SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Rumor


__ADS_3

Aqila memang egois tapi siapa suruh mereka begitu berarti dalam hidupnya.


setelah memberi Jiang mei pelajaran Aqila langsung pergi dari sanah dengan cara melesat secepat kilat.


kini dia hanya perlu menunggu esok hari maka berita tersebut sudah tersebar luas keseluruhan wilayah kerjaan Cang'an.


Aqila membalas dengan cara yang sama seperti yang Jiang mei lakukan, kini tersisa satu orang lagi yang perlu di urus.


dan benar saja keesokan pagi, istana kembali di buat gempar oleh skandal putri Jiang mei yang tidur dengan salah satu kesatria kerajaan.


berita itu bermula dari seorang pelayan yang sengaja masuk ke dalam kamar Jiang mei untuk membantu gadis itu bersiap.


alangkah terkejutnya saat dia melihat pandangan tidak senonoh dua pasang insan sedang berpelukan di bawah selimut yang sama.


aaaaa...a


teriak pelayan, tanpa sadar begitu dia ada di hadapan mereka berdua.


mendengar suara teriakan dari dalam paviliun para penjaga dan pengawal yang berada di luar berlari mendekati sumber suara.


Jiang mei dan kesatria juga ikut terbangun akibat suara keras tadi mereka masih belum sadar dengan apa yang terjadi semalam.


semua orang yang melihat keadaan keduanya saling menatap bingung harus merespon seperti apa.


"ahhh sialan kenapa kau ada di ranjang ku dasar manusia rendahan"


teriak Jiang mei marah begitu dia sadar dan melihat sosok pemuda yang tidak mengenakkan pakaian berada di sampingnya.


"putri saya"


belum sempat kesatria tersebut menjelaskan yang sebenarnya putri Jiang mei sudah lebih dulu menyela.


"keluar kau dari kamar ku bajingan"


Jiang mei berteriak frustasi sambil terus melemparkan barang ke arah pemuda yang menghabiskan malam bersamanya,dia begitu syok saat melihat tubuhnya sendiri yang tidak mengenakkan pakaian.


para pelayan wanita di buat kelimpungan saat Jiang mei terus memecahkan barang yang ada di kamarnya setelah para penjaga dan prajurit juga kesatria itu pergi.


bisik bisik pelayan yang membicarakan kejadian tadi pagi sampai terdengar ke telinga raja jiang nan dan selir kehormatan mereka berdua murka begitu mendengar kabar tersebut.


tanpa berlama lagi raja Jiang nan dan selir huyoulin langsung pergi menuju paviliun Jiang mei.


saat keduanya sampai di dalam hal pertama yang mereka lihat adalah barang barang pecah yang berserakan di lantai.


raja jiang nan kembali terbakar emosi dia langsung menghampiri Jiang mei yang sedang terduduk di bawah ranjang, penampilan gadis itu sudah tidak karuan.


plak

__ADS_1


satu tamparan mendarat mulus di pipi sebelah kanan Jiang mei, dia merintih kesakitan akibat pukulan tersebut.


"gadis bodoh apa yang telah kau lakukan hah apa kau sengaja mempermalukan ku di hadapan semua orang, apa sebelum melakukan hal menjijikkan itu kau tidak memikirkan reputasi kami, kau tak ubah seperti ******, sia sia aku membesarkan mu"


ucap raja jiang nan dengan nada tinggi dan penuh emosi dia sangat marah dengan putri keduanya


"ayah dengarkan aku lebih dulu, aku tidak bersalah seseorang pasti sudah menjebak ku"


bantah Jiang mei dengan suara lirih dan air mata yang terus mengalir dari ke dua matanya


"kau pikir aku ini bodoh, siapa yang akan percaya dengan ucapan sampah mu itu"


"ayah aku mohon aku tidak bersalah"


Jiang mei memohon sambil berlutut di bawah kaki raja jiang nan mengharap belas kasihannya.


