SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Pertandingan 2


__ADS_3

Sudah hampir satu jam mereka di dalam hutan kematian, beberapa keanehan terjadi.


"tunggu sebentar"


"ada apa kak"


"ada apa, kenapa kau minta kami berhenti"


"sepertinya kita hanya berputar-putar"


"kau yakin"


"lihat ini"


Xiaoli menunjuk pada sebuah pohon yang terletak di sampingnya, gadis itu ingat betul ciri fisik pohon tersebut sejak pertama kali mereka datang.


"sial, ternyata kita hanya buang-buang waktu"


"pikirkan cara untuk keluar dari ilusi ini"


Mereka memutar otak agar terlepas dari kabut ilusi yang menjebak mereka semua saat ini.


di tengah kebingungan secara mengejutkan pohon yang semula berjajar rapi mendadak hidup dan menyerang mereka semua.


"hati-hati bentuk formasi"


xiaoli mengambil alih dan meminta mereka semua melingkar untuk saling melindungi dan bersama-sama memusnahkan monster pohon tersebut.


crasss...


Duarr


krak

__ADS_1


Berbagai perlawanan mereka berikan namun aneh nya akar pohon yang menyerang mereka seakan tidak ada habis nya.


"Jika terus seperti ini, bisa mati konyol kita"


umpat salah seorang dari mereka sambil terus membabat habis akar pohon yang mencoba menjerat tubuh-nya.


Mereka yang pada awalnya berjumlah tiga puluh empat orang kini hanya tersisa dua puluh orang, empat belas orang dari mereka tewas oleh serangan Monster tersebut.


bukan hanya mereka yang mendapat masalah tetapi kelompok satu dan dua juga terlibat dalam pertarungan.


Kelompok satu kini tengah melawan serangan dari segerombolan burung gagak, sedangkan kelompok dua bertarung dengan sekawan serigala.


....


Di area pertandingan Aqila menunggu dengan sangat cemas sudah hampir 2 jam tetapi belum ada tanda-tanda kedua saudara nya akan kembali.


ada sekitar lima puluh gelang peserta yang hancur dan di nyatakan gugur dalam babak pertama.


Takut terjadi sesuatu tanpa pikir panjang Aqila menggunakan teleportasi untuk masuk ke dalam hutan kematian, demi memastikan keadaan saudara nya itu.


....


Kini Aqila sudah sampai di hujan kematian Dia menutup wajah nya menggunakan kain berwarna hitam senada dengan pakaian yang dia kenakan.


Tanpa membuang waktu Aqila bergegas mencari keberadaan xiaoli dan Shen duyi sebelum sesuatu yang buruk terjadi.


Di tempat lain xiaoli dan yang lain berhasil keluar dari kabut ilusi dengan penampilan berantakan.


mereka kembali melanjutkan perjalanan sebelum malam tiba karena suasana di siang siang hari saja sudah sangat mencengkeram apalagi di malam hari.


(info: waktu di hutan kematian berjalan lebih cepat dari waktu di dunia nyata)


Begitu juga dengan kelompok pertama dan kedua setelah selesai dengan pertarungan masing-masing mereka tanpa sengaja bertemu dan akhirnya sepakat untuk mencari batu spiritual bersama, kini mereka berjumlah tiga puluh orang.

__ADS_1


Tidak habis sampai di sanah mereka semua kembali mendapat hambatan yang cukup menguras energi.


Secara tiba-tiba ratusan bahkan ribuan ular berbisa datang dari setiap arah mengepung mereka semua.


kembali di hadapkan dengan situasi yang sulit membuat mereka semua saling bekerja sama dan menyampingkan terlebih dulu tentang batu spiritual.


sehebat apapun seseorang jika di hadapkan dengan bertubi-tubi serangan tetap akan kalah juga.


di tempat Aqila gadis itu juga menghadapi hal yang sama yaitu bertarung dengan ratusan ular.


crasss


Crasss


Crasss


Duarrrrr


Duarrrrr


dengan sangat lihai Aqila menggunakan kedua tangan nya menyerang ratusan ular tersebut.


Tangan kanan dia gunakan untuk memegang pedang hitam dan tangan kiri dia gunakan untuk menciptakan bola api Dari sihir api.


Setelah memakan sedikit waktu Aqila dapat mengalahkan mereka semua.


Setelah itu Dia bergegas kembali mencari keberadaan xiaoli dan Shen duyi.


....


kembali ke tempat pertandingan dupa yang di pakai Sebagai batas waktu hanya tersisa satu inci lagi.


Para penonton dan juga para juri yang menunggu kehadiran para peserta di buat tidak sabar dengan apa yang terjadi nanti.

__ADS_1


Menurut pemahaman mereka tidak mudah untuk keluar dari hutan kematian secara hidup-hidup karena tahun-tahun sebelumnya juga banyak korban yang berjatuhan bahkan ada yang sampai terjebak di dalam sanah dan tidak bisa kembali lagi.


__ADS_2