
setelah mendengarnya Lin Shan langsung mengajak Lila dan Bai Lu untuk meninggalkan kamar gadis itu tanpa menimbulkan keributan.
mereka bertiga turun ke bawah untuk makan malam terlebih dulu.
melihat ketiga pengganggu sudah pergi, keduanya merasa lega sebab mereka tidak harus melakukan kekerasan dalam mengusir ketiga orang tersebut.
masih di ruang dimensi, kini Aqila sedang mencoba menggunakan kekuatan sihirnya yang telah lama tersegel.
brakk
batu besar yang berada di dekat air terjun hancur berkeping keping, pelakunya tentu saja gadis itu.
suara ledakan besar itu berhasil menarik perhatian penghuni dimensi.
mereka datang berbondong-bondong menghampiri Aqila untuk melihat apa yang sedang dia lakukannya di dekat air terjun.
begitu sampai mereka semua di buat menganga tak percaya dengan pemandangan yang mereka saksikan saat ini.
"apa itu ulah nona besar"
ucap salah satu jendral, sedangkan Aqila masih menatap datar puing bebatuan tersebut.
"sepertinya iya"
jawab jendral lainnya sedangkan yang lain hanya mengangguk setuju.
setelah lama terdiam Aqila kembali mencoba menggunakan elemen air untuk membekukan air terjun setelah sebelumnya dia menggunakan elemen tanah.
dan di luar perkiraan kekuatan itu melebihi ekspektasi yang semulanya aqila ingin membekukan separuh aliran malah kini membeku semuanya.
padahal gadis itu hanya menggunakan sepuluh persen kekuatan elemen airnya bagaimana jika dia mengerahkan seluruh tenaganya.
mungkinkah ruang dimensi ini akan mengalami kerusakan yang cukup parah.
orang-orang yang sejak tadi menyaksikan bertepuk tangan karena merasa kagum dengan kekuatan yang Aqila miliki saat ini.
mereka tidak tau saja bahwa Aqila memiliki tujuh elemen kekuatan yang bisa menghancurkan satu kerajaan hanya dengan satu jentikan jarinya saja jika gadis itu menghendaki.
bukannya merasa senang Aqila malah menampilkan ekspresi murung untungnya gadis itu masih membelakangi mereka semua sehingga ekspresi itu tidak terlihat oleh orang lain.
alasan aqila tidak merasa bahagia adalah karena nyawanya akan selalu dalam bahaya jika ketujuh kekuatan itu terekspos ke hadapan publik.
saat ini saja dia sudah memiliki banyak musuh apalagi jika hal tersebut terjadi, mungkinkah ketenangannya akan selalu terganggu, pikir gadis itu.
memikirkan itu semua membuat mood Aqila memburuk hingga ia tidak ingin melanjutkan kembali menguji coba kekuatannya.
Aqila membalik badan dan menatap ke arah mereka sebentar kemudian mulai berjalan meninggalkan mereka semua begitu saja tanpa sepatah kata pun.
Gadis itu tidak pergi ke dunia nyata melainkan masuk ke dalam bangunan besar yang ada di sanah, Aqila berniat tidur untuk beberapa waktu mengistirahatkan tubuhnya yang kini terasa lemas.
mungkinkah itu efek dari Ketujuh kekuatan yang ada di dalam dantian Gadis itu, secara kekuatan tersebut berbeda dan saling bertabrakan untuk menentukan siapa yang lebih mendominasi.
setelah sampai di lantai atas di sebuah ruangan minimalis dengan nuansa modern Aqila mulai merebahkan tubuhnya, tidak butuh waktu lama akhirnya gadis itu tertidur pulas.
__ADS_1
sedangkan di bawah di ruang makan penginapan ketiga manusia berbeda umur dan jenis kelamin sedang membicarakan sesuatu.
"apa mereka benar pengikut nona Aqila"
Bai Lu bertanya karena merasa penasaran hal itu wajar di tanyakan karena dirinya masih terbilang baru ketika memilih mengikuti Aqila.
"tidak tau"
Lila menjawab datar pertanyaan tersebut, gadis itu terlihat asik mengacak-acak makanannya.
"mereka terlihat mencurigakan, nona juga tidak mau keluar dari kamar apa dia di culik"
Bai Lu langsung berpikir buruk setelah mengamati keadaan dan menimbang segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
"bodoh, siapa yang bisa menculik nona, jangankan membawanya pergi menyentuh seujung rambutnya saja tidak bisa, meskipun nona sedang tertidur tapi kepekaan nya sangat kuat terhadap sesuatu yang akan membahayakannya"
merasa lucu dengan pemikiran tersebut, Lila mulai menjelaskan tentang Aqila yang tidak di ketahui oleh orang lain.
