SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Penjelasan


__ADS_3

melihat teman-nya murung Aqila merasa bersalah karena telah menyembunyikan hal sebesar itu darinya.


gadis itu berjanji akan menjelaskan-nya namun saat ini bukan waktu yang tepat, dia berharap lila bisa bersabar untuk beberapa saat lagi.


setelah acara jamuan selesai Aqila, Lila dan Lin Shan pergi dari sanah, mereka akan mengunjungi gedung baihe terlebih dulu sebelum kembali ke istana.


hampir satu jam menempuh perjalanan mereka bertiga akhirnya tiba di tempat tujuan.


kedatangan ketiganya di sambut baik oleh pengurus tempat tersebut yang tidak lain adalah bawahan gadis itu sendiri.


"selamat datang nona besar"


Aqila hanya menganggukkan kepala sebentar sebagai jawaban, kemudian dia naik ke lantai atas menuju salah satu ruangan yang biasa ia gunakan untuk beristirahat saat mengunjungi tempat itu.


Lila dan Lin Shan serta gadis tadi masih senantiasa mengikuti kemana Aqila pergi.


setelah sampai Aqila langsung mendudukkan diri di tempat yang sudah di sediakan sebelumnya.


ruangan yang mereka tempati merupakan ruangan VVIP khusus untuk gadis itu, tak sembarang orang bisa masuk ke dalam sanah tanpa seizin dari-nya atau si pengurus tempat.


"bagaimana perkembangan bisnis ini, Lian Ci"


tanya aqila pada gadis tadi, sedang orang yang di sebut namanya buru-buru menjelaskan situasi yang ada.


"semuanya berjalan dengan baik nona, setiap tahun kita mendapat keuntungan yang sangat besar dari berbagai produk yang kita keluarkan"


ucap Lian Ci secara jelas, dia adalah pengurus bisnis gedung baihe yang Aqila percaya dari ketiga pulang gadis lainnya.


gedung baihe selain menjadi tempat hiburan juga menjadi tempat sarana beberapa produk kosmetik dan perhiasan milik gadis itu di perdagangkan.


selain itu juga gedung baihe menyediakan berbagai macam makanan lezat yang mampu menarik setiap pengunjung yang datang ke tempat itu.


itulah sebabnya mengapa gedung baihe selalu ramai pengunjung setiap hari-nya bukan hanya para pria wanita juga di ijinkan masuk ke dalam sanah.


"bagus, pertahanan kualitas bahan sebaik mungkin"


ucap Aqila, dalam hati gadis itu merasa senang karena kerja keras-nya berbuah manis.


"baik nona"


"dimana yang lain"


"beberapa dari mereka sedang melayani tamu penting nona"


"apa selama bekerja ada yang mendapat kekerasan jika ada maka katakan pada ku siapa orang-nya"


"anda tidak perlu khawatir nona kami masih bisa mengatasinya"


"baiklah"


"apa ada hal penting sehingga anda datang sendiri kemari nona"


"yah, tapi sebelum itu jangan terima tamu lagi untuk hari ini karena aku ingin membahas hal penting dengan kalian semua, dan minta mereka untuk segera menyelesaikan pekerjaan dengan cepat karena aku tidak punya banyak waktu"


"baik sesuai dengan perintah anda nona"


setelah mendapat tugas Lian Ci pamit undur diri untuk memberitahukan temanya yang lain tentang kedatangan aqila.

__ADS_1


dia juga meminta para koki untuk membuat hidangan terbaik mereka di acara jamuan kali ini.


sejak kedatangan Aqila semua orang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya mereka juga telah meminta para pengunjung untuk pulang lebih cepat dari biasanya.


meski mendapat banyak kritik pedas mereka tidak perduli sama sekali, para gadis lebih takut dengan kemarahan Aqila dari pada yang lain-nya.


sore hari pukul enam semua persiapan telah selesai gedung baihe juga sudah di tutup dari dalam hingga tidak ada orang lain yang bisa masuk bahkan lalat sekalipun.


"semuanya sudah siap nona"


seorang pelayan wanita suruhan Lian Ci mengetuk pelan pintu ruangan Aqila untuk memberitahukan bahwa acara sudah bisa di mulai.


"aku akan turun sebentar lagi"


"baik akan saya sampaikan"


pelayan wanita itu melangkah pergi untuk memberitahukan pesan tersebut pada mereka yang sudah menunggu di bawah sanah.


setelah menunggu hampir sepuluh menit akhirnya Aqila datang bersama Lila dan Lin Shan.


aura kepemimpinan yang terpancar dari tubuh gadis itu mampu menghipnotis siapa saja yang memandang ke arahnya.


untung di sana hanya ada satu yang berjenis kelamin laki-laki yaitu Lin Shan, hingga pemuda tersebut merasa aman saat tidak ada pria lain yang menatap kecantikan-nya.


suasana yang semula ramai berubah hening saat Aqila tiba dan duduk di kursi utama sebagai pemimpin acara kali ini.


