakan langsung oleh Lila dan Lin Shan.


Keduanya begitu terkejut sekaligus kagum melihat sosok Aqila yang di bawa terbang oleh benda tersebut.

__ADS_1


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏🙏😊


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰


__ADS_2