
belum selesai dengan kenyataan yang ada Aqila kembali membeberkan sebuah fakta mengejutkan yang hampir membuat tuan Han terkena serangan jantung.
"mereka berdua bukan putri kandung ayah"
ucap Aqila secara tiba tiba dan itu berhasil mengalihkan perhatian semua orang padanya, mereka menatap aqila dengan ekspresi yang berbeda beda.
"apa yang kau katakan putri ku, kau jangan bercanda ini tidak lucu"
tuan Han menjawab dengan perasaan yang tidak karuan dia takut kalau yang Aqila katakan adalah benar.
"aku tidak sedang bercanda"
Aqila menjawab dengan jujur kini dia tidak perlu menyembunyikan apa pun lagi karena balas dendamnya sudah di mulai
"lalu apa maksud yang kau katakan barusan"
begitu pertanyaan tersebut di layangkan mereka kembali menatap aqila menunggu jawaban apa yang akan Gadis itu berikan.
"mereka berdua bukan putri ayah tapi anak dari sepupu ayah, selir huranran selama ini berselingkuh selama ayah tidak ada di kediaman"
jelas aqila secara gamblang dia masih tenang dalam posisinya tidak ada emosi sama sekali.
"bajingan mana yang berani mengkhianati ku"
tuan Han marah bukan main dia hendak menemui orang tersebut, belum sempat melangkah jauh weilin sudah mengamuk
"cukup aku bilang cukup hentikan semua ini, kenapa kau tega memfitnah kami, ayah jangan percaya dengan gadis ****** ini kami anak kandung ayah"
weilin mendekati Aqila dia menunjuk wajah gadis itu dengan ekspresi marah.
"siapa yang kau sebut ****** hah, dia putri ku anak sah dari pernikahan aku dan meilin, apa hak mu berbicara demikian kau hanya anak dari selir rendahan sadarlah akan posisi mu disini"
tuan Han berbalik untuk menjawab perkataan weilin membuat si gadis diam mematung.
"tuan jangan katakan itu aku memang bersalah tapi putri putri ku tidak mereka berdua adalah anak mu"
selir Han memohon sambil menjatuhkan dirinya di bawah kaki tuan Han, air matanya mengalir deras penampilan wanita itu sudah tidak karuan dia rela merendahkan harga dirinya tapi dia tidak mau mengakui kebenaran yang ada.
selir han tidak menyangka bawah kejahatannya sudah terungkap secepat ini sebelum dia mencapai tujuan.
"cukup, berapa banyak lagi kebohongan yang coba kau sembunyikan dari ku selama ini"
terik tuan Han sambil mendorong tubuh huranran hingga wanita Tersebut kembali tersungkur dengan sikut berdarah.
"tuan"
"tutup mulut kotor mu itu aku tidak ingin mendengar penjelasan apa pun lagi, prajurit bawa wanita ini ke penjara bawah tanah"
Belum sempat dia membuka suara lagi tuan Han sudah lebih dulu memotong ucapannya dan mencaci maki huranran pria itu juga memandang wanita Tersebut dengan penuh kebencian.
__ADS_1
"tidak ayah jangan lakukan itu pada ibu"
weilin berdiri di depan ibunya dia menghalangi para prajurit yang ingin membawa selir huranran dari sanah.
"benar ayah ibu tidak bersalah kami di fitnah ayah"
Lin Lin kembali membela ibunya meskipun dia juga tidak menyangka dengan kebenaran yang ada tentang dirinya dan sang adik.
"oh benarkah lalu ini apa"
Aqila melemparkan sepucuk surat berisikan identitas asli Lin Lin Dan weilin yang di tulis langsung oleh selir Han dan hendak di kirimkan pada tuan Han zean selaku ayah biologis kedua wanita tersebut.
belum sempat surat itu sampai pada si penerima Aqila sudah lebih dulu mengambilnya dia membunuh orang yang bertugas mengantar surat tersebut, surat itu di kirim sehari sebelum Aqila keracunan.
"kalian menipu ku"
ucap tuan Han menatap nanar ke arah Lin Lin dan weilin, anak yang dia besarkan ternyata bukan darah dagingnya.
membuat hati dan perasaannya hancur dia melangkah pergi dari sanah dengan tubuh sempoyongan.
