SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Hak Waris Kerajaan Bingjie


__ADS_3

sejak Aqila memberi perintah bocah menggemaskan itu tidak lagi terdengar bersuara, saat Gadis itu menundukkan kepala untuk melihat keadaannya rupanya Lin Bao tertidur pulas.


mungkin dia lelah setelah menangis untuk waktu yang cukup lama untungnya bocah tersebut tidak demam seperti kejadian waktu lalu.


belum benar-benar keluar Aqila menghentikan laju langkahnya kemudian berucap dingin.


"kumpulkan seluruh penduduk ibu kota aku ingin mengatakan sesuatu pada mereka"


baru setelahnya Aqila kembali melangkah keluar dari ruangan tersebut.


setelah kepergian gadis itu semua orang langsung membubarkan diri untuk melakukan perintah yang di berikan barusan.


keluarga Lin bisa bernafas lega setelah melihat keadaan Lin Bao baik-baik saja mereka juga mengucapkan terimakasih pada Lila, Lin Shan dan Bai Lu yang telah membantu menyelamatkan mereka dari tangan Jun gong fai.


....


malam berlalu begitu saja kini matahari sudah hampir menampakkan sinarnya keadaan istana pagi ini benar-benar ramai oleh aktivitas para pelayan juga prajurit yang sedang menyiapkan jamuan upacara pengangkatan raja baru mereka.


persiapan kali ini di lakukan secara mendadak namun mereka berhasil menyiapkan jamuan sesuai dengan apa yang aqila inginkan.


mungkin mereka melakukannya dengan rasa takut tapi beberapa dari mereka juga merasa senang entah karena hal apa.


"ibu"


Lin Bao menggeliat kecil dalam pelukan aqila mencoba mencari kehangatan yang beberapa hari ini dia rindukan dari gadis itu.


ketika banyak orang sedang sibuk menyiapkan pesta, sang tuan rumah masih asik bergulung selimut di salah satu kamar yang ia tempati saat ini.


"aku disini, ayo bangun"


dengan lembut Aqila mencoba membangunkan bocah kecil menggemaskan itu sambil mengecup pelan wajahnya


"ahhh geli ibu"


Lin Bao tertawa dengan mata terpejam setelah mengatakannya dan itu membuat Aqila semakin merasa gemas, bukannya berhenti gadis itu malah semakin menjadi.


"ayo cepat bangun jika kau tidak ingin ibu tinggal"


Aqila perlahan bangkit dari atas ranjang untuk membersihkan diri karena waktu upacara penobatan raja harus segera di mulai.


"tidak"


Lin Bao bangkit dengan mata terpejam dia hampir saja terjatuh karena tidak hati-hati saat turun dari atas ranjang, untungnya Aqila gerak cepat menangkap tubuh mungilnya itu sehingga dia tidak jadi bersentuhan dengan ubin lantai.


"lain kali hati-hati"


Aqila menurunkan bocah itu secara hati-hati agar tidak menyakitinya, sedangkan Lin bao sendiri malah terkekeh geli.

__ADS_1


setelahnya mereka mulai membersihkan diri secara bergantian, kali ini Aqila berniat mendandani Lin Bao dengan tangannya sendiri.


sedangkan bocah laki-laki menggemaskan itu diam tidak berkutik saat Aqila memulai aksinya.


tiga puluh menit berlalu kini keduanya sudah siap untuk pergi ke pesta.


Aqila mengenakan hanfu hitam berlapis kain putih di dalamnya juga jepit rambut fionix yang terpasang rapih di atas kepala.


untuk Lin Bao sendiri di mengenakan hanfu hitam berlapis emas dengan giok setengah bulan di pinggangnya.


giok itu pemberian Aqila tidak ada yang tau dari mana asalnya tapi giok tersebut cukup berharga bagi gadis itu.


dan alasan kenapa Aqila menyerahkannya hanya dia sendiri yang bisa menjawabnya.


dirasa sudah siap keduanya mulai melangkah keluar dari kamar tersebut dengan bergandengan tangan beberapa pelayan yang sejak awal berjaga di luar langsung mengikuti Aqila dan Lin Bao.


mereka berjalan dengan begitu santai sedangkan di aula sudah banyak orang menunggu kedatangan mereka bukan hanya di dalam di luar para penduduk ibu kota juga sudah menunggu gadis itu.


"nona Han Aqila berserta salah satu keluarga Lin memasuki aula"


prajurit yang berjaga langsung mengumumkan kedatangan mereka berdua setelah Aqila dan Lin Bao sampai di sanah.


ruangan yang semulanya ramai mendadak hening saat pintu besar itu di buka.


Aqila dan Lin Bao melangkah penuh wibawa ketegasan sekaligus kekejaman yang gadis itu tunjukkan lewat wajah datarnya masih menyimpan bekas di hati mereka yang menyaksikan pembantaian kemarin.


begitu sampai di tempat yang seharusnya Aqila mulai mendudukkan diri di kursi kebesaran tersebut dengan Lin Bao berdiri di sampingnya.


"apa semuanya sudah berkumpul"


Aqila berucap dengan tegas matanya menatap tajam setiap orang yang hadir di pesta tersebut.


mencari sesuatu yang tidak bisa di lihat oleh orang lain yaitu pembunuh bayaran yang bisa saja di kirim oleh seseorang untuk mencelakainya.


mengingat ini adalah kesempatan bagus untuk mereka beraksi.


"sudah nona"


balas salah satu Mentri yang bertanggung jawab atas jamuan pesta kali ini.


setelah menelisik untuk beberapa saat dan tak menemukan hal mencurigakan apa pun gadis itu kembali melanjutkan ucapnya.


"baiklah dengar, aku Han Aqila memberikan hak waris kerajaan bingjie pada putra ku Lin Bao kelak dia yang akan memimpin kerajaan ini nantinya dan selama itu Lin zhang akan menjadi raja sementara sampai di mana hari kedewasaan Lin Bao tiba, meski begitu aku masih punya hak penuh atas wilayah Utara dan aku berhak mengambil kembali jika keluarga lin berkhianat, satu hal lagi jika suatu hari nanti Lin zhang menikah dan mempunyai anak lagi dia tidak berhak menjadi pewaris tahta kerajaan bingjie bila aku tau ada kecurangan maka jangan salahkan aku jika kerajaan ini aku ratakan, apa kalian mengerti"


ucap Aqila dingin dan tajam ia tidak memberikan mereka celah sedikitpun untuk memprotes setiap keputusannya.


penjelasan yang di berikan oleh gadis itu membuat semua orang terkejut termasuk juga keluarga Lin mereka tidak menyangka Aqila melakukan hal sebesar ini hanya untuk Lin Bao.

__ADS_1


orang yang sama sekali tidak punya hubungan darah dengannya.


sedangkan beberapa orang yang memiliki niat menjodohkan putri mereka dengan Lin zhang harus menelan kekecewaan.


sedangkan bagi Lin zhang tanpa Aqila mengatakannya pemuda itu sudah memiliki pemikirannya sendiri dia berjanji pada dirinya untuk tidak menikah lagi jika calon pengantinnya bukanlah Aqila.


"mengerti nona besar"


mereka menjawab serempak peryataan barusan, melihat gadis itu tidak main-main saat mengatakannya mereka semua tidak berani mencari masalah dengan Aqila si gadis berhati dingin.


"Lin zhang"


ucap Aqila lagi sambil menatap dalam pria tampan berwajah datar tersebut.


lin zhang mengerti apa yang aqila inginkan jadi dia langsung menghampiri gadis itu.


setelah sampai Aqila turun dari kursi singgasana dan menyuruh pemuda tersebut untuk duduk di sanah.


tanpa banyak membantah Lin zhang segera melakukan apa yang Aqila inginkan, baru setelahnya Aqila memasang simbol kerajaan bingjie untuk membuktikan bahwa pemuda itu yang akan menjadi raja selanjutnya.


begitu upacara pengangkatan selesai Aqila kembali memberi perintah untuk menikmati pestanya.


meski dengan sedikit keraguan mereka yang hadir akhirnya mulai menikmati setiap makanan yang ada.


selang beberapa waktu Aqila pergi ke luar istana untuk menemui penduduk ibu kota yang sedang menunggu kedatangannya.


tidak butuh waktu lama gadis itu sampai di hadapan mereka semua kali ini Aqila datang sendiri tanpa di dampingi oleh siapa pun karena dia pergi tampa memberitahu yang lain.


penduduk yang awalnya merasa bosan dan hendak pergi dari istana mengurungkan niat saat melihat sosok gadis cantik berjalan ke arah mereka.


"maaf menunggu lama"


Aqila berucap sopan meskipun dengan ekspresi datar.


mereka menatap bingung juga penasaran dengan gadis yang sedang meminta maaf itu.


"siapa anda"


salah satu dari mereka mulai bertanya menurut perkiraan aqila dia adalah kepala bupati kota tersebut


"saya Aqila"


jawab gadis itu, Aqila terlihat tenang saat menyebutkan namanya.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo author blm bisa ngabulin permintaan kalian tapi author bakal usahain untuk up tiap hari.🙏🙏🙏


terimakasih sudah mampir dan selamat membaca 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2