
malam berganti pagi, terus saja seperti itu sampai tidak terasa aqila sudah tinggal di sanah selama enam bulan lamanya.
selama enam bulan setelah kejadian di istana, aqila menjalani kesehariannya dengan tenang, Kini gedung baihe menjadi sangat terkenal di ibu kota, Lima ratus lima pasukan miliknya juga semakin kuat dengan bantuan air suci.
tentang balas dendam aqila sudah mempersiapkan segalanya dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua bukti yang di dapat tentang semua kejahatan Selir huranran selama ini.
sampai tiba di suatu malam yang gelap Aqila bermimpi bertemu dengan ibu pemilik tubuh yang tidak lain adalah meilin.
malam itu udara begitu dingin, di kediaman lavender seorang gadis yang sedang tertidur nyenyak merasakan seseorang menembus alam bawah sadarnya.
jiwanya seolah di tarik ke suatu tempat yang terlihat asing di mata Aqila, di sanah semuanya serba putih tidak ada apa pun itu seperti ruangan kosong.
Aqila sempat berpikir apakah dia berada di ruang hampa tak berujung Karena tidak ada kehidupan di sanah selain dirinya.
"apa ada orang"
Aqila berharap ada orang lain yang bisa menjawab kebingungannya.
"putri ku axela"
deg
Aqila tertegun merasa sesak di dada begitu namanya di sebut, ini kali pertama Aqila mendengar lagi nama aslinya di ucapkan.
"siapa"
Aqila bingung bukan main dia terus menengok ke segala arah mencari sumber suara.
perlahan sesosok wanita cantik berjalan ke arahnya dengan penuh senyuman, dia tersenyum Manis membawa segala kehangatan yang belum pernah aqila rasakan.
rasanya nyaman Aqila ingin sekali memeluk wanita cantik itu ketika dia sudah berada di hadapannya.
"axela"
wanita itu kembali menyebutkan nama aslinya membuat aqila menatap langsung mata cantiknya.
bola mata yang sama persis dengannya membuat Aqila menyadari satu hal bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah ibu si pemilik tubuh.
"kenapa anda memanggil ku axela nyonya"
tanya aqila dengan segala kebingungan yang dia rasakan
"bukankah itu nama mu yang sebenarnya"
ucap lembut meilin sambil terus tersenyum manis ke arah Aqila
"jadi anda tau bahwa saya bukan Aqila yang asli"
"ya saya tau"
"lalu apa maksud anda dengan mengatakan panggilan putri ku pada saya"
__ADS_1
Aqila butuh jawaban dari semua teka teki yang saat ini terjadi pada hidupnya
"kau memang putri ku axela"
ucapannya berusaha meyakinkan Aqila bahwa yang dia katakan adalah kebenaran
"saya tidak paham dengan maksud anda, biar saya perjelas saya berasal dari dimensi lain, saya tidak punya orang tua dan saya juga tidak mengerti mengapa saya bisa sampai ke tempat ini dan menempati tubuh putri anda"
Aqila sudah tidak tau harus merespon seperti apa hatinya begitu kacau dengan kenyataan yang ada.
"dulu aku melahirkan seorang anak kembar yang sangat cantik tapi mereka harus terpisah karena sebuah ramalan"
wanita itu mengatakannya sambil mengenang kembali kejadian beberapa tahun lalu ketika dia masih hidup.
"di saat aku melahirkan suami ku sedang tidak ada di kediaman hingga di saat persalinan tiba kakek buyut datang dan mengatakan bahwa aku harus memisahkan kalian berdua takdir kalian berbeda jika kalian di satukan maka tidak ada yang hidup, aku sempat menolak hal itu tapi kakek buyut kembali berkata salah satunya akan jadi penguasa hidupnya akan selalu dalam bahaya
aku tidak ingin kehilangan semua anak anak ku yang telah susah payah aku lahirkan itulah sebabnya aku menyetujuinya, anak itu adalah kalian berdua kau dan aqila kalian kakak beradik"
"lalu bagaimana kami bisa berada di dimensi yang berbeda"
"kakek buyut membawa mu ke dimensi lain itu menyebabkan semua kultivasinya menghilang dan di tengah perjalanan kakek buyut di serang oleh sekelompok orang yang memiliki kekuatan tinggi hingga dia tewas"
jelas meilin secara terperinci agar Aqila tidak kebingungan lagi dengan jati dirinya yang sebenarnya.
