
setelah berhasil meyakinkan Helma Aqila langsung memanjat naik ke atas tubuh binatang tersebut di ikuti Lin Shan.
tidak membuang waktu lagi kekang kuda langsung di tarik dan mereka melaju dengan kecepatan tinggi menyusuri kedalaman hutan.
sepanjang perjalanan Keduanya dapat merasakan energi kehidupan yang cukup melimpah dari hutan tersebut.
di dalam hutan tidak ada hal spesial apa pun selain tumbuhan-tumbuhan yang belum pernah Aqila jumpai.
sesekali juga gadis itu memetik beberapa tanaman yang menurutnya biasa dia gunakan suatu hari nanti.
saat ini mereka berada di wilayah perbatasan kerajaan emerald tapi sebelum itu mereka harus melewati lembah misterius yang konon katanya memakan banyak nyawa.
entah kebetulan atau apa mereka berdua bisa jatuh di tempat yang tepat tanpa harus melewati wilayah kerajaan lain terlebih dulu.
dunia atas adalah dunia dimana para penduduknya memiliki kekuatan sihir mereka yang tidak memiliki akar sihir akan di anggap sebagai aib keluarga dalam masyarakat.
dunia atas di bagi menjadi tiga wilayah setiap wilayah di pimpin oleh tiga kerajaan besar dan beberapa akademi ternama.
tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki mereka yang kuat akan di hormati dan yang lemah menjadi bahan tertawaan.
setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam akhirnya mereka tiba di depan lebah misterius.
aura suram yang begitu kental mampu membuat bulu kuduk siapa pun berdiri, tapi bagi Aqila dan Lin Shan itu bukan masalah yang besar.
"nona ini tempat apa"
Lin Shan menatap bingung ke arah lebah tersebut dia dapat merasakan aura negatif terpancar kuat dari dalam sanah.
"kita akan tau setelah memasukinya"
Aqila menjawab dengan datar, gadis itu juga merasakan apa yang pemuda itu rasakan.
hiyaaa
kekang kuda kembali di tarik oleh keduanya memasuki kedalaman lembah misterius tersebut.
sepanjang perjalanan mereka merasa ada yang mengawasi pohon-pohon besar nampak sama di setiap sudutnya tidak ada cahaya matahari mungkin karena tertutup lebatnya dedaunan.
tidak ada bintang apa pun yang mereka jumpai bahkan suara kicauan burung saja tidak terdengar.
hutan itu tampak tenang namun memiliki aura yang suram, semakin mereka masuk aura negatif itu terasa lebih kuat dari sebelumnya.
"nona awas"
Lin Shan berteriak saat seekor ular beracun melayang ke arah Aqila sambil menyemburkan bisa-nya.
__ADS_1
bruk
dengan gerakan cepat Aqila menghindari serangan tak terduga itu, dia mendarat dengan selamat setelah tadi meloncat turun dari atas tubuh helma.
setelah-nya dia menatap tajam hewan melata itu tanpa ba-bi-bu Aqila langsung membelah ular itu menjadi beberapa bagian menggunakan pedang hitam kesayangannya.
tanpa di duga setelah pedang hitam di keluarkan Aura negatif yang tadi-nya terasa kuat berangsur melemah mungkin terserap oleh pedagang tersebut.
meski begitu keanehan tetap saja terjadi, Aqila dan Lin Shan hampir satu jam menyusuri hutan rimbun itu namun mereka tetap kembali ke tempat yang sama seolah mereka hanya berputar-putar di sanah.
"nona sepertinya kita sedang di permainkan"
ucap Lin Shan saat dirinya menyadari keanehan yang terjadi.
"aku tau"
Aqila menanggapinya santai sebab sejak awal dia sudah tau ada yang tidak beres dengan lebah ini.
karena ada pepatah lama mengatakan air yang tenang tidak menjamin tidak ada bahaya di dalamnya.
