
kini seluruh pasukan Aqila sudah mengepung istana mereka saling berhadapan satu sama lain, keadaan semakin menegangkan kala mereka memulai kembali peperangan.
raja Bingwen dan beberapa orang petinggi lain tidak menyangka bahwa yang menyerang istana adalah raja sebelumnya yaitu Shen huan yang dulu pernah di kalahkan oleh mereka.
pria itu berfikir setelah sekian lama tidak ada pergerakan mengapa hari ini melakukan penyerangan secara mendadak, dia hampir berfikir bahwa mereka telah mati di perang sebelumnya.
"sialan rupanya mereka masih hidup"
guma raja Bingwen yang menyadari kecerobohannya karena tidak menyelidiki lebih lanjut apakah mereka masih hidup atau tidak.
kini pria itu tampak menyesal bercampur kebencian, dia tidak ingin kehilangan kekuasaan yang saat ini sudah ada dalam genggaman.
susah payah dia merebut tahta kerajaan bagaimana mungkin dia akan menyerahkannya begitu saja.
"kita bertemu lagi Bingwen bagaimana perasaan mu melihat ku masih hidup"
ucap Shen huan dingin, tatapan kebencian tercetak jelas di sorot matanya yang tajam.
kilasan masa lalu tentang peperangan sebelumnya masih membekas di hati Shen huan apalagi pengkhianat dari orang-orang terdekatnya membuat darah semakin mendidih.
flashback on,,,
tiga belas tahun yang lalu kerajaan emerald di pimpin oleh shen huan dia suami dari Shen Ling kakak tertua dari meilin, kerajaan Emerald awalnya sangat aman dan damai tetapi suatu hari di malam hujan salju pemberontakan terjadi secara besar-besaran.
penyerangan itu di lakukan oleh sepupu dan selirnya sendiri yaitu Bingwen dan jinjin, keduanya melakukan hal tersebut karena haus akan kekuasaan.
Bingwen adalah putra dari mendiang kakak sang ayah yang memiliki asumsi bahwa tahta tersebut harusnya menjadi milik dia bukan Shen huan, sedangkan untuk jinjin sendiri dia berasal dari keluarga bangsawan yang di nikahkan sebagai balas budi.
Shen huan sangat mencintai Shen Ling dan sering mengabaikan jinjin hingga wanita itu membenci keduanya, bagaimana tidak meski mereka resmi menjadi sepasang suami istri Shen huan tidak pernah sekalipun menyentuh jinjin dia hanya akan bersikap baik layaknya kakak pada sang adik bukan sebagai pasangan.
jinjin awalnya sangat mencintai Shen huan tapi mengalami ke tidak Adila selama setahun lebih membuat wanita itu hilang kendali hingga dia berselingkuh dengan Bingwen yang notabenenya sepupu ipar.
mereka menyusun rencana untuk merebut kekuasaan, awalnya peperangan seimbang karena berkat kekuatan meilin yang memiliki sihir penyembuh pasukannya dapat bertahan sedikit lebih lama.
meski sudah mengerahkan seluruh kekuatan mereka tetap kalah karena pihak lawan bekerja sama dengan pasukan kerajaan kegelapan.
__ADS_1
saat itu pertempuran benar-benar sangat menegangkan meilin bahwa hampir kehilangan nyawa jika saja Helma tidak membawanya pergi tapi sayang mereka harus terpisah dan keduanya berakhir jatuh ke dunia bawah.
sedangkan keluarga kerajaan yang lain berhasil selamat menggunakan jalur rahasia hanya saja Shen huan terluka cukup parah dan sang ayah serta orang kepercayaannya meninggal di tempat.
butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka Shen huan, hingga mereka memutuskan untuk bersembunyi terlebih dulu sampai tiba saatnya mereka mengambil kembali hak tersebut.
flashback off,,,
"hahaha kau pikir bisa mengalahkan ku, jangan bermimpi, cih"
di saat seperti ini raja Bingwen masih bersikap angkuh dia tidak tau saja bahwa kali ini kekalahan pasti akan menghampirinya.