"dasar ****** sialan aku akan membunuh mu sekarang juga"
weilin lari ke arah Aqila sambil memegang sebilah belati yang selalu dia bawa kemanapun, entah untuk tujuan apa gadis itu membawanya.
dia hendak menusukkan belati itu ke tubuh aqila namun rencananya tidak berhasil karena Lin Shan menghalanginya.
Trank
"jangan pernah mencoba menyentuh nona ku jika kau masih ingin hidup lebih lama"
Lin Shan menatap tajam weilin pemuda itu tidak pernah main-main dengan ucapannya, melihat adiknya sudah tidak terkendali Lin Lin menarik paksa tangan gadis tersebut dan membawanya pergi dari sanah.
"lepaskan aku kenapa kau membawa ku pergi aku harus membunuhnya dia sudah membuat hidup kita berantakan"
weilin mengamuk di sepanjang koridor dia melepas paksa tangan sang kakak
"diam dan jangan bertindak bodoh kita harus pikirkan cara bagaimana menyelamatkan ibu lebih dulu baru setelahnya menghabisi gadis sialan itu"
Lin Lin tidak kalah geram dia memarahi weilin dengan sangat keras, Aqila yang melihat kejadian itu menatap acuh keduanya dari kejauhan.
....
malam hari, ketika semua orang sudah tertidur Aqila menyelinap keluar dari kamarnya, dia melangkah pergi ke ruang bawah tanah.
di ruang bawah tanah seorang wanita sedang meringkuk ketakutan dengan Tubuh penuh luka cambuk.
"bagaimana apa kau menikmatinya"
ucap Aqila begitu dia sampai di hadapan selir huranran yang terkurung di balik jeruji besi.
__ADS_1
keadaan di dalam ruang tahanan tidaklah layak di huni selain dinding penuh lumut ada juga jerami yang berserakan dan beberapa tikus kecil yang terus berseliweran kemana-mana baunya juga tidak sedap.
"kau puas melihat ku seperti ini hah"
huranran menatap aqila dengan penuh amarah matanya juga memancarkan kebencian yang sangat besar.
"tidak"
Aqila menjawab dengan acuh dia berdiri tenang di luar jeruji.
"apa mau mu kau sudah menghancurkan hidup ku"
huranran frustasi dengan keadaan yang ada dia tidak menyangka Aqila akan membalas semua kejahatannya.
"membuat mu merasakan neraka dunia"
sambil mengatakan hal itu aqila melangkah masuk ke dalam mendekati huranran yang terduduk tidak berdaya.
"dasar gadis kejam"
"ya aku tidak menyangkalnya"
setelah sampai di hadapan wanita itu Aqila mengambil satu botol porselen kecil dari dalam saku bajunya, kemudian memaksa huranran untuk menelan cairan tersebut.
"apa yang kau masukkan dalam mulut ku"
huranran memberontak dia berusaha memuntahkan kembali cairan itu namun tidak berhasil.
"kau akan tau sebentar lagi"
setelah melakukan hal tersebut aqila melangkah keluar dari dalam sel tahanan.
"sialan kau ****** aku akan membunuh mu begitu keluar dari tempat menjijikkan ini Han zean pasti akan membuat perhitungan dengan mu bersiaplah pergi ke alam neraka"
huranran berteriak frustasi dia terus melemparkan bebatuan kecil ke arah aqila.
"oh, selamat tinggal jangan lupa nikmati momen indah mu untuk yang terakhir kali sebelum menghadap dewa kematian"
Aqila mengatakan hal tersebut di sela langkahnya yang belum terlalu jauh sehingga huranran masih bisa mendengarnya.
"dasar kau iblis"
wanita itu mengumpat dengan keras dia mencengkram jeruji besi dan meluapkan seluruh emosinya
Aqila tidak perduli dengan caci maki yang terus keluar dari mulut wanita itu pil yang dia berikan sudah lebih cukup untuk memberinya pelajaran.
kini tinggal memberi pelajaran pada Lin Lin Dan weilin yang selama ini berbuat jahat pada adiknya.
hey ketemu lagi sama author ๐ terimakasih sudah mampir ke karya author semoga kalian suka dengan ceritanya ๐
__ADS_1
maaf kalo ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya๐ฅฐ๐
terimakasih atas waktunya dan selamat membaca ๐๐๐