"lalu apa yang harus kita lakukan"
Lin Shan menatap rumit gadis itu, jika memang sudah memperkirakan hal ini akan terjadi Kenapa dia tidak mencegahnya, bukankah sama saja membuang-buang waktu pikir pemuda itu.
mendengar hal itu Lin Shan semakin di buat penasaran dengan jalan pikiran Aqila yang terlampau rumit untuk di pahami akan sehat manusia.
sedangkan Aqila sendiri masih tampak tenang di tempat beberapa menit setelahnya gadis itu menutup mata sambil menggumakan sesuatu yang tidak jelas apa itu.
melihat hal tersebut Lin Shan memilih diam dengan banyaknya pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada gadis itu
saat ini Aqila sedang membaca salah satu mantra sihir untuk menghilangkan efek halusinasi yang hutan itu buat untuk para korban.
perlahan kabut yang menutupi lembah tersebut berangsur-angsur menghilang dari pandangan pemuda itu di buat takjub dengan keahlian Aqila saat ini.
darimana Aqila mendapatkan mantra tersebut yaitu dari kitab sihir tujuh elemen yang sering dia baca di waktu senggang.
beberapa pasang mata yang sejak awal mengawasi aqila dan Lin Shan menggeram marah saat serangan mereka tidak berhasil melukai Keduanya.
"pengecut"
satu kata tak terduga itu berhasil menyulut kembali amarah mereka.
tidak terima di katai pengecut salah satu dari mereka mencoba melukai Aqila secara diam-diam.
meski begitu tetep saja Aqila Berhasil menghindari serangan tersebut.
__ADS_1
raugh
seekor singa bertubuh besar dengan warna bulu putih keperakan serta bermata biru laut bangkit dan hendak menyerang kembali. seolah dia tidak puas sebelum melukai orang tersebut.
melihat binatang itu Aqila sedikit tertarik namun melihat tempramen-nya yang brutal dia merasa itu tidak akan mudah dalam menjinakkannya.
singa itu termasuk hewan spirit bist yang banyak di incar oleh pihak-pihak tertentu, namun sayangnya itu tidak akan mudah karena dia memiliki kesadarannya sendiri.
namun di tengah kekagumannya itu Aqila dapat merasakan ada yang tidak beres dengan bintang tersebut, seolah dia sedang di kendalikan oleh seseorang
.
"siapa yang menyuruh mu menghadang jalan ku"
tanya aqila sambil mencoba mengalihkan situasi tegang saat ini.
sedangkan yang di ajak bicara nampak memasang ekspresi bingung, binatang itu mencoba menajamkan pendengarannya untuk memastikan apa yang baru saja dia dengar bukanlah halusinasi.
"siapa yang menyuruh mu menghadang jalan ku"
ucap Aqila lagi, sambil menatap dingin hewan spirit bist itu.
"siapa kau"
binatang itu terkejut saat mengetahui siapa yang berbicara padanya, dia menatap tajam sosok Aqila saat ini.
"kau tidak perlu tau jawab saja pertanyaan ku"
Aqila tidak suka saat pertanyaan di balas dengan pertanyaan, mereka masih terlihat bersitegang sedangkan Lin Shan menatap rumit Keduanya.
pemuda itu di buat bingung dengan situasi yang ada, ingin membantu tapi Aqila pasti akan melarangnya.
"apa kau tuli"
Aqila kembali memuntahkan kata-kata yang terlampau dingin dan itu berhasil memancing amarah binatang tersebut.
"kurang ajar kau gadis kecil, akan ku cabik-cabik seluruh bagian tubuh kurus mu itu"
setelah mengatakannya singa itu mengaung dengan sangat keras dan bersiap menyerang Aqila kembali.
dan akhirnya pertarungan sengit kembali terjadi, karena merasa khawatir dengan kondisi Aqila yang baru saja pulih Lin Shan berniat membantu namun Aqila memberikan kode untuk diam di tempat dan tidak perlu ikut campur.
hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada beberapa hal yang kurang berkenan author masih belajar untuk memperbaikinya.
terimakasih sudah berkunjung dan see you next time di episode berikutnya 👋😊
__ADS_1