SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Tantangan Unjuk Bakat


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan untuk beberapa waktu mereka akhirnya tiba di istana.


kedatangan kali ini di sambut baik dengan penuh hormat oleh para pelayan juga prajurit.


mereka masih mengingat betul kebaikan yang Aqila lakukan saat menyelamatkan Liu yaoshan dari serangan penyusup tempo lalu.


panglima Jiao yang mendapat tugas untuk menyambut kedatangan gadis itu bergegas menghampirinya setelah Aqila dan yang lain melewati pintu gerbang.


"salam nona Aqila, nona Lila dan tuan Lin Shan salam juga untuk mu nona Bai lu"


ucap pemuda itu setelah dirinya sampai di hadapan mereka berempat.


"salam panglima Jiao"


"salam"


Lila dan Lin Shan menjawab lebih dulu salam tersebut baru setelahnya Aqila dan Bai lu.


"silahkan lewat sini nona"


tidak ingin membuat sang raja dan yang lain menunggu terlalu lama, Jiao langsung memandu ke empatnya menuju tempat jamuan festival.


tanpa banyak bertanya Aqila, lila, Bai Lu dan Lin Shan mulai mengikut pemuda itu dari belakang, mereka berlima menyusuri koridor istana tanpa adanya obrolan.


suasana mulai terasa ramai saat rombongan aqila berpapasan dengan para pelayan yang sibuk mempersiapkan jamuan makan.


begitu tiba semua orang mulai menatap ke arah mereka berlima.


"salam yang mulia raja Liu yaoshan semoga anda berumur panjang"


ucap panglima Jiao di ikuti yang lain, sebagai bentuk penghormatan.


"salam kalian saya terima, silahkan duduk"


jawab Liu yaoshan dengan penuh wibawa, pria itu terlihat gagah dengan pakaian khas seorang raja.


"terimakasih"


"tidak perlu sungkan saya senang anda menerima undangan kami"


setelahnya Aqila dan yang lain mulai menempati posisi mereka masing-masing.


Liu Wei melambaikan tangan sambil tersenyum manis saat Lila, dan Aqila tidak sengaja memandang ke arah gadis itu.


keduanya hanya membalas dengan anggukan singkat baru kemudian mulai menikmati acara yang sedang di sajikan.


acara di buka dengan tarian para penari baru setelahnya ke acara inti, yaitu turnamen unjuk bakat.


semua tamu di perbolehkan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut termasuk aqila dan temannya.


tapi sayangnya mereka berempat tidak berminat sama sekali, hingga di akhir acara seseorang menantang Aqila untuk menunjukkan bakatnya.


orang itu adalah putri pertama raja Liu yaoshan dan sang ratu.


kerajaan xingsheng memiliki tiga orang pangeran dan dua orang putri.


permaisuri xiuying melahirkan pangeran pertama yaitu Liu haocun, minghao dan Liu Wei, sedangkan ratu yuzi melahirkan putri Lian zu dan pangeran ke tiga Li Hao yu.


"saya dengar anda sangat berbakat nona Aqila, suatu kehormatan bagi kami bisa menyaksikan salah satu kehebatan anda"


ucap Lian zu yang sengaja mengatakannya untuk mempermalukan Aqila di hadapan semua orang.


karena dia merasa marah saat pria yang di sukainya terus memandang ke arah Aqila dengan penuh kerinduan.


jelas ucapan gadis itu membuat semua orang terkejut termasuk jendral jiazchen yang sejak awal memperhatikan Aqila.


"maaf, sepertinya nona saya tidak bersedia"


ucap Lila yang mengetahui niat busuk tersebut, sedangkan Aqila hanya diam tanpa berniat membuka suara.

__ADS_1


"apa anda malu atau takut jika terjadi kesalahan, tenang saja nona kami tidak akan menertawakan anda"


Lian zu terkekeh kecil seolah itu adalah hal yang lucu sedangkan beberapa orang menatap cemas takut jika Aqila mengamuk.


"apa putri mu tidak tau orang yang coba dia permalukan siapa"


ucap Liu yaoshan dingin sambil menatap tajam perempuan yang berada di samping kirinya.


"kenapa kau begitu khawatir putri kita tidak melakukan kesalahan apa pun dia hanya meminta nona Aqila menunjukkan bakatnya"


mendapat tatapan demikian ratu zuyi mendengus kesal sambil membela putri Lian zu yang di anggapnya tidak melakukan kesalahan.


"kau tidak tau, nona Aqila memiliki emosi yang tidak stabil bagaimana jika dia merasa tersinggung hah"


Liu yaoshan semakin di buat emosi oleh sikap keras kepala ratu zuyi, sekali lagi dia menegaskan apa yang ia ketahui tentang gadis itu.


"lalu bagaimana cara ku menghentikannya, kau tau betul seperti apa watak putri mu itu"


tidak ingin di salahkan ratu zuyi melemparkan seluruh kekesalannya pada sang suami.


"putri Lian zu hentikan"


tidak ingin berlarut dalam ketegangan Liu yaoshan mencoba menghentikan tingkah putri Lian zu, agar tidak semakin memancing kesabaran Aqila.


