
mereka melaju dengan sangat cepat hingga tiba di kerajaan xingsheng pada malam hari kabar kedatangan Aqila dan temannya kini sudah sampai ke pihak istana.
minghao yang mendengar kedatangan gadis itu bergegas pergi menemuinya, gadis yang telah dia tunggu untuk waktu yang cukup lama.
begitu pun dengan Li Wei pertemuannya dengan Aqila tempo lalu membuat kesan tersendiri di hati, apalagi Hadiah Pertemanan yang Aqila berikan padanya sangatlah tak ternilai.
sedangkan di ibu kota cihyou Aqila, Lila, Lin shan dan Bai Lu mengistirahatkan diri di salah satu penginapan yang cukup jauh dari istana.
Kini mereka tengah menikmati makan malam dengan tenang tanpa gangguan, karena persinggahannya kali ini mendapat sambutan baik dari para penduduk sekitar.
selang beberapa waktu keadaan penginapan yang semula tenang kini berubah bising akibat kedatangan seseorang.
"salam nona Aqila"
ucap orang itu yang tidak lain adalah Ming Hao pangeran ke dua dari kerajaan xingsheng.
"salam pangeran minghao"
ucap mereka bertiga secara bersamaan sedangkan Bai lu hanya diam memperhatikan tidak tau harus mengatakan apa.
sebab ketampanan Ming Hao berhasil menarik perhatiannya, hal itu hanya di sadari oleh Aqila.
"boleh saya ikut bergabung"
Ming Hao bertanya tanpa sungkan sambil menatap penuh harapan ke arah Aqila
"tentu silahkan"
Aqila Hanya melirik sekilas kemudian lila mempersilahkan pemuda itu untuk duduk di sebelah Lin Shan karena hanya di situ tempat yang masih belum terisi.
"bagaimana keadaan kalian semua"
setelah mendudukkan diri berhadapan dengan Aqila Ming Hao mulai berasa basi menanyakan keadaan mereka.
"kami baik"
kali ini masih Lila yang menjawab sedangkan Aqila malah sibuk menikmati makanan tanpa memperdulikan tanggapan yang lain tentang dirinya.
"dia"
Ming Hao merasa sedikit kecewa melihat sikap dingin yang aqila tunjukkan saat ini, karena tidak ingin terlihat bodoh dia memutar pembicaraan mengalihkan rasa kekecewaan tersebut saat melihat gadis asing di depan Lin Shan.
"perkenalkan dia teman baru kami nona Bai lu"
lagi dan lagi bukan Aqila yang menjawab melainkan Lila pemuda itu sempat berpikir apakah kedatangannya mengganggu ketenangan gadis itu, hingga Aqila hanya memilih diam.
"salam nona Bai lu"
ucap Ming Hao, sambil tersenyum paksa ke arah Bai lu namun tatapan matanya masih mencuri pandang ke arah Aqila.
Lin Shan yang melihat itu semua mendengus kesal, dia merasa tidak suka jika ada pria lain yang memandang kecantikan gadis itu.
"salam pangeran Ming Hao"
Bai lu menjawab salam perkenalan tersebut dengan tersenyum manis yang malah menambah pesona kecantikannya.
__ADS_1
"apa saya mengganggu waktu kalian jika benar saya bisa datang di lain hari saja"
merasa tidak nyaman dengan sikap dingin Aqila Ming Hao berniat pergi dari sanah dan mengunjungi gadis itu di lain hari, meskipun dia sendiri tak yakin apakah akan bertemu lagi atau sebaliknya.
"tidak juga"
jawab Lila dengan senyuman Ming Hao sedikit merasa lebih baik setelah mendengarnya.
"benarkah"
"hm"
"ada apa datang kemari"
setelah lama bungkam tanpa basi basi Aqila langsung menanyakan alasan pemuda tersebut menemui mereka.
"emm, saya ingin mengundang anda di acara festival tahunan besok di istana sebelum anda kembali ke kerajaan Cang'an"
sebelum menjawab Ming Hao lebih dulu menarik nafas dalam kemudian mengatakan alasan kedatanganya pada mereka semua.
meski dengan sedikit kebohongan karena dia tidak mungkin mengakui perasaannya secara terang-terangan pada gadis tersebut.
"apa hanya nona Aqila"
ucap Bai lu frontal dengan ekspresi wajah yang di buat menggemaskan mungkin.
"ah tidak kalian juga boleh ikut"
karena sudah kepalang tanggung pada akhirnya Ming Hao mengajak mereka semua untuk mengunjungi istana.