"jika aku tau kau hanya akan menjadi aib terbesar ku, lebih baik kau mati saja saat dilahirkan ke dunia ini"


"yang mulia"


huyoulin yang mendengar ucapan raja Jiang nan menegur ucapan suaminya itu


"diam, kau sama saja tidak berguna seperti dia, bagaimana cara kau mendidiknya hah, jika kau tidak becus mengurus anak mu sendiri lebih baik kau tidak usah melahirkan seorang anak lagi"


ketika mendengar suara selir huyoulin raja Jiang nan kembali terbakar amarah dan dia langsung memarahi wanita itu.


ucap keras selir huyoulin dia tidak terima di salahkan seorang diri padahal raja Jian nan seharusnya ikut adil dalam mengurus putrinya


"dia bukan putri ku aku tidak memiliki putri sepertinya dia sungguh menjijikkan"


raja Jiang nan mengatakannya tanpa rasa bersalah sedikitpun


"kau tega mengatakan itu semua ayah, padahal selama ini aku selalu berusaha menjadi seperti yang kau inginkan inikah balasan atas kerja keras ku"


guma Jiang mei dalam hati yang merasa tersakiti oleh ucapan raja Jiang nan dia menatap benci pria tersebut


setelah meluapkan semua emosinya raja jiang nan melangkah pergi dengan wajah yang penuh amarah.


"ibu aku tidak bersalah"


keluh putri Jiang mei dengan air mata yang masih mengalir dia merasa sesak di hati atas ucapan ayahnya tadi.


"tenanglah putri ku aku percaya pada mu kau tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti ini, kita harus mencari tau siapa dalang sebenarnya untuk membuktikan ke tidak bersalah mu"


begitu sepeninggalan raja selir huyoulin langsung mendekati putrinya dan memeluk gadis itu untuk menenangkannya


sedangkan disisi lain kesatria yang menghabiskan malam dengan putri Jiang mei di tangkap dan di masukan ke dalam penjara

__ADS_1


selama berada dalam sel tahanan, kerap kali pemuda itu mendapat penyiksaan dari para prajurit lain yang merasa marah dengan tindakannya yang telah lancang menyentuh tuan putri Jiang mei.


sekeras apa pun dia menjelaskan mereka semua tetap saja tidak percaya dan menganggap dirinya tak tau malu.


sedangkan di kediaman Han tepatnya di paviliun lavender si pelaku sedang duduk manis menikmati secangkir teh hangat dan beberapa kue kering.


"nona, apa anda sudah mendengar rumor pagi ini"


ucap Lila begitu dia sampai di hadapan Aqila dengan nafas terputus putus


sedangkan Aqila yang mendengar ucapan Lila hanya melirik sejenak kemudian kembali menikmati teh


sikap acuh Aqila benar benar menguras emosi setiap orang yang mengajaknya bicara


"sabar Lila kau harus sabar"


ucapnya menenangkan diri sendiri sambil mengatur irama nafas yang sempat tidak stabil akibat banyak berlari.


setelah merasa cukup tenang Lila melangkah kakinya ke arah tempat duduk yang ada di hadapan Aqila kemudian gadis itu duduk di sanah.


"nona, saat saya pergi ke pasar tadi saya mendengar rumor tentang putri Jiang mei yang tidur dengan salah satu kesatria istana, kabar itu benar benar sangat ramai di bicarakan oleh semua orang yang ada di pasar"


ucap Lila dengan penuh semangat saat menceritakannya


"oh"


"hanya itu"


Lila terkejut menjatuhkan rahang begitu mendengar jawaban aqila gadis itu di buat geleng kepala dengan sikap acuh tuannya.


meskipun sering kali di buat seperti itu tetap saja Lila tidak terbiasa dengan kepribadian aqila yang terlampau aneh.


"hm"


"hah baiklah terserah nona saja, hari ini anda ingin kemana"


ucap Lila dengan pasrah dan memilih mengalihkan topik pembicaraan.


"malas"


ucap aqila karena hari ini dia tidak ingin keluar, dia hanya akan mengunjungi dimensi melihat perkembangan yang terjadi di sanah.


terimakasih buat yang udah doain author dan selalu support author, author udah berhasil kontak hehehe๐Ÿ˜‚


semoga kalian gak pernah bosen sama cerita yang author sajikan, author bakal buat cerita ini menarik di bab bab berikutnya jadi jangan sampai ketinggian dan pantau terus ya hehehe


terimakasih atas waktunya selamat membaca ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2