
di gedung baihe seorang gadis menunggu dengan tidak sabaran dia terus merasa gelisah dari dua jam yang lalu.
"apa dia akan datang"
Lin Lin mondar mandir di ruangan yang telah dia sewa sebelumnya hanya untuk bertemu dengan Jiang mo.
"untuk apa kau mencari ku"
ucap Jiang mo dingin begitu dia tiba di sanah, pemuda itu masih berdiri dengan angkuh.
Lin Lin tertegun melihat perubahan orang yang di cintainya.
"duduklah aku ingin bicara dengan mu"
ucap Lin Lin sambil mencoba menyentuh tangan pemuda tersebut.
plak
"jangan sentuh saya dengan tangan kotor mu itu"
Jiang mo marah ketik Lin Lin hendak menyentuhnya dia tidak sudi dekat dengan wanita itu lagi.
Lin Lin yang di tepis tangannya begitu terkejut dia tidak menyangka Jiang mo akan sekasar ini padanya.
padahal saat menghabiskan malam dengannya pemuda itu begitu lembut dan penuh perhatian namun sekarang tidak terlihat sama sekali.
"Jiang mo kenapa sikap mu berubah pada ku, bukankah kau mencintai ku"
tanya Lin Lin dengan ekspresi sendu hatinya begitu sakit dengan perlakuan pria tersebut
"hahaha aku menyukai mu, kau bodoh sekali sejak awal aku hanya memanfaatkan mu"
Jiang mo menjawab dingin dia memandang hina gadis itu.
"bajingan, kenapa kau melakukan ini pada ku kau juga sudah merenggut kesucian ku kau harus tanggung jawab Jiang mo kau sudah berjanji akan menikahi ku"
Lin Lin mengamuk dia terus menarik paksa kerah baju Jiang mo
"aku tidak sudi menikahi anak dari seorang pembunuh, kau saja yang bodoh menganggap ucapan ku serius padahal aku hanya asal mengatakannya"
Jiang mo mendorong paksa tubuh Lin Lin hingga gadis itu jatuh tersungkur ke lantai
"bajingan kau Jiang mo, aku sedang mengandung anak mu"
Lin Lin murka dia sampai harus membuat kebohongan sebesar ini agar pria tersebut kembali ke sisinya.
"kau lucu sekali siapa yang akan percaya bahwa itu adalah anak ku, siapa tau itu anak orang lain, ****** seperti mu pasti sudah menghabiskan banyak malam dengan pria lain dan melimpahkan seluruh kesalahan mu pada ku kau pikir aku sebodoh itu"
meski sedikit terkejut dengan kebenaran yang ada, Jiang mo meragukannya dan tidak mau mengakui anak itu.
"aku tidak sedang berbohong ini benar anak mu"
teriak Lin Lin, gadis itu kini sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya.
"cukup, jika benar sekalipun itu adalah anak ku aku tidak sudi mengakuinya, anak ku harus lahir dari wanita terhormat dan terpandang tidak seperti mu yang hanya seorang ******"
Jiang mo mengatakannya tanpa rasa bersalah sama sekali, dia tidak perduli dengan perasaan Lin Lin
"Jiang mo cukup"
__ADS_1
Lin Lin murka dia menatap benci ke arah pria yang ada di hadapannya.
"jangan sebut nama ku sialan kau tidak pantas mengatakannya"
kini Jiang mo yang terbakar emosi dia menatap jijik ke arah Lin Lin
"aku membenci mu"
"dan aku tidak perduli akan hal itu, selamat tinggal jangan pernah temui aku lagi wanita hina"
dengan tidak berperasaan Jiang mo meninggalkan Lin Lin sendirian di ruangan tersebut, kondisi gadis itu sudah tidak karuan.
dia menangis kencang dengan tubuh bergetar air matanya terus mengalir tanpa di minta, perlahan kesadarannya hilang dan jatuh pingsan kini hidupnya sudah hancur.
....
malam hari, beberapa sosok manusia menyelinap ke dalam kediaman lavender salah satu di antara mereka meniupkan obat bius ke kamar Aqila, sedangkan korban yang masih terjaga langsung berpura pura tertidur lelap.
Aqila tidak akan terpengaruh dengan obat bius tersebut karena sebelumnya dia sudah menelan pil kesadaran.
"dia pasti sudah pingsan, kalian cepatlah masuk buat dia menjerit sepanjang malam aku ingin melihat kondisi menyedihkannya besok"
"itu tugas yang mudah, kami juga senang bisa bersenang-senang malam ini"
"cepat masuk awas jika kalian sampai gagal"
perlahan tiga pria berpakaian hitam masuk ke kamar Aqila, sedangkan orang yang menyuruhnya langsung kembali ke paviliunnya dia adalah weilin.
di sepanjang jalan weilin tersenyum lebar membayangkan kehancuran Aqila, namun sayang itu tidak akan pernah terjadi karena Aqila bukanlah lawan yang mudah untuk di jatuhkan begitu saja.