"sialan kenapa kau mengatai ku bodoh apa kau tidak tau bahwa aku ini sangat cerdas"
Bai Lu tersulut emosi saat dirinya di katai bodoh oleh Lila.
"lalu kenapa kau bertanya"
jawab Lila ketus sambil menaikan sebelah alisnya membentuk ekspresi mengejek
"karena aku belum terlalu mengenal nona Aqila, bodoh"
tidak ingin kalah dari gadis yang ada di hadapannya bai Lu membalas ucapan Lila dengan perkataan awal gadis itu sendiri.
Lila emosi setelah mendengar hal itu dia bahkan membanting sumpitnya hingga menimbulkan suara.
"bisa diam tidak"
karena merasa jengah dengan kelakuan keduanya Lin Shan terpaksa harus turun tangan sebelum kekacauan besar terjadi.
"kenapa kau marah"
jawab Lila dan Bai Lu secara serempak membuat Lin shan menatap keduanya dengan pandangan mengejek.
"karena kalian terlalu berisik"
setelah mengatakan hal tersebut Lin Shan kembali menikmati makanan malamnya
"boleh aku cekik pemuda ini, mulutnya sangat pedas seperti cabai"
ucap Bai Lu, dia yang sejak tadi menahan emosi menatap nyalang ke arah pemuda itu sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"coba saja jika kau bisa"
meski sedikit tidak rela Lila terpaksa mengatakan hal itu agar Bai Lu tidak mencurigai dirinya, bahwa ia sedang menyukai pemuda tersebut
"apa yang kalian bicarakan"
__ADS_1
ucap Aqila, setelahnya gadis itu ikut duduk bersama mereka untuk mengisi perut.
"eh tidak ada nona"
mereka di buat terkejut dengan kedatangan Aqila yang terkesan tiba-tiba menjawab dengan sedikit kebohongan.
"nona siapa dua pemuda tadi yang berjaga di luar kamar anda"
bai Lu yang masih penasaran dengan keberadaan hei lang dan hei long beberapa saat lalu langsung menanyakannya pada gadis itu.
"teman ku"
jawab Aqila datar, sambil memasukan satu persatu makanan ke dalam mulutnya.
"kami tidak pernah melihat mereka kami kira mereka adalah penjahat yang ingin mencelakai anda"
kali ini Lila yang berbicara karena Gadis itu tidak kalah jauh penasaran dengan apa yang di rasakan oleh bai Lu sekarang.
"tidak akan"
"baguslah jika begitu, tapi kenapa mereka baru kelihatan"
"apa kalian akan terus bertanya dan tidak membiarkan nona makan"
Lin Shan yang sejak tadi melihat interaksi ketiganya langsung memotong pembicaraan tersebut saat menyadari Aqila tidak lagi memakan makanannya
"maaf nona"
"hm"
setelah itu tidak ada lagi pembicaraan, hujan di luar juga mulai mereda bertepatan dengan waktu yang hampir larut malam.
begitu makan malam selesai Aqila dan yang lain kembali naik ke lantai atas untuk beristirahat sambil menunggu pagi tiba
sedangkan untuk hei lang dan hei Long mereka berdua sudah kembali ke dalam dimensi lagi.
waktu bergulir begitu cepat kini hari menunjukkan pukul enam pagi Aqila terbangun lebih dulu dari yang lain dan langsung memulai ritual paginya dengan membersihkan diri.
setelah selesai Aqila turun ke bawah untuk menikmati sarapan tanpa membangunkan yang lain.
keadaan penginapan masih sangat sepi sehingga gadis itu bisa menikmati sarapan paginya dengan tenang.
tapi sayang itu tidak berlangsung lama karena ada sepasang manusia yang sedang menatap benci ke arahnya.
awalnya Aqila tidak ingin menghiraukan sikap tersebut tapi semakin lama itu membuatnya tidak nyaman.
tanpa kata basa basi Aqila melempar dua sumpit yang di pegangnya ke arah dua manusia tersebut.
untungnya orang itu berhasil menghindar, salah satu di antara mereka ingin menghampiri Aqila namun yang lain mencegah tindakan tersebut.
sedangkan gadis itu sendiri kembali bersikap seperti biasa seolah tidak melakukan apa pun.
kedua orang itu mengepalkan tangan menahan amarah saat melihat Aqila setenang itu setelah melakukan sesuatu pada mereka.
__ADS_1
hey ketemu lagi sama author maaf yh hari ini author cuma bisa up satu bab dikarenakan kesibukan author yang semakin padat.
semoga kalian bisa mengerti terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