Aqila mengangguk paham dengan semua yang di jelaskan oleh ibunya meilin.
"axela dengar waktu ku sudah tidak banyak, carilah bunga anggrek hitam seribu kelopak untuk membuka segel dantian mu setelah itu berlatihlah ilmu sihir sampai kau menjadi kuat, dan pergilah ke dunia atas kau akan menemukan semua jawaban atas pertanyaan mu selama ini, sebelum aku pergi bisakah kau memeluk ku sebentar aku sangat merindukan mu putri ku axela"
perlahan tubuh meilin menghilang bagai debu Aqila menatap nanar kepergian ibunya, baru saja gadis itu merasakan pelukan hangat seorang ibu kini dia harus menguatkan batinnya lagi.
setelah itu aqila terbangun dari tidurnya hari masih gelap matahari sepertinya masih betah bersembunyi tapi Aqila tidak bisa lagi memejamkan matanya.
dia terus mengingat apa yang ibunya katakan seolah itu adalah alarm berbahaya yang tidak boleh Aqila lupakan.
gadis itu berjalan ke arah jendela dia menatap lurus ke depan tidak ada ekspresi di sanah tapi ada begitu banyak pertanyaan yang terus terngiang di kepalanya.
setelah cukup lama berdiam diri, hari sepertinya akan segera pagi Aqila memutuskan untuk tidur sebentar sebelum memulai kembali agendanya.
....
pagi hari, Aqila terbangun oleh terpaan sinar matahari yang sudah menjunjung tinggi di atas langit.
dia hendak menurunkan kakinya ke atas ubin namun suara seseorang sudah lebih dulu menghentikan pergerakannya.
siapa lagi kalau bukan Lila gadis itu selalu saja membuat kehebohan setiap pagi.
"nona anda sudah bangun, kalau begitu mari bersiap saya akan membantu anda merias diri"
Lila berjalan mendekati Aqila dengan begitu bersemangat.
"untuk apa"
__ADS_1
Aqila menjawabnya dengan acuh sambil melangkah turun dari atas ranjang
"pagi ini ada sebuah surat datang isi di dalamnya menjelaskan bahwa putra mahkota akan berkunjung kemari"
Lila menjelaskan alasan kenapa dia menyuruh gadis itu untuk cepat bersiap
"lalu"
"apa anda tidak ingin bertemu dengannya"
melihat Aqila bersikap biasa saja membuat Lila sedikit bingung, pasalnya gadis gadis lain akan langsung bersiap begitu mendengar nama putra mahkota di sebutkan tapi sepertinya Aqila berbeda dari kebanyakan gadis pada umumnya.
"tidak"
"oh, tapi saya heran kenapa anda tidak ingin bertemu dengannya apa kalian terlibat masalah"
"tidak"
"lalu kenapa anda menghindarinya, bukankah suatu kehormatan bisa dekat dengan putra mahkota kerajaan ini"
ucap Lila merasa bingung dan tidak habis pikir dengan sikap acuh Aqila.
"aku tidak perduli"
Aqila dengan tegas menolak dia benar benar tidak ingin berhubungan dengan keluarga kerajaan karena nanti pasti akan sangat merepotkan.
"harus saya akui anda satu satunya orang yang tidak tertarik pada putra mahkota Jiang mo, apa anda tau selain pangeran ke empat dan jendral Ling putra mahkota adalah kandidat terbaik untuk menjadi calon suami menurut para gadis"
jawab Lila begitu gamblang mengungkapkan
apa yang dia pikirkan.
"tidak tertarik"
"sayang sekali padahal dia sangat tampan"
Lila kembali memanasi Aqila untuk mengubah pendirian gadis itu.
"kalau begitu buat mu saja"
Aqila menjawab seenaknya membuat Lila terkejut bukan main.
"itu tidak mungkin saya bahkan tidak berani berkhayal bisa bersanding dengan orang terhormat sepertinya, saya masih sadar posisi nona"
Lila mengatakannya dengan lesu seperti orang yang kehilangan semangat hidup.
hy temu lagi sama author maaf yh author agak lama up nya dikarenakan author sibuk.
semoga kalian tidak bosan menunggu bab berikutnya
selamat membaca 🙏😊🥰
__ADS_1