SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Terbongkarnya Kejahatan Selir Huranran


__ADS_3

malam berganti pagi roda waktu seakan berputar lebih cepat dari biasanya.


pagi itu, di ruang utama beberapa orang sedang berkumpul untuk menikmati sarapan seperti biasa.


namun tak di sangka belum sempat Aqila mencicipi makanan seekor tikus merangkak ke arah sup yang ada di hadapannya kemudian menjilati sup tersebut.


semua orang panik mencoba untuk mengusir binatang menjijikan itu setelah bergelut lima menit tikus tersebut tiba tiba mati dan mengeluarkan banyak busa dari dalam mulutnya.


suasana kembali heboh wajah tuan Han menggelap melihat itu semua


"cari dalang yang berani mencoba meracuni putri ku sekarang juga"


tuan Han berteriak marah dia bangkit dari kursinya berjalan keluar dari ruangan.


para prajurit mulai berlarian menghadap tuan Han kemudian berjajar rapih di depan pria paruh baya tersebut.


"geledah semua tempat dan cari barang bukti yang tertinggal, jangan berhenti sebelum kalian menemukannya"


tuan Han memberi komando dengan penuh ketegasan matanya penuh dengan amarah dan kebencian.


"baik tuan"


jawab mereka serempak ini kali pertama mereka melihat tuan Han marah besar.


sedangkan di sudut lain sesosok manusia tersenyum manis untuk seperkian detik kemudian melangkah pergi kembali ke kediamannya.


setelah mendapat perintah para prajurit mulai menggeledah seluruh tempat Lin Shan juga ikut adil di dalamnya.


mereka terus mencari namun tidak menemukan apapun, kini tiba di satu tempat yang belum mereka kunjungi.


yaitu kediaman teratai semua orang saling bertatapan mereka bingung harus melakukan apa.


"kenapa kalian berkumpul disini"


ucap tuan Han sambil berjalan ke arah mereka dia juga ikut dalam penggeledahan kali ini.


"maaf tuan hanya tempat ini yang belum di jamak kami tidak berani masuk takut selir Han akan marah"


"apa dia yang membayar gajih kalian"


tuan Han mengatakannya dengan penuh penekanan


"tidak tuan"


jawab mereka ragu, pasalnya selama ini semua pengeluaran di pegang langsung oleh selir huranran.


"kalau begitu cepat lakukan jika dia marah katakan saja saya yang menyuruhnya"


"baik tuan"


setelahnya mereka berlima langsung masuk ke dalam paviliun teratai semua orang berpencar untuk mempercepat pencarian.


sedangkan di tempat lain di rumah utama tiga wanita cantik menatap cemas ke arah luar paviliun mereka sedang menunggu kabar selanjutnya.


"ibu bagaimana ini"


Lin Lin menatap ibunya dengan perasaan tidak karuan


"ibu juga tidak tau, apa kau yang menaruh racun di makanannya"


Selir Han sendiri bingung dia tidak tau harus melakukan apa otaknya saat ini begitu kacau ia tidak bisa berpikir jernih.


"tentu saja tidak, aku tidak sebodoh itu ibu"


gadis itu membantah tuduhan ibunya dengan keras


"kau juga tidak"


selir huranran kembali bertanya pada putri keduanya


"aku tidak punya waktu untuk melakukannya"


weilin menjawab sambil mendengus kesal dia tidak tau apa pun itulah kenyataannya.


"jika bukan kalian berdua lalu siapa"


di saat mereka bingung memikirkan kemungkinan yang terjadi, di tempat lain tepatnya di paviliun teratai.

__ADS_1


seorang prajurit berhasil menemukan sebuah kotak sedang yang di simpan di bawah tempat tidur setelah mereka mencari hampir satu jam lamanya.


prajurit itu buru buru mengambilnya dan membawanya langsung ke hadapan tuan Han yang sedang menunggu di luar.


"tuan saya menemukan ini di bawah tempat tidur nyonya"


tuan Han langsung mengambil kotak tersebut dan mencoba untuk membukanya tapi sayang kotak itu terkunci.


"berikan saya pedang"


tanpa membantah salah satu prajurit maju untuk memberikan pedangnya pada tuan Han.


Trank


gembok itu berhasil di buka hanya dengan satu pukulan, tanpa berlama lagi tuan Han langsung membukanya


saat kotak itu terbuka ada dua bungkus kertas di dalamnya, tuan Han sedikit bingung dengan apa itu tapi ketika dia mencium baunya.


wajahnya langsung memerah dia mengepalkan tangannya dengan kuat hingga otot-ototnya terlihat.


tanpa mengatakan apa pun tuan Han berjalan dengan langkah besar menuju ruangan utama.


"panggil tabib istana sekarang juga"


ucap tuan Han di sela langkahnya dia terlihat begitu murka semua orang di buat merinding ketakutan tidak berani membuka suara.


salah satu dari mereka langsung bergegas pergi menunggang kuda dengan sangat cepat.


"huranran"


begitu sampai tuan Han langsung berteriak memanggil nama selirnya itu dia mendobrak pintu dengan sangat kencang.


sedangkan orang yang di panggil namanya bergetar ketakutan dia tidak menyangka tuan Han memanggil namanya dengan begitu keras.


plak


bruk


begitu tiba di hadapan wanita itu tuan Han langsung menamparnya dengan sangat kencang hingga membuat wanita tersebut jatuh tersungkur.


selir huranran merasa terkejut dengan tindakan tuan Han barusan


"diam kau wanita kejam"


bentak tuan Han dengan sangat keras membuat Lin Lin dan weilin terperanjat kerena merasa terkejut


"ayah ada apa ini kenapa ayah memukul ibu apa salah ibu"


Lin Lin berjalan mendekati ibunya dia ingin membantu wanita itu berdiri.