"Kenapa ayah Handa, aku hanya ingin tau kehebatan nona Aqila bukankah yang lain juga begitu"


Lian zu tidak ingin menyerah dalam hal mempermalukan Aqila hingga gadis itu mencoba menggunakan rasa penasaran orang lain sebagai tameng.


"benar yang mulia"


"lihatlah ayah"


"tapi"


"tidak masalah yang mulia raja Liu yaoshan"


Aqila mengucapkannya dengan penuh penekanan yang artinya gadis itu sudah merasa terusik.


tanpa ada yang tau jiazchen juga merasakan hal yang sama seperti yang tengah di rasakan oleh keduanya.


perlahan tapi pasti Aqila melangkah menaiki panggung unjuk bakat tersebut.


sebelum memulai aksinya dia menatap tajam Liu yaoshan menyiratkan ke tidak sukaan, mendapat tatapan seperti itu pria tersebut hanya bisa menelan ludah kasar.


saat Liu yaoshan sedang di Landa kekhawatiran, perlahan Aqila mulai mengeluarkan seruling yang terbuat dari batu giok murni.


kemunculan seruling yang secara mendadak mengundang banyak perhatian orang-orang yang hadir menyaksikan perayaan tersebut.


Mereka menatap penuh kagum ketika Aqila mulai memainkan sebuah lagu yang terdengar sangat indah.


tidak Hanya di situ Aqila juga mengubah seruling tersebut menjadi sebilah pedang untuk mengiringi tariannya.


saat Aqila Mulai menari tarian yang berbeda dari umumnya semua orang kembali di buat terkagum-kagum bahkan ada beberapa dari Mereka yang hampir mengeluarkan air liur.


gerakan Aqila begitu lincah dan penuh penegasan gadis tersebut terlihat tidak seperti sedang menari melainkan sedang berperang melawan musuh.


Lian zu menggeram marah saat niatnya tidak berjalan dengan mulus.


sedangkan dua orang pemuda tampan dari arah berlawanan menatap Aqila penuh ketertarikan.


tidak berselang lama aqila menyudahi tariannya suara tepuk tangan mulai menggema begitu musik selesai di mainkan.


"wah anda sangat hebat nona"


suara pujian terus terdengar, tapi sayangnya Aqila tidak memperdulikan hal itu.


sebelum turun Aqila lebih dulu menatap tajam Lian zu membuat gadis itu sedikit merasa takut.


"ayo pergi"

__ADS_1


ucap Aqila yang kini tidak lagi memiliki niat untuk berada lebih lama lagi di tempat tersebut.


"maaf nona Aqila anda mau kemana"


ucap Liu Wei mencoba menenangkan kekesalan temannya.


"anda tidak perlu tau"


Aqila menjawab dingin pertanyaan tersebut Liu Wei yang mendengarnya tidak merasa sakit hati sama sekali sebab dia sudah di beritahu sebelumnya tentang karakter gadis itu oleh kakaknya Ming Hao.


"tapi acaranya belum selesai"


"aku sudah tidak tertarik"


"maaf jika saya bersikap lancang bisakah anda memaafkan putri Lian zu nona"


ucap Liu Wei dengan nada rendah dia tidak ingin kerajaan tercintanya mengalami masalah hanya karena kebodohan saudara tirinya.


"karena kau yang memintanya baiklah dan perlu di ingat aku tidak suka ketenangan ku di usik untuk hal tidak berguna seperti ini"


"terimakasih nona"


"hm"


"mari saya antar"


"tidak perlu, selamat tinggal"


"baiklah hati-hati jaga diri anda nona jika ada kesempatan saya akan berkunjung menemui kalian semua"


"sampai jumpa putri Liu Wei"


Lila melambaikan tangan pada gadis itu yang sudah di anggap sebagai temannya.


"sampai jumpa"


Liu Wei membalas salam perpisahan tersebut sedangkan yang lain di buat bingung juga penasaran dengan hubungan mereka berlima


setelahnya Aqila dan yang lain mulai melangkah pergi meninggalkan mereka semua yang masih menatap cengo.


terkejut tentu itu yang di rasakan oleh semua orang, mereka tidak percaya bahwa Aqila bisa melakukan hal seberani ini di hadapan sang raja.


"kau ayah hukum putri Lian zu"


ucap Liu yaoshan begitu Aqila, Lila, Lin Shan dan Bai Lu tidak lagi terlihat.


"Kenapa aku di hukum ayah handa"


"karena mu kerajaan ini hampir saja dalam bahaya"


"tapi ayah"


"diam jangan membantah lagi"


setelah mengatakan hal tersebut Liu yaoshan bangkit dari duduknya kemudian melangkah pergi kembali ke istana utama.


acara festival menjadi kacau saat satu persatu dari mereka mulai membubarkan diri.


"Aqila aku membenci mu"


umpat gadis itu dalam hati, amarahnya tengah menggebu karena Merasa di permalukan.


"tenanglah putri ku"


Ratu yuzi berusaha menenangkan amarah putrinya setelah dia sampai di hadapan gadis itu.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏


terimakasih sudah mampir dan sehat selalu untuk kalian semua

__ADS_1


maaf juga belum bisa crezy up 🙏


see you next time di episode berikutnya 👋😊


__ADS_2