SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Penjelasan


__ADS_3

raja To mu menghela nafas pelan kemudian menjelaskan awal mula kenapa kerajaan canghai menghilang dari permukaan bumi.


flashback,,,


delapan bulan setelah keberangkatan Aqila, kerajaan Canghai dilanda musim panas untuk waktu yang cukup lama.


Karena cuaca panas yang berkepanjangan membuat tumbuh-tumbuhan mengering termasuk hasil kebun para petani.


sedikitnya persediaan bahan pangan membuat para penduduk kelaparan, sudah banyak cara mereka lakukan untuk mengatasi bencana ini.


Mulai dari membeli barang dari luar kerajaan hingga meminta bantuan pada kerjaan lain tapi tetep saja cara tersebut tidak cukup membantu.


Hingga banyak penduduk desa mati kelaparan, uang kas kerjaan juga menipis karena tidak ada pemasukan.


pajak yang biasanya istana terima juga hanya sedikit tidak seperti sebelumnya.


Mungkin karena efek kemarau yang membuat para petani dan pedagang kesulitan mendapat penghasilan.


Jangankan untuk membayar pajak untuk biaya hidup sehari-hari saja mereka kesulitan, itu sebabnya raja to mu tidak memaksa mereka untuk membayar pajak lagi.


Di bulan ke sebelas wabah menyerang kerajaan canghai untungnya para tabib dapat menangani masalah tersebut, tetapi tidak lama setelahnya masalah baru datang lagi.


Beberapa orang entah dari belahan bumi mana mencoba mengambil alih kerajaan.


orang-orang itu memiliki penampilan yang berbeda dari mereka semua bukan hanya penampilan tetapi juga senjata dan kekuatan mereka berbeda.


Peperangan jelas terjadi, di sini pihak kerajaan canghai hampir menuju kekalahan, karena tidak punya pilihan lain lagi raja to mu meminta bantuan pada seorang guru besar yang asal usulnya juga tidak dia ketahui.


Yang pemuda itu ketahui guru besar tersebut tinggal di sebuah kuil tua yang terletak di atas bukit dekat dengan hutan perbatasan.


Sosok-nya sangat misterius karena dia jarang menampakkan diri, dia lebih menyukai ketengan dan hidup tanpa gangguan dunia luar.


To Mu tidak mengenal baik sosok tersebut dia hanya di beri saran oleh orang kepercayaannya untuk bertemu dengan beliau jika mempunyai masalah yang sulit untuk di hadapi.

__ADS_1


setelah bertemu juga tidak mudah meminta bantuannya meski yang meminta bantuan adalah seorang raja sekalipun.


dengan berbagai cara To mu terus membujuk guru besar itu hingga akhirnya dia setuju untuk membantu.


Namun bantuan yang dia tawarkan sangatlah mengejutkan di luar ekspektasi, To mu masih mengingat betul perkataan guru besar kala itu.


"tidak ada yang bisa menghentikan peperangan ini tetapi aku bisa membantu kalian untuk tetap hidup dengan cara membuat kerajaan canghai beserta isinya menghilang dari permukaan bumi"


"tetapi kalian akan terjebak di sana untuk waktu yang cukup lama sampai seorang penyelamat datang untuk mengeluarkan kalian semua"


Di desak oleh situasi dan keadaan yang tidak memungkinkan untuk membuat sebuah pilihan akhirnya To mu memutuskan untuk menerima bantuan tersebut.


Batuan itu tidak secara cuma-cuma di berikan melainkan ada imbalan yang harus dia bayar.


Awalnya to mu mengira guru besar akan meminta kekuasaan, jabatan, harta atau sebuah wilayah tetapi dugaannya salah.


Yang guru besar itu minta adalah pedang pemberian Aqila, walau tidak rela dengan amat terpaksa to mu memberikannya.


Tidak mungkin bukan jika dia menggunakannya untuk berperang atau berkelahi secara fisiknya sudah tidak mendukung.


Kesepakatan akhirnya terjadi dan pria itu memenuhi janji yang di berikan setelah dia mendapatkan apa yang ia inginkan.


Hingga peristiwa hilang-nya kerajaan canghai terjadi dan peperangan berakhir.


Kabar menghilang-nya kerajaan canghai juga sudah menyebar ke pelosok bumi, banyak orang bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya di Sanah.


Hingga rumor itu tertelan oleh waktu di tambah dengan masalah baru yang bermunculan membuat semua orang melupakan rumor Tersebut.


Flashback off,,,,


"jadi seperti itu nona ceritanya"


pertanyaan tersebut membuyarkan kesadaran semua orang yang sedang terjebak dalam pikiran-nya masing-masing.

__ADS_1


Aqila yang melihat tidak ada ke bohong di mata To mu saat menjelaskan semua yang terjadi merasa sedikit lega.


Setidaknya pria itu bisa membuat keputusan yang tepat di saat yang sulit.


Tetapi Aqila juga masih sedikit penasaran dengan asal usul tanaman merambat yang menyerangnya itu.


Sekarang Aqila tau siapa pemilik batu yang sebelumnya dia temukan haya ada dua kemungkinan.


Entah itu milik pria tua yang di sebut guru besar atau orang-orang yang ingin mengambil alih kerajaan.


"nona Aqila"


"hm"


Aqila yang tadi sempat hanyut dalam lamunan-nya terkesiap langsung menatap kembali ke arah pemuda itu.


"apa anda marah pada saya karena tidak bisa menjaga kerajaan ini dengan baik, jika benar saya siap menerima hukuman"


To Mu berbicara dengan hati-hati dia juga sudah pasrah jika harus mendapat hukuman dari gadis itu.


alasan kenapa To mu menghormati gadis itu adalah karena dia juga pemilik kerajaan canghai di tambah dia pernah menyelamatkan nyawa pemuda tersebut.


Masih ingat dengan pemuda lusuh yang tidak sengaja mengotori pakaian salah seorang anak dari Bangsa WU, Orang yang hampir saja kehilangan nyawa karena di pukuli dengan brutal, dia adalah to mu.


Sejak hari itu kedua kakak beradik bersumpah untuk selalu menghormati dan berada di pihak Aqila sampai kapanpun.


"tidak perlu, kau sudah mengambil keputusan dengan benar"


Mendengar Aqila tidak marah padanya To mu bisa menghela nafas lega begitupun dengan lain.


Sejak tadi mereka hanya diam menyaksikan walau beberapa dari mereka juga merasa penasaran dengan siapa sebenarnya sosok Aqila dan mengapa To mu begitu menghormati-nya.


kematian salah satu rekan juga berdampak besar bagi mereka untuk tidak memancing emosi gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2