"tanya saja padanya, apa yang telah dia perbuat selama ini"


tuan Han menjawabnya dengan begitu dingin tidak seperti biasanya yang selalu bersikap ramah.


"apa maksud ayah"


belum sempat weilin selesai bicara dua orang masuk dan berjalan ke arah mereka.


"salam tuan Han, ada kepentingan apa hingga tuan meminta saya datang kemari"


ucap tabib istana setelah mereka berada di hadapan pria paruh baya itu.


"tolong periksa ini"


Tuan Han langsung menyerahkan kontak tersebut pada sang tabib dan tabib itu langsung menerimanya.


"ini, ini racun mematikan tuan Han salah satunya adalah racun bunga salju yang hampir merenggut nyawa nona aqila terakhir kali"


tabib begitu terkejut dia sampai terbata saat mengatakannya tidak menyangka akan ada orang yang berani membawa benda tersebut ke dalam kediaman Han.


"lalu satunya"


"ini adalah racun tiga serangkai yang terbuat dari bisa ular hijau tanaman anggrek hantu dan juga jamur hitam, jika tidak sengaja di konsumsi korban tidak akan merasakannya selama tiga hari, di hari ke empat seluruh tubuhnya akan membiru perlahan dia akan merasa sesak nafas dan perut seperti di tusuk ribuan jarum perlahan tubuhnya akan melemas dan kehilangan daya sadarnya setelahnya korban akan langsung meninggal"


jelas tabib secara terperinci dia juga kaget begitu melihat racun tersebut.


sedangkan tuan Han yang mendengar ciri ciri orang yang terkena racun tiga serangkai mirip dengan putranya langsung murka.

__ADS_1


dia membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekat ke arah selir huranran dengan penuh kebencian.


plak


satu tamparan lagi tuan Han berikan pada wanita itu membuat mulut si wanita mengeluarkan darah dari sudut bibirnya dia kembali tersungkur ke lantai.


"pembunuh kenapa kau membunuh putra ku"


teriak tuan Han dengan begitu keras dia sampai tidak bisa mengontrol amarahnya


"tidak tuan itu bukan saya seseorang pasti sedang menjebak saya tuan tolong percayalah saya tidak bersalah"


selir huranran membantah tuduhan tersebut meski kenyataannya itu adalah benar.


"oh benarkan"


Aqila masuk secara tiba tiba bersama Lila dan Lin Shan, mereka berjalan mendekat ke arah kerumunan.


"apa maksud mu"


tanya Lin Lin bingung dia menatap benci ke arah Aqila tapi gadis itu tidak perduli sama sekali.


"apa ini juga palsu"


Aqila melemparkan sejumlah barang bukti ke hadapan mereka semua dia juga meminta Lin Shan untuk membawa sejumlah saksi.


perlahan dua orang muncul yang satu wanita paruh baya dan satunya lagi seorang pria muda berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup topeng.


"pengasuh Zai"


ucap tuan Han yang masih mengingat betul siapa wanita itu.


"salam tuan"


"hm, Aqila apa ini"


"itu barang bukti semua kejahatan Selir huranran selama ini, dia yang telah membunuh kakak dan ibu dia juga menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh ku beberapa hari lalu"


"apa yang kau katakan adik ibu tidak mungkin melakukan hal itu"


Lin Lin membatah seluruh tuduhan yang di layangkan pada ibunya dia mengepal kuat ke dua tangannya.


"benarkah lalu ini semua apa"


Aqila kembali menunjukkan barang bukti lainnya yang semakin memperkuat tuduhan tersebut.


"kau pasti ingin menjebak ibu ku karena selama ini kau tidak menyukainya"


weilin berteriak marah dia mencengkram kerah baju aqila


"aku memang membencinya karena dia pembunuh ibu ku"


jawab aqila dengan santai sambil menepis tangan itu dari kerah bajunya sehingga membuat weilin sedikit mundur


"maaf tuan yang nona Aqila katakan adalah kebenaran saya saksinya saya juga meminta maaf karena ikut adil dalam hal itu tapi saya terpaksa melakukannya"


pengasuh Zai membenarkan ucapan aqila dia terus menunduk sejak tadi karena merasa bersalah pada tuan Han.


"saya di sewa selir huranran untuk membunuh nona aqila"


ucap pembunuh bayaran dan itu membuat Lin Lin semakin marah dia sampai lepas kendali dari kepribadian yang selama ini dia tunjukkan di hadapan publik.


"diam kalian semua kalian pasti berbohong wanita ini pasti sudah menyuap kalian benarkan katakan yang sebenarnya atau aku akan menghabisi kalian"


"diam"


tuan Han membentak Lin Lin dia tidak menyangka orang yang selama ini dia percayai adalah pembunuh istrinya sendiri.


pria itu hampir saja menitihkan air matanya dia benar-benar sangat kecewa dengan kebenaran yang.


dia merutuki kebodohannya sendiri yang tidak menyelidiki dengan lanjut kematian istri dan putranya, menganggap itu adalah takdir dari sang pencipta.


Hay ketemu lagi sama author gmnh ceritanya komen di bawah yah.


hehehe maaf hari ini author cuma bisa up satu bab karena otak author lagi tidak memungkinkan menulis banyak cerita


semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 🙏😊🥰

__ADS_1


__ADS_2