"salam nona Aqila"


"salam untuk kalian semua apa semuanya sudah berkumpul"


"sudah nona"


"silahkan nona"


"tujuan ku mengumpulkan kalian semua di sini karena aku akan melakukan perjalanan ke dimensi lain, aku harap kalian bisa menjaga keamanan kerajaan dengan baik jangan sampai kejadian waktu itu terulang kembali, terus perketat pengawasan kalian jangan sampai lengah karena pihak musuh pasti sudah sangat menanti saat-saat seperti ini, apa kalian mengerti"


"mengerti nona"


"bagus, siapapun orang yang terlihat mencurigakan selidiki identitas dan tujuannya secara menyeluruh jangan lewatkan hal sekecil apapun"


"baik nona"


"nikmatilah perjamuannya"


"terimakasih nona"


ketika semua orang nampak bahagia Lila malah terlihat murung sejak kembali dari markas.


bukan tidak ada yang menyadari perubahan ekspresi gadis itu tapi mereka hanya enggan ikut campur dengan permasalahan yang sedang gadis itu alami.


Aqila dan Lin Shan sadar juga tau betul apa yang di inginkan Lila mereka hanya sedang menunggu waktu kembali ke istana.


karena di sanah mereka akan aman saat membahas alasan kenapa gadis itu tidak di ajak dalam perjalanan kali ini.


setelah perjamuan selesai ketiga-nya kembali ke istana saat tiba waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.


tanpa membuang waktu Aqila langsung pergi menunju istana putri untuk membersihkan diri terlebih dulu sebelum bergabung bersama sang ayah menikmati makanan malam.

__ADS_1


saat di acar jamuan tadi sore Aqila tidak makan banyak karena ia tau dia harus menemani sang ayah makan malam.


gadis itu ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan ayah-nya sebelum dia pergi jauh meninggalkan pria tersebut untuk waktu yang cukup lama.


setelah makan malam selesai barulah Aqila meminta Lila untuk pergi ke kamar-nya, karena di sanah dia akan menjelaskan segalanya.


"Lila"


panggil Aqila dengan nada rendah, Lila yang sejak tadi menunduk langsung mendongakkan kepalanya.


"iya nona"


jawab gadis itu dengan ekspresi yang masih sendu.


"apa kau ingat aku pernah mengajak mu ke suatu tempat dan meminta me meletakkan tangan ke atas sebuah batu besar yang ada di dalam sebuah ruangan"


ucap Aqila, dia mencoba menjelaskan segalanya secara sederhana.


"saya masih ingat nona"


jawab Lila dengan ekspresi keheranan, gadis itu terlihat tidak sabar dengan penjelasan berikutnya.


"Lila, aku dan Lin Shan akan pergi ke dunia atas tempat tinggal ibu ku sebenarnya, alasan kenapa aku tidak mengajak mu dalam perjalanan kali ini karena kau tidak memiliki akar sihir dalam tubuh mu saat kita melakukan pengujian di menara sihir, di dunia atas semua orang memiliki kekuatan sihir dalam tubuh mereka masing-masing di sanah yang kuat lah yang akan terus hidup, aku bisa saja membawa mu pergi tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan mu di sanah"


Aqila mulai membuka fakta sebenarnya agar gadis itu tidak salah faham terhadap dirinya.


"tapi nona"


Lila terkejut saat mengetahui alasan kenapa dia tidak di ikut sertakan dalam perjalanan kali ini, gadis itu juga bingung sekaligus penasaran Kenapa Lin Shan bisa memiliki akar sihir mengingat pertemuan pertama mereka kala itu.


"aku tau kau siap kehilangan nyawa demi diri ku, tapi asal kau tau aku juga tidak ingin kehilangan mu Lila, kau begitu peting dan tidak ada yang boleh mengambil mu dari ku"


Aqila yang tidak ingin di salah fahami kembali menjelaskan alasan lain-nya kenapa Lila tidak bisa ikut.


"nona saya.."


Lila terharu mendengar pernyataan gadis itu dia berfikir Aqila haya menganggapnya sebagai teman biasa yang mungkin suatu hari akan terlupakan tapi kenyataannya tidak seperti itu.


gadis dingin yang jarang sekali berbicara hari ini mengungkapkan kasih sayang yang di pendamnya terhadap orang yang di sayangi-nya.


"Lila kali ini tolong mengertilah, alasan kenapa Lin Shan bisa ikut dengan ku karena dia memiliki akar sihir aku tidak tau mengapa bisa seperti itu tapi akan aku selidiki"


Lila lama terdiam sambil terus meneteskan air mata perasaannya campur aduk antara senang dan sedih.


"Lila bisa aku percaya pada mu tolong jaga Ayah ku dan kerajaan ini suatu hari nanti aku pasti akan kembali untuk melihat kau menikah dengan pria yang kau cintai"


"berjanjilah anda akan kembali dalam keadaan sehat tanpa Luka sedikit-pun"


melihat ketulusan dalam mata Aqila untuk-nya akhirnya Lila mengalah demi kebaikan bersama.


"aku berjanji, terimakasih sudah mengerti"


"hm"


mereka berpelukan dengan sangat erat menyalurkan segala perasaan yang terpendam selama ini.


Hay ketemu lagi sama author hehehe maaf yah author jarang up karena author sibuk kerja di dunia nyata๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

__ADS_1


semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya๐Ÿ˜


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca ๐Ÿ˜Š see you next time di episode berikutnya ๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜Š


__ADS_2