Shen huan tersadar kembali dari lamunannya dia tidak menjawab perkataan pria itu hanya sedikit menampilkan senyuman mengejek.
saat kedua pasukan bersitegang dari sudut lain yaitu di atas ubin istana tertinggi Aqila duduk santai menyaksikan bentrokan tersebut.
dia bahkan sempat-sempatnya berbaring dan memejamkan mata seolah tidak terjadi apapun di bawah sanah.
meski begitu kewaspadaan yang di milikinya masih dalam mode siaga dia akan membantu jika itu di perlukan.
duar
duar
brak
trank
suara benturan kekuatan baik menggunakan sihir atau pun senjata terdengar sangat nyaring hingga berpuluh-puluh meter jauhnya.
para penduduk yang sedang berada di tempat persembunyian juga dapat mendengar benturan kekuatan tersebut.
mereka mulai saling memberi komentar dengan perasaan tak tentu, ada yang senang ada pula yang khawatir dengan kehidupan mereka kedepannya akan seperti apa.
peperangan berlangsung lama tidak sedikit prajurit yang gugur menjalankan tugas, kali ini raja Bingwen mengalami frustasi dia tidak bisa lagi menganggap enteng lawannya.
__ADS_1
saat lengah pria itu mendapat hantaman yang cukup menyakitkan dari kekuatan sihir milik Shen huan tidak hanya di sanah dia kembali di tikam oleh sebuah pedang milik Shen duyi yang kini sudah ikut bergabung dalam pertempuran tersebut.
di saat kemenangan hampir Shen huan dapatkan tiba-tiba Bingwen yang terluka cukup parah tertawa begitu keras detik berikutnya matanya berubah menjadi merah menyala.
kulit serta wajahnya perlahan berubah menjadi sosok menyeramkan, Aqila yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres membuka mata.
mata gadis itu membulat sempurna dia tidak menyangka bahwa pria tersebut sanggup melakukan hal nekat tanpa memikirkan resiko besar yang harus dia tanggung nantinya.
raja Bingwen kini berubah seperti sosok iblis rupanya pria itu membuat perjanjian dengan raja iblis demi merebut kekuasaan dari sodara-nya sendiri.
bukan hanya Aqila yang terkejut tetapi semua orang juga merasakan hal yang sama.
setelah berubah menjadi sosok iblis kekuatan raja Bingwen meningkatkan sangat pesat, Shen huan dan yang lain tidak ada apa-apanya di mata pria itu.
Bingwen tertawa dengan sangat keras melihat musuhnya terkejut dengan perubahannya.
tidak lama setelahnya dia mulai menyerang secara membabi buta, dan kini peperangan di kuasai oleh pihak raja Bingwen.
melihat keluarga dan pasukannya hampir terdesak Aqila turun menghadang kekuatan pria itu saat ingin menyerang sang paman.
Aqila membuat tujuh perisai pelindung untuk melindungi keluarga dan seluruh pasukannya.
dia menatap mata pria itu dengan sangat tajam, perlahan bola mata Aqila berubah kembali menjadi merah darah.
dan hal tersebut membuat Bingwen bergetar ketakutan karena aura intimidasi yang di keluarkan gadis itu seolah mencekik leher hingga dia kesulitan bernafas.
bahkan dia merasakan kedua kakinya sudah tidak sanggu lagi menopang berat tubuhnya.
raja Bingwen jelas gelisah di otaknya terus berfikir tentang siapa Aqila sebenarnya dan mengapa gadis muda itu mampu mengeluarkan tekanan yang begitu mematikan haya dengan sorot matanya saja.
bukan hanya Bingwen yang merasakan hal tersebut tetapi seluruh pasukan dan keluarganya sendiri kesulitan menghadapi tekanan aura itu.
banyak pasukan yang jatuh pingsan sedangkan yang memiliki tingkat kekuatan di atas ranah petarung dan jendral masih mampu bertahan.
bentrokan antar kekuatan sihir kegelapan milik ke-duanya membuat suasana semakin mencekam.
__ADS_1