"kalau begitu kami tidak akan sungkan"
"baiklah maaf mengganggu waktu kalian, sampai jumpa semua"
"sampai jumpa pangeran"
"nona kenapa anda berkata demikian bagaimana jika pangeran merasa tersinggung"
Lila lagi-lagi di buat bingung dengan perubahan sikap gadis itu yang teramat nyeleneh.
"memangnya nona perduli"
"kau diam saja"
lila membuang raut kesalnya ke arah samping setelah berdebat dengan pemuda itu.
Lin Shan sendiri hanya menanggapi dengan acuh karena ini bukan pertama kalinya Lila bersikap demikian.
setelah selesai menikmati makanan Aqila beranjak dari tempat duduknya menuju ruangan yang sudah dia pesan begitu juga dengan yang lain.
malam berlalu begitu saja suasana terasa sunyi sebab jutaan manusia sudah memasuki alam mimpinya masing-masing.
sedangkan jauh di sanah seorang pria diam-diam memperhatikan semua pergerakan Aqila melalui bola Kristal miliknya.
pria itu sedang duduk tenang di ruangan yang nampak gelap, sambil tersenyum manis menatap pantulan gambar yang ada dalam bola kristal itu.
__ADS_1
"kita pasti akan bertemu Aqila"
setelah mengatakan hal demikian dia melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.
di Dunia bawah matahari sudah menyinari bumi, riuk ramai ibu kota terdengar sejak sang Surya menampakkan sinarnya.
mereka sedang merayakan festival tahunan yang biasa di adakan setiap satu tahun sekali untuk memperingati hari jadi kerajaan.
perayaan kali ini jauh lebih meriah dari tahun sebelumnya karena hasil panen yang melimpah membuat kerajaan xingsheng semakin berkembang.
Aqila berdiri di dekat jendela sambil melihat keramaian tersebut dia merindukan ayah dan ibunya ketika melihat sepasang keluarga yang tampak begitu bahagia dan harmonis.
sejak kecil dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya di sayang oleh ke dua orang tua yang lengkap.
hingga ketika dirinya beranjak dewasa takdir menampar begitu keras dengan banyak kenyataan pahit yang harus dia terima setiap saat.
tengah asik melamun mengenang masa lalu sebuah suara datang dari balik pintu yang terbuka hingga mengagetkan lamunannya.
"nona"
orang tersebut berjalan mendekati Aqila dengan raut penasaran, dia tidak lain adalah pelayan pribadinya sendiri yaitu Lila.
Aqila menoleh ke sumber suara dengan ekspresi datar.
"apa yang sedang anda lakukan di sanah nona"
"tidak ada"
"baiklah apa anda sudah siap, karena rombongan istana sudah menunggu di depan sejak tadi"
"hm"
Aqila mulai melangkah keluar dari ruangan tersebut di ikuti gadis itu di sampingnya.
ketika berada di koridor penginapan keduanya secara kebetulan berpapasan dengan Lin Shan dan Bai Lu yang ingin menyusul Aqila ke lantai atas.
"selamat pagi nona"
"hm"
setelahnya mereka kembali menuruni anak tangga, sebelum meninggalkan penginapan Aqila lebih dulu membayar biaya sewa penginapan tersebut.
baru kemudian keluar menemui utusan istana yang sudah di Persiapkan oleh pangeran Ming Hao kemarin malam untuk menjemput mereka berempat.
alih-alih menaiki kereta yang sudah di siapkan, Aqila dan yang lain lebih memilih menaiki kuda mereka masing-masing.
awalnya beberapa orang merasa keberatan tapi siapa yang bisa mengubah keputusan gadis itu.
Aqila adalah gadis yang keras kepala sekali dia sudah memutuskan sesuatu maka itu yang akan di lakukannya dan tidak semua orang bisa merubah keputusan tersebut.
mereka Hanya bisa pasrah, kemudian memulai perjalanan menuju istana, adegan ini di saksikan langsung oleh para penduduk sekitar yang sedang ikut merayakan keramaian festival.
seharusnya Festival sudah berlalu namun sebuah kejadian mengharuskan mereka menunda acar tersebut dan baru bisa di laksanakan pada hari ini.
dan secara kebetulan itu bertepatan dengan kedatangan Aqila yang dulu pernah di tawari ikut ambil bagian dalam acara festival di istana oleh raja Liu yaoshan sendiri.
__ADS_1
hey ketemu lagi sama author maaf yh author jarang up karena author sibuk mohon di maklumi 🙏😊
terimakasih sudah berkunjung dan see you next time di episode berikutnya 👋🤭