....
di kamar, tiga pria yang sudah masuk ke dalam menatap sosok aqila dengan penuh n***u mereka tidak sabar untuk menyentuh gadis itu.
burrr
belum sempat tangan tiga pria itu menyentuh tubuh Aqila, gadis tersebut sudah lebih dulu melemparkan bubuk halusinasi ke wajah mereka semua.
mereka yang mendapat serangan mendadak langsung mundur ke belakang, Aqila menggunakan kesempatan itu untuk membawa mereka bertiga ke kamar weilin di bantu oleh Lin Shan dan Lila.
mereka memasukkan ketiganya secara diam diam agar tidak ketahuan oleh para prajurit yang berjaga.
begitu selesai aqila dan yang lain langsung kembali ke paviliun lavender untuk beristirahat karena malam sudah semakin larut.
di kamar weilin, gadis itu sedang tertidur pulas tidak menyadari bahaya sedang mendekat ke arahnya.
tiga pria yang sudah di beri bubuk halusinasi menganggap weilin sebagi aqila, mereka berjalan mendekati sosok tersebut.
setelah sampai ketiganya langsung membelai wajah cantik itu dengan penuh ***** weilin yang merasakan wajahnya di sentuh langsung terbangun.
dia terkejut bukan main dan langsung mundur, tiga pria itu terus mendekat dan mencoba menyentuh tubuhnya.
"lepaskan saya dasar bajingan"
weilin terus menepis tangan yang mencoba menyentuh tubuhnya
"ayolah kemari dan layani kami semua"
ucap salah satu dari tiga pria yang ada di kamar itu.
__ADS_1
"jauhkan tangan kotor mu dari tubuh ku"
weilin mendorong pemuda tersebut kemudian meludahinya, pria itu merasa terhina dan langsung menampar wajah weilin
plak
"dasar ****** tidak tau di untung kami sudah berbaik hati bersikap sopan pada mu tapi kau malah sok jual mahal hah"
pria lainya kembali menarik memaksa tubuh weilin gadis itu terus memberontak mencoba melepaskan diri.
"sadarlah kalian salah orang"
weilin berteriak marah sayang ucapannya tidak di gubris sama sekali, entah kenapa malam itu tidak ada satu prajurit atau pelayan pun yang lewat ke paviliunnya.
"hahaha sepertinya dia tidak waras"
mereka bertiga tertawa terbahak bahak membuat weilin semakin ketakutan.
"kalian yang tidak waras, pergi dari kamar ku sekarang juga dasar bajingan"
weilin terus memberontak dia memukuli Tubuh pria yang sedang menarik paksa tubuhnya.
bruk
weilin di lempar ke atas ranjang dengan sangat kasar.
srak
pakaian gadis itu mulai di buka secara paksa, sehingga memperlihatkan tubuhnya yang mulus membuat ketiga pria itu semakin bernafsu.
"lepaskan, saya mohon lepaskan jangan sentuh saya"
Lin Lin mundur ke sudut ranjang dan mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut
"diam dan nikmati saja"
salah satu dari ketiga pria Menarik paksa selimut yang sedang di gunakan weilin dan melemparkannya Secara sembarangan.
"kak Lin Lin tolong aku hiks hiks hiks"
weilin menangis histeris saat tubuhnya mulai di tindih dan di ***** oleh ketiga pria Secara bersamaan.
"sumpal saja mulutnya dia sangat berisik, kita harus menyelesaikan tugas ini secepatnya"
malam itu semua rencana yang sudah di susun rapih gagal total weilin berniat menyuruh orang untuk me*****kan aqila namun sekarang dirinya yang di le***kan.
dia di gilir oleh tiga orang semalaman, weilin sudah memberontak sekuat tenaga namun usahanya sia sia, karena tenaganya kalah jauh dari tiga pria itu
weilin menangis hingga tidak sadarkan diri tubuhnya penuh dengan tanda merah dia merasa sakit di sekujur tubuhnya, ia merasa kotor dan tidak ingin hidup lagi.
begitu selesai melakukan penggempuran ketiga pria itu langsung pergi dari sanah dengan setengah sadar.
karena pagi akan segera tiba mereka tidak ingin ketahuan, kini hidup gadis itu sudah hancur tidak akan ada pria yang mau menikahinya jika mereka tau bahwa dirinya sudah tidak suci lagi.
ini adalah akhir yang buruk bagi mereka yang berani mengusik ketenangan hidup aqila,
balas dendam yang manis bukan hanya dengan satu anak panah aqila berhasil membunuh tiga burung sekaligus.
hey ketemu lagi sama author gmnh nih sama bab kali ini puas gak sama akhir hidup mereka hehehe maaf yah kalo agak gituh..
__ADS_1
otak author lagi ngeblang jadi cuma bisa up satu bab semoga kalian tidak bosan menunggu up selanjutnya
terimakasih sudah mampir dan selamat membaca 🙏🥰🥰