SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Surat Undangan Pertandingan Sihir.


__ADS_3

lima belas menit mereka selesai menghabiskan makanan saat Lin Shan hendak pergi, pintu kamar gadis itu kembali di ketuk oleh seseorang.


Tok tok tok


"nona Aqila apa anda ada di dalam"


"masuk"


saat sudah mendapat ijin orang tersebut masuk dengan kepala menunduk tidak berani menatap ke arah mereka berdua.


"ada apa"


Tanya gadis itu, saat melihat pelayan datang menemuinya.


"anda di tunggu di aula oleh yang mulia raja"


"katakan aku akan bersiap terlebih dulu"


"kalau begitu saya pamit, permisi"


Aqila hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban setelah-nya Pelayan perempuan itu melangkah keluar untuk menyampaikan pesan gadis tersebut, begitu juga Lin Shan yang ikut keluar meninggalkan gadis itu.


setelah Ke dua orang itu pergi dan hanya menyisakan dirinya sendiri Aqila langsung bergegas membersihkan diri.


dua puluh menit berlalu, setelah dirasa penampilannya sudah siap Aqila melangkah pergi menuju aula utama.


ketika sampai di pintu masuk aula utama tidak terdengar apapun sampai para penjaga membukan pintu.


Terlihat ada banyak sekali orang berkumpul menunggu kehadirannya, meski begitu Aqila masih bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Salam raja"


"kemari dan duduk di sini adik"


Shen xiaojian yang semula memasang wajah dingin dan tegas mendadak melembut saat Aqila berada di hadapannya.


"terimakasih tapi aku akan duduk di sanah saja"


Shen xiaojian hendak mengajukan protes tetapi ucapan-nya tergantung kala Aqila sudah duduk di samping saudara perempuannya xiaoli.


sebelum memulai pembicaraan Shen xiaojian menghela nafas sebentar baru kemudian membuka suara.


"berhubung semua orang sudah berkumpul saya akan memberitahukan permasalahan kali ini"


"kita mendapat undangan dari salah satu akademi sihir yang berada di wilayah kerajaan xingxing untuk mengirim utusan yang akan mengikuti pertandingan antara kerajaan setiap tahunnya"


"sesuai informasi yang di dapat setiap orang di perbolehkan ikut tanpa harus menjadi perwakilan istana, waktu pertandingan akan di adakan satu Minggu lagi"


Aula yang semula hening mendadak ricuh setiap orang mulai memberikan pendapat mereka masing-masing hanya anggota keluarga kerajaan dan Aqila yang tampak tenang di antara mereka semua.


"Bagaimana jika nona Aqila saja yang menjadi perwakilan istana, kehebatannya sudah jelas tidak di ragukan lagi"


Usul salah seorang Mentri yang usianya hampir menginjak kepala lima.


"bagaimana menurut mu adik"


Sebelum mengambil keputusan dia terlebih dulu menanyakan kesanggupan orang yang bersangkutan meski dalam hati pemuda itu Setuju dengan usul Mentri-nya tersebut.


"tidak"

__ADS_1


Jawaban Aqila berhasil mengejutkan semua orang apalagi sorot mata gadis itu menunjukkan ketidak sukaan-nya.


Beberapa mentri yang setuju jika Aqila menjadi perwakilan istana merasa kecewa kala gadis itu menolak tawaran tersebut.


"apa anda tidak ingin kerajaan ini semakin terkenal dan di segani oleh banyak orang karena memiliki kesatria yang begitu hebat"


salah seorang menteri lain yang ikut mendukung usulan tersebut ikut membuka suara.


"tidak ada alasan"


Aqila menjawab singkat pertanyaan yang di ajukan padanya, tanpa memberitahukan alasan sebenarnya dia menolak.


sejujurnya Aqila tidak ingin terlibat dalam hal apapun yang menyangkut kerajaan karena sekarang kepala pening memikirkan cara untuk mencegah mimpi-nya terjadi.


Mungkin bagi sebagian orang mimpi di artikan sebagai bunga tidur yang tidak akan pernah menjadi nyata, tetapi beda dengan Aqila gadis itu percaya bahwa mimpinya akan benar-benar terjadi karena firasatnya tidak pernah salah.


"baiklah jika kau tidak bersedia adik, saya memiliki saran untuk mengirim putri xiaoli dan pangeran Shen duyi, bagaimana menurut kalian? apa kalian memiliki saran lain"


melihat dan mendengar Aqila tidak bersedia Shen xiaojian mengajukan kedua adiknya untuk menggantikan gadis itu.


Sedangkan para Mentri terdiam mereka sedang berfikir siapa kandidat yang cocok untuk mewakili istana selain Aqila, mereka juga menimbang usul sang raja.


Beberapa saat berfikir semua Mentri saling menatap satu sama lain baru kemudian salah seorang dari mereka membuka suara.


"kami setuju yang mulia"


Shen xiaojian mengangguk puas dengan jawaban yang di dengarnya, sampai suara seseorang kembali mengejutkan mereka semua.


"aku akan ikut mendampingi mereka berdua"

__ADS_1


ucapan Aqila kali ini sontak membuat semua orang menatap bingung ke arahnya, mereka tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis itu yang sulit untuk di pahami.


__ADS_2