SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Mentri Han bersama yang lain terus berjalan sampai tiba di sebuah ruangan besar yang sudah di hias seindah mungkin oleh para pelayan.


suasana di aula utama begitu ramai dan meriah dengan banyak makanan lezat serta beberapa musik yang di mainkan oleh orang orang dari gedung Yunqi.


ketika Aqila melangkahkan kakinya masuk ke dalam aula tersebut semua mata memandang ke arahnya bahkan para pemain musik pun ikut menoleh ke arah Aqila.


mereka tidak berhenti berdecak kagum dengan penampilan Aqila saat ini, dia seperti seorang Dewi dari pada manusia biasa pada umumnya karena menurut mereka kecantikan Aqila tidaklah wajar.


manusia di dunia bawah tidak ada yang memiliki bola mata berwarna hazel seperti Aqila kulitnya begitu putih dan halus seperti giok murni rambut hitam panjangnya tergerai indah, wajar saja jika mereka menganggap Aqila adalah titisan seorang Dewi.


setiap gadis yang ikut memandang ke arah aqila di buat iri dengan kecantikan gadis itu, tidak jarang di antara mereka yang mengumpat kesal karena melihat para pria yang mereka sukai terus memandang ke arah Aqila dengan penuh minat.


setelah melihat sang ayah duduk di barisan depan Aqila memilih posisi duduknya di belakang tuan Han agar tidak terlalu menjadi pusat perhatian sebenarnya dia sangat malas mengikuti acara seperti ini dia lebih suka membaca buku atau berlatih pedang.


"yang mulia raja Jiang nan beserta keluarga kerajaan memasuki ruangan"


teriak penjaga pintu mengumumkan kedatangan mereka beberapa saat setelah Aqila duduk.


aula yang semulanya ramai kini menjadi hening ketika sang raja dan yang lain memasuki ruangan tersebut.


"salam yang mulia raja Jiang nan semoga anda berumur panjang dan semoga rakyat Cang'an selalu sejahtera, salam yang mulia permaisuri, salam Selir agung, salam para pangeran, salam para putri dan salam para selir raja"


ucap mereka serempak dengan membungkukkan badan tapi tidak dengan aqila dan Lin Shan mereka hanya menundukkan kepala sebentar lalu menegakkannya kembali.


sikap mereka berdua tentu mengundang banyak perhatian karena di anggap tidak sopan namun sang raja tidak mempermasalahkan hal itu lagi dan seolah memakluminya.


mereka yang tidak menyukai Aqila diam diam membuat rencana untuk menjatuhkan nama baik gadis itu sambil menunggu kesempatan tiba.


di salah satu sudut yang berlawanan dua pria tampan terus menatap ke arah Aqila yang terlihat sedang menutup mata karena merasa mengantuk, setelah yang mulia raja menyuruh mereka semua untuk duduk kembali.


"selamat ulang tahun yang mulia permaisuri, saya membawa beberapa hadiah untuk anda mohon di terima yang mulia"


ucap penasehat kanan sambil menunjukkan beberapa barang yang di bawa oleh para pelayannya.


"terimakasih atas hadiahnya penasehat Li mubai, maaf telah merepotkan Anda"

__ADS_1


"itu bukanlah hal yang merepotkan yang mulia permaisuri"


setelah mengatakan hal itu penasehat Li mubai kembali ke posisi duduknya ketika hadiah yang dia persembahkan di terima oleh permaisuri melalui orang kepercayaannya.


Kini semua orang yang ada di sanah melakukan hal sama seperti yang di lakukan oleh penasehat kanan beberapa orang di antara mereka berharap bisa Menarik simpati permaisuri demi keberlangsungan rencana yang telah mereka susun sedemikian rupa.


mereka yang memiliki anak gadis berniat untuk menjodohkannya dengan pangeran ke empat.


pangeran ke empat adalah putra dari raja Jiang nan dan permaisuri qiao yu, permaisuri memiliki dua anak, anak pertamanya adalah Jiang wei Putri pertama kerajaan Cang'an


seharusnya putri Jiang Wei yang di nobatkan menjadi putri mahkota namun karena peraturan kerajaan yang tidak memperbolehkan perempuan naik tahta terpaksa posisi itu di serahkan pada pangeran Jiang mo pangeran pertama kerajaan Cang'an sekaligus anak dari selir Xiang mi itulah sebabnya selir Xiang mi di nobatkan menjadi selir agung.


alasan kenapa bukan pangeran ke empat yang menjadi putra mahkota karena dia tidak menginginkan tahta itu, meskipun demikian selir agung baik putranya selalu mengincar nyawa pangeran Jiang yu yang di anggap sebagai ancaman terbesar dalam mempertahankan posisinya.


semua orang telah selesai memberikan hadiah kini hanya Aqila yang belum, gadis itu terlihat tenang dan nyaman dalam duduknya dia tidak berniat bangun untuk mengucapkan kata selamat apa pun pada permaisuri.


putri jiang mi yang memiliki dendam pada Aqila mencoba untuk mempermalukan gadis itu di hadapan semua orang.


