
tatapan sengit itu berlangsung lama hingga salah satu di antara mereka jengah.
"Jangan mencoba memancing kemarahan ku Lin Zhang kau tau sendiri apa akibatnya"
Kali ini Aqila bener-benar sangat muak dia sudah memberikan kesempatan pada pria itu untuk memperbaiki diri tetapi hasilnya masih tetap sama.
Entah apa yang keluarga Jun berikan pada Lin Zhang hingga membuatnya jadi seperti ini.
Tatapan hangat dan sikap lembut yang dulu ada apa Lin Zhang berubah, dia seperti haus akan pujian, kekuasaan dan ketenaran.
pria itu tidak sadar bahwa semenjak Jun Jia Hadir dalam kehidupannya perlahan sikap pemuda itu berubah.
"apa maksud anda nona Aqila disini anda lah yang bersikap seenaknya"
Bukannya menyadari kesalahan dan meminta maaf Lin Zhang malah semakin memancing emosi gadis itu.
sedangkan orang-orang yang melihat perdebatan mereka menjadi cemas, sedikit yang mereka tau Keduanya sama-sama kuat apakah akan terjadi perkelahian nantinya.
Lin Bao yang sejak tadi diam menatap sendu sang ayah dia tidak lagi merasakan sosok hangat pria itu setelah menjadi raja di tambah kehadiran Jun Jia semakin membuat hubungan mereka renggang.
"ayah hentikan"
Lin Bao yang sudah merasa tidak nyaman dengan hawa di ruangan tersebut mencoba melerai perdebatan ke-duanya.
"JANGAN IKUT CAMPUR LIN"
secara spontan Lin Zhang meneriaki Lin Bao dengan begitu keras tatapan matanya begitu tajam.
Semua orang menganga tak percaya mereka terkejut dengan teriakan pria itu, kecuali Mentri Jun dan putrinya.
__ADS_1
"BERANI SEKALI KAU MEMBENTAK PUTRA KU BAJINGAN"
Aqila tidak tinggal diam dia meneriaki balik Lin Zhang, gadis itu tidak terima jika ada yang berani menyakiti putra-nya meskipun dia bukan darah dagingnya tapi Aqila sudah menganggap Lin Bao seperti anak-nya sendiri.
bulir bening menetas dengan sangat deras dari kedua mata Lin Bao, bocah laki-laki itu tidak menyangka ayah-nya kembali membentaknya, ini bukan kali pertama Lin Zhang melakukan hal tersebut.
kilat amarah terlihat jelas di mata Aqila kini gadis itu sudah hilang kesabaran dia tidak habis pikir Lin Zhang lebih mempercayai orang asing ketimbang putranya sendiri.
sraaaak
Brukk
Lin Zhang terpental membentur dinding saat Aqila tiba-tiba memberinya pukulan mengunakan kekuatan sihir.
semua orang kembali di buat terkejut mereka jelas tidak melihat Aqila bergerak Sedikitpun lantas bagaimana Lin Zhang bisa terpental dengan begitu kuatnya.
..."Author kasih tau yah kalo di dunia bawah tidak ada yang namanya kekuatan sihir"...
Lin Zhang mengumpat setelah mendapat Serangan mendadak setelahnya dia terbatuk dengan darah segar yang keluar dari mulutnya.
pria itu berusaha bangkit meski tubuhnya terasa remuk dia menatap benci Aqila karena telah mempermalukannya.
Jun Jia menatap khawatir ke arah Lin Zhang dia tidak menyangka bahwa semuanya akan menjadi kacau seperti ini.
gadis itu ikut membenci Aqila dia berfikir jika saja Aqila tidak muncul maka semua rencananya akan berjalan dengan mulus.
Setelah berhasil berdiri Lin Zhang menarik pedang salah satu prajurit kemudian melesat ke arah Aqila.
Aqila masih berdiri tenang sebenernya dia tidak ingin membunuh pria itu tetapi Lin Zhang terus saja memancing emosi-nya.
__ADS_1
Apakah pria itu tidak belajar dari pengalaman bahwa selama ini siap saja yang berurusan dengan Aqila tidak akan pernah berakhir dengan baik.
Trang
suara adu pedang menggema di ruangan tersebut mereka menatap takjub pedang hitam milik Aqila yang berhasil menarik perhatian semua orang.
Diam-diam Mentri Jun menatap penuh minat dia mencari cara agar pedang hitam itu menjadi miliknya.
dia tidak tau saja bahwa pedang hitam tersebut memiliki kesadarannya sendiri tidak mudah untuk menaklukkan pedang tersebut.
srakk
bugg
Aqila memutar tubuh kemudian menendang perut Lin Zhang dengan sangat kuat hingga pria itu kembali tersungkur.
Lin Zhang tidak pantang menyerah dia bangkit kembali kemudian menyerang Aqila secara acak, pria itu tidak terima jika harus kalah dari seorang gadis.
Cukup lama mereka bertarung dengan sengit keadaan Lin Zhang sangat kacau dia mendapatkan banyak luka di sekujur tubuh-nya, sedangkan Aqila hanya mendapat satu sayatan di lengan kirinya.
bugg
Lin Zhang yang sudah kehabisan tenaga kembali mendapat pukulan mematikan yang mengakibatkan pria itu tidak bisa lagi bangkit dari posisinya bahkan hanya untuk bergerak saja dia tidak mampu.
Aqila menodongkan ujung pedang milik-nya ke leher Lin Zhang, berbagai tatapan dia dapatkan dari mereka yang menyaksikan pertarungan tersebut.
Lin Bao berlari ke arah Aqila kemudian memeluknya, mendapat sentuhan hangat Aqila perlahan meredam kemarahannya.
"ibu tolong jangan sakiti ayah"
__ADS_1
bocah laki-laki tersebut memohon dengan air mata yang terus berderai, hati-nya hancur ketika menyaksikan dua orang yang begitu dia sayangi saling menghunuskan pedang.
Jujur dalam hati Lin Bao dia tidak ingin keduanya bertengkar apalagi sampai terluka, dia masih membutuhkan sosok keduanya.