
perlahan muncul dinding pelindung di hadapan Aqila dan seluruh pasukan istana, tidak hanya sampai di sanah labirin formasi juga mulai mengikat para monster menjadi satu.
Dengan hitungan detik suara ledakan yang begitu keras menggema di tempat itu bahkan getarannya sampai terasa ke istana.
Duar
Para monster hancur berkeping-keping sedangkan Aqila memuntahkan seteguk darah karena kehilangan banyak energi.
Jendral jiazchen dan para prajurit terkejut menyaksikan pemandangan Tersebut.
ketika mereka berbalik mereka di buat syok kembali saat melihat Aqila tengah berlutut dengan satu kaki, sebelah tangan-nya masih memegang senjata dengan sisa darah menempel di bibir-nya.
"nona Aqila anda baik-baik saja"
Semua orang bertanya dengan khawatir, mereka merasa berhutang budi pada gadis itu karena telah menyelamatkan nyawa mereka.
Jiazchen menghampiri Aqila hendak membantu gadis itu tetapi Aqila menolak bantuan tersebut.
Sejak hari dimana pemuda itu mengungkapkan perasaannya dengan cara memaksa membuat Aqila tidak ingin lagi berteman dengan-nya.
....
Di istana Cang'an keributan terjadi kerena hilang-nya Aqila, surat yang di tinggalkan oleh gadis itu tidak sengaja tertiup angin dan masuk ke dalam bawah ranjang.
awal keributan itu terjadi kala Lila hendak mengatakan makanan tetapi saat memasuki kamar gadis itu dia tidak melihat-nya dimanapun.
Karena merasa khawatir Lila mencari ke berbagai tempat tetapi tidak juga menemukan-nya.
Satu jam mencari tetapi tidak juga membuahkan hasil membuat lila menyerah dan memutuskan untuk melapor pada Han Zain atas hilang-nya sang nona.
Han Zain yang mendapat kabar bahwa putri-nya menghilang di buat uring-uringan.
__ADS_1
dia bahkan memerintahkan seluruh prajurit istana untuk mencari keberadaan gadis itu.
Saking merasa khawatir pria itu sampai melupakan fakta bahwa Aqila bukanlah gadis lemah dan gadis itu tidak akan pernah bisa di atur oleh siapapun.
Aqila adalah orang yang keras kepala dia bisa pergi dan datang sesuka hati tidak mudah untuk merubah keputusan yang sudah Gadis itu buat.
saat semua orang di buat sibuk karena hilang-nya Aqila salah seorang pelayan tidak sengaja menemukan selembar kertas di bawah ranjang.
ketika dia sedang membersihkan tempat tersebut dan ternyata tempat itu adalah kamar Aqila.
setelah mengambil surat tersebut pelayan itu buru-buru keluar dia akan menyerahkan hasil temuan-nya pada sang raja.
Setiba-nya dia di depan ruang kerja raja pelayan wanita itu meminta ijin untuk masuk ke dalam.
"tunggu sebentar"
Prajurit yang berjaga meminta pelayan wanita Tersebut untuk menunggu karena dia harus melapor terlebih dulu.
salah satu di antara mereka langsung masuk ke dalam menghadap Han Zain kebetulan pria itu tengah mondar mandir menantikan kabar tentang putri-nya.
"suruh dia masuk"
"baik yang mulia"
Prajurit itu langsung pergi dari sanah untuk memberitahukan pada si pelayan bahwa dia di ijinkan masuk ke dalam.
"salam yang mulia raja"
"katakan apa yang ingin kau sampaikan"
"saya menemukan ini di bawah tempat tidur nona besar"
__ADS_1
Han Zain langsung mengambil selembar kertas itu dan membuka-nya, dia terkejut kala membaca isi di dalam-nya.
orang lain di buat sibuk mencari ke setiap penjuru kerjaan Cang'an, tetapi gadis itu malah berada di wilayah kerajaan tetangga.
"kau boleh pergi"
"permisi yang mulia"
Pelayan wanita itu pamit undur diri untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda.
Selepas pergi-nya pelayan wanita itu Han Zain menghembuskan nafas berat dia memijit pelipis-nya kala rasa pusing mendera, Pria itu Semakin di buat bingung tingkah sang putri yang semakin sulit di tebak.
....
masih di wilayah kerajaan Xingsheng, setelah pertarungan selesai Aqila dan jiazchen membawa minghao ke istana untuk mendapat penagan lebih lanjut.
Pria itu tidak selemah sebelumnya berkat pil obat yang Aqila berikan, meski tidak sepenuhnya menyembuhkan tetapi setidaknya nyawa pemuda tersebut bisa terselamatkan.
Raja Liu yaoshan yang melihat kedatangan mereka awal-nya merasa senang apalagi melihat keberadaan Aqila di rombongan tersebut tetapi mimik wajah pria itu berubah kala melihat keadaan pangeran minghao.
Bukan hanya raja Liu yaoshan tapi seluruh anggota kerajaan juga menatap cemas pada pemuda tak berdaya itu.
Saat hendak bertanya jendral jiazchen sudah lebih dulu menjelaskan semua kejadiannya
Selain meminta tabib mengobati pangeran Minghao raja Liu yaoshan juga meminta tabib tersebut memeriksa keadaan Aqila.
tetapi niat baik tersebut di tolak karena gadis itu merasa dia tidak membutuhkan-nya.
Karena tidak mungkin memaksa Liu yaoshan menawarkan Aqila untuk beristirahat di istana-nya.
kali ini Aqila tidak lagi menolak, dia memang membutuhkan istirahat untuk memulihkan kembali energi-nya yang sudah terkuras cukup banyak.
__ADS_1
di hadapan banyak orang gadis itu berpura-pura tetap kuat karena dia tidak ingin di kasihani apalagi di anggap lemah.
mendapat persetujuan Liu yaoshan meminta para pelayan mengantarkan Aqila ke salah satu ruangan yang ada di istana putri agar Aqila bisa segera beristirahat.