
meskipun terdengar egois Aqila tidak perduli dia hanya tidak ingin di khianati oleh orang kepercayaannya untuk yang kedua kalinya.
dua puluh orang pria yang mendengar hal itu terburu buru keluar mereka tidak ingin meminum racun jika ada kebebasan di depan mata.
sedangkan tiga puluh gadis cantik itu masih berdiri diam dengan segala kemungkinan yang terus mereka pikirkan.
setelah merasa yakin dan saling menatap satu sama lain mereka semua mengangguk setuju.
"kami akan mengikuti anda tuan meski nyawa sebagai taruhannya"
"apa kalian yakin"
" yakin tuan, kami sudah tidak punya siapa pun di kehidupan ini, kami sebatang kara jika kami keluar dari sini kemana kami akan pergi banyak para warga yang memandang kami jijik Karen bekerja di rumah bordil, sebenarnya kami juga tidak ingin tapi kami terpaksa melakukannya untuk bertahan hidup, orang orang menjijikkan itu menculik kami dari keluarga kami masing masing dan menjual kami ke tempat ini"
ucap salah satu dari mereka mewakili teman temannya yang lain.
"baiklah sekarang kalian bisa meminumnya, Lila tolong bantu mereka"
"baik tuan"
jawab Lila yang kini mengikuti alur rencana gadis itu.
satu persatu dari mereka berjalan mendekat meskipun tubuh mereka gemetar ketakutan tapi mereka mencoba untuk memberanikan diri.
setelah memastikan semua orang meminum racunnya, Aqila kembali membuka mulut untuk memberitahukan identitas aslinya.
"racun itu adalah jenis racun pengendali, jika kalian berniat untuk mengkhianati ku maka hanya dalam waktu lima detik tubuh kalian akan merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa dan kalian akan mati secara mengenaskan"
semua orang terdiam ketakutan tidak menyangka bahwa pemilik baru tempat ini sangat menakutkan dan kejam, Meraka berjanji dalam hati untuk tidak melanggar apa pun perintahnya.
"dan kalian haru ingat ini, saya adalah Han Aqila nona ketiga dari kediaman bangsawan Han sekaligus perdana menteri keuangan kerajaan, saya akan tetap menggunakan identitas kaki laki sebagai pemilik tempat ini, siapa pun yang berani membocorkan identitas saya maka dia harus siap menanggung konsekuensinya, apa kalian mengerti"
gadis gadis itu merasa terkejut begitu mengetahui bahwa sosok di hadapan mereka ternyata adalah seorang wanita juga seorang nona dari keluarga terkemuka.
"mengerti nona"
jawab mereka semua dengan serempak begitu mengetahui identitas asli tuan baru mereka.
"saya akan membentuk kalian menjadi pasukan khusus, lima belas di antara kalian akan saya latih menjadi mata mata sisanya akan saya jadikan sebagai tenaga kesehatan yang mampu menangani segala jenis luka dan racun kalian juga akan di bekali dengan ilmu beladiri, kalian bisa bekerja seperti biasa tidak akan ada paksaan sama sekali jika kalian memilih untuk terus melayani para pelanggan yang memesan kalian, tapi satu hal yang perlu kalian ingat jika mereka bertidak menggunakan kekerasan untuk menyakiti tubuh kalian, kalian di perbolehkan untuk membalas mereka, apa kalian mengerti"
begitu Aqila selesai bicara mereka semua mengangguk mengerti dengan apa yang di jelaskan, mereka juga merasa terharu karena ada orang lain yang tidak memandang mereka jijik.
meskipun kata kata Aqila terdengar dingin tapi mereka bisa merasakan perasaan hangat yang sudah lama tidak para gadis itu rasakan.
"mengerti nona"
"baiklah besok kita akan melakukan perubahan besar-besaran terhadap teman ini, untuk kali ini kalian bisa beristirahat dan jangan terima satu pelanggan pun, saya benci seorang pembangkang"
Aqila sekali lagi memperingatkan mereka bahwa dia sangat membenci yang namanya penghianatan dan orang orang yang membangkang setiap keputusannya.
__ADS_1
"baik tuan, terimakasih sudah memberi kami kesempatan untuk mengikuti anda"
"hm"
setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan Aqila bangkit dan melangkah pergi di ikuti oleh Lila dan Lin Shan.
"nona rencana anda sungguh hebat tapi boleh saya tau untuk tujuan apa anda membuat semua ini"
tanya Lila penasaran setelah mereka keluar dari gedung jiyuan
"kau akan tau nanti"
"baiklah"
Lila menghela nafas panjang karena rasa penasarannya tidak akan terpuaskan sebelum dia tau untuk apa aqila melakukan semua ini.
"Lin Shan"
"ya ada apa nona"
"apa di kerajaan ini juga ada pasar gelap"
"tentu saja ada nona setiap kerajaan pasti memiliki pasar gelap, mereka juga menyediakan pelelangan barang langka yang hanya bisa di dapatkan di tempat seperti itu, untuk apa nona menanyakan hal ini"
"kita akan pergi ke sana"
Lin Shan langsung menjawab dengan patuh dan mengantar Aqila ke tempat yang di maksud.
setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu mereka tiba di sebuah pasar besar di luar ibu kota.
pasar tersebut sekilas terlihat seperti pasar biasa pada umumnya namun jika di telusuri dengan lebih lanjut kalian akan menemukan banyak hal berbeda dari pasar pada umumnya.
Lin Shan memimpin jalan dan membawa mereka semua ke sebuah bangunan besar yang sedikit terlihat ramai oleh para bangsawan dan pendekar dari segala penjuru.
mereka bertiga masuk ke tempat itu tidak berselang lama salah satu pegawai di sana menghampiri ketiganya.
"ada yang bisa saya bantu tuan tuan sekalian"
"kami ingin memesan tempat yang dekat dengan acara pelelangan"
"baik mari saya antar tuan"
pelayan itu membawa mereka ke lantai atas ke salah satu ruangan yang tepat menghadap ke arah panggung pelelangan.
Lila melempar satu kantong kecil berisikan beberapa koin emas dan perak sebagai bayaran juga tip untuk pelayan tersebut.
kantong tersebut berhasil di tangkap oleh pelayan itu dia kemudian pergi untuk menyiapkan hidangan karena saat menuju ruangan Lila sempat memesan makanan.
dari atas mereka bertiga bisa melihat bahwa kini tempat pelelangan sudah ramai pengunjung kemungkinan besar acara tersebut akan segera di mulai.
__ADS_1
"hahaha dengar dengar kalian sudah tidak sabar menunggu acara ini yah baiklah sesuai keinginan kalian pelelangan kali ini resmi di buka"
ucap pembawa acara yang sesekali di iringi oleh tawa renyah, dia seorang wanita muda.
keahliannya dalam berbicara mampu menarik minat para pembeli tidak heran jika acara itu selalu ramai oleh para pengunjung.
begitu acara resmi di buka suara yang tadinya bising kini menjadi hening mereka semua duduk diam memperhatikan setiap hal yang akan di sampaikan oleh pembawa acara tersebut.
"baiklah untuk pelelangan kali ini ada lima barang langka yang pasti harganya sangat mahal tentu saja itu setara dengan kegunaannya"
"barang seperti apa itu nona"
ucap salah satu bangsawan yang duduk di barisan paling depan
"oh apakah kalian juga penasaran sama seperti tuan bangsawan ini"
"ya tentu saja"
teriak semua orang membenarkan pertanyaan tersebut
"baiklah barang langka kali ini adalah Mutia tujuh samudra yang memiliki fungsi sebagai campur obat penambah kekuatan dan juga bisa menjadi salah satu bahan penting untuk pembuatan penawar racun mematikan dari bunga anggrek hantu, benda ini akan di lelang dengan harga empat puluh ribu koin emas apakah ada yang sanggup menawar lebih tinggi"
"empat puluh lima ribu koin emas"
ucap salah satu bangsawan dengan menaikan tangannya
"lima puluh ribu koin emas"
teriak salah satu bangsawan lain dari arah belakang
"lima puluh tujuh ribu koin emas"
ucap salah satu pendekar dari barisan tengah bisa Aqila tebak bahwa pendekar itu bukan berasal dari wilayah kerajaan Cang'an.
"delapan puluh ribu koin emas"
ucap salah seorang pria muda yang di dampingi oleh pelayan pribadinya
"apa ada lagi yang ingin mengajukan banding, jika tidak maka mutiara tujuh samudra akan menjadi milik tuan itu"
ucap pembawa acara sambil mempertanyakan kembali penawaran harga berikutnya, namun itu tak kunjung terjadi.
"baiklah maka dengan ini Mutiara tujuh samudra telah resmi menjadi milik tuan yang ada di sanah"
ucap pembawa acara itu lagi sambil menunjuk tempat yang di duduk oleh pemuda tadi.
hy semua terimakasih masih setia mengikuti cerita author ini, mohon maaf kalo masih ada salah kata author masih belajar untuk memperbaikinya
semoga kalian masih suka dengan ceritanya dan selamat membaca 🙏😊
__ADS_1