"nona Aqila sejak tadi anda hanya duduk diam apa anda tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada yang mulia permaisuri"


sedangkan Aqila yang namanya di sebut membuka mata dan menatap Jiang mi dengan sorot mata yang dalam.


"apa begini cara Mentri Han mendidik putrinya"


begitu kata itu keluar semua orang menatap sinis ke arah tuan Han dan mulai berbisik bisik membicarakan keburukan mereka berdua yang bahkan mereka sendiri tidak tau kebenarannya.


Aqila yang mendengar kata kata menghina itu di tujukan pada sang ayah merasa tidak suka dia langsung bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke hadapan raja dan permaisuri yang duduk di atas singgasana.


setelah tepat berada di hadapan mereka berdua Aqila sempat melirik ke arah Lila.


Lila yang di tatap seperti itu merasa cemas takut kalau hadiah yang dia pilihan akan membawa masalah baru untuk gadis itu.


melihat Lila yang ragu akhirnya Aqila sendiri yang memberikan hadiah, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam dimensi, sebuah kotak berukuran sedang ke hadapan semua orang lalu membukanya.


samar samar sebuah cahaya berkilau terlihat begitu kotak itu di buka, di dalamnya terdapat sebuah kalung dengan liontin batu permata Ruby hitam murni yang sudah terukir cantik.

__ADS_1


kemudian aqila kembali mengeluarkan kotak kecil dari saku bajunya saat kotak itu di buka isinya adalah sepasang anting dan gelang yang sama dengan ukiran liontin tersebut.


semua orang yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Aqila di buat terkejut begitu hadiah itu di perlihatkan kehadapan mereka semua.


siapa yang tidak tau tentang batu permata Ruby hitam barang tersebut sangatlah langka dan mahal tidak semua orang dapat memilikinya.


Aqila tidak tau bahwa hadiah yang dia keluarkan secara asal mampu menarik minat siapa pun apalagi para gadis yang ada di ruangan itu.


Aqila sempat berpikir bahwa apa hanya dia yang memiliki benda tersebut sehingga orang lain begitu terkejut setelah melihatnya.


Jiang mi yang berniat mempermalukan Aqila di buat diam tak berkutik gadis itu hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat menahan emosi yang hampir meledak saat itu juga.


bisa di katakan bahwa ini adalah senjata makan tuan niat hati ingin mencelakai orang lain malah diri sendiri yang terkena batunya.


sedangkan permaisuri yang melihat hadiah yang berikan oleh Aqila padanya merasa sangat bahagia dia tidak berhenti tersenyum saat menatap gadis itu.


"selamat ulang tahun"


Aqila mengatakannya dengan acuh dia tidak perduli akan di anggap seperti apa oleh semua orang.


permaisuri yang berhati baik tidak mempermasalahkan cara Aqila mengatakan ucapan selamat seperti itu padanya.


"terimakasih banyak nona aqila saya sangat menyukai hadiah yang anda berikan"


"hm"


setelah hadiah yang dia berikan di terima langsung oleh permaisuri qiao yu Aqila kembali ke tempat duduknya.


acara kembali di teruskan raja Jiang nan mempersilahkan para penari dari gedung Yunqi untuk mempersembahkan tarian mereka.


tidak kalah dari para penari satu persatu gadis yang hadir di sanah mulai mempersembahkan tarian khas mereka masing-masing berniat menarik simpati para pria yang mereka sukai hanya Aqila yang masih duduk diam dia tidak berniat melakukan apa pun.


hey ketemu lagi sama author maaf hari ini author cuma bisa up satu bab doank karena otak author sedikit ngeblang karena author GK nabung bab jangan di mohon sabar


dan terimakasih sudah berkunjung ke karya author semoga kalian masih suka dengan ceritanya 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2