SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Turun Ke Dunia Bawah


__ADS_3

begitu semua pintu dan jendela tertutup rapat Aqila mulai membaca sebuah mantra pelindung, agar tidak ada orang asing yang berani menerobos masuk ke dalam.


setelah selesai gadis itu kembali mengucap mantra dan detik berikutnya dia menghilang dari ruangan itu.


Aqila pergi menuju Dunia bawah menggunakan teleportasi karena dia mendapat firasat bahwa sesuatu sedang terjadi di sanah.


sekelebat bayangan mengerikan tiba-tiba muncul saat dirinya hampir tertidur di acara pesta.


itu-lah sebabnya dia bergegas pergi dari sanah tanpa berpamitan terlebih dulu pada yang lain.


bruk


Aqila tiba di hutan kerajaan Cang'an setelah memakan waktu setengah jam, dia menghabiskan banyak energi agar cepat sampai di tempat tujuan.


hutan yang dulunya sangat indah kini berubah menyeramkan banyak mayat binatang berserakan dimana-mana, percikan darah dan kepulan asam juga menghiasi pemandangan kali ini.


"hei long keluar-lah"


begitu selesai di ucapkan seekor naga hitam bertubuh besar muncul di hadapan gadis itu.


"salam nona"


hei long langsung memberi salam ketika berhadapan dengan tuan-nya.


"bawa aku mengelilingi seluruh wilayah kerajaan"


tanpa berbasa-basi seperti biasa Aqila langsung meminta hei long untuk membawa-nya pergi berkeliling melihat keadaan dunia bawah.


"silahkan naik nona"


dengan senang hati naga hitam itu mempersilahkan Aqila untuk naik ke atas tubuhnya, tujuan pertama gadis itu adalah istana Cang'an.


tapi sebelum itu dia akan singgah ke setiap desa yang ada di wilayah kerajaan terlebih dulu untuk memastikan keadaan mereka.


desa yang pertama di kunjungi adalah desa dekat perbatasan.


"turunkan aku di bawah sanah"


"baik nona tolong pegangan dengan erat"


mereka mendarat dengan selamat di sebuah lapangan yang tidak jauh dari desa Wuhan.


"ikut dengan ku"


sebelum memasuki desa hei long merubah dirinya menjadi bentuk manusia agar tidak membuat mereka takut.


karena jika menggunakan bentuk naga bisa saja desa itu hancur dalam sekejap.


setelah selesai mereka mulai memasuki kedalaman desa, hal pertama yang mencuri perhatian adalah suasana yang ada di sanah.


aura suram serta jeritan kesakitan terdengar di mana-mana beberapa mayat tergeletak begitu saja di sisi jalan.


sedangkan penduduk yang tersisa terlihat seperti mayat hidup, tubuh mereka mengeluarkan bau tak sedap juga terdapat bintik-bintik merah di sekujur tubuh.

__ADS_1


"sepertinya mereka terkena wabah"


ucap hei long setelah dia mengamati keadaan sekitar.


"hm"


"tolong ini sangat menyakitkan"


seorang pria tua menjerit kesakitan sambil terus menggaruk lengannya yang penuh dengan luka bernanah.


tidak tinggal diam Aqila langsung menghampiri pria tua itu untuk memeriksa keadaan-nya.


"nona jangan terlalu dekat bisa saja itu menular"


hei long memperingati Aqila untuk sedikit menjaga jarak karena dia khawatir Aqila akan tertular oleh wabah tersebut.


"tenanglah aku akan baik-baik saja, minta kepala desa untuk mengumpulkan semua orang di sini"


titah gadis itu dia tidak bisa membiarkan mereka menderita terlalu lama.


"baik nona"


hei long langsung bergegas pergi menjalankan perintah Aqila, sedangkan gadis itu mengeluarkan alat medis untuk memastikan wabah apa yang menyerang penduduk desa.


tidak berselang lama semua orang mulai berdatangan mereka menatap bingung sekaligus penasaran ke arah Aqila yang sedang mengobati seorang pria tua yang kemungkinan sudah terjangkit wabah cukup lama.


"maaf nona apakah anda tabib yang di utus kerajaan"


ucap salah satu dari mereka, orang yang berbicara adalah seorang pria paruh baya.


bukan-nya menjawab Aqila malah mengajukan sebuah pertanyaan tanpa menoleh ke arah sumber suara,karena dia masih sibuk memeriksa keadaan pria tua di hadapannya.


"benar"


pria paruh baya itu membenarkan pertanyaan Aqila barusan yang di ajukan pada-nya.


"pisahkan penduduk yang terkena wabah, sedangkan yang tidak terjangkit bantu aku mengobati mereka semua"


begitu terkonfirmasi gadis itu langsung memberi perintah.


"baik tabib, boleh saya tau siapa nama anda"


melihat cara Aqila menangani salah satu penduduk yang terjangkit wabah kepala desa langsung setuju untuk membantu gadis itu.


"Aqila"


"apakah anda nona Han Aqila tuan putri dari kerajaan ini"


tebak kepala desa meski ada sedikit keraguan dalam hatinya.


"hm"


"salam nona agung"

__ADS_1


pembenaran yang Aqila berikan membuat semua orang terkejut tidak menyangka mereka langsung memberikan hormat seperti seharusnya.


"bangkitlah, tolong cepat aku tidak punya banyak waktu"


"baik nona"


beberapa dari mereka mulai membagi tugas, Aqila telah membuat kesimpulan bahwa wabah yang menjangkit penduduk desa Wuhan adalah penyakit selulitis yang juga pernah terjadi di dunia modern.


Selulitis ialah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri pada jaringan kulit yang dapat menyebabkan kulit terlihat kemerahan, bengkak, terasa lembek, dan sakit jika ditekan. Siapa pun bisa mengalami penyakit kulit ini termasuk anak-anak dan lansia. Penyebabnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococcus yang menyerang luka pada tubuh.


Bila tidak ditangani dengan segera, infeksi selulitis bisa menyebar hingga aliran darah atau kelenjar getah bening yang berisiko mengancam nyawa pengidapnya.


penyakit ini sebenarnya tidak menular tetapi jika semua penduduk terkena maka bisa di pastikan ada yang aneh di desa tersebut


bagaimana aqila mengetahui tentang penyakit ini karena sebelumnya di dunia modern dia pernah menjadi sukarelawan di salah satu rumah sakit yang kebetulan juga menangani kasus yang serupa.


"apa kalian memiliki minyak kelapa, garam dan kunyit"


"ada nona tapi tidak terlalu banyak"


"tolong bawa kemari"


meski bingung kenapa Aqila meminta ketiga bahan itu mereka tetap membawakannya.


wajar jika hal itu terjadi karena yang mereka tau ketiga bahan tersebut merupakan bahan pelengkap masakan.


sebenarnya penyakit selulitis bisa di obati menggunakan obat antibiotik tetapi karena di zaman ini tidak ada, Aqila terpaksa menggunakan bahan seadanya.


kebetulan dulu gadis itu pernah membaca banyak buku dan melakukan banyak penelitian tentang berbagai tanaman yang bisa di jadikan obat suatu penyakit.


hingga tiba hari ini semua pengetahuan yang di pelajari akhirnya terpakai juga.


begitu semua bahan ada di hadapan Aqila langsung mencampur ketiga bahan tersebut setelah menakarnya, tidak lupa juga dia menambahkan air suci untuk mempercepat penyembuhan.


"bantu aku mengoleskan obat ini pada mereka yang terjangkit wabah"


ucap Aqila memberi perintah setelah obat penawarnya siap.


"baik nona"


"baik putri"


Aqila, hei long, kepala desa dan penduduk yang tidak terkena wabah mulai melakukan pengobatan.


dengan sabar dan sedikit pelindung yang Aqila berikan mereka mulai mengoleskan obat tersebut pada mereka yang terkena wabah.


setelah setengah jam menunggu obat mulai bekerja awalnya mereka berteriak kesakitan hingga setengah jam berikutnya perubahan mulai terlihat.


suara jeritan sudah tidak terdengar lagi meski belum sepenuhnya sembuh total tapi keadaan sekarang sudah cukup baik dari sebelumnya.


"terimakasih tuan putri"


semua penduduk desa bersujud di hadapan gadis itu mereka sangat berterimakasih dengan bantuan yang Aqila berikan.

__ADS_1


tanpa gadis itu mungkin desah Wuhan sudah kosong karena penghuninya meninggal terjangkit wabah yang bahkan tabib istana saja tidak bisa mengobatinya.


mereka benar-benar bersyukur karena gadis itu datang di saat yang tepat.